
awan hitam telah hilang di gantikan dengan awan putih nan birunya langit yang cerah di atas sana, keadaan mulai kembali normal seperti sediakala bahkan seperti tidak pernah terjadi apa apa sebelum nya.
jiang li dapat merasakan bahwa ratu suku klan iblis telah bangkit kembali dan pasti dirinya sedang menunggu jiang li di dunia atas sana, namun untuk saat ini jiang li harus mengurus urusan nya di dalam dunia bawah terlebih dahulu, lagi pula jiang li yakin saat ini ratu klan iblis belum sepenuhnya membangkitkan kekuatan milik nya, setelah kalah saat melawan dirinya ribuan tahun lalu, tidak akan mudah memulihkan kembali kekuatan yang pernah terluka sangat parah, butuh beberapa waktu bahkan bisa tahun agar dapat kembali seperti semula.
"tunggu aku, aku akan segera kembali dan menghadapi dirimu lagi" ujar jiang li menatap langit yang terlihat begitu cerah.
"adik ke tujuh boleh aku masuk" suara biu hie di luar sana membuyarkan fikiran jiang li tentang ratu suku klan iblis yang telah bangkit itu.
"masuk lah" jawab jiang li
"apa aku mengganggu dirimu?" tanya biu hie
"tidak" singkat jiang li
"baik lah, aku kemari karena ingin membahas mengenai rencana selanjutnya dengan dirimu untuk menghadapi permaisuri dan juga putra mahkota nanti" kata biu hie, lalu jiang li dan juga biu hie mengobrol tentang rencana yang akan mereka berdua lakukan selanjutnya.
saat ini sudah hampir tiga bulan lama nya para pasukan kerajaan pergi berperang melawan para pasukan kerajaan matahari namun kaisar masih belum pernah sedikit pun mendapatkan kabar tentang apa yang sedang terjadi dalam masa peperangan di sana, setiap kali kaisar selalu terlihat sangat gusar dan juga gelisah, dirinya tidak khawatir tentang kemenangan kerajaan namun lebih khawatir tentang keselamatan ketiga putranya, mau bagaimana pun ketiga putranya yang telah kaisar kirim sendiri kedalam medan perang itu, merupakan kandidat kaisar selanjutnya yang lebih cocok dan memadai dari pada putra mahkota sendiri, kaisar mengkhawatirkan masa depan kerajaan milik nya jika sampai dirinya salah mengambil sebuah keputusan nanti.
melihat kaisar yang begitu gusar permaisuri selalu berusaha menenangkan hati nya, walaupun sebenarnya jauh dalam hati permaisuri, dirinya lebih berharap jika para pangeran telah mati.
selama tiga bulan lama nya sang permaisuri juga belum mendapatkan kabar apa pun dari orang orang yang telah beberapa kali permaisuri utus untuk segera membunuh para pangeran dalam medan perang, sudah sangat lama sampai sampai permaisuri selalu mengirim orang beberapa kali hanya untuk menyusul dan memastikan kematian para pangeran namun sampai detik ini, para utusan nya sama sekali tidak pernah ada yang mengirimkan kabar kepada dirinya membuat permaisuri merasa seperti di permainan saja.
walaupun begitu permaisuri masih tidak ingin menyerah begitu saja, karena ini merupakan sebuah kesempatan emas yang sangat langka bagi dirinya maupun putra mahkota agar dapat segera mendapatkan apa yang selama ini mereka ingin kan.
seseorang datang menghadap kaisar di kerajaan, dirinya merupakan seorang pembawa pesan yang di utus langsung oleh para pangeran yang sedang berada di dalam medan peperangan saat ini.
"salam yang mulia semoga panjang umur dan jaya selalu" ucap utusan itu menghadap kaisar
"salam mu zhen terima, apa yang akan hendak kau sampaikan kepada zhen, zhen harap itu kabar yang baik" ujar kaisar menatap utusan yang ada di hadapan nya.
__ADS_1
"hamba membawa pesan suara dari para pangeran, para pangeran mengatakan jika mereka masih membutuhkan beberapa waktu lagi untuk mengalahkan lawan, dan hamba juga di utus untuk menyampaikan sebuah pesan yang lain, namun sepertinya pesan yang akan saya sampaikan ini bukan kabar baik yang mulia" jelas utusan itu yang mengetahui isi dari pesan yang di tulis langsung oleh pangeran ke tiga.
"kata kan" tegas kaisar bersiap menerima segala kemungkinan apapun dari pesan yang akan di sampai kan oleh utusan itu.
"pesan ini bukan pesan lisan yang mulia, saya membawa pesan tertulis dan hanya anda yang boleh membuka nya" utusan itu menyerahkan sebuah kertas kepada kaisar.
kaisar langsung menerima dan membaca nya sendiri, terlihat raut wajah kaisar yang tadi nya sangat tenang dan penuh wibawa, langsung berubah menjadi sangat serius di selimuti dengan kemarahan terpancar dari wajah kaisar namun seketika raut wajah nya berubah kembali menjadi seperti semula, setelah membacanya kaisar langsung membakar kertas itu di perapian.
