
Setelah Dika meninggalkan Boy&Fitri.
Dia tidak pernah datang kembali ke Kampung Dukuh. Setelah kepindahan nya dari Kampung Dukuh, ke Kampung Duren. Dika bertemu dengan Kenzo, dan dia bersahabat baik dengan nya, Dika pun menemukan temen barunya, di Kampung Duren!
3 tahun kemudian. Dika dan Kenzo membentuk Geng Motor nya, yang Bernama (Green Bull) di Kampung Duren.
1 tahun berlalu, Green Bull sudah menjadi Geng yang cukup terkenal di Wilayah nya.
Dan berkuasa di Kampung Duren.
Dika ini mendengar kabar, bahwa di Kampung Dukuh dimana Boy tinggal, ada sebuah kelompok Geng motor juga, yang Bernama (Warrior).
Dika juga mendengar kabar, bahwa pemimpin dari Geng motor itu adalah Roy. Kaka nya Boy. Sedangkan Boy menjadi Wakil nya, beserta teman-teman semasa kecil nya, Ivan&Kevin. Anggota sekaligus petinggi Warrior.
"Warrior, Boy, tunggu saja pembalasan gua dasar penghianat," sumpah serapah Dika pada Boy waktu itu.
Setelah Dika ini mengetahui bahwa Warrior adalah sebuah Geng, dimana di situ di isi oleh Boy dan teman-teman masa kecil nya dulu, di Kampung Dukuh. Dia pun bersumpah, dia akan menghancur kan Geng Warrior apapun yang terjadi. Untuk membalaskan dendam nya. Karna Dika ini sudah merasa dihianati oleh Boy, karna Boy sudah merebut calon pacarnya, yaitu Fitri.
Kembali kemasa sekarang!
"Boy, tunggu saja pembalasan gua," batin Dika, sambil mengepalkan tangan nya, "Gua kira lo itu sahabat baik gua, ternyata lo hanyalah sampah, yang suka mengambil pacar sahabat nya sendiri."
"Ka..., ayo cepet sini, ada yang mau gua bahas sama lo!" panggil Kenzo.
"Siap Ken, gua kesitu," saut Dika.
Dika pun masuk kedalam Rumah nya Kenzo. Lalu duduk di ruang tamu, untuk membahas sesuatu yang penting!
Kenzo pun membuka topik pembicaraan, "Ka, lo bilang dulu lo sempet jadi bagian dari Warrior kan?"
__ADS_1
"Sebenar nya gua dulu bukan bagian dari Warrior sih Ken," jawab Dika, "tapi gua dulu sama Boy, Ivan&Kevin. Adalah sahabat deket banget sebelum Warrior terbentuk."
"Dulu gua di kampung sebelah sama Boy, Ivan&Kevin. Kita memiliki Geng kecil-kecilan bernama, Boy And Frand (B.A.F.). Kita berempat adalah teman baik di waktu itu. Kita sering berantem bersama, susah senang bersama, sampai waktu nya tiba, gua tau sifat busuk nya Boy, mulai dari situlah gua benci sama dia, dan gua memutuskan untuk keluar dari (B.A.F)," tutur Dika.
"Jadi sedikit banyak nya gua tau tentang Warrior, karna gua tau betul sifat&karakter para petinggi nya, termasuk bang Roy. Karna emang dulu waktu gua dan Boy satu kelompok, tameng kita adalah bang Roy.
Bang Roy ini emang cukup kuat Ken, tapi kelemahan nya adalah dia gak bisa ngontrol emosi nya sendiri."
"Oh gitu yah Ka, jadi kelemahan Roy gak bisa ngendaliin emosi nya," saut Kenzo.
"Iya Ken, kalo kita mau ngalahin Roy, kita harus adudomba Warrior atau kita harus culik cewe nya saja. Karna Roy ini paling gampang marah, kalau adik nya atau teman-teman nya dan cewe nya ada yang gangguin. Dia selalu gampang emosi, jadi kita bisa dengan mudah nya buat ngalahin Warrior," saran Dika.
