
kerajaan mengumumkan akan mengadakan pemilihan calon permaisuri untuk para pangeran, semua nona bangsawan mendapatkan undangan untuk datang berpartisipasi dalam acara yang di selenggarakan.
xiao mei menatap undangan di tangan nya, tidak ada rasa ketertarikan dalam dirinya sedikit pun, dirinya sungguh tidak berminat untuk ikut serta dalam acara pemilihan calon permaisuri para pangeran, hanya saja xiao mei juga tidak dapat menolak undangan itu, karena permaisuri kaisar sendiri yang datang membawa undangan nya
awalnya xiao mei meminta ayah nya untuk menolak undangan atas nama dirinya, namun ayah nya sendiri juga tidak berdaya karena permaisuri yang secara langsung memberikan undangan itu kepada xiao mei, dengan berat hati dirinya harus menerima undangan itu
"apa yang sedang kau pikirkan xiao'er? tanya jiang li yang tiba tiba berada di belakang xiao mei
"tentang hal ini" ucap xiao mei memperlihatkan surat undangan calon pemilihan permaisuri pangeran
"apa kau ingin mengikuti nya?" tanya jiang li mengambil surat undangan itu dari tangan xiao mei
"sebenarnya tidak, hanya saja aku harus tetap ikut" keluh xiao mei sedih
"jika kau tidak ingin, tidak usah datang saja" ucap jiang li santai
"tidak bisa kak jiang, karena permaisuri kaisar sendiri yang telah memberikan undangan itu pada ku" kata xiao mei sedih
"jadi kau akan memilih siapa?" tanya Jiang li
"entah lah, tidak ada satu orang pun di antara para pangeran yang aku minati" jujur xiao mei
"termasuk diriku" ucap jiang li
"hmmm, sepertinya" jawab xiao mei sedikit ragu, sebenarnya hati nya selalu merasa kan keanehan saat bersama dengan jiang li semenjak dirinya hidup kembali, namun karena rasa sakit yang putra mahkota berikan di kehidupan dulu membuat xiao mei enggan mengakui nya
"baik lah, kau ikuti saja pemilihan ini, tunggu aku kembali, aku yang akan menjadikan dirimu sebagai permaisuri ku" ucap jiang li mengelus lembut puncak kepala xiao mei
"memang nya siapa yang ingin menjadi permaisuri mu huh" kata xiao mei sambil memberi ekspresi muka kesal di hadapan jiang li
__ADS_1
"aku yang ingin kau menjadi permaisuri ku" kata jiang li meyakinkan xiao mei, deg, jantung xiao mei berdebar kencang saat jiang li mengatakan hal yang tidak pernah terjadi di kehidupan sebelum nya
"memang apa yang membuat kak jiang yakin, aku akan menerima kak jiang sebagai suami ku?" kilah xiao mei mencoba menyembunyikan pipi nya yang sudah mulai merona
"karena kau juga menginginkan nya" jawab jiang li santai
"apa buktinya" kesal xiao mei yang di tuduh oleh jiang li
"pipi mu memerah saat aku mengatakan akan menjadi kan dirimu sebagai permaisuri ku" ucapan jiang li lolos membuat xiao mei merasa malu
"tidak" sangkal xiao mei mengalihkan pandangan nya dari jiang li
"baik lah baik lah, aku yang akan mengejar dirimu, jadi kau harus menunggu diriku sedikit lebih lama" kata jiang li serius
"memang kau akan pergi kemana?" tanya xiao mei
"besok aku akan pergi berperang" ucap jiang li
"iya kau benar aku tidak akan berada di sana, tapi kau tenang saja, kau akan tetap menjadikan dirimu sebagai permaisuri ku pada akhirnya" ucap jiang li penuh keyakinan
"huh, kita lihat saja nanti" kata xiao mei langsung bergegas meninggalkan jiang li, jiang li hanya terkekeh melihat sikap xiao mei yang gampang malu di hadapan nya, jika bukan karena ingin xiao mei menjadi permaisuri nya mungkin saja jiang li akan memberikan tugas peperangan kepada kakak kakaknya, hanya karena xiao mei, jiang li mengusul kan diri untuk berperang dan akan kembali membawa kemenangan serta akan mempersunting xiao mei setelah nya
hati xiao mei menjadi tidak karuan saat sudah berada di dalam kamar milik nya
"perasaan apa ini? bukan kah di kehidupan sebelumnya kakak jiang tidak memiliki hubungan apapun dengan diriku" lirih xiao mei
"apa karena aku hidup kembali, menjadikan semua jalan cerita nya berubah" ujar xiao mei.