"baik lah, kau boleh pergi sekarang" perintah kaisar
"baik yang mulai, hamba mohon undur diri" ucap utusan itu langsung berlalu pergi dari hadapan kaisar.
tanpa ba bi bu be bo kaisar langsung pergi meninggalkan singgasana nya begitu saja, entah apa yang akan kaisar lakukan, karena terlihat dengan jelas jika kaisar sedang sangat terburu buru saat keluar dari ruangan milik nya, walau pun ekspresi wajah nya terlihat tenang dan penuh wibawa.
"bagaimana?" tanya permaisuri kepada mata mata yang telah dia kirim untuk mengawasi kaisar
"hamba mendengar jika para pangeran masih membutuhkan waktu dalam perang melawan kerajaan matahari, lalu kaisar mendapatkan pesan tertulis sepertinya berita itu sangat buruk, bahkan raut wajah kaisar terlihat sangat khawatir dan juga penuh amarah secara bersamaan setelah membaca pesan itu, seperti ada hal buruk yang sedang terjadi di antara para pangeran" jelas mata mata itu kepada permaisuri.
"lalu?" tanya permaisuri masih belum puas mendengar penjelasan dari mata mata milik nya
" bagus, kau terus awasi pergerakan kaisar" perintah permaisuri
"baik yang mulia, hamba mohon undur diri" mata mata itu berlalu pergi meninggalkan kediaman permaisuri.
"haha, sebentar lagi semua yang aku ingin kan akan segera terwujud" tawa jahat permaisuri menggema di seluruh ruangan milik nya.
***
"apa kau sudah memberikan pesan tulisan itu kepada kaisar?" tanya biu hie saat utusan nya telah kembali dan langsung menghadap dirinya.
"sudah yang mulia" jawab nya
__ADS_1
"apa ada seseorang yang mengikuti dirimu hu, saat kembali kemari?" tanya lie han mengingat permaisuri yang selalu mengirim orang untuk mengawasi dan juga berusaha membunuh mereka dalam medan perang, lie han menebak pasti permaisuri akan menyuruh orang untuk mengikuti utusan yang telah di kirim oleh pangeran ke tiga untuk menghadap kaisar
"benar yang mulia, memang ada beberapa orang yang mengikuti hamba, namun semua nya telah hamba bereskan" ujar utusan itu yang ternyata bernama hu
"bagus sekali hu, dari dulu kau memang selalu dapat ku andal kan" ujar biu hie merasa bangga kepada hu anak buah andalan nya.
"terimakasih atas pujian anda yang mulia, sudah menjadi tugas hamba sebagai pengawal anda" kata hu kepada biu hie tuan nya
"kakak ke tiga memang hebat bisa memiliki pengawal seperti hu, aku saja sampai saat ini belum bisa menemukan pengawal yang dapat benar benar bisa ku andalan dan menjadi kaki tangan ku😪, mereka hanya memiliki besik pengawal pada umum nya saja" keluh lie han
"sudah lah, tidak perlu menunjukan seberapa malang nasib mu itu kepada ku, aku tidak akan pernah memberikan hu kepada mu" sindir biu hie yang mengetahui maksud dari adik nya itu.
"haha, kakak benar benar sangat mengerti diriku" kekeh lie han yang ketahuan.
"siapa yang tidak dapat membaca raut wajah yang rakus seperti dirimu itu" sinis biu hie menatap tajam adik nya.
"aku tidak rakus kakak, kau lihat wajah ku ini sangat tampan jadi aku membutuhkan pengawal yang jauh lebih memadai agar dapat menjaga diriku lebih baik lagi dan bisa ku andalkan selalu seperti hu contoh nya hehe" lie han beralasan sambil cengengesan.
"cih, bahkan kau tidak setampan para pangeran yang lain apa lagi adik ketujuh, dia jauh lebih tampan dari dirimu namun jauh lebih mandiri dari pada kau yang terlihat biasa biasa saja itu " ledek biu hie menatap sinis lie han.
"jika di bandingkan dengan adik ketujuh aku memang kalah tampan, tapi jika di bandingkan dengan dirimu, diriku jauh lebih tampan" bangga lie han mengejek biu hie
"ck, bahkan istri saja kau tidak punya, masih ingin mengejek diriku" sindir biu hie tidak ingin kalah
"iya itu karena tidak ada yang bisa sesuai dengan selera ku dalam acara pemilihan waktu itu, lagi pula ayah kaisar juga tidak memaksa untuk memilih di antara para nona itu, jadi aku lebih memilih tidak mengambil seorang permaisuri saja" enteng lie han menjawab biu hie.
"bilang saja tidak lalu" telak biu hie
"sudah lah mengapa jadi membahas tentang hal itu, lebih baik kita sekarang segera menemui adik ketujuh dan juga putra mahkota kerajaan matahari untuk membahas rencana selanjutnya saja" tawar lie han yang ingin menghentikan perdebatan konyol mereka yang sudah menjadi bahan tontonan bagi para prajurit yang berada di sana.
"kau benar, ayo" ujar biu hie bersemangat, kedua pangeran itu berlalu pergi meninggalkan hu di belakang.
__ADS_1
hu hanya terkekeh melihat tingkah kedua pangeran di hadapan tadi, lalu ikut bergabung pergi bersama, untuk mencari jiang li dan juga putra mahkota kerajaan matahari.
🍁