"Info yang cukup bagus Ka, jadi kita harus punya strategi dulu kalo kita mau ngalahin Warrior," ucap Kenzo.
"Betul Ken," jawab Dika.
"Kalo soal itu kita bahas lain kali sajah. Karna kita ada hal yang lebih penting lain nya, yang harus kita bahas," jawab Dika, dengan wajah serius.
"Ok deh kalo begitu, jadi lo punya rencana seperti apa Ka, buat ngancurin Warrior?" tanya Kenzo.
"Gua punya rencana, gimana kalo kita culik cewe yang di sukai Roy sajah, yaitu Tiara," saran Dika.
"Apa lo kenal sama Tiara Ka?" tanya Kenzo.
"Gua kenal kok Ken sama Tiara. Karna kita cuman beda 1 tahun, Tiara ini adalah adik kelas gua, gua juga sempet deket sama dia, jadi kita bisa dengan aman kalo kita menyusup ke kampung Dukuh, terus nyulik dia," lanjut Dika.
"Lalu, setelah kita culik Tiara, rencana selanjut nya apa Ka?" tanya Kenzo.
"Setelah kita culik Tiara, otomatis Roy bakalan ngamuk dan bakalan nyerang kita," jawab Dika.
__ADS_1
"Rencana cukup bagus, trus, langkah apa lagi yang harus kita lakuin, setelah kita memancing amarah Roy?" tanya Kenzo.
"Kita harus pisahkan antara Boy dan Roy dulu, karna kalo mereka bersama, kita cukup sulit buat ngalahin mereka," jawab Dika.
"Caranya gimana? buat kita misahin mereka?" tanya Kenzo.
"Gampang, gua denger Boy dan Roy sudah agak baik kan, tapi Boy masih malu buat kumpul di Basecamp nya, jadi langkah pertama, kita harus culik Tiara dan pancing Roy buat nyerang kita tanpa harus di ketahui Boy. Jadi kita harus cepet ngelakuin nya sebelum Boy tau rencana Kita," saran Dika.
"Oh gitu yah Ka, gimana kalo Boy sampe tau rencana kita?" tanya Kenzo.
"Itu gak bakalan terjadi, karna gua sudah punya rencana lain," jawab Dika.
"Maksud nya?" heran Kenzo.
"Kita harus bagi 2 kelompok setelah kita berhasil menculik Tiara. Sebagian anggota sama lo Ken tinggal di Basecamp, buat ngelawan Roy. Biar sisanya ikut gua buat ngelawan Boy, sekalian gua mau beresin masalah yang belum beres sama Boy di masalalu," geram Dika, dengan tatapan tajam membayangkan Boy.
"Gua janji Ken, setelah gua udah ngalahin Boy, gua bakalan cepet-cepet merapat ke Basecamp, buat bantuin lo ngalahin Roy. karna Roy itu cukup kuat, gak mudah buat ngalahin dia," rencana Dika.
"Ide yang cukup bagus Ka, gua setuju sama ide lo," saut Kenzo, sambil tersenyum, kepada Dika.
"Jadi, kapan kita lakuin rencana nya?" tanya Kenzo.
"Sekarang ajah Ken, gua mau hubungi Bima dulu, biar gua sama Bima yang minta anggota Green Bull kumpul di Basecamp, dan memulai rencana kita!" jawab Dika.
"Baiklah Ka, lebih cepat lebih baik, laksanakan dan kita harus berhasil menang melawan Warrior," percaya diri Kenzo, penuh semangat yang akan memulai peperangan dengan Warrior!
"Baik, dengan senang hati Ken," jawab Dika.
Dika pun memulai rencana nya, dia mulai menghubungi Bima dan anggota Green Bull lainnya, untuk berkumpul di Basecamp Green Bull. Kemudian Dika memberikan intruksi rencana mereka, untuk penyerangan kepada Geng Warrior.
__ADS_1