"tapi kak jiang akan segera pergi berperang" keluh xiao mei
"ada apa dengan diriku? apakah aku benar benar mengharapkan apa yang baru saja kak jiang katakan, tidak! ini sudah sangat salah" kata xiao mei dalam hati, dirinya menjadi bingung dengan keadaan saat ini, semua nya sedikit berbeda dari jalan cerita kehidupan nya dulu.
__ADS_1
xiao mei berusaha memantapkan hati nya kembali agar tertuju dengan tujuan awal dirinya hidup, xiao mei berfikir jikalau pun xiao mei menjadi permaisuri jiang, hal itu justru akan membantu dirinya agar dapat membalaskan sakit hati yang dia rasakan di kehidupan sebelumnya kepada putra mahkota,
pemilihan calon permaisuri para pangeran di gelar pada hari ini, sudah dua minggu lama nya xiao mei benar benar tidak melihat adanya keberadaan dari jiang li, xiao mei tahu saat ini pangeran ke tujuh pasti sedang memimpin sebuah peperangan, pada acara itu, raut wajah xiao mei selalu terlihat datar dan tidak bersemangat sedikitpun
sie tang juga ikut serta dalam pemilihan calon permaisuri para pangeran, karena mau bagaimana pun sejak kecil dirinya di akui sebagai putri kediaman mentri xiao walau pun hanya putri luar nya saja, dirinya akan berusaha agar dapat menarik perhatian dari para pangeran kepada dirinya terutama putra mahkota
di tempat tidak jauh dari acara pemilihan para pangeran sedang melihat beberapa calon permaisuri yang akan mencalonkan diri sebagai permaisuri di antara mereka
"kakak wanita mana yang akan kau jadikan permaisuri mu nanti?" tanya jie li (pangeran ke delapan adik kandung jiang li) kepada pangeran ke tiga
"dari dulu diriku sangat terpikat dengan putri panglima" kata biu hie (pangeran ke tiga) sambil melihat wanita yang dia dambakan selama ini
"yang mana orang nya kakak?" tanya jie li sangat penasaran
"kau tidak perlu tahu nanti kau akan merebutnya dari diriku" sinis biu hie
"ah kakak pelit sekali, lagi pula diriku masih sangat muda untuk memiliki seorang permaisuri di umur segini" kata jie li cemberut
"sudah lah adik ke delapan nanti kau juga akan tahu gadis pilihan kakak ketiga" kata lie han (pangeran ke empat)
"baik lah, kalau kakak ke empat wanita seperti apa yang kakak dambakan?" tanya jie li, dirinya memang terkenal sangat ceria di antara para pangeran yang lain, karena sifat nya jie li sangat di sayangi oleh para pangeran yang lain, apa lagi umur nya yang saat ini masih terbilang sangat muda, dirinya berumur 11 tahun, jie li merupakan pangeran termuda di antara para pangeran lain nya, hanya putra mahkota saja yang tidak memiliki kedekatan di antara para pangeran lain nya.
"aku belum tahu wanita mana yang akan ku pilih, mungkin hanya menunggu dekrit dari ayahanda kaisar saja" kata lie han menjawab
"kira kira kak jiang akan memilih siapa yah?" ucap jie li mengingat kakaknya saat ini sedang berada di medan pertempuran
"aku yakin dia sudah memilih satu dambaan hati" kata biu hie
"bagaimana kakak ke tiga bisa tahu?" tanya lie han yang tidak percaya dengan ucapan kakak ketiga nya, selama ini pangeran ke tujuh tidak pernah dekat dengan wanita mana pun seingat dirinya, walau pun sifat pangeran ke tujuh sangat lembut tetap saja dirinya sangat sulit untuk di dekati oleh para kaum wanita
"kau akan mengetahui nya setelah dia kembali membawa kemenangan untuk kerajaan kita" jawab biu hie enteng.
__ADS_1
🍁