
"Apa kamu bilang Tiara? kamu pengen belajar Boxing?" kaget pak Dody, yang mendengar Tiara meminta izin, ingin berlatih Boxing.
"Iya Pah..., aku pengen belajar Boxing sama om Herman!" Tiara sambil menatap pak Dody, berharap di izinkan.
"Gak boleh, Tiara..., kamu ini anak perempuan, kamu juga anak satu-satunya papah, papah takut terjadi sesuatu sama kamu," tolak pak Dody.
"Tapi aku pengen belajar Boxing Pah, di Kampung Duren sama om Herman! aku juga punya temen namanya Keisya, dia jago banget Tinjunya, bahkan ka Boy juga, sempet di hajar sama dia, langsung pingsan Pah, hanya dalam 1 kali pukulan, bahkan Keisya ini juara 1 petinju kelas perempuan Pah, di Kampung Duren!" ucap Tiara sambil memohon kepada pak Dody.
"Keisya keren kan Pah..., dia juga jago nyanyi lagi, sehobi sama aku pah! jadi aku pengen belajar Boxing sama om Herman Pah, toh Papah juga sudah kenal lamakan, sama om Herman?."
"Tapi kamu ini adalah anak prempuan satu-satunya papah," kata pak Dody, yang masih belum yakin.
"Ihk..., papah mah..., gak asik, aku juga pengen bisa Tinju pah..., sama kaya Keisya! jadi jika nanti ada cowo yang godain aku, aku bisa menjaga diri aku sendiri pah...," rayu Tiara kepada pak Dody, sambil memegang tangannya.
"Iya Tiara sayang..., papah belum sesai ngomong kamu udah ngomong duluan," saut pak Dody sambil tersenyum.
"Iya..., kamu boleh ikuttan belajar Boxing di sasana Tinju om Herman! nanti Papah bilangin ke om Hermannya, tapi...,"
__ADS_1
"Tapi apa Pah?" tanya Tiara yang penasaran.
"Peluk dulu dong, papahnya...!" jawab pak Dody, yang sengaja usilin anaknya.
"Ihk Papah, malu tau sama bang Roy...," Tiara pun senang bercampur malu, karna Roy ada di sampingnya.
"Ya udah, kalo gak mau, Papah gak izininyah...,"
Tiarapun memeluk papahnya! "Aku sayang papah," ucap Tiara yang terlihat sangat bahagia.
"Iya papah juga sayang kamu, Tiara...," ucap pak Dody, sambil mengelus kepala anaknya, penuh kasih sayang.
"Iya om makasih banyak, saya pasti akan jagain Tiara dengan baik om," jawab Roy sambil tersenyum senangnya.
Pak Dody pun ingin merayakan pesta kecil-kecilan, atas anaknya yang akan berlatih Boxing! "Sekarang kamu ajak temen-temen kamu kesini makan Bakso! om kasih Gretis untuk Hari ini."
"Beneran om?" tanya Roy dengan senangnya.
__ADS_1
"Ya beneran Roy," jawab pak Dody, sambil tersenyum.
Kemudian Roy pun menelpon Boy dan memintanya untuk datang ke Warung Baksonya Tiara, Boy pun menuju kewarung Baksonya Tiara, namun Boy yang keburu ketemu Ivan di taman yang sedang Galau, jadi Boy pun tak kunjung datang ke Warungnya Tiara.
Karna Boy yang sudah lama tak kunjung datang, di telponpun tak di angkat, jadi Roy pun meminta Kevin untuk datang ke Warung Tiara, "Hallo..., Vin, lo bisa ke Warung Baksonya Tiara gak?" tanya Roy, di telpon.
"Bisa bang, emangnya kenapa?" tanya Kevin.
"Tadi gua nyuruh si Boy buat datang kesini, sekalian ajak kalian Ivan & lo, buat makan-makan Bakso disini Gratis, kata om Dody, husus untuk kita hari ini sajah!" lanjut Roy.
"tapi udah lama si Boy malah gak dateng-dateng, coba deh Vin, lo tolong cari Boy & Ivan di Rumah Ivan, mungkin mereka berdua masih di Rumah Ivan, karna gua suruh si Boy kerumah Ivan dulu, baru jemput lo tadinya."
"Oh..., ok, siap bang, sekarang gua meluncur ke Rumah Ivan," ucap Kevin.
"Siap makasih, Vin," ucap Roy, sambil menutup telponnya.
"Siap bang, makasih juga atas tawarannya," ucap Kevin, sambil menutup telponnya juga.
__ADS_1
Kemudian kevin pun berangkat ke Rumahnya Ivan untuk mencari Boy & Ivan, yang di telpon tak di angkat-angkat.