
Di sisi lain di kampung Dukuh. Tepat nya di Basecamp Warrior. Roy&Ivan serta beberapa anggota Warrior lainnya, sedang mengadakan rapat Geng mereka.
Di sebuah meja Basecamp, tempat mereka mengadakan diskusi, Roy membuka topik pembicaraan! "Van, gua denger akhir-akhir ini di Kampung sebelah ada Geng motor yang mau bikin masalah, di kampung kita?"
"Kampung sebelah yang mana bang?" tanya Ivan, "yang berani cari gara-gara sama kita?"
"Kampung Duren. Geng Green Bull," jawab Roy.
"Oh..., Geng Green Bull, emang akhir-akhir ini Geng Green Bull sering banget buat masalah di wilayah kita Bang," ujar Ivan.
"Apa lo tau, apa alasan mereka suka cari gara-gara sama kita?" geram Roy.
"Gua juga gak ngerti sih bang, perasaan, kita gak pernah cari gara-gara sama mereka. Apalagi sama pemimpin mereka yang bernama Kenzo," ujar Ivan.
"Lo tau gak Van, orang-orang di Green Bull ada siapa saja?" tanya Roy.
"Setau gua, Green Bull punya 3 orang penting di dalam Geng nya, yaitu:
1.Kenzo Kusuma (Kenzo) sebagai Ketua.
2.Yofi Hanan Dika (Dika) sebagai Wakil.
3.Bima Setya (Bima) Petinggi nya," jelas Ivan.
"Sebentar Van, tadi lo bilang di Green Bull ada orang yang bernama Yofi Hanan Dika, apa dia Dika sahabat SMP kalian dulu?" ujar Roy.
"Iya bang, gua juga gak tau awal cerita nya gimana, Dika bisa bergabung sama Green Bull. Terakhir kita bertemu saat kita kelas 2 SMP. Sehabis kita tawuran sama SMP lain dan kita di hukum di lapangan sekolah. Dika dikeluarin dari sekolah dan dia ngelanjutin sekolah nya di kampung Duren. Soal nya di sana tempat paman nya tinggal," tutur Ivan.
__ADS_1
"mungkin karna Dika nemuin temen baru di Kampung Duren, jadi dia males bergaul lagi sama kita. Soalnya setelah Dika ini pergi dari kampung Dukuh, dia gak pernah kembali lagi ke sini, karna ayah&ibu nya juga sekarang sudah pindah ke kampung Duren, gak tinggal lagi di Kampung Dukuh," tuduh Ivan, yang mengira Dika menjadi musuh mereka, karna Dika sudah memiliki temen baru di Kampung Duren.
(Sedikit penjelasan).
Ivan, kevin&Roy. Tidak mengetahui, kenapa Green Bull punya dendam pada Warrior. padahal Green Bull punya Dendam nya Dika kepada Boy, yang mengira Boy sudah menikung calon pacarnya Dika. Yang mengetahui Dika punya dendam kepada Warrior hanyalah Boy&Fitri saja.
Kembali kepada cerita!
"Apa mungkin karna itu Green Bull suka cari gara-gara sama kita?" geram Roy.
"Maksud nya Bang?" tanya Ivan.
"Apa mungkin Green Bull suka cari gara-gara sama kita, gara-gara dulu Dika saat SMP di keluarin dari Sekolah nya, sehingga dia dendam sama kalian," ujar Roy, yang mengira Dika dendam karna sudah di keluarkan dari sekolah nya.
"Itu gak mungkin bang, karna Dika sendiri yang mengakui kalo dialah yang nyuruh buat kita tawuran kepada pak kepala sekolah. padahal kita sedikit pun gak minta dia untuk menanggung nya sendirian," lanjut Ivan.
"Bahkan terakhir kita ketemu pas jam istirahat, dia masih baik-baik saja kok, gak seperti punya dendam sama kita, kita juga sempet ngobrol waktu itu," tutur Ivan.
