SANG PERMAISURI

SANG PERMAISURI
CHAPTER 49


__ADS_3


"kau memang anak ku" bangga permaisuri sambil menampilkan senyum devil milik nya


"tentu saja ibunda" ujar putra mahkota


"baik lah, setelah pernikahan mu dengan putri kerajaan barat di gelar, kita akan segera melakukan semua rencana yang telah kita persiapkan sebelum nya" ucap permaisuri


"aku sangat tidak sabar menantikan hari itu tiba ibunda" timpal putra mahkota


"bukan hanya dirimu saja putra ku" kata permaisuri


"jadi bagaimana segala persiapan nya?" lanjut permaisuri


"semua nya telah berjalan dengan sangat lancar ibunda sesuai rencana, semua pasukan kita telah sangat siap untuk bertempur, terlebih lagi, kita juga memiliki beberapa pasukan tambahan peninggalan dari keluarga wanita bodoh yang telah mati itu" ujar putra mahkota


"dengan jumlah pasukan kita yang telah memadai, sudah dapat di pastikan jika kita akan segera menoleh kemenangan dalam pertempuran nanti"lanjut putra mahkota dengan percaya diri.


"iya, aku juga telah menyiapkan sebuah pasukan tambahan, yang akan membantu kita nanti" sinis permaisuri


"ibunda masih memiliki pasukan lain?" tanya putra mahkota


"tentu, kita harus menyiapkan semua nya dengan baik" Jawab permaisuri


"ibunda memang paling hebat, di mana pasukan yang telah ibunda siap kan itu?" kata putra mahkota


"untuk saat ini mereka masih berada jauh dari kerajaan, mereka akan berada di sini jika waktu nya telah tepat" ujar permaisuri


"rencana yang kita miliki tersusun dengan sangat matang ibunda, aku bahkan menjadi ragu, apakah rencana yang telah kita susun dengan sangat baik ini dapat di ketahui oleh orang lain?" putra mahkota menghela nafas namun masih menampilkan ekspresi yang tenang di depan permaisuri, mau bagaimana pun dirinya merupakan salah satu pangeran dari kerajaan kaisar ini, tapi karena tahta kerajaan, dirinya harus menjadi seorang pemberontak di kerajaan tempat kelahiran sendiri

__ADS_1


"akan lebih baik, jika mereka tidak mengetahui nya, sebelum mereka benar benar kalah" sinis permaisuri


"ibunda lelah, kau segera lah beristirahat" lanjut permaisuri meninggalkan putra mahkota di belakang


~JING CIU/PUTRA MAHKOTA PROV~


jing ciu sebenarnya dulu merupakan sosok yang sangat polos serta baik hati sewaktu dirinya masih berusia kanak kanak dan belum di angkat menjadi putra mahkota oleh kaisar.


dulu jing ciu di kenal sebagai pangeran pertama kerajaan yang sangat baik serta berbudi luhur, jing ciu juga sangat dekat dengan saudara saudara nya yang lain, bahkan jing ciu di kenal sebagai seorang -kakak yang begitu menyayangi adik adik nya


seluruh anggota kediaman kerajaan mengenal jing ciu sebagai sosok pangeran yang sangat ramah, lembut serta sangat menyayangi para saudara saudara nya yang lain, kedekatan para pangeran sewaktu itu terasa begitu hangat dalam nuansa kehidupan kerajaan yang tentu saja orang lain tahu, bahwa kehidupan kerajaan sangat lah buruk di balik keindahan bangunan megah nya


namun kedekatan para pangeran kerajaan kaisar mampu membuat para pelayan serta penjaga merasa kan kebahagiaan saat melihat interaksi antara pangeran pertama dengan para pangeran yang lain.


kehidupan kerajaan terasa begitu tentram saat itu, kebahagiaan tentu saja di rasakan oleh kaisar waktu itu saat melihat kerajaan nya yang makmur, melihat para istri istri nya yang begitu akur, serta memiliki anak anak yang saling menyayangi satu sama lain.


namun semua kebahagiaan dan ketenangan kerajaan tidak berlangsung lama, semua nya hilang dalam sekejap setelah permaisuri meminta kepada kaisar agar mengangkat putra nya menjadi putra mahkota kerajaan dengan alasan kerajaan tidak memiliki seorang putra mahkota kala itu.


semenjak jing ciu menjadi putra mahkota sikapnya berubah jauh berbeda dari yang dulu, semua orang yang berada di sisi nya tidak ada yang tahu apa yang telah jing ciu alami sewaktu dirinya di angkat menjadi putra mahkota, hanya jing ciu serta orang orang yang menjadi penyebab perubahan sikap nya saja lah yang mengetahui semua kebenaran nya.


