Sang Pendendam

Sang Pendendam
Kemenangan Warrior.


__ADS_3

Roy yang teringat akan janjinya kepada Tiara. Iapun bangkit kembali dengan semangat yang menggebu-gebu!Dia akan segera menyelesaikan pertarungannya dengan Kenzo.


Kenzo yang melihat Roy bangkit, iapun kaget? "Orang macam apa dia itu? tiba-tiba dia bisa bangkit dan mendapatkan semangat baru. Seakan-akan dia tak punya luka sedikitpun."


"Orang macam apa dia itu? dia terlihat seperti Monster." Kenzo kaget, sambil memperhatikan Roy yang bakit dan terlihat bugar kembali!


Roy pun menatap Kenzo sambil menangtang nya kembali! "Hey, ayo selesaikan semuanya!"


"Ini sudah cukup lama sejak kita bertarung dari awal, ayo kita akhiri semua ini sekarang. Dengan serangan terakhir!" Roy menangtang Kenzo. Dengan tatapan mengerikan!


Lalu Kenzo pun lari kearah Roy dan memukul wajahnya beberapa kali, hingga Kenzo merasakan tangannya sakit. Karna terus-terusan memukul Roy.


Sedangkan Roy hanya terdiam menerima serangan dari Kenzo, bahkan Roy terlihat seperti tersenyum!


Kenzo pun kaget melihat Roy seperti tak merasakan sedikitpun sakit, bahkan Kenzo sudah mencoba memukul Roy beberapa kali.


"Orang macam apa dia ini? dia emang monster!" batin Kenzo sambil merasa sedikit takut, ketika Roy menatapnya dengan tatapan tajam!


Roy menatap kearah Kenzo, Roy terlihat masih berdiri dengan banyak darah di wajahnya. Kemudian Roy berlari kearah Kenzo, sambil memandang wajahnya!


Kenzo pun tersungkur, setelah menerima tendangan keras dari Roy.


Sambil tegak berdiri gagah di hadapan Kenzo yang sedang terjatuh, Roy pun berkata! "Sekaranglah giliran gua."


Kemudian Roy pun menghampiri Kenzo, untuk melanjutkan pertarungannya!


Kenzo pun kaget akan kedatangan Roy Di hadapannya, karna Kenzo sudah tak memiliki tenaga lagi untuk bertarung. Diapun harus pasrah menerima serangan dari Roy.

__ADS_1


Pukulan dan tendangan dari kaki dan lutut Roy yang di arahkan ke arah wajah dan perut Kenzo secara bertubi-tubi. Terlihat Kenzo pun sudah kehilangan kesadarannya dan akan segera jatuh pingsan.


Seluruh anngota dari Warrior dan Green Bull yang baru tersadar kembali, merekapun melihat pertarungan Roy&Kenzo. Mereka kaget dengan Roy yang memberikan serangan bertubi-tubi kearah Kenzo dengan sangat ganas.


"Roy memanglah seorang monster. Serangannya bertubi-tubi kepada Kenzo itu sangat menakutkan sekali," ucap seluruh penonton dari kedua belah pihak.


"Bang Roy..., lo terlalu berlebihan. Anak orang bisa mati Tuh...," teriak Boy memperingati kakanya.


Sedangkan Roy terus menghajar Kenzo tanpa ampun, tanpa mendengarkan suara siapa pun. Dia trus menghajar Kenzo.


Lalu datanglah Dika. Untuk menghentikan Duel antara Roy&Kenzo! "Sudah cukup bang, ini semua sudah cukup, ini sudah selesai," pinta Dika sambil lari kearah Roy dan mendorongnya agar bisa menyelamatkan Kenzo yang di hajar habis-habisan oleh Roy.


Lalu Dika memeluk Kenzo yang sudah hampir jatuh pingsan dan banyak mengeluarkan darah dari mulut maupun wajahnya.


Roy pun menatap Dika dan bertanya?


"Lo Dika kan?"


"Lo harus pergi ke neraka," maki Roy.


Kemudian Roy pun akan menendang Dika yang sedang memeluk Kenzo, mencoba membaringkan tubuhnya ke tanah.


namun Boy datang menahan tendangan Roy dengan badan dan kedua tangannya!


"Sudah cukup, hentikan bang," pinta Boy menahan kaki kakanya sambil menatap Roy.


"Kenzo sudah kalah, bahkan dia seperti sudah tak sadarkan diri," kata Boy sambil menatap Dika sedang memeluk Kenzo yang sudah tak berdaya.

__ADS_1


"Berisik lu Boy, Kenzo masih belum mengakui kekalahnya," bantah Roy yang melihat Kenzo yang masih sadar.


Kenzo dengan satengah kesadarannya. Kenzo hanya menatap Roy dengan pasrahnya.


Namun karna Kenzo adalah seorang pemimpin. Dia tak mau di kasihani oleh musuhnya, jadi Kenzo memilih untuk melanjutkan pertarungannya! walaupun Kenzo sadar, bahwa dirinya bisa saja mati. Jika melanjutkan pertarungannya dengan Roy.


"Minggir Ka, biar gua selesaikan semuanya. Gua gak akan kalah dari Warrior," pinta Kenzo sambil mendorong Dika.


Dengan penuh luka parah di wajahnya, bahkan darah pun menutupi seluruh wajah Kenzo. Kenzo masih tetap menangtang Roy. Demi nama besar gengnya.


Dika yang tak tega, Dika pun memeluk kembali Kenzo sambil mencoba menyadarkannya, "Sudah cukup Ken, kita sudah kalah. Lo bisa mati jika ini semua mau lo lanjutin."


"Lo buat berdiri juga gak bisakan?" lirih Dika sambil meneteskan air mata, yang melihat kondisi Kenzo yang sudah babak belur.


"Tapi gua sudah janji sama lo Dika. Kalo gua gak akan kalah dari Warrior," jawab Kenzo sambil meneteskan air matanya, karna dia merasa tak mampu menepati janjinya kepada Dika. Yang akan memenangkan pertempurannya dengan Warrior.


"Gapapa Ken, gua lebih baik kalah sama Warrior dari pada gua harus kehilangan lo sahabat baik gua. Yang sudah gua anggap sebagai sodara gua sendiri," ucap Dika dengan penuh bersalah, karna semua perang ini adalah rencananya Dika.


Dika pun memeluk erat Kenzo yang sudah tak berdaya di pangkuannya!


"Maafin Gua Dika. Gua harus kalah kali ini," lirih Kenzo sambil menatap Dika sangat menyesal.


"Iya gapapa Ken, toh masalah gua juga sudah beres sama Boy," jawab Dika sambil tersenyum menatap Kenzo, berharap Kenzo bisa tersenyum juga dan tak merasa bersalah akan kekalahannya.


"Kalian berdua sangat memuakan," maki Roy yang sedari tadi memperhatikan Dika dan Kenzo.


"Berani-beraninya kalin menculik seorang wanita. Kalian tak pantas hidup," caci Roy yang akan menghajar Kenzo dan Dika kembali.

__ADS_1


Namun Boy dapat menahan badan kakanya kembali, agar tak meneruskan pertarungannya, "Sudah cukup bang. Ini semua sudah selesai," pinta Boy sambil menatap kakanya dan menahan pundak kakanya dengan kedua tangannya.


Lalu Dika pun berlutut dikaki Roy, "Maafin gua bang, ampuni kesalahan Kita berdua bang, kami berdua menyesal. Jika lo mau bunuh gua, silahkan saja, tapi gua mohon sama lo bang, tolong lepaskan Kenzo," lirih Dika yang berlutut di kaki Roy.


__ADS_2