Sang Pendendam

Sang Pendendam
Awal Perselisihan.


__ADS_3

Kenzo pun, meminta Keisya dan Dika, untuk masuk kembali kedalam rumah, "Key dan lo Ka, ayo kita masuk kedalam rumah," ajak Kenzo.


"Iya ka," saut Keisya.


"Ada apa Ka? ada yang lo pikirin?" tanya Kenzo, melihat Dika sedang melamun.


"Enggak Ken, gua hanya teringat masalalu saja," jawab Dika.


"Ayo masuk kedalam, ada yang mau gua bahas sama lo," ajak Kenzo.


"Iya ken, nanti gua nyusul, gua mau menghirup udara segar dulu di sini!" saut Dika.


"Ya sudah, terserah lu saja," kata Kenzo, sambil masuk kedalam rumah nya.


Sambil melamun, Dika pun mengingat masa lalunya, bersama Boy dulu, sewaktu mereka masih anak SMP!


Tepatnya saat mereka masih kelas 2 SMP, Boy, Ivan, Kevin dan Dika, mereka sedang mendapatkan hukuman, karna mereka sudah melakukan tawuran, dengan SMP saingan mereka, sehingga mereka harus mendapatkan hukuman, dari guru&kepala sekolah mereka.


Di tengah lapangan sekolah, mereka sedang di hukum. baju mereka di lepas, mereka hanya memakai celana sekolah mereka, sambil memberikan Hormat ke tiang Bendera, mereka sudah di Hukum, selama 2 jam lama nya, di lapangan itu.


Bapak kepala sekolah pun datang, menghampiri mereka! "Siapa di antara kalian, yang punya ide untuk tawuran, sama SMP sebelah?" bentak pak kepala sekolah, sambil menatap mereka berempat.


Namun Boy dan teman-teman nya, tak menjawab pertanyaan dari pak kepala sekolah, kemudian Boy dan teman-teman nya, di tampar satu-persatu, oleh kepala sekolah mereka, karna ulah mereka yang suka tawuran, "Ayo jawab pertanyaan bapak, kalo enggak, kalian akan bapak jemur sampai nanti jam sekolah bubar, ayo jawab pertanyaan bapak," ancam pak kepala sekolah.


Boy, Ivan, Kevin dan Dika pun, hanya bisa menunduk, mendengarkan, ucappan dari kepala sekolah, yang sedang marah kepada mereka. "Ayo jawab, siapa yang nyuruh kalian tawuran, Boy, Ivan, Kevin, Dika, ayo jawab pertanyaan bapak, kalo kalian gak ngaku, bapak akan ngeluarin kalian berempat, dari sekolah ini," ancam pak kepala sekolah, sambil menatap mereka.

__ADS_1


Pak kepala sekolah pun, akan menampar mereka lagi, namun Dika berteriak, mengakui kesalahan nya, "Saya pak."


"Jadi kamu yah Dika, yang ngajak Boy dan yang lain nya, untuk tawuran?" tanya pak kepala sekolah.


"Iya saya pak, saya," tegas Dika.


Dika pun di tampar, oleh pak kepala sekolah, "Kamu ini mau jadi apa? masih kecil suka tawuran? mau jadi jagoan kamu?" marah pak kepala sekolah.


"Ini bukan salah Dika pak, ini semua, atas kemauan kita sendiri," bela Boy.


"Iya pak, kita tawuran karna kemauan kita sendiri," ucap Ivan&kevin.


"Udah Boy gapapa, biar gua ajah yang nanggung semuanya, karna kalian adalah sahabat baik gua," ucap Dika, sambil tersenyum kepada teman-teman nya!


"Tapi Ka," saut Boy dan yang lainnya.


"Sudah-sudah, Boy dan kalian berdua, silahkan kalian masuk kelas, hukuman kalian sudah beres, kecuali Dika, bapak masih mau ngobrol sama kamu," printah pak kepala sekolah.


"Baik pak," saut Dika


"Tapi pak?" kekeh Boy, Ivan dan Kevin.


"Gak usah ngebantah, kalian mau bapak Hukum semuanya?" bentak, pak kepala sekolah.


"Enggak pak," saut Boy dan yang lainnya.

__ADS_1


"Ya sudah, kalian cepet pakai baju kalian lagi, dan langsung masuk kelas," printah Pak kepala sekolah.


Setelah Boy dan yang lainnya, memakai baju nya kembali, mereka pun, masuk kembali ke kelas nya. namun Dika menerima Hukuman yang berat, yaitu orang tuanya, di panggil ke sekolah, dan terpaksa Dika ini, harus di keluarkan dari Sekolahan nya.


Dika pun dimarahi oleh orang tuanya, dan di usir dari Rumah nya. Dika pun duduk di sebuah taman, tempat dimana Boy, Ivan, Kevin&Dika, sering nongkrong sewaktu mereka SMP!


Tak berselang lama, datang lah seorang Gadis, yang menghampiri nya, yang bernama, (Monita Ayu Fitri), Fitri ini adalah temen satu kelas nya Dika, sekaligus cewek inceran nya Dika! "Hey Ka, lagi ngapain kamu di situ sendirian?" sapa Fitri.


"Aku lagi ngeliatin pemandangan," saut Dika.


"Aku tau kok, kamu di keluarin dari sekolah yah?" tanya Fitri.


"Iya Fit, aku juga di usir dari Rumah, sama ayah aku," lirih Dika.


"Lalu, kamu mau tinggal dimana Dika?" tanya Fitri.


"Kayanya, aku mau ngelanjutin sekolah di kampung sebelah, sambil tinggal sama paman aku, adik dari mamah aku," jawab Dika.


"Oh..., gitu yah Ka, aku jadi sedih nih, aku jadi gak bisa lagi dong, ketemu sama kamu," lirih Fitri, sambil menatap wajah Dika.


"Apa ini, waktu nya gua, nyataain perasaan gua, ke Fitri?" gumam Dika.


"Ehhh..., fit, aku boleh gak, ngomong sesuatu ke kamu?" tanya Dika.


"Boleh ka, kamu mau ngomongin apa sih?kok kayanya serius banget?" jawab Fitri.

__ADS_1


"Sebener nya, aku suk...," sebelum Dika menyelesaikan ucapan nya, Boy pun memanggil mereka, "Hey Dika, Fitri, kalian lagi pada ngapain, berduaan di situ?" panggil boy, sambil menghampiri mereka!


__ADS_2