dan ternyata di balik perubahan sikap jing ciu, ada sebuah penjelasan nya


kala itu waktu jing ciu yang di umumkan akan menjadi putra mahkota kerajaan kaisar, jing ciu sempat mengajukan pertimbangan kepada permaisuri selaku ibunda nya yang telah meminta kepada kaisar untuk menjadikan dirinya sebagai putra mahkota, jing ciu mengutarakan keberatan hati nya untuk menerima posisi tinggi itu, jing ciu berfikir lagi pula kaisar memiliki banyak pangeran di dalam kerajaan, jing ciu menginginkan pemimpin yang terbaik bagi kerajaan nya kelak (sejujur nya jing ciu sangat tidak ingin di kekang oleh urusan politik kerajaan), namun permaisuri tentu saja tidak akan mendengar kan apa yang jing ciu katakan, justru setelah mendengar kan apa yang jing ciu utarakan, permaisuri menjadi sangat marah kepada pemikiran putra nya itu, permaisuri mengancam jing ciu, jika jing ciu tidak merebut posisi sebagai calon kaisar selanjutnya, maka jing ciu harus segera bersiap akan melihat ibunda nya tiada tepat di hadapan nya sendiri, jing ciu yang kala itu masih sangat polos serta dirinya yang memiliki rasa kasih sayang yang begitu melimpah untuk semua orang yang berada di sekeliling nya terutama permaisuri selaku Ibunda nya sendiri.


awal nya jing ciu masih ingin mengelak dengan ancaman permaisuri, jing ciu mengira permaisuri hanya mengancam saja dan tidak akan melakukan apa yang permaisuri katakan sebagai bahan mengancam jing ciu, namun sayang, saat jing ciu menolak kembali permintaan permaisuri yang terus meminta jing ciu agar menjadi putra mahkota, permaisuri benar benar menunjukkan keseriusan nya dalam berbicara, tepat di hadapan jing ciu langsung, permaisuri mengambil pisau buah yang berasa di samping nya lalu ingin menusuk jantung nya sendiri, karena tidak bisa melihat ibunda tercinta nya sampai terluka, jing ciu memutuskan menerima posisi sebagai putra mahkota kerajaan demi ibunda nya.


awal nya jing ciu mengira walau dirinya menjadi putra mahkota sekali pun, semua nya akan tetap seperti semula, namun jing ciu salah benar, setelah dirinya menjadi putra mahkota secara resmi, permaisuri beserta orang orang yang mendukungnya terus berulang kali secara rutin selalu mendatangi tempat putra mahkota


mereka meracuni fikiran polos putra mahkota terus menerus agar putra mahkota terpengaruh dengan politik serta tahta kerajaan, karena hal itu lah pemikiran jing ciu seiring dengan berjalannya waktu mulai terhasut oleh perkataan mereka, hingga akhirnya timbul lah rasa ego yang besar dalam diri jing ciu agar dapat memiliki tahta kerajaan

__ADS_1


obsesi besar dalam diri jing ciu merubah dirinya, sosok jing ciu yang awal nya merupakan pangeran pertama kerajaan di kenal sebagai pangeran ramah serta penyayang sedikit demi sedikit mulai berubah, senyum ramah yang dulu selalu melekat dalam dirinya, kini telah berganti menjadi senyuman yang di penuhi oleh banyak arti, pandangan penuh kasih sayang nya pun telah berubah menjadi tatapan sinis di penuhi kebencian,sosok jing ciu yang dulu telah hilang tergantikan dengan putra mahkota yang kini.


kedekatan jing ciu dengan para pangeran pun telah memudar seiring dengan perubahan yang ada pada dirinya, berawal dari setiap saat jing ciu yang tidak memiliki waktu untuk bertemu dengan para saudara saudara nya karena selalu di sibukkan dengan urusan negara, hingga timbul rasa enggan berjumpa karena banyak nya pengaruh buruk yang selalu di tanamkan oleh permaisuri beserta orang orang milik nya, membuat jing ciu tidak pernah lagi menghampiri saudara saudara nya, jangan kan menghampiri, jika bertemu sekali pun jing ciu hanya menatap mereka sinis terus berlalu pergi tanpa ada sepatah kata yang terlontar kan dari mulut nya, terkecuali jika mereka sedang dalam rapat kerajaan atau sedang dalam selisih paham baru jing ciu akan berbicara dengan para pangeran lain, itu pun dengan wajah yang tertutup oleh topeng kepalsuan yang jing ciu kenakan di hadapan semua orang.


namun di balik semua perubahan sikap serta sifat nya, jika boleh jing ciu berkata jujur melalui perasaan yang ada di dalam lubuh hati nya yang paling dalam, jing ciu sebenarnya masih jing ciu yang sama seperti sebelumnya nya, sering kali dalam kesendirian, jing ciu selalu merindukan kehidupan di masa kecil nya dulu, masa di mana dirinya masih merupakan seorang pangeran (iya tapi tidak ada yang pernah mengetahui itu😔)


bohong jika jing ciu telah membenci para saudara saudara nya, jing ciu menjauhi mereka hanya karena tahta kerajaan yang selalu di inginkan oleh permaisuri, sejujurnya jing ciu tidak pernah menginginkan tahta bahkan sampai detik ini sekali pun jing ciu tetap tidak menginginkan nya, hanya saja jing ciu tidak ingin mengecewakan ibunda tercinta nya, jing ciu sangat tahu, jika ibunda nya sendiri menjadikan dirinya sebagai pion dalam merebut tahta kerajaan, namun meski begitu jing ciu tetap rela melakukan nya.


jing ciu melakukan semua nya demi mendapatkan kasih sayang dari permaisuri, sedari jing ciu lahir hingga tumbuh menjadi anak anak jing ciu tidak pernah bersama dengan permaisuri, dirinya selalu bersama dengan pengasuh nya atau dengan para ibu selir milik ayah nya, bahkan kenangan masa kecil nya dengan permaisuri pun tidak ada, jing ciu begitu dekat dengan semua orang namun tidak pernah dekat dengan ibunda nya sendiri, dulu jika jing ciu ingin ber manja seperti anak anak pada umum nya kepada ibu mereka, permaisuri pasti akan marah besar kepada dirinya dengan alasan permaisuri sangat sibuk dengan urusan politik kerajaan, namun setelah sekian lama akhirnya permaisuri mau mendatangi jing ciu, memberikan dirinya sebuah perhatian namun juga memaksa jing ciu agar menjadi putra mahkota, jing ciu sangat tidak menginginkan posisi itu, namun demi kasih sayang ibunda yang sangat jing ciu sayangi serta ancaman yang dia gunakan untuk meluluhkan hati jing ciu, dengan terpaksa membuat jing ciu menuruti kemauan dari permaisuri.


***


setiap saat jika jing ciu melihat kedekatan para pangeran satu dengan yang lain nya, hati nya merasa sangat iri dan juga sangat cemburu kepada mereka, jing ciu sangat menginginkan kasih sayang serta kedekatan dengan para saudara nya seperti dulu lagi


semua rasa cemburu yang begitu memburu dalam diri jing ciu itu membuat dirinya terpancing emosi , jing ciu marah melihat kedekatan mereka namun bukan karena dirinya membenci adik adiknya, jing ciu marah kepada dirinya sendiri yang tidak bisa menentukan jalan kehidupan untuk dirinya sendiri.


jikalau pun jing ciu boleh berharap, dirinya ingin tetap di kenal sebagai pangeran pertama seperti dulu, menghilangkan status putra mahkota milik nya, mengakhiri perang politik yang tiada habis nya, merasakan kedamaian yang di penuhi dengan kasih sayang, hidup aman damai seperti sedia kala, namun jing ciu tahu, semua itu tidak lah mungkin akan terjadi kepada dirinya lagi😑


***


putra mahkota hanya dapat menghela nafas kasar saat mengingat takdir pahit yang hadir dalam kehidupan milik nya


"ibunda, aku justru sangat berharap, jika para pangeran dapat mengetahui semua yang kita rencana kan, aku sudah sangat lelah dengan semua kebohongan dan kelicikan ini" gumam putra mahkota terdengar sangat lirih sambil menatap sendu permaisuri yang berlalu pergi dari hadapan nya, setelah mereka berbincang barusan


terkadang apa yang kita harapkan, memang tidak selalu dapat di gapai 😑


jangan lupa beri dukungan kalian ya zeyenk 🥳 agar mimin tetep semangat lanjutin cerita nya😉


maaf jika terdapat banyak kesalahan dalam tulisan mimin atau banyak hal yang tidak berkenan di hati kalian 😔 mohon di maklumi karena mimin masih penulis amatir 😁

__ADS_1


salam sehat🥳 semoga kalian selalu di lindungi oleh Allah di mana pun kalian berada 😘


🍁


__ADS_2