
Semua anggota Warrior pun keluar dari Basecamp Warrior, kecuali Roy dan Ivan, yang masih berada di dalam Basecamp.
"Van, kenapa lo gak ikut pergi? pergi sana, ikutin yang laennya, gua gak butuh kalian, Belain tuh ade gua," usir Roy, sambil emosi.
"Kenapa harus begini, kenapa harus ade gua sendiri yang kamu sukai Ti, emang aku gak pantes buat kamu sukai?" gumam Roy, berbicara sendiri.
Ivan yang meperhatikan Roy sedari tadi, iapun memegang pundaknya, sambil mencoba menenangkannya.
"Yang sabar bang Roy, gua tau kok perasaan lo, gua tau lo kesel sama ade lo, tapi lo harus sedikit bersabar Roy, tahan emosi lo, karna saingan lo adalah ade lo sendiri, jangan sampai lo Ribut sama ade lo sendiri, hanya karna cewe doang," ucap Ivan sambil menatap Roy, yang sedang emosi.
__ADS_1
"Tapi lo gak ngerti Van, gua suka sama Tiara sudah dari dulu, gua rella ngelakuin apapun demi dia, tapi sama si Boy malah di sia-siain begitu saja, apa lo gak tau, sesakit apa hati gua sekarang Van?" kesal Roy, sambil menunduk dan memegang kepalanya.
"Gua ngerti bang, gua ngerti kok perasan lo saat ini, tapi lo juga harus inget bang, walau bagai manapun, Boy itu tetep ade lo sendiri, setelah ibu kalian meninggal, sewaktu boy di lahirkan dulu, dan setelah kematian ayah kalianpun, yang terbunuh karna ulah
(Black Dragon), satu-satunya yang Boy miliki, cuman lo bang, kaka kandungnya sendiri," saut Ivan.
"Hanya elo bang yang Boy punya, satu-satunya dalam hidupnya sekarang, seorang kaka yang selalu Boy bangga-banggakan, seorang pemimpin Warrior yang hebat dan kuat, masa hanya karna cewe saja, kalian sampe mau terpecah kaya gini? cobalah bang, sedikit saja turunin emosi lo, dan sedikit pahami juga perasaan ade lo sendiri, dia bahkan rella jaga jarak sama Tiara. Hanya buat ngebahagiain lo. Kaka yang paling di banggakan Boy," ucap Ivan.
"Makasih Van, atas semua saran lo, emang cuman lo saja sahabat yang paling bisa ngertiin gua Van, makasih banyak," ucap Roy, yang mulai tenang.
__ADS_1
"Santai ajah bang, lo udah kaya sama siapa ajah, jangan sungkan sama gua, karna lo udah gua anggep kaya abang gua sendiri," saut Ivan, sambil tersenyum menatap Roy!
"Sekali lagi makasih Van," ucap Roy, sambil menatap Ivan.
"Sama-sama..., ya udah, gua cabut duluan yah, jaga diri lo baik-baik bang, kan lo pemimpin dari Warrior," saut Ivan, memberikan semangat kepada Roy!
Ivan pun keluar dari Basecamp Warrior.
Hanya meninggalkan Roy sendirian yang berada di Basecamp Warrior.
__ADS_1
"Tiara..., Boy..., dan kalian temen-temen Warrior, maafin gua, gua adalah orang yang gak berguna, gua adalah kaka yang selalu memakai emosi, sial, sial, sial, apa gua pantas jadi pemimpin Warrior?" kesal Roy, yang penuh penyesalan akan sikap nya.
Roy pun, yang kembali mengingat dendam nya kepada Black Dragon, iapun berkata, "Black Dragon. Suatu saat gua akan balaskan dendam gua sama kalian. Tunggu saja pembalasan gua, Haaaaa...," teriak Roy meluapkan amarah nya.