SANG PERMAISURI

SANG PERMAISURI
CHAPTER 26


__ADS_3


sifat malu xiao mei membuat jiang li terus ingin menggoda nya, jujur saja jiang li sangat ingin secepatnya menjadikan xiao mei sebagai permaisuri milik nya, berdekatan dengan xiao mei bagaikan candu di dalam diri jiang li, jiang li ingin terus bisa bersama dengan xiao mei


"baik lah, jadi apa yang hendak permaisuri jiang ini katakan?" tanya jiang li mencoba berhenti menggoda xiao mei


"eemmm, sebelum aku mengatakan nya, aku ingin bertanya satu hal pada kakak jiang" ujar xiao mei agak ragu


"katakan lah" ucap jiang li santai


"apa kakak akan ikut dalam perebutan tahta kaisar?" tanya xiao mei serius menatap jiang li


"bukan kah kau pernah bertanya seperti itu pada ku sayang" ujar jiang li mengingat kan xiao mei, dulu xiao mei pernah bertanya saat pertama kali mereka bertemu setelah kehidupan kedua xiao mei.


"ah iya, tapi aku benar benar ingin mengetahui nya lagi" kata xiao mei memaksa


"apa ada hal yang begitu sangat penting sampai kau memikirkan tentang hal itu xiao'er" ucap jiang li menatap xiao mei penuh arti


"jujur saja ini sangat penting bagi kerajaan kita kakak jiang" kata xiao mei sangat serius memberi pengertian kepada jiang li


"kau tidak perlu memikirkan soal itu sayang ku, percaya lah pada ku, aku dapat mengatasi nya" ujar jiang li menatap lembut wanita di hadapan nya, jiang li tidak ingin jika sampai xiao mei ikut serta dalam perebutan tahta kaisar kembali seperti kehidupan lalu


"tapi kak jiang, kau tidak tahu seberapa licik nya putra mahkota dan juga permaisuri" ucap xiao mei memperingati


"kau mengetahui sesuatu?" tanya jiang li menatap serius xiao mei


"iya kita harus menghentikan mereka atau kerajaan kita akan menjadi tidak stabil" ujar xiao mei meyakinkan jiang li

__ADS_1


"jadi apa yang ingin mereka lakukan" ucap jiang li bersiap mendengarkan xiao mei berbicara


"mereka telah memiliki persiapan sejak lama, permaisuri dan juga putra mahkota memiliki kekuatan militer lain nya di tempat tersembunyi tidak jauh dari kerajaan hanya saja tidak di ketahui oleh semua orang termasuk oleh kaisar sendiri, mereka akan menggunakan nya saat peperangan melawan kerajaan matahari, bukan kah saat ini kerajaan kita sedang berselisih dengan kerajaan matahari?" jelas xiao mei, jika di ingat ingat seharusnya tidak lama lagi kedua kerajaan akan segera berperang, dalam peperangan xiao mei yang akan melakukan berbagai macam cara agar dapat menyingkirkan para pangeran yang lain, termasuk jiang li dulu, namun sampai tahta di genggam oleh putra mahkota, jiang li masih berhasil untuk terus hidup, setelah kemenangan kerajaan melawan kerajaan Matahari, putra mahkota memberontak lalu di jadikan kaisar selanjutnya di situ xiao mei di angkat menjadi permaisuri walau tidak lama setelah nya xiao mei terbunuh oleh putra mahkota sendiri.


"dari mana kau mengetahui nya?" kata jiang li melihat raut wajah xiao mei yang tidak terlihat senang saat menjelaskan kepada jiang li, xiao mei terdiam dirinya tidak tahu harus menjawab apa, bagaimana mungkin xiao mei mengatakan jika mereka pernah mati bersama dan hidup kembali, bagaimana jika hanya xiao mei yang telah hidup kembali.


"katakan lah, percaya lah, aku akan selalu mempercayai apa yang kau katakan, walau pun itu tidak masuk akal sekali pun" ujar jiang li meyakinkan xiao mei yang terlihat ragu ingin mengatakan sesuatu kepada dirinya.


"aku belum bisa mengatakan nya, tapi percayalah apa yang aku katakan itu memang benar adanya" ujar xiao mei, bukan xiao mei tidak mempercayai jiang li hanya saja akan terasa tidak masuk akal jika dirinya mengatakan tentang fakta kematian dan kebangkitan nya kembali.


