SANG PERMAISURI

SANG PERMAISURI
CHAPTER 14


__ADS_3


xiao mei langsung bergegas meninggalkan tempat pengujian putri mahkota setelah mendapat kan kabar buruk tentang kondisi ibunda nya saat ini, dirinya merasa sangat khawatir, xiao mei takut jika keadaan ibunya saat ini ada hubungan nya dengan perbuatan jahat dari lie tang dan juga sie tang.


"ayah, bagaimana keadaan ibunda?" tanya xiao mei khawatir


"keadaan ibunda mu saat ini sangat buruk nak" ucap mentri xiao dengan wajah sedih nya


"hiks, ibunda bangunlah xiao'er sudah di sini" tangis xiao mei di samping tempat tidur lie mei


"kuatkan hati mu cucu ku, kita harus yakin jika menantu ku dapat melewati keadaan nya saat ini" kata nyonya besar berusaha menenangkan cucu kesayangan nya


"hiks nenek, xiao'er tidak ingin kehilangan ibunda" keluh xiao mei terus menangis


"semua orang tidak ingin kehilangan nya cucu ku, tapi kita harus tetap kuat agar menantu ku juga memiliki semangat untuk kembali sembuh" ucap nyonya besar


"iya nenek hiks"


suasana di dalam ruangan milik lie mei di liputi dengan kesedihan saat ini, semua orang berdoa untuk kesembuhan nyonya muda kediaman mereka, hanya lie tang saja yang merasa sangat senang dengan keadaan kakak nya sendiri saat ini.


sesekali terlihat lie tang mulai berusaha untuk mendekati menteri xiao, namun menteri xiao selalu enggan berdekatan dengan lie tang setelah kejadian pada malam itu dan juga janjinya kepada anak nya membuat mentri xiao merasa sedikit tidak percaya kepada lie tang.


melihat keadaan Ibunda nya yang semakin memburuk, xiao mei merasa sangat sedih tapi ada hal yang lebih penting dari kesedihan nya saat ini, xiao mei harus segera mengungkap kejadian di balik kondisi ibundanya,


xiao mei bertanya kepada mata mata yang dia kirimkan di dalam kediaman lie tang dan juga sie tang, mata matanya mengatakan jika lie tang terus berusaha untuk meracuni lie mei, hanya saja usaha nya bisa selalu di cegah oleh mata mata milik xiao mei, hal itu membuat xiao mei berfikir, berarti kondisi ibunda nya saat ini tidak ada campur tangan dari siapapun.

__ADS_1


walau pun rencana lie tang dapat selalu di cegah oleh mata mata milik xiao mei, xiao mei sudah mulai merasa tidak nyaman dengan perbuatan yang lie tang lakukan selama ini, xiao mei ingin mengungkap kebenaran tentang sifat buruknya kepada semua orang secepat mungkin.


hari sudah larut malam, semua orang di dalam kediaman perdana menteri xiao masing masing telah tertidur lelap, hanya ada beberapa penjaga yang masih bersiaga untuk menjaga keamanan di sana.


seseorang tiba tiba memasuki kamar milik lie mei secara diam diam, dirinya mendekati tubuh lie mei dengan santai nya


"kakak, waktu mu sudah habis sekarang izinkan aku yang akan menggantikan posisi mu di dalam kediaman ini" seringai lie tang hendak membungkam wajah lie mei agar cepat tiada.


"apa yang sedang kau lakukan kepada istri ku!"


pintu terbuka dengan sangat keras memperlihatkan seorang lelaki dengan wajah yang di penuhi amarah yang sangat membara


mentri xiao langsung bergegas mendekati lie tang yang sedang ingin mencelakai istri tercinta nya dengan sangat marah diri nya langsung mendorong lie tang hingga jatuh tersungkur ke bawah lantai dengan sangat keras.


"tuan ini tidak sama seperti yang tuan pikir kan" ucap lie tang membela diri


mendengar ada keributan dari kamar milik lie mei, beberapa orang langsung bergegas menuju ke sana


"ada apa ini putra ku?" ucap nyonya besar yang melihat lie tang sedang memohon kepada mentri xiao


"ayah ada apa?" tanya xiao mei yang baru saja datang


"dia berniat akan membunuh istri ku ibu, xiao'er" kata mentri xiao marah


"plak! beraninya kau" tamparan keras mendarat di pipi lie tang dari nyonya besar

__ADS_1


"bibi mengapa kau tega berbuat hal jahat itu kepada ibunda ku?" kata xiao mei sedih


"kalian semua ingin tahu bukan, aku sangat membenci dirinya dari dulu hingga sekarang aku benar benar membenci nya, lagi pula dia bukan kakak kandung ku" teriak lie tang sudah merasa muak


"kau sangat menjijikkan, pengawal seret wanita ini kedalam penjara hukum cambuk dia, besok baru akan aku bawa ke kerajaan untuk di minta keadilan dari kaisar" perintah mentri xiao


lie tang berusaha keras untuk melepaskan diri namun usahanya hanya sia sia saja, dirinya tetap di bawa menuju penjara kediaman mentri xiao.


semua yang terjadi sesuai dengan rencana dari xiao mei, walau pun xiao mei tahu perbuatan nya akan sedikit menyulitkan ibunda nya namun xiao mei masih bisa mengambil nafas lega karena ayah nya dapat datang pada waktu yang tepat untuk menolong ibundanya dari tangan lie tang, jika sampai ayah nya telah sedikit saja mungkin ibunda nya tidak akan selamat,


waktu itu xiao mei berfikir akan menjebak lie tang agar perbuatan jahat nya bisa di ketahui oleh semua orang di dalam kediaman mentri xiao


xiao mei tahu dari mata mata milik nya jika lie tang akan mulai beraksi pada malam hari ini,


setelah memastikan lie tang akan datang ke dalam kamar milik ibunda nya, xiao mei menyuruh seseorang untuk memanggil ayah nya dengan dalih ada seorang pencuri yang masuk menerobos kedalam kediaman perdana menteri xiao, sehingga ayah nya bisa langsung datang untuk menolong ibunda nya, sekalian bisa melihat dengan jelas kejahatan yang di lakukan oleh lie tang dengan mata kepala nya sendiri.


namun yang tidak pernah xiao mei sangka adalah dirinya baru mengetahui tentang fakta yang begitu mengejutkan dari mulut lie tang sendiri, dirinya baru saja mengetahui bahwa lie tang bukan lah adik kandung dari ibunda nya, di dalam kehidupan sebelum nya xiao mei tidak pernah mengetahui fakta tentang hal ini, karena xiao mei sendiri telah gagal melindungi ibunda nya di dalam kehidupan lalu.


"ayah apakah benar apa yang baru saja bibi katakan, jika ibunda dengan bibi tidak memiliki hubungan darah" tanya xiao mei saat keadaan telah membaik di dalam kamar milik lie mei


"ini sudah menjadi rahasia sejak bertahun tahun lama nya putri ku" ujar mentri xiao


"bagaimana ceritanya ayah, aku ingin mendengarnya"


*flash back*

__ADS_1


lie mei dan juga lie tang tumbuh di dalam kediaman jendral lie bersama, awal nya mereka saling menyayangi satu sama lain sama seperti saudara pada umum nya, hanya saja,semua itu berubah ketika lie tang mengetahui jika lie mei ternyata bukan lah kakak kandung nya.


🍁


__ADS_2