SANG PERMAISURI

SANG PERMAISURI
CHAPTER 50


__ADS_3


langit cerah membias cahaya, sinaran hangat sang mentari menyinari seluruh alam semesta, kibasan angin sayup sayup menerjang semua benda yang di lalui, hari nampak begitu indah nan cerah menciptakan sebuah kebahagiaan bagi semua yang bernafas


keramaian serta kemeriahan terlihat di sebuah aula besar kerajaan, banyak orang yang sedang berlalu lalang kesana kemari tanpa henti, kesibukan begitu terlihat di sana.


sebuah pesta dengan nuansa pernikahan tengah di gelar dalam aula besar itu, seorang pria serta wanita memakai baju merah has pengantin cina kuno tengah berhadapan dengan sang pendeta yang sedang memberkati kedua nya, di iringi oleh beberapa tamu yang berada di sekitar nya.


pernikahan putra mahkota dengan putri kerajaan barat sedang berlangsung, suasana terlihat sangat megah serta meriah, banyak ucapan selamat terlontar kan untuk kedua mempelai yang telah menyatukan sebuah ikatan persaudaraan di antara kedua kerajaan.


***


malam hari, setelah semua nya telah berakhir, tinggal lah kedua mempelai di dalam kamar pengantin mereka, kedua nya melakukan apa yang di lakukan oleh para pengantin pada umum nya di dalam sana (bayang kan sendiri yang jelas kamar di penuhi dengan kehangatan yang hakiki🤣)


setelah pergulatan panjang putra mahkota memeriksa permaisuri baru nya, setelah memastikan wanita itu telah benar benar terlelap, putra mahkota pergi meninggalkan kamar pengantin secara diam diam


putra mahkota menuju sebuah daerah yang terletak di ujung kerajaan, sebuah desa yang terlihat sederhana nampak tidak ada sesuatu yang janggal di sana, suasana desa yang tenang memiliki suasana yang terasa asri has pedesaan, tapi siapa yang menyangka desa yang terlihat sederhana itu terdapat semua kamp militer yang telah di bangun lama oleh putra mahkota yang di bantu permaisuri kaisar, kamp itu terletak tepat di tengah tengah desa namun tidak ada satu orang pun yang dapat menyadari keberadaan nya, karena pintu utama memasuki kamp itu merupakan sebuah gubug tua yang sudah terlihat reyot yang terlihat seperti tidak terurus sama sekali, namun suasana akan jauh berbeda setelah kita masuk kedalam gubug tua itu, kita akan di perlihatkan sebuah badan militer yang terlihat elite bersembunyi di balik bangunan gubug tua tadi, bangunan bagian luar dan bagian dalam terlihat sangat jauh berbeda, sangat sulit jika di bayangkan oleh orang lain jika di balik gubuk tua itu terdapat pasukan militer yang cukup tangguh ( benar benar seperti bunglon)


para prajurit militer yang ada di sana terlihat cukup kuat serta persenjataan yang ada pun sangat lengkap dan bahkan di dalam sana terdapat tempat khusus untuk menempa senjata.


bukan tanpa alasan putra mahkota mengunjungi bagan militer yang telah dia bangun sejak lama itu, alasan apa lagi selain melayangkan aksi yang telah di rencanakan sebelum nya.

__ADS_1


tepat pada malam itu juga, jiang li beserta para pangeran yang lain sedang mulai bersiap siap untuk menjalankan aksi mereka di saat yang bersamaan dengan putra mahkota yang akan mulai beraksi tentu nya.


jiang li membagi pasukan menjadi beberapa bagian lalu menugaskan para pangeran untuk memimpin masing masing pasukan yang telah di bagi oleh jiang li sebelumnya.


"apa kah kita akan segera memulai peperangan adik?" tanya biu hie kepada jiang li, saat di undang ketempat jiang li, biu hie melihat banyak prajurit yang telah berada di sana


"belum" singkat jiang li sambil mengeluarkan peta kerajaan kaisar lalu membukanya di atas meja yang berada tepat di tengah tengah semua orang yang telah datang


"lalu untuk apa semua pasukan itu?" ujar lie han menunjuk para pasukan yang telah jiang li bagi


"untuk di pimpin oleh kalian" singkat jiang li sambil menandai beberapa daerah di dalam peta kerajaan kaisar


"adik mengapa kita memerlukan pasukan hanya untuk pergi ke sebuah pedesaan? bukan kah kau tahu sendiri semua titik daerah yang kau tandai merupakan pedesaan kecil di sisi kerajaan kita, kehidupan di sana sangat tentram dan sangat aman, karena hanya sebuah desa kecil saja yang ada di sana, sehingga tidak pernah ada yang menghiraukan keberadaan mereka atau bahkan mengusik kehidupan di sana selama ini" ujar lie han mengingat kan jiang li tentang kondisi daerah yang jiang li tandai