"Entahlah bang gua juga gak ngerti. Yang gua tau semenjak Dika pindah dari Kampung ini, dia gak pernah kesini lagi. Maka dari itu (B.A.F) di bubar kan. Lalu Bang Roy&Boy bikin Geng baru, yaitu Geng kita sekarang, Warrior!" ujar Ivan.
"Pasti ini ada yang gak beres antara mereka ber empat yang gak gua ketahui. Sehingga Green bull terus-terusan gangguin Warrior," curiga Roy dalam hatinya.
Berlanjut ke sebuah kios Bakso, di situ ada Tiara yang sedang melayani pembeli, karna Tiara ini sedang membantu orang tuanya berjualan Bakso. Lalu datanglah Dika&Bima. Ke kios Tiara berjualan.
Dika pun menghampiri Tiara, terlihat sedang sibuk membuat bakso pesanan pelanggan, "Hallo Tiara..., apa kabar?" sapa Dika, "masih inget aku ga?" tanya Dika, sambil mem perhatikan Tiara yang sedang sibuk.
"Eh ada ka Dika," kaget Tiara, "Kemana ajah ka, udah 4 tahun lebih kita gak ketemu?" saut Tiara, sambil menghampiri Dika yang sedang duduk di meja pelanggan di dekatnya.
__ADS_1
"Ada Ti, kamu kemana ajah, sekali-kali main dong ke kampung Duren, aku kan tinggal di sana sama keluarga ku sekarang," ajak Dika.
"Iya ka Dika maaf yah sebelumnya, aku sama ka Boy&yang lain nya gak pernah main ke tempat kamu, soal nya kita gak tau alamat rumah kamu nya," ucap Tiara.
"Iya gapapa Ti," ujar Dika.
"Ngomong-ngomong ka Dika ke kampung ini lagi ada keperluan apa yah? apa kaka kangen sama Kita-kita?" tanya Tiara, sambil tersenyum.
"Pastinya Ti, aku kangen kok sama kalian semua," jawab Dika.
"Tadi aku abis main dari Kampung sebelah sama temen-temen baru aku, kebetulan temen-temen aku lagi pengen makan bakso, jadi sekalian ajah aku mampir kesini buat ketemu sama kamu, sama aku juga pengen pesen baksonya Ti," pesen Dika.
"Oh iya boleh ka, ka Dika mau pesen berapa porsi?" tanya Tiara.
"Aku pesen 20 porsi. Buat aku sama temen-temen aku, di bungkus ajah yah, 1 Porsi nya sekarang berapa Ti?" tanya Dika.
"13 Ribu ajah ka seporsi nya, husus harga buat ka Dika," jawab Tiara.
"Jadi 260 Ribu yah Ti total nya," kata Dika.
"Iyah Ka," jawab Tiara.
"Ini uang nya 300 Ribu. Tolong di anterin ke sebrang yah Ti, aku tunggu di sana yah, soal nya temen-temen aku di sana semua," pinta Dika.
"Iya ka Dika, mohon di tunggu sebentar yah, nanti aku anterin bakso nya sama kembalian nya kesana, ada lagi yang mau di pesen ka, minuman nya mungkin?" tawar Tiara.
"Kalo minuman nya masih ada Ti di mobil. Soal nya temen aku ada yang bawa mobil juga dan sebagian ada yang naik motor. Biasa Ti nama nya juga anak muda abis jalan-jalan! Dika tungu yah di sebrang," ucap Dika, sambil pergi ke sebrang jalan.
__ADS_1
"Iya ka, nanti aku anterin yah," jawab Tiara.
Dika sambil berjalan ke sebrang jalan, iapun berbicara dalam hatinya, "Maafin aku yah Ti, kamu jadi kebawa-bawa masalah Kita, ini semua, gara-gara salah nya Boy." tuduh Dika, melampiaskan kebenciannya kepada Boy.