"baik lah, tidak perlu di paksakan,percayalah apapun yang kau katakan aku selalu mempercayai nya" kata jiang li meyakinkan xiao mei


"terimakasih" ucap xiao mei, xiao mei bersyukur di kehidupan ini xiao mei bisa bersama dengan jiang li yang sangat mengerti tentang dirinya, tidak seperti putra mahkota yang hanya bisa memaksa dirinya agar bisa terus lebih berguna untuk membantu putra mahkota mendapatkan tahta saja lalu dibuang setelah di pakai.


"jadi langkah apa yang ingin kau lakukan selanjutnya" tanya jiang li menatap xiao mei serius, mereka berdua membahas semua rencana mereka dengan serius selanjutnya.


xiao mei kembali menuju kediaman mentri xiao, dirinya merasa sangat lega setelah mengatakan segalanya kepada jiang li, walau pun jiang li tetap tidak menginginkan tahta yang terpenting jiang li mau membantu kerajaan nya agar tidak jatuh di tangan orang yang salah kembali.


saat melewati pasar xiao mei ingin berjalan jalan sebentar di sana, tanpa sengaja dirinya bertemu dengan putra mahkota, segera xiao mei ingin langsung pergi namun putra mahkota sudah lebih dulu melihat keberadaan xiao mei


"tunggu nona xiao" ujar putra mahkota memegang tangan xiao mei agar tidak pergi


"maaf yang mulia tolong lepaskan tangan saya, anda menyakiti saya", kata xiao mei menarik tangan nya paksa yang di genggam erat oleh putra mahkota


"baik lah tolong maafkan aku, bisakah kita berbicara sebentar" ucap putra mahkota memohon


"bicara lah" ketus xiao mei

__ADS_1


"ikut lah dengan ku" ujar putra mahkota melangkah masuk kedalam sebuah kedai teh tak jauh dari tempat mereka bertemu tadi, xiao mei mengikuti langkah putra mahkota


"jadi apa yang hendak anda bicarakan yang mulia" ucap xiao mei tidak sabar ingin cepat pergi dari sana


"kita baru saja masuk, duduk lah, mengapa kau begitu terburu buru" ujar putra mahkota


"sudah lah yang mulia, langsung pada intinya saja" kata xiao mei malas


"mengapa kau selalu terlihat membenci diriku, apa karena dulu aku selalu menolak dirimu" ucap putra mahkota menatap xiao mei


"jika itu yang ingin anda katakan, seperti nya kita tidak perlu membicarakan nya lagi yang mulia" kata xiao mei malas langsung berdiri dari tempat duduk nya


"tunggu, jika memang sikap ku dulu yang membuat mu menjadi seperti ini, tolong maaf kan diriku" ucap putra mahkota menghentikan xiao mei


"bukan kah sedari dulu anda mengharapkan sikap saya yang seperti ini yang mulia, jadi tidak ada yang perlu di maaf kan, hampa mohon undur diri yang mulia" ujar xiao mei merasa jengah berada di dekat putra mahkota, bayangan putra mahkota yang telah tega membunuh anak dan juga dirinya selalu tergambar dengan jelas setiap kali xiao mei melihat putra mahkota


"dulu memang salah ku, bisa kah kita melupakan masa lalu" ucap putra mahkota menghentikan langkah xiao mei


"maaf yang mulia, semua sudah berlalu dan hamba sudah tidak mempermasalahkan nya lagi, terlebih saat ini hamba sudah menjadi tunangan pangeran jiang jadi mohon anda lebih menjaga sikap anda yang mulia" jelas xiao mei melepaskan tangan putra mahkota terus berlalu pergi dari hadapan putra mahkota begitu saja.


"mengapa sangat sulit mendapatkan hati nya! aku harus segera menyingkirkan jiang li! awas saja kau xiao mei, kau akan segera aku dapatkan bersama dengan tahta kerajaan" ancam putra mahkota dalam hati melihat kepergian xiao mei.


xiao mei sangat berharap dirinya mampu menghilangkan semua bayangan pahit di kehidupan lalu, namun perbuatan putra mahkota dan juga sie tang sangat lah membekas di dalam hati nya, mungkin saja suatu saat nanti xiao mei dapat melupakan semua kenangan pahit itu tapi tidak untuk saat ini, sekarang prioritas utama xiao mei menyelamatkan kerajaan dari kehancuran yang akan di lakukan oleh putra mahkota dan juga permaisuri, fikir xiao mei termenung di dalam kereta milik nya, sesekali xiao mei menghela nafas kasar.


~kehidupan bagaikan sebuah permainan, terkadang apa yang kita harapkan tidak selalu sesuai dengan apa yang kita butuh kan~


🍁

__ADS_1


__ADS_2