
Keisya Kirana, yang terlihat sangat marah melihat kakanya babak belur, diapun melampiaskannya kepada Boy! dengan memberikan 1 pukulan kerasnya, yang telak di wajahnya Boy, sehingga Boy sampai jatuh terkapar dalam kondisi hampir pingsan.
"Buat siapa saja yang berani nyakitin kaka gua, nasib kalian akan sama kaya si Boy," teriak Keisya dengan wajah yang cukup seram, padahal Keisya ini gadis cantik, imut, baik dan jago nyayi! dia juga sebenernya jarang sekali marah, tapi ketika melihat kakanya babak belur, wajah Keisya ini berubah seperti macan betina saja.
Roy yang melihat adiknya terkapar, dia malah ketawa terkesan, baru kali ini dia melihat adiknya kalah, hanya dalam 1 kali pukulan saja, bahkan oleh seorang perempuan, "Kenzo ternya bukan hanya lo saja yang kuat, bahkan ade lo juga sepertinya kuat, walaupun dia seorang perempuan, tapi dia bisa ngalahin ade gua dengan 1 kali pukulan saja!" dalam hati Roy, yang terkesan melihat Keisya.
Seluruh anggota Warriors & Green Bull pun terlihat terkejut dan sedikit takut, melihat adiknya Kenzo yang sedang marah.
Keisya ini, walaupun wajahnya Cantik, imut & terlihat agak sedikit manja seperti perempuan peminim pada umumnya, tapi aslinya dia ini adalah seorang wanita tangguh, bahkan Keisya ini adalah juara tinju kelas perempuan di Kampung Duren.
Keisya, Kenzo, Bima & Dika, mereka di latih oleh orang tuanya Dika, yang dulunya saingan mendiang ayahnya Bima, perwakilan dari kampung Dukuh,
sedangkan ayah Bima, dari kampung Duren!
Karna ayahnya Dika ini sekarang tinggal di Kampung Duren, dialah yang menjaga sekaligus melatih anak & teman-teman anaknya.
Terlihat Boy yang hampir pingsan, diapun mencoba bangkit lagi, namun sebelum si Boy bangkit, rahang Boy pun di tendang oleh Keisya sehingga si Boy benar-benar pingsan, Keisya pun berjalan menghampiri kakanya lagi.
"Buset..., gak abang gak ade mereka terlihat seperti Monster kalo lagi berantem," ucap anggota Green Bull, yang merasa takut akan kemarahan Keisya.
"Menakutkan juga yah..., adenya si Kenzo ini, seperti Macan Betina sajah kalo lagi ngamuk!" ucap anggota Warriors yang kaget, baru pertama kalinya mereka melihat cewek sebar-bar adiknya Kenzo.
"Udah-udah dek..., ini cuman salah paham ajah kok..., kaka gapap kok..., beneran," ucap Kenzo mencoba menenangkan Keisya.
__ADS_1
"Abis aku takut kehilangan kaka, karna cuman kaka sajah yang aku punya dan yang aku sayang dari pada Ayah&Ibu kita, yang gak pernah peduli sama Kita," saut Keisya sambil memandangi kakanya.
"Iya..., iya dek..., kaka ngerti kok," ucap Kenzo sambil memeluk keisya, "Tenang ajah Key..., kaka gak akan pernah ninggalin kamu Key, apapun yang terjadi, kaka janji sama kamu, karna kamu juga satu-satunya adik yang kaka punya yang paling kaka sayangi dan yang paling berharga di hidup kaka, walaupun agak sedikit nyebelinnya juga sih...," usil Kenzo kepada adiknya, mencoba menghibur adiknya.
"Ihk, Kakamah..., kapan coba aku nyebelinnya? Kaka mau aku pukul juga sama kaya Boy?" grutu Keisya sambil mayun.
"Ihk..., takut," canda Kenzo, sambil mereka berpelukan lagi layaknya kaka adik!
Lalu Kenzo pun memperkenalkan adiknya kepada Roy! "Bang Roy..., kenalin ini ade gua, satu-satunya yang paling nyebelin" usil Kenzo.
"Ihk, dasar kakamah, ngeledekin adeknya mulu," kata Keisya, sambil menginjak kakinya Kenzo.
"Aduh..., sakit tau Kei, kaki kakanya...," ucap Kenzo yang kesakitan.
"Hallo..., bang Roy, aku Keisya Kirana adiknya ka Kenzo, salam kenal!" sapa Keisya.
"Halo juga Keisya..., salam kenal juga!" jawab Roy, sambil tersenyum, "aku Roy Hermawan, kakanya Boy."
Keisya yang kaget, kalo Roy ini adalah kakanya Boy, Keisya pun langsung meminta maaf kepada Roy, "Maafin aku yah..., bang Roy, tadi aku mukul & nendang ka Boy, soalnya aku paling benci kalo ada orang yang berani nyakitin kaka aku," ucap Keisya.
"Gapapa kok Key..., emang si Boy itu sekali-kali harus di kasih pelajaran, biar gak pecicilan orangnya," saut Roy, yang kagum sama adiknya Kenzo.
"Ken..., ternyata ade lo jago berantem jugayah?" tanya Roy.
__ADS_1
"Iya bang, bahkan ade gua ini adalah juara tinju Perempuan di Kampung Duren Ini loh," jawab Kenzo.
"Pantesan ajah si Boy sampai terkapar kaya gitu, Keisya ini juara tinju toh!" saut Roy yang makin kagum sama adiknya Kenzo.
"Iya, bang Roy..., aku dilatih sama ayahnya ka Dika, om Herman, aku kak Kenzo sama kak Bima & Dika, suka berlatih Boxing bersama di Sasana Tinju milik om Herman! deket Rumahnya Ka Dika," kata Keisya
"Oh..., begituyah Key, baguslah kalo begitu,
memang seorang perempuan juga harus bisa Bela Diri, agar nanti jika kamu ketemu sama cowo yang mau gangguin kamu, kamu bisa ngelawannya, sama kaya si Boy tadi," saut Roy.
"Bang Roy, aku juga mau dong, belajar Boxing! biar sama kaya Keisya! jadi jika ada sesuatu yang gangguin aku, aku bisa ngelawan balik," ucap Tiara
"Boleh-boleh ajah..., tapi kamu harus izin dulu yah sama orang tua kamu," kata Roy.
"Iya Bang Roy," ucap Tiara.
"Hore..., Keisya nanti ajarin aku cara ninju cowo kaya tadi yah!" pinta Tiara.
"Iyah ka Titi, nanti aku ajarin caranya ninju cowo buaya, kaya si ka Boy," saut Keisya, sambil pelukan sama Tiara.
Roy pun mulai berhayal, dalam hayalannya, Roy ini kepikiran hal yang konyol, kalo nantinya, dia akan di jadikan samsaknya Tiara, mengingat tadi Keisya memukul Boy dengan 1 kali pukulan, langsung K.O.
"Kalo Tiara belajar Boxing, nanti gua di jadiin samsaknya lagi," bimbang Roy, "Duh gua ini mikirin apasih? yang terpinting itu kebahagian Tiara, itulah yang paling penting."
__ADS_1