
"apa yang mulia, mengetahui cerita tentang suku bork?" tanya xiao mei dengan raut wajah yang serius
"dari mana nona xiao mengetahui tentang hal itu?" putra mahkota kerajaan matahari bertanya kembali
"saya tanpa sengaja mendengar cerita tentang mereka saat sedang berada di dalam sebuah restoran" ujar xiao mei apa ada nya
"oh begitu, untuk apa nona xiao menanyakan nya kepada saja?" kata putra mahkota kerajaan matahari
"saya mendengar jika cerita tentang suku bork sangat terkenal di wilayah kerajaan anda, jadi saya bertanya kepada anda, apakah yang mulia mengetahui tentang mereka?" ujar xiao mei
"iya, cerita tentang suku itu memang tersebar luas dalam masyarakat kerajaan saya" kata putra mahkota menyetujui
"saya juga mengetahui tentang suku itu, tapi apa yang membuat nona begitu penasaran kepada suku itu?" lanjut putra mahkota
"saya akan berkata jujur" ujar xiao mei
"sebentar nya beberapa waktu lalu saya mengetahui dari mata mata yang telah saya kirim kan untuk mengawasi pergerakan permaisuri kaisar, bahwa permaisuri saat ini memiliki dukungan dari orang lain, dia mengatakan jika pasukan yang mendukung permaisuri memang terbilang cukup sedikit namun sangat terkenal dengan kesadisan mereka" ujar xiao mei.
(padahal mah xiao mei tidak mengirim mata mata untuk mengetahui tentang suku bork, semua yang xiao mei ketahui karena ingatan di kehidupan pertama milik nya🤭)
"jadi saya memutuskan untuk menggali informasi tentang orang orang itu, sampai saya mendengar tentang suku bork, saya merasa cukup yakin jika mereka lah orang orang itu" jelas xiao mei, putra mahkota kerajaan matahari terlihat sedang mencerna perkataan xiao mei dengan seksama
"eemmm, sebenarnya saya juga tidak terlalu mengetahui secara pasti tentang suku bork , hanya saja baru baru ini saya mendengar jika suku bork telah di kendalikan oleh seseorang" kata putra mahkota
"apa yang mulia mengetahui siapa orang itu?" tanya xiao mei antusias
"tidak" singkat putra mahkota kerajaan matahari membuat xiao mei sedikit kecewa.
__ADS_1
"apa yang mulia mengetahui di mana keberadaan suku bork itu?" tanya xiao mei lagi
"saya pernah mendengar tempat persembunyian mereka (mulai berfikir) ah iya, ayahanda memiliki denah wilayah mereka, mereka tinggal di luar kerajaan matahari hanya saja karena saat ini mereka telah di kendalikan oleh orang lain, ayahanda mulai waspada terhadap suku itu, ayahanda menyiapkan segala kemungkinan untuk melawan mereka, ayahanda tidak ingin jika sampai dirinya lengah oleh musuh yang masih bersembunyi" jelas putra mahkota kerajaan matahari
mendengar hal itu membuat xiao mei sangat senang
"yang mulia, bisakah setelah semua ini selesai, kita mencari keberadaan wilayah suku bork secara langsung, dengan begitu mungkin saja kita dapat mengetahui siapa sebenarnya orang yang telah mengendalikan suku itu" tawar xiao mei
"apa yang kau katakan memang benar nona hanya saja, kita tidak bisa kesana jika hanya berdua, kita membutuhkan beberapa orang untuk pergi bersama agar dapat lebih aman" ujar putra mahkota kerajaan matahari
"saya akan mengajak kakak jiang untuk ikut juga" kata xiao mei penuh semangat
"apa kalian begitu saling mencintai?" goda putra mahkota kerajaan matahari, pipi xiao mei langsung bersemu merah karena merasa sangat malu
"sudah itu saja yang mulia, seperti nya acara akan segera di mulai, ingat, kita akan mencaritahu tentang suku itu bersama sama setelah semua sandiwara ini selesai" ujar xiao mei melarikan diri dari putra mahkota kerajaan matahari karena tidak ingin di goda lagi.
*flash on*
"calon adik ipar memang memiliki kepedulian yang cukup besar kepada kerajaan kita" ujar biu hie setelah mendengar cerita dari putra mahkota kerajaan matahari tentang xiao mei tadi
"pantas saja adik ke tujuh sangat mencintai dirinya" timpal lie han, kedua orang yang mendengar kan ucapan lie han hanya membalasnya dengan anggukan kepala saja
di depan sana, permaisuri dengan menteri pertahanan sedang menunggu kedatangan seseorang, mungkin saja pemimpin dari suku bork
"salam nyonya dan tuan" kata ketua suku yang baru datang menghampiri kedua orang yang sudah berada di dalam
"bagaimana apa semua pasukan mu sudah kau latih dengan baik?" tanya permaisuri tanpa basa basi
"sudah nyonya, semua hanya tinggal menunggu perintah dari anda saja" jawab ketua suku
__ADS_1
"bagus sekali, jika semua ini sudah selesai, sesuai dengan perjanjian kita, suku kalian akan mendapatkan seperempat dari wilayah kerajaan kaisar, tapi ingat kalian tetap di bawah kepemimpinan kerajaan" ujar permaisuri memperingati
" itu bukan masalah nyonya, hanya saja kami semua di sini sangat tidak suka di perintah oleh orang lain, kami dapat mematuhi bahwa kami harus hidup di bawah kepemimpinan kerajaan anda, tapi yang perlu anda ingat, kami akan tetap hidup sesuai dengan keinginan kami, dan anda para orang kerajaan tidak mempunyai hak untuk mengatur atau bahkan mengusik ketenangan hidup kami" jelas ketua suku itu dengan tegas
"baik lah itu tidak masalah, tapi saya minta, jika nanti ada sebuah peperangan yang terjadi antar kerajaan, bisakah suku anda tetap membantu kerajaan?" ujar permaisuri
"itu sudah menjadi tugas kami melindungi satu wilayah yang berada di sekitar kami" jawab kepala suku
"bagus sekali, sesuai dengan harapan, semoga kerjasama kita dapat berjalan dengan baik" seringai jahat permaisuri
"permaisuri memang sangat hebat" ujar menteri
"kita harus menjadi orang licik, jika menginginkan sesuatu yang memang pantas menjadi milik kita" kata permaisuri membalas
lalu mereka bertiga membahas rencana yang akan mereka jalan kan selanjutnya, keempat orang yang sedang bersembunyi tentu saja mendengar semua isi percakapan di antara ketiga orang tersebut sampai pembicaraan mereka selesai, dan kedua orang itu kembali mengenakan jubah hitam yang mereka pakai sedari awal memasuki perkampungan suku bork, lalu pergi meninggalkan suku bork setelah di rasa semuanya telah selesai.
"ternyata permaisuri begitu keji" ujar lie han yang mendengar semua rencana ketiga orang tadi
"kau benar adik, kita harus segera menyusun sebuah rencana" timpal biu hie
"bagaimana jika kita membicarakan tentang hal itu bersama dengan pangeran ke tujuh" tawar putra mahkota
"itu solusi yang baik, karena adik ketujuh sangat pintar dalam mengatur sebuah strategi, apa lagi dalam urusan medan perang, dia yang paling dapat di andalkan" ujar biu hie
mereka bertiga dengan hati hati berusaha keluar dari perkampungan suku bork, agar tidak tertangkap oleh orang orang di sana.
sedang kan jiang li, dirinya justru berfikir ingin langsung memuaskan semua suku bork itu setelah mendengar kelicikan yang baru saja ketiga orang di hadapan nya rencana kan, tapi niat nya di urung kembali, karena jiang li di larang menggunakan kekuatan milik nya di dalam dunia bawah terkecuali ada sesuatu hal yang memang sangat mendesak bagi dirinya atau semua makhluk bawah.
hai teman teman😍 jangan lupa beri dukungan kalian terus yah😉 agar mimin tetap semangat untuk melanjutkan alur cerita nya🥳
__ADS_1
salam sehat selalu untuk kalian semua😘 terimakasih juga yang sudah mau berkenan untuk mampir ke karya karya aku☺️
🍁