
kaisar mengumpulkan semua orang dalam aula kerajaan milik nya, mengatakan jika kerajaan matahari telah mengirim sinyal untuk mulai berperan melawan kerajaan milik nya.
sebelum itu, permaisuri telah berdiskusi bersama dengan putra mahkota, agar nanti dalam acara rapat putra mahkota membujuk kaisar supaya mau mengirim beberapa pangeran kedalam medan peperangan, sehingga saat rapat terjadi dengan berbagai macam alasan putra mahkota berusaha meyakinkan ayahanda kaisar nya untuk menyetujui usulan dan juga niat baik milik nya
"seperti nya usul dari kakak putra mahkota tidak buruk ayahanda" ujar bie hie
"benar ayahanda, peperangan kali ini cukup berat karena kekuatan kerajaan matahari cukup besar" timpal jendral
"bagaimana pendapat mu pangeran ke tujuh?" tanya kaisar menatap jiang li
"sesuai perintah anda saja ayahanda" singkat jiang li.
rapat berakhir dengan keputusan kaisar untuk mengirim pangeran ke tiga, empat dan juga tujuh untuk turun langsung kedalam medan perang nanti melawan kerajaan matahari.
semua orang telah pergi dari dalam aula kerajaan, hanya tinggal menyisakan kaisar dan juga jiang li saja, kaisar meminta jiang li untuk tinggal sebentar bersama dengan dirinya.
"bersabarlah putra ku, ayah akan terus berusaha agar secepatnya dapat menemukan tunangan mu" ucap kaisar menepuk bahu putra nya
"terimakasih atas niat baik anda ayahanda", ujar jiang li lalu berpamitan untuk pergi dari dalam aula, kaisar menatap sendu kepergian pangeran ke tujuh, semenjak xiao mei hilang, tidak pernah ada lagi tutur kata lembut dan juga senyum an yang melekat di wajah tampan jiang li.
***
"bagaimana?" tanya permaisuri
"sesuai keinginan anda ibunda" jawab putra mahkota
"bagus, segera kirim kan orang untuk meracuni mereka di dalam medan perang" ujar permaisuri
__ADS_1
"ibunda tenang saja, aku telah menyelinap kan beberapa orang kedalam pasukan perang" bangga putra mahkota
"bagus sekali, dengan ini tidak akan ada lagi batu penghalang yang akan menghalangi kita" sinis permaisuri
"ibunda benar, hanya tinggal beberapa lalat saja yang akan segera kita singkirkan" ujar putra mahkota mengingat beberapa pangeran yang saat ini tidak berada di dalam kerajaan.
"iya mereka bukan lah masalah yang besar untuk kita" timpal permaisuri.
permaisuri ingin meracuni semua pangeran yang di kirim oleh kaisar kedalam medan perang sehingga mereka akan di kabarkan mati karena peperangan dan tidak akan pernah ada orang yang mencurigai permaisuri dan juga putra mahkota, dengan menyingkirkan beberapa pangeran akan menjadi lebih mudah lagi untuk putra mahkota mendapatkan tahta kerajaan.
setelah berhasil menyingkirkan pangeran ke tiga, empat dan juga tujuh, permaisuri dan juga putra mahkota hanya perlu mengatasi beberapa pangeran yang saat ini sedang berada di luar kerajaan karena suatu alasan, pangeran ke dua, lima, enam dan juga delapan, mereka berempat bukan lah musuh besar bagi putra mahkota karena mereka sama sekali tidak memiliki kekuasaan yang besar di dalam kerajaan.
tanpa mereka sadari ada sepasang mata yang sedari tadi sedang mengintai pembicaraan mereka, terlihat sebuah senyuman devil muncul di wajah nya menatap sinis kedua ibu dan anak yang berada tidak jauh dari tempat nya.
"baik lah ibunda, ananda mohon undur diri" putra mahkota berlalu pergi dari kediaman permaisuri.
"sampai kapan pun kekuasaan ini hanya akan terus menjadi milik ku" sinis permaisuri.
***
"huh, hanya melawan para manusia saja apa yang perlu di takutkan" sinis jiang li dalam hati melihat ketiga orang yang berada di depan nya saat ini sedang mengkhawatirkan dirinya.
"baik lah jika itu sudah menjadi keputusan adik, tapi kau harus berhati hati" ujar biu hie memperingati
"benar kata kakak ke tiga, garda terdepan cukup beresiko, kami akan berusaha membantu diri mu secepat mungkin, jika kau mengalami sebuah kesulitan" timpal pangeran ke empat
"kalian tenang lah, aku bukan pertama kali masuk kedalam medan perang" ujar jiang li melerai kedua kakak nya yang sudah seperti emak emak cerewet 🤭
"tapi tetap saja..." biu hie
__ADS_1
"iya iya, mari kita bahas strategi yang akan kita gunakan di dalam medan perang itu jauh lebih penting saat ini" potong jiang li tidak ingin mendengar ocehan dari biu hie dan juga yang lain nya
setelah nya mereka berempat di debat kan dengan berbagai rancangan strategi yang akan di jalan kan di dalam medan peperangan.
***
langit cerah membias cahaya matahari, mentari yang bersinar terik terasa sangat hangat, para pasukan kerajaan telah bersiap akan segera berangkat menuju medan peperangan.
semua rakyat berkumpul untuk menyaksikan keberangkatan mereka, banyak doa yang terpanjat kan untuk para prajurit sanak keluarga mereka yang ikut masuk kedalam medan perang, dan doa untuk kemenangan kerajaan.
kaisar memulai dengan acara doa dan juga pemberkatan kepada dewa agar di anugerah kan sebuah kemenangan dan juga kejayaan selalu bagi kerajaan milik nya, setelah acara selesai semua prajurit mengikuti komando mereka yang telah di sepakati sebelum nya.
jiang li membawa 1500 padukan sebagai garda terdepan, sisa nya di bagi untuk pasukan pangeran ketiga, dan juga ke empat, jendral dan juga panglima ikut serta dalam garda terdepan karena permintaan dari pangeran ke tiga dan empat agar mereka berdua melindungi adik ketujuh.
semua pasukan berangkat meninggalkan kerajaan menuju medan peperangan, permaisuri dan juga putra mahkota telah menyelinap kan beberapa orang di antara para pasukan kerajaan sebagai prajurit untuk melayangkan rencana mereka nanti nya.
kerajaan matahari telah bersiap di medan perang terlebih dahulu bahkan mereka telah sampai dua hari sebelum pasukan kerajaan datang, pasukan kerajaan matahari telah menyusun berbagai rencana agar dapat menggulingkan kerajaan, walaupun ada dewa perang yang ikut dalam peperangan, kerajaan matahari percaya jika rencana mereka akan mampu mengalahkan semua pasukan kerajaan.
para pasukan kerajaan telah sampai di medan yang akan di gunakan untuk berperang nanti, beberapa prajurit di kerahkan untuk membangun tenda militer bagi semua pasukan.
"kak, aku akan pergi sebentar" kata jiang li kepada biu hie
"berhati hati lah" ujar biu hie
jiang li pergi menemui sosok misterius di suatu tempat, sedangkan orang orang dari permaisuri dan juga putra mahkota telah memulai aksi mereka, untuk segera menuntaskan tugas yang telah di berikan kepada mereka.
saat jiang li kembali sudah banyak orang yang berserakan di mana mana
"apa yang terjadi?" tanya jiang li menatap orang orang yang sudah tergeletak di tanah.
__ADS_1
🍁