Sang Pendendam

Sang Pendendam
Kemarahan Geng [Finix's]


__ADS_3

Setelah anggota Warriors mengobati luka-luka mereka, Warriors pun pamit pulang ke Kampung Dukuh, kepada Green Bull.


"Ken, trimakasih untuk hari ini, hari ini sangatlah menyenangkan! terutama hari ini paling berharga bagi kami karna kesalah pahamman antara Warriors & Green Bull sudah selesai. jadi kita sudah tak punya alasan lagi untuk bertikai," ucap Roy sambil berjabat tangan dengan Kenzo.


"Iya bang Roy, gua juga berterima kasih sama lo, karna lo tadi udah mau cerita-cerita sama gua, gua juga dapet banyak pelajaran dari pengalaman hidup lo bang, kapan-kapan kita lanjut lagi bang, ngobrol-ngobrolnya!" Kenzo tersenyum, karna dia sekarang sudah memiliki teman baru.


"Pastinya Ken...!" Roy pun ikut tersenyum bahagia, karna gengnya dan geng Kenzo, sekarang sudah berdamai.


Di posisi Bima & Ivan, mereka juga sedang mengobrol, sebelum mereka pamitan untuk kembali ke kampung dukuh, "Bro..., lo cukup kuat juga ya! baru kali ini gua nemu musuh yang cukup kuat kaya lo, yang bisa ngalahin gua!" puji Ivan, atas kemampuan bertarung Bima.


"Lo juga cukup kuat bro..., gua juga tadi hampir kalah kok sama lo!" ucap Bima sambil tersenyum.


"Kapan-kapan, kita bisa ngobrol-ngobrol lagi yah bro...! karna gua harus urus angota lainnya dulu, di Basecamp," ajak Ivan kepada Bima, karna mereka semakin akrab!.


"Siap Bro..., sama gua juga mau urus anggota yang masih terluka juga nih," Bima sambil menatap angota-angotanya, yang sedang di obati lukanya, bekas tawuran sebelumnya.


"Sampai jumpa lagi yah Bim...!" kata Ivan sambil mengajak jabat tangan Bima, sebagai awal pertemanan mereka!.


"Iya Van," Bima dan Ivan tersenyum bersama.

__ADS_1


Di posisi Boy & Keisya, Boy terlihat sudah sadar dan akan pamitan kepada Keisya, "Ka Boy maafin aku yah tadi, aku khilaf...,


soalnya ka Boy gak bilangsih kalo hanya salah paham saja, sama ka Kenzo," Keisya merasa bersalah karna sudah main hakim sendiri.


"Iya gapapa key..., gak sakit kok, aku lebih sakit kalo liat kamu sama cowo lain," rayu Boy sambil tersenyum kepada Keisya.


"Kalo gitu..., aku tonjok yang satunya lagi mau? tadikan aku tonjoknya pipi sebelah kiri ka Boy, kalu sekarang pipi kanan mau?" Keisya bercanda sambil sedikit mengancam Boy, yang suka ngegombalin Keisya.


"Udah dong key..., ini juga masih sakit bekas kamu pukul tadi, gimana main tonjok-tonjokannya di ganti ajah, sama cipika-cipiki ajah?" goda Boy kepada Keisya, berharap Keisya bisa luluh dengan gombalan Boy!.


"Oh..., Boleh sajah, tapi rasain dulu nih tonjokan dari aku!" Keisya mencoba ingin memukul Boy lagi, dengan tatapan serius dan marah!.


"Gawat kalo gua kena tonjok Keisya lagi, mukin gigi gua bisa pada copot nih...," Boy pun pergi ketakutan, setelah melihat Keisya akan memukul Boy lagi, sampai-sampai meninggalkan Roy dan yang lainnya.


Keisya pun tertawa terbahak-bahak, melihat tingkah konyol Boy, yang hanya sedikit saja di ancam oleh Keisya langsung kabur.


Roy & Warriors lainnya, yang melihat Boy kabur duluan, merekapun mulai pamitan dan segera meninggalkan Basecamp Green Bull, untuk kembali pulang ke Basecamp Warriors di Kampung Dukuh.


Disisi lain di Kampung Manggis, Egi mendengar informasi, kalo Green Bull di kalahkan Warrior dan mereka malah menjalin Aliansi Geng mereka! jadi akan sangat suli bagi Egi sang pemimpin dari Geng The Finix dari Kampung Manggis, untuk mengalahkan Warrior dari kampung Dukuh, musuh bebuyutan Finix.

__ADS_1


Di sebuah Kedai Coffe, tepatnya yang menjadi Basecampnya Geng the Finixk's, terlihat Egi dan Rendi sedang duduk sambil ngopi-ngopi di sebuah meja sambil mengobrol!


Kemudian datanglah salah seorang dari Geng Finix, menghampiri Egi dan Rendi, bertujuan untuk memberikan informasi, "Gi..., ini gawat, gua dengar Warrior & Green Bull sekarang mereka berdamai dan memjalin Aliansi!" ucap Rizal memberikan informasi kepada Egi.


(Rijal Jaelani) adalah petinggi The Finixk's.


"Lo, dapat info dari mana?" Rendi kaget dan menatap serius Rijal setelah mendengar info itu.


(Rendi Rusmana) Wakil dari The Finixk's.


"Gua punya mata-mata yang mantau mereka saat bertempur di kampung Duren," jawab Rijal.


"Gua gak peduli kalo mereka menjalin kerja sama juga, yang terpenting gua pengen ngancurin Warrior, apapun caranya dan apapun resikonya," marah Egi sambil melotot dan memasang wajah sinis, setelah mendengar info yang di sampaikan oleh Rijal.


(Egi Wijaya) pemimpin dari The Finixk's


Gang The Finixk's pun merasa sangat hawatir, akan aliansi besar dari kedua Geng [W.R. & G.B.] jika sampai mereka benar-benar bersatu, maka finix akan sangat sulit untuk menghancurkan [W.R.]


Egi, Rendi dan Rijal pun mengadakan rapat para petinggi Geng the Finix, untuk mengantisipasi, terbentuknya aliansi [W.R & G.B]

__ADS_1


__ADS_2