
Kembali kepada posisi Roy&Ivan di Basecamp Warrior. Sebagian dari anggota Warrior sudah berkumpul di Basecamp. Roy pun melihat anggota nya hanya tinggal 25 orang. Yang dapat hadir di Basecamp nya.
"Van, apa cuman segini pasukan yang bisa kita bawa?" tanya Roy.
"Maafin gua bang, gua hanya bisa kumpulin anggota segini," gumam Ivan.
"Lalu kemana anggota Warrior lainnya?" heran Roy.
Kemudian, datanglah lima anggota Warrior lainnya, yang bernama Rudi dan 4 kawan nya,"Maaf bang Roy, bro ivan, kita terlambat," ucap Rudi.
"Lo abis darimana ajah Rud?" tegas Ivan.
"Kita habis patroli di perbatasan Kampung Dukuh&Duren. Saat kita lagi nongkrong di Warung kopi, tiba-tiba anggota Green Bull datang menghajar kita," tutur Rudi.
"Ahh, dasar Green Bull sialan, berani nya mereka bermain kotor, dasar bajingan," marah Roy, sambil menendang kursi.
"Berapa banyak anggota kita yang di hajar oleh Green Bull?" tanya Roy, dengan nada tinggi, karna kesal mereka sudah di serang.
"15 bang, tapi 5 diantara kita masih bisa berdiri dan kembali kesini. Sedangkan ke10 anggota lainnya, saya suruh mereka pulang, karna mereka cidera cukup parah," lanjut Rudi, menceritakan kejadian tentang dirinya dan teman-temannya, sesudah di serang Green Bull.
"Green Bull sialan, siapa yang sudah nyerang kalian?" emosi Roy dengan wajah kesalnya, sambil menatap Rudi dan yang lainnya.
"Pemimpin dari Green Bull langsung. yang sudah menyerang kita. Yaitu Kenzo dan anggota nya," jelas Rudi.
__ADS_1
"Sial..., sial..., sial," emosi Roy, sambil marah-marah.
"Lalu sisanya kemana? apa mereka juga di hajar sama Geng Green Bull" tanya Roy.
"Entahlah bang, saya kurang tau," jawab Rudi.
"Jadi gimana bang Roy, kita hanya punya pasukan sekitaran 30 orang, apa kita sanggup buat nyerang markas Green Bull?" tanya Ivan.
"Kita akan tetap berangkat, dengan rencana yang sudah kita buat untuk nyerang Green Bull. Apapun kondisinya&resikonya," tegas Roy, sambil mengepalkan tangannya.
"Apa kalian takut sama Geng Green Bull?"
"Tidak Bang...," jawab anggota Warrior.
"Ya...," jawab anggota Warrior!
"Van, gua ada tugas buat lo," ucap Roy
"Apa itu bang?" tanya Ivan.
"Tolong cari ade gua. Gua punya pirasat buruk sama ade gua, jangan-jangan si Boy&Kevin gak angkat telpon dari kita, karna mereka sedang di serang sama anak Green Bull," curiga Roy, yang hawatir kepada adiknya.
"Baik bang," jawab Ivan.
__ADS_1
"Gak usah bang Roy, biar aku sajah yang nyari Boy&Kevin, sepertinya aku tau dimana mereka berada," saran Fitri.
"Ya sudah, Van lo temenin Fitri buat cari Boy&Kevin," suruh Roy.
"Gak usah bang, biar aku cari Boy&Kevin sendirian ajah," saut Fitri.
"Jangan Fit, terlalu berbahaya jika kamu cari Boy&kevin sendirian," kata Ivan.
"Gapapa Van, aku juga sebelum kesini, aku liat ada beberapa anggota Warrior kok, sedang jaga di pasar. Mungkin aku ajak mereka sajah buat nemenin aku nyari Boy&Kevin. Lagi pula kamu harus nemenin bang Roy, ke kampung Duren kan? buat nyelamatin temen aku juga (Tiara)," tegas Fitri, dengan percaya dirinya.
"Karna, mungkin Bang Roy lebih butuh tenaga kamu, buat nyerang Green Bull. Yang mungkin jumlah mereka lebih banyak daripada jumlah anggota Warrior."
"Ya udah Fit, kamu jaga diri kamu baik-baik yah, kalo ada apa-apa telpon aku saja. Kamu ajak anggota Warrior yang masih tersisa, untuk nemenin kamu cari Boy&Kevin, bilangin ajah perintah dari bang Roy langsung," gumam Ivan, yang hawatir kepada Fitri.
"Baik Van," jawab Fitri.
"Fitri...., bang Roy mohon bantuan nya yah, sama kamu," percaya Roy, sambil menatap Fitri.
"Iya gapapa kok bang, toh ini juga buat nyelamatin temen aku juga," jawab Fitri.
"Ya sudah, kita gak bisa buang-buang waktu lagi, semuanya, ayo segera kita berangkat," printah Roy dengan penuh semangat, yang akan segera menjemput Tiara, yang di culik oleh geng Green Bull.
Roy&Ivan pun berangkat menuju Kampung Duren. Menaiki motor mereka! dengan jumlah pasukan 32 orang sudah termasuk Roy&Ivan.
__ADS_1
Sedangkan Fitri pergi kepasar. Untuk mencari sisa anggota Warrior. Untuk membantunya mencari Boy&Kevin.