Sang Pendendam

Sang Pendendam
Roy & Tiara


__ADS_3

Di posisi lain. Roy mengantarkan Tiara ke tempat papahnya berjualan. "Akhirnya sampai juga," ucap Tiara yang baru sampai di depan warung bakso, milik papahnya.


"Ti, kamu harus samperin papah kamu dulu, sambil jelasin semuanya, kamu habis dari mana, biar papah kamu gak hawatir," kata Roy, sambil membuka helem Tiara.


"Iya, Bang Roy," jawab Tiara, walau dalam hatinya, Tiara takut di marahi oleh papahnya.


Kemudian, Tiara dan Roy pun menghampiri papahnya Tiara, pak (Dody Wiguna), yang sedang berjualan, "Pah, maaf tadi aku habis ada keperluan mendesak sama temen aku, aku juga minta maaf, gak sempet pamit sama papah," ucap Tiara, sambil menundukan kepalanya, meresa bersalah.


"Lain kali, kalo kamu mau pergi, bilang-bilang dulu sama papah, papah jadi hawatir, kirain papah tadi kamu mau di culik orang," saut pak Dody, dengan wajah juteknya, sambil menyiapkan pesanan pembelinya.


"Tuh liat Ti, mamah Kamu pingsan, gara-gara liat kamu tadi di bawa orang ke mobil, untung papah belum lapor sama Polisi," pak Dody menunjuk kearah kursi panjang, di mana bu Santi, (ibunya Tiara), sedang istirahat.


Kemudian Roy & Tiarapun menghampiri bu Santi, yang sedang berbaring lemas di Kursi panjang, "Mamah kenapa? mamah kenapa pingsan? aku gapapa kok..., aku baik-baik ajah kok, mah," ucap Tiara sambil memeluk mamahnya, yang sedang terbaring lemas.


"Tiara..., Tiara..., Tiara dimana kamu nak," panggil bu Santi, yang sedang mengigau.


(Santi Sintiana Dewi) nama lengkap ibunya Tiara.


"Ini aku mah..., ini aku Tiara anak mamah, aku ada disini kok," Tiara memeluk erat mamahnya, sambil menangis, karna melihat kondisi mamahnya samapai sehawatir ini kepada Tiara.

__ADS_1


Bu Santi pun mulai sadar dan langsung memeluk Tiara sambil menangis, karna takut kehilangan anaknya lagi, "Kamu abis dari mana ajah nak..., mamah hawatir banget sama kamu," tanya bu Santi, sambil mengelus rambut Tiara.


"Aku tadi abis dari Rumah temen aku mah..., maafin aku gak izin ke mamah dulu, jadi buat mamah hawatir seperti ini, aku minta maaf yah, mah," ucap Tiara.


"Iyah Tiara sayang..., lain kali, jika kamu mau main sama temen kamu, kamu harus izin ke mamah dulu yah..., biar mamah gak hawatir nantinya," bu Santi pun memandang wajah Tiara, sambil mengusap air matanya.


"Iya mah, maafin aku yah...," ucap Tiara kepada mamahnya, lalu memeluk mamahnya lagi.


"Oh iya nak Roy, makasih banyak yah, kamu sudah jaga dan anterin Tiara balik ke sini," ucap bu Santi, sambil menatap Roy.


"Iya tante, udah tugas saya sebagai pelindung Kampung ini, sekaligus temen baiknya Tiara...," saut Roy, sambil menundukan kepalanya, karna Roy juga merasa bersalah, akan kejadian ini.


"Temen, apa Temen?" bu Santi pun menggoda Tiara dan Roy, agar mereka tersenyum kembali.


"Ya gapapa Tiara sayang..., kan anak mamah ini udah dewasa jugakan?" usil bu santi, sambil memeluk Tiara lagi dan mengelus rambutnya.


"Ihk, mamah nakal deh...," Tiara pun melepaskan pelukan dari mamahnya, karna ia semakin merasa malu, karna di liatin oleh Roy.


Roypun hannya tersenyum bahagia, mendengar perkataan dari mamahnya Tiara.

__ADS_1


"Nak Roy, kenapa wajah kamu sampai babak belur kaya gitu? sini biar tante obatin lukanya," ucap bu Santi, yang melihat luka di wajah Roy.


"Ahk, inimah udah biasa tante, namanya juga anak laki-laki," saut Roy, yang merasa canggung kepada bu Santi.


"Mulai sekarang, kamu panggil tante, jangan panggil tante lagi yah..., gak enak kedengerannya, mamahkan udah kenal sama kamu sedari kamu kecil, jadi panggil mamah ajah yah..., sama seperti Tiara, manggil ke mamah," ucap bu Santi sambil tersenyum menatap Roy.


"Iya tante..., ehk mamah," Roy pun terlihat grogi setelah di perbolehkan panggil mamah oleh bu santi.


"Ya udah..., sini Roy, biar mamah obatin lukanya," panggil bu Santi.


"Baikmah...," Roy pun menghampiri bu Santi.


"Tiara sayang..., kamu bantuin papah kamu jualan Bakso dulu yah, kasian papah kamu gak ada yang bantuin tuh, kasihan kerepotan dari tadi," pinta bu Santi, karna melihat suaminya sedang kerepotan, karna warung baksonya sedang cukup ramai pembeli.


"Iya mah, aku bantuin papah jualan dulu yah."


"Bang Roy, aku bantuin papah jualan Dulu yah," ucap Tiara.


"Iya Ti, gapapa kok, bang Roy tinggal dulu ajah disini, kan ada mamah Santi juga yang lagi ngobatin aku," saut Roy, yang sedang di obati bu Santi.

__ADS_1


"Cie..., cie..., anak mamah yang lagi kasmaran niee yeh...," goda bu Santi, sambil menatap Tiara dan Roy.


"Apaan sih, mamah gak jelas deh..., aku mau bantuin papah jualan dulu ahk," Tiara pun menghampiri pak Dody, karna malu, trus di godain ibunya.


__ADS_2