SANG PERMAISURI

SANG PERMAISURI
CHAPTER 19


__ADS_3


"sedang apa kau di sini?" mentri xiao menegur sie tang yang sedang berada di dalam ruang belajar nya seperti sedang mencari sesuatu


sie tang tertegun dengan kedatangan menteri xiao yang tidak dia sadari secepat mungkin dirinya membuat sebuah alasan


"tadi aku di minta oleh kakak untuk mencari, ah mencari data ini" ucap sie tang yang melihat ada data tentang xiao mei di antara tumpukan berkas milik menteri xiao


"ah iya, untung kau mengingatkan nya, xiao'er beberapa waktu lalu meminta data itu kepada ku namun aku terlupa" ucap mentri xiao


"baik lah sudah ketemu aku akan segera mengantarkan nya ke tempat kakak, aku permisi dulu tuan" kata sie tang, dirinya merasa sangat bersyukur karena kecerobohan nya tidak membuat mentri xiao menjadi curiga, untung saja alasan yang sie tang pakai barusan sangat tepat sehingga sie tang dapat melancarkan aksinya lagi nanti dalam fikiran sie tang.


sebenar nya mentri xiao tidak percaya dengan alasan dari sie tang, dirinya menyetujui ucapan sie tang hanya untuk menguji kebohongan miliknya saja dan ternyata benar, sie tang terbukti sedang berbohong kepada dirinya


"ternyata ibu dan anak sama saja" sinis mentri xiao, mentri xiao tahu apa yang sedang sie tang cari di dalam ruangan milik nya hanya saja sagat di sayangkan benda itu sudah tidak berada di tangan menteri xiao sejak lama,jadi menteri xiao tidak merasa khawatir sama sekali, namun dirinya tetap harus lebih berhati-hati lagi dengan sie tang terlebih dirinya sekarang sudah menjadi selir dari putra mahkota, menteri xiao tidak ingin jika sampai nanti menteri xiao lalai keluarga nya akan tersakiti oleh anak dari lie tang itu, menteri xiao berfikir pasti perbuatan sie tang ada hubungan nya dengan mendiang ibunya karena dari dulu lie tang juga mencari benda itu.


sie tang bergegas kembali kedalam kediaman milik nya bersama dengan putra mahkota saat ini agar tidak di curigai oleh mentri xiao lagi


"bagaimana?" tanya putra mahkota yang sedang duduk di dekat jendela kamar mereka

__ADS_1


"maaf kan aku suami ku, aku belum mendapatkan nya karena menteri xiao juga berada di sana" jelas sie tang, sie tang lalu menjelaskan apa yang terjadi di dalam ruang kerja milik menteri xiao tadi


"bodoh, apakah kau tidak bisa menjadi lebih pintar lagi hah!" marah putra mahkota melihat kebodohan wanita yang dia ambil sebagai istri itu


"aku akan berusaha lagi suami ku, tolong percaya lah pada ku, aku akan segera menemukan nya" ucap sie tang meyakinkan


"sudah lah, kau memang tidak berguna" sindir putra mahkota, sie tang yang selalu di perlakukan kasar oleh putra mahkota sebenarnya merasa sangat kesal dan juga tidak terima, namun sie tang masih membutuhkan posisi nya saat ini karena mau bagaimana pun sie tang saat ini sudah tidak memiliki siapa siapa lagi di dalam hidup nya.


sebenarnya xiao mei sangat tidak nyaman dengan kehadiran putra mahkota dan juga sie tang di dalam kediaman miliknya, namun mau bagaimana lagi, putra mahkota saat ini sudah menjadi menantu di dalam kediaman mentri xiao mau tidak mau xiao mei harus lapang dada menerima kenyataan itu.


suasana hati xiao mei selalu tidak baik akhir akhir ini karena kehadiran dari putra mahkota dan juga sie tang, saat ini xiao mei sedang ingin menghilangkan kepenatan nya dengan duduk santai di taman dekat danau kediaman milik nya, menikmati udara yang terasa bisa merilekskan fikiran.


"bukan urusan mu" jawab xiao mei datar


"bisakah kau tidak bersikap seperti itu terhadap diriku" ujar putra mahkota tidak menyukai sikap xiao mei yang telah berubah tidak seperti dulu kepada dirinya


"sifat ku memang begini ada nya"ketus xiao mei


"aku datang ke sini secara baik baik ingin menemani mu berbicara mengapa kau bersikap begitu, bukan kah itu tidak sopan kakak ipar apa lagi aku bukan hanya adik ipar mu saja melainkan juga putra mahkota kerajaan ini" sindir putra mahkota mengingat kan posisi xiao mei

__ADS_1


"maafkan atas sikap saya yang lancang yang mulia, kalau anda tidak suka anda bisa mengabaikan saya saja" ujar xiao mei santai


"aku tau kau merasa cemburu karena adik mu yang menjadi istri ku, tapi kau bisa merasa tenang karena aku hanya mengangkatnya sebagai seorang selir saja, jika kau mau kau bisa menjadi permaisuri di dalam kediaman milik ku" ucap putra mahkota penuh percaya diri karena sikap acuh yang xiao mei tunjukan kepada dirinya selama di dalam kediaman mentri xiao


"sepertinya anda salah mengira yang mulia, dari awal saya memang tidak menginginkan posisi itu lagi pula saya lebih merasa bersyukur tidak terpilih menjadi istri anda, jika tidak ada yang lain saya mohon undur diri" ucap xiao mei langsung meninggalkan putra mahkota


"kau! awas saja kau xiao mei aku pasti akan segera mendapatkan dirimu" kata putra mahkota yang kesal oleh ucapan xiao mei dan juga di tinggalkan xiao mei begitu saja.


putra mahkota menyadari perubahan sikap xiao mei yang sangat jauh berbeda dari yang dulu, awalnya putra mahkota memang ingin mempermainkan xiao mei setelah berhasil mendapatkan dirinya namun saat ini sebenarnya putra mahkota hanya ingin memiliki xiao mei saja di dalam kehidupan nya, entah sejak kapan mulai ada rasa ketertarikan di dalam hati putra mahkota kepada xiao mei


namun yang sangat membuat putra mahkota selalu merasa tidak senang karena xiao mei selalu saja berusaha menghindar dari dirinya, setiap kali berjumpa pun hanya ada tatapan benci yang xiao mei perlihatkan, putra mahkota tahu dirinya sangat keterlaluan kepada xiao mei dulu saat dia masih mengejar hati putra mahkota, namun saat ini putra mahkota benar benar merindukan sikap xiao mei kepada dirinya seperti dulu lagi.


xiao mei pergi mencari ayah nya, dirinya ingin meminta izin untuk di perbolehkan keluar dari kediaman, agar dapat menenangkan suasana hati nya yang kembali buruk karena putra mahkota tadi.


saat sudah sampai di depan pintu ruangan milik ayah nya, xiao mei berhenti kala mendengar ayah nya sedang membicarakan tentang pernikahan dirinya dengan seseorang segera xiao mei langsung bergegas masuk karena tidak ingin ayah nya menjodohkan dirinya dengan orang lain, entah lah yang sedang xiao mei tunggu saat ini hanya lah jiang li saja, xiao mei juga tidak tahu tentang perasaan nya yang sebenarnya terhadap jiang li, namun xiao mei percaya jiang li benar benar akan datang untuk dirinya


"ayah aku tidak setuju!" teriak xiao mei sambil membuka pintu dengan sangat keras sehingga mengagetkan semua orang yang sedang berada di dalam ruangan, xiao mei langsung membeku saat melihat seseorang.


🍁

__ADS_1


__ADS_2