SANG PERMAISURI

SANG PERMAISURI
CHAPTER 21


__ADS_3


"tidak bisa!!" putra mahkota memotong perkataan dari xiao mei, sontak membuat semua orang melihat kearah nya saat ini


"mengapa tidak bisa putra mahkota?" tanya kaisar kepada anak dari permaisuri nya itu


"ehhh bukan maksud hamba menentang keinginan adik ayahanda, hanya saja bukan kah tidak baik jika kita langsung mengambil menantu dari keluarga xiao lagi, setelah beberapa waktu lalu saya telah menikah dengan putri kediaman mentri xiao juga" jelas putra mahkota memberi alasan


"yang di katakan putra mahkota memang benar namun jika pangeran ke tujuh ingin menikah dengan nona xiao bisa bisa saja hanya saja tidak dalam waktu dekat ini, bagaimana pangeran?" ujar kaisar menerima alasan dari putra mahkota


"hamba tidak keberatan ayahanda lagi pula kami masih tetap bisa bertunangan, dan dekrit ini akan tetap di berikan kepada nona xiao saat ini juga" ujar jiang li


"bagus lah, kalian bisa bertunangan, dan untuk dekrit pernikahan yang berada di tangan mu, bisa berlaku untuk kapan pun, apa kau sudah merasa lebih tenang sekarang putra mahkota?"tanya kaisar melihat ekspresi putra mahkota yang seperti sedang menahan sesuatu


"ah iya, anda memang sangat bijak ayahanda" ujar putra mahkota, dirinya masih saja kesal tetap saja alasan yang dia buat masih bisa membuat jiang li bersatu dengan xiao mei, padahal seharusnya dirinya bisa mencegah hal itu.


jiang li tahu maksud dari putra mahkota, namun jiang li tidak merasa marah lagi pula semua keputusan berada di tangan xiao mei saat ini, jiang li juga tidak ingin memaksa kan hati xiao mei untuk langsung menerima kehadiran nya di dalan kehidupan xiao mei.


"terimakasih ayah hanya, jadi nona apakah anda menerima nya?" tanya jiang li masih menyodorkan dekrit pernikahan itu


"tentu saya akan menerimanya dengan senang hari yang mulia" ujar xiao mei, xiao mei sangat kesal dengan perkataan putra mahkota yang memotong pembicaraan nya, untung saja apa yang putra mahkota ucapkan sejalan dengan pikiran nya saat ini, xiao mei memang ingin menerima jiang li di dalam hidup nya hanya saja dirinya tidak ingin terburu buru lagi pula usia nya saat ini masih lah sangat muda.


kaisar sangat senang pada akhirnya pangeran ke tujuh memiliki seorang permaisuri dan dapat di masukan kedalam kandidat calon kaisar berikut nya, dengan menerima dekrit itu xiao mei secara resmi di umumkan sebagai calon permaisuri jiang oleh kaisar dan di angkat langsung sebagai seorang putri kerajaan untuk menghadiahkan kepada pangeran ke tujuh atas keberhasilan nya dalam memenangkan peperangan.


"sial! aku harus mencegah mereka bersatu" umpat putra mahkota di dalam hati, putra mahkota berfikir jika sampai jiang li dan juga xiao mei benar benar bersama posisi nya saat ini akan sangat terancam apa lagi sampai saat ini putra mahkota belum memiliki dukungan yang kuat sama sekali, yang lebih membuat putra mahkota marah lagi karena dirinya sudah mulai menyukai xiao mei, hanya ibunda nya yang bisa membantu diri nya untuk sekarang.


"salam ibunda" ucap putra mahkota menemui permaisuri kaisar di kediaman milik nya.


"duduk lah, aku ingin berbicara" ujar permaisuri

__ADS_1


"ibunda ingin membahas soal pertunangan adik ke tujuh" tanya putra mahkota


"kau benar" ucap permaisuri


"bagaimana pendapat anda" tanya putra mahkota


"kau harus menjadi lebih pintar jika ingin menduduki tahta" kata permaisuri.


***


jiang li merasa bahagia xiao mei menerima dirinya, jiang li berjanji akan selalu menjaga permaisuri kecil nya dan tidak akan membuat masa lalu terulang kembali


"sudah lama kita terpisah permaisuri" kata jiang li mengelus sebuah gambar di depan nya saat ini, teringat kenangan pahit dirinya bersama wanita di hadapan nya pada masa lalu.


xiao mei sedang berada di dalam kamar milik nya hati xiao mei merasa sangat bahagia, jantung nya berdegup kencang saat jiang li mengatakan memilih dirinya di hadapan semua orang, xiao mei merasa sangat malu dan juga bangga secara bersamaan kepada calon suami nya itu.


"aaagh! aku jadi tidak bisa tidur" kata xiao mei masih terbayang bayang kejadian tadi siang


"mengapa kamu bisa berada di dalam kamar ku?" tanya xiao mei kaget


"karena aku suami mu" goda jiang li mendekati tubuh xiao mei


"kita masih belum menikah" ucap xiao mei mengingatkan


"jadi mau ikut tidak?" tawar jiang li lagi


"eeemmm baik lah, kak jiang keluar lah dulu aku akan memakai baju" ujar xiao mei


"baik lah" kata jiang li langsung bergegas keluar, tidak lama kemudian xiao mei keluar dengan dandanan sederhana menemui jiang li

__ADS_1


"seperti ini tidak masalah bukan?" tanya xiao mei, lagi pula sekarang sudah larut malam jadi menurut nya tidak perlu terlalu berlebihan


"kau selalu terlihat sangat cantik" kata jiang li menatap wanita di hadapan nya saat ini, perkataan jiang li membuat rona merah di pipi xiao mei lolos keluar begitu saja


"eeemmm, bisa kita pergi sekarang" ucap xiao mei mencoba menetralkan keadaan


"pegangan pada ku" kata jiang li menggendong tubuh xiao mei, xiao mei langsung memeluk erat jiang li, ketika jiang li membawa dirinya dengan ilmu peringan tubuh.


jiang li membawa xiao mei ke sebuah tempat yang sangat indah, sebuah hamparan bunga pada malam hari, di sinari dengan terang nya cahaya rembulan beserta bintang di atas langit sana, memperhatikan pemandangan yang sangat menakjubkan


"ini sangat indah, kita berada di mana?" tanya xiao mei, dirinya tidak pernah tahu ada tempat yang seperti ini.


"kau harus lebih banyak berