
Setelah Dika dan 10 anggota Lainnya, berhasil menemukan Boy di Taman. mereka pun, segera memulai penyerangan nya kepada Boy dan Kevin.
"Hey Dika, lo belum jawab pertanyaan gua yang tadi, lo ngapain ke sini bawa anggota Green Bull segala?" bentak Kevin.
"Hahaha..., lo masih tanya gua Vin, mau ngapain? lo tanya ajah sama Boy gua mau ngapain," saut Dika, sambil tersenyum sinis.
"Boy, emang Dika ada urusan apa sama lo?" bisik Kevin, yang masih belum mengerti permasalahan antara mereka.
"Entah lah Vin, sepertinya lo harus siap-siap Vin," jawab Boy, sambil menatap Dika, "seperti nya Dika datang kesini buat nge hajar kita," kata Boy, yang faham akan sifat Dika yang dendam kepada nya.
"Maksud nya Boy?" heran Kevin, belum faham akan maksud Boy.
"Banyak ngomong kalian berdua, temen-temen, habisin dua sampah ini," printah Dika, kepada anggota nya!
10 anggota Green Bull pun mulai berlarian menghampiri Boy&Kevin, untuk menyerang mereka!
Berlanjut kepada posisi Fitri yang sudah berada di Basecamp Warrior.
Roy yang kaget akan kedatangan Fitri, tiba-tiba datang ke Basecamp nya dan terlihat panik, iapun bertanya? "Ada apa Fit, kamu keliatan panik gitu?"
"Iyah bang Roy, ada sesuatu yang gawat," panik Fitri dengan nafas masih ngos-ngosan, karna baru sampai di Basecamp Warrior.
"Tenangin diri kamu dulu, lalu ngomong pelan-pelan," kata Roy mencoba menenangkan Fitri.
"Tiara di culik bang," ucap Fitri sambil menatap Roy.
"Tiara di culik?" kaget Roy, "Di culik di mana, siapa yang nyulik Tiara, kamu liat gak penculik nya?" panik Roy.
"Sama..., sama...," gumam Fitri karna takut Roy marah.
"Sama siapa Fit? Tiara di culik sama siapa, ayo sebutin?" panik Roy bertanya kepada Fitri.
"Tenang bang jangan ikut panik, biar gua saja yang nanya," sela Ivan, mencoba bertanya kepada Fitri, yang masih takut dan panik.
"Fit, tadi kamu liat ga penculik nya siapa?" tanya Ivan.
"Iya Van," gumam Fitri.
"Siapa? orang nya kamu kenal ga?" tanya Ivan.
Fitri yang takut menyebut nama si penculik nya, takut Roy dan yang lainnya marah. Namun karna dia juga takut terjadi sesuatu kepada Tiara, Fitri pun menyebut kan nama penculik nya, "Dika Van, temen kita dulu."
__ADS_1
Roy yang mendengar nama si penculik nya adalah Dika. Dia pun terlihat sangat marah!
"Ahh..., sialan si Dika itu, apa maksud nya dia nyulik Tiara, kita gak bisa tinggal diam. Kita harus nyerang Green Bull sekarang."
"Tunggu dulu bang, kalo mau nyerang Green Bull, kita harus siapin anggota Warrior dulu, Boy&Kevin juga masih belum keliatan," saran Ivan.
"Coba lu telpon Boy atau Kevin dulu Van, suruh mereka kumpul di sini, baru kita kumpulin anggota Warrior lainnya," suruh Roy.
"Baik, sebentar yah bang, gua telpon mereka dulu," pinta Ivan.
Ivan pun merogoh saku celananya dan mengambil HP. Untuk mencoba menghubungi Boy dan Kevin.
Kembali kepada posisi Boy&Kevin. Sedang melawan 10 anggota Green Bull. Terlihat Boy dan Kevin kewalahan melawan mereka, "Ini gawat Boy, kita bisa kewalahan melawan mereka, apa yang harus kita lakuin?" gumam Kevin.
"Kita harus lawan mereka bersama Vin. Kita jangan sampai terpisah. Karna kita bakalan kewalahan menghadapi mereka semua, jika kita sampe terpisah," saran Boy, sambil mereka trus melawan anggota Green Bull bersamaan dan saling melindungi sisi belakang masing-masing, agar tidak di serang musuh.
Sedangkan Dika di kejauhan, hanya memperhatikan cara bertarung Boy&Kevin! sambil menunggu waktu yang tepat untuk menyerang Boy dan Kevin.
Kembali lagi ke posisi Roy di Basecamp Warrior, "Gimana Van, Boy&Kevin bisa di hubungin?" tanya Roy.
"Gak bisa bang, mereka gak angkat telpon dari gua," gumam Ivan.
"Ya sudah, kita gak punya banyak waktu sekarang, kita harus cepet-cepet nyelamatin Tiara dulu, lo kumpulin ajah anak Warrior yang ada, sebentar lagi kita akan berangkat ke kampung Duren, buat nyelamatin Tiara. lo tau kan Van, dimana Basecamp mereka?" tanya Roy.
"Gapapa Van, kita berangkat dengan pasukan seada nya sajah. Karna kita gak punya banyak waktu lagi, gua takut terjadi sesuatu sama Tiara," hawatir Roy.
"Baik bang kalau begitu, gua mau kumpulin anggota yang bisa kita bawa dulu," ucap Ivan.
"Iya Van, lo yang atur saja," suruh Roy.
"Di saat genting kaya gini, lo kemana sih Boy?" batin Roy, hawatir kepada adiknya.
"Tiara..., tunggu yah sebentar lagi, bang Roy pasti akan kesana buat nyelamatin kamu."
Kembali ke posisi Boy&Kevin. Sedang bertarung melawan pasukan Dika! terlihat 4 anggota Green Bull sudah terkapar, hanya menyisakan 6 anggota Green Bull lagi dan Dika. Yang masih menunggu moment untuk menyerang Boy. Namun Boy&Kevin terlihat sudah mulai kelelahan.
Kevin pun sambil bertarung, ia menatap Dika, sedang menonton pertarungan mereka, "Sialan lo Dika. Gua gak nyangka kalo temen semasa kecil gua yang bakalan ngeroyok gua kaya gini," batin Kevin kecewa kepada Dika.
Terlihat wajah Kevin sudah cukup babak belur dan sedikit mengeluarkan darah di bibirnya. Kevin yang sudah kehabisan tenaga, dia pun berlutut sambil memegangi perutnya.
Boy yang melihat Kevin sudah kewalahan. Dia pun hawatir, lalu mendekati Kevin, untuk memastikan ke adaannya, "Vin lo baik-baik sajah kan? lo masih bisa berantemkan?"
__ADS_1
"Santai ajah Boy, gua masih kuat buat habisin 6 cecunguk ini mah," jawab Kevin yang penuh semangat! iapun bangkit kembali dan melanjutkan pertarungannya sambil di bantu oleh Boy.
Boy yang tak ingin membuang-buang waktu lagi, iapun berteriak memanggil Dika!
"Hey Dika, kalo lo punya nyali, sini lo lawan gua, kita duel satu lawan satu! sekalian kita beresin masalah kita," tang-tang Boy.
"Boy, lo sebener nya punya masalah apa sih sama Dika?" gumam Kevin.
"Ini cuman masalah kecil ajah Vin, Dika dulu sempet salah paham sama gua, nanti gua jelasin deh sama lo," tutur Boy.
"Oh gitu yah Boy, pantes ajah si Dika gabung sama musuh kita (Green Bull). Dan sekarang dia malah ngeroyok kita, karna salah paham toh," saut Kevin, yang mulai paham alasan Dika menyerang mereka.
"Iya Vin, gua mau Duel sama Dika sambil gua mau jelasin permasalahan nya, kalo selama ini dia sudah salah paham sama gua, gua paling bisa habisin 2 anggota Green Bull lagi, sisa nya lo bisa atasin kan Vin?" percaya Boy sambil tersenyum menatap Kevin!
"Iya Boy, lo jangan kawatir gua, gua masih sangup buat habisin 4 cecunguk ini mah," kata Kevin, sambil tersenyum menatap Boy!
"Bagus lah kalo begitu, gua percayain semua nya sama lo," percaya Boy.
"Siap Boy, lo gak perlu hawatirin gua, lo sadarin dulu si Dika, biar kita gak salah paham lagi kaya gini," ucap Kevin.
"Baiklah kalo begitu," saut Boy, sambil mereka memasang kuda-kuda, untuk melanjutkan pertarungannya!
Lalu Boy memegang kepala salah satu anggota Green Bull yang ada di dekatnya. Dia pun memukul wajah nya, menendang perut nya dengan lutut, memukul wajah nya lagi, lalu menendang nya pakai kaki. Sampai orang itu terpental!
Kemudian Boy pun berlari ke arah Dika, namun dia di hadang oleh 1 anggota Green Bull lain nya, dan iapun menghajar 1 anggota Green Bull lagi, sambil menuju kearah Dika yang sedang duduk memperhatikan nya, di posisi yang tak jauh dengan Boy.
Tibalah Boy di hadapan Dika!
Dika yang melihat Boy tepat di depan matanya, orang yang paling dia benci sekaligus orang yang pernah jadi teman baik nya, iapun berkata! "Sudah gua kira Boy, lo masih kuat seperti dulu," puji Dika sambil tersenyum menatap Boy!
Dengan Nafas ngos-ngosan Boy menatap wajah Dika, "Ka Sorry sebelum nya, gua mau jelasin---" sebelum Boy menjelaskan kepada Dika, Dika pun menendang leher Boy. Namun Boy dapat menahan dengan kedua tangan nya!
Boy pun kaget, Dika langsung menyerangnya. Untungnya Boy masih sempet menahan tendangan kakinya!
"Jadi sebesar ini kah lo benci sama gua, Dika?" ucap Boy, sambil melepaskan kaki Dika di tangan nya. Sambil menatap tajam mata Dika!
"Lo harus mati di tangan gua," ujar Dika, dengan tatapan penuh kebencian. Sambil memukul perut Boy lalu menendang nya. Sehinga Boy terjatuh.
"Hahaha..., ini lah waktu yang sangat tepat, untuk balas dendam sama lo Boy."
"Hahaha...., dari dulu gua pengen banget berada di posisi sekarang, untuk menghajar lo habis-habisan."
__ADS_1
Boy yang sedang terkapar, iapun mencoba bangkit kembali! sambil menatap wajah Dika, "Lo yang sekarang sudah sangat berbeda Dika, dengan Dika sahabat gua yang pernah gua kenal dulu."