"dan juga bukan kah seharusnya malam ini kita mengawasi kakak putra mahkota dan berupaya untuk mencegah rencana milik nya, aku sangat yakin setelah acara pernikahan ini, putra mahkota bersama dengan permaisuri akan segera beraksi" lanjut lie han


" iya itu benar adik" timpal para pangeran yang lain nya


"tidak ada waktu untuk menjelaskan lebih dalam lagi, segera lah pergi ke sana, nanti kalian akan mengetahui mengapa aku menandai desa desa terpencil itu, jika kalian telah selesai segera temui aku" ujar jiang li


semua pangeran hanya menghela nafas berat menanggapi pemikiran jiang li yang tidak dapat mereka baca sama sekali

__ADS_1


"sudah lah, mari kita pergi" ujar biu hie melerai.


para pangeran masing masing bergegas pergi menuju lokasi yang telah di tentukan oleh jiang li bersama dengan pasukan yang akan mereka pimpin, saat telah sampai di sana mereka baru mengerti apa yang maksud oleh jiang li, pedesaan kecil itu kini sedang di serang oleh pasukan putra mahkota


melihat tindakan aneh putra mahkota tentu saja para pangeran merasa sedikit terkejut, awal nya para pangeran merasa bingung tentang apa tujuan dari putra mahkota yang menyerang desa kecil itu? bukan kah hanya sebuah pedesaan kecil saja, mengapa harus serang dengan begitu ganas? kebingungan para pangeran tidak berlanjut lagi, setelah para pangeran melihat pasukan elit kerajaan kaisar yang selama ini selalu tersembunyi tanpa ada yang mengetahui letak keberadaan mereka kecuali kaisar sendiri keluar dari tempat pelatihan nya yang berada di sisi desa itu untuk melawan pasukan putra mahkota yang sedang menyerang desa tempat tinggal mereka


sudah menjadi rahasia umum, seluruh penjuru kerajaan sangat tahu jika para pasukan elit kerajaan hanya akan di keluarkan dari tempat pelatihan mereka, jika kerajaan mengalami penyerangan yang membahayakan pertahanan kerajaan, mereka di tugaskan sebagai benteng pertahanan istana serta menjadi pelindung kaisar di kerajaan jika sebagian pasukan perang kerajaan sedang pergi berperang


sudah dapat di pastikan tujuan putra mahkota melakukan penyerangan itu, bertujuan untuk memblokir jalan kaisar saat aksi pemberontakan terjadi.


"sungguh sebuah kejutan!" seru para pangeran di daerah mereka masing masing, setelah mengetahui niat dari putra mahkota yang ingin melumpuhkan seluruh pasukan elit kerajaan kaisar terlebih dahulu sebelum memulai akan memberontak, melihat hal itu para pangeran langsung turun tangan untuk membantu para pasukan elit kerajaan mengalahkan pasukan putra mahkota hingga tanpa sisa.


sedangkan jiang li sedang pergi menuju tempat yang akan di datangi langsung oleh putra mahkota, sebelum nya jiang li telah memerintahkan para pasukan elit kerajaan yang akan di serang oleh putra mahkota untuk menyerah saat penyerangan terjadi kepada mereka, jiang li memerintah para pasukan elit kerajaan melalui surat yang jiang li kirimkan Langsung kepada komando pasukan, di dalam surat itu terdapat stempel kaisar sehingga komando mau menuruti perintah jiang li, jiang li melakukan itu agar putra mahkota merasa dirinya telah berhasil menerobos pasukan elit kerajaan juga demi menurunkan angka korban yang tidak bersalah dalam desa kecil di sana.


para pangeran yang telah menyelesaikan tugas nya, jiang li meminta mereka untuk mengurus salah satu anak buah nya untuk menemui putra mahkota dengan menggunakan baju pemimpin dari pasukan putra mahkota melalui surat yang jiang li kirimkan kepada para pangeran, para utusan itu bertujuan untuk memberi laporan kepada putra mahkota bahwa pasukan putra mahkota telah berhasil menguasai pasukan elit kerajaan sesuai perintah dari putra mahkota sebenarnya


putra mahkota merasa sangat puas dengan kinerja semua pasukan yang telah dia latih cukup lama


"semua akan segera berakhir" kata putra mahkota sebelum berlalu pergi meninggalkan desa itu untuk kembali menuju kerajaan.


🍁

__ADS_1


__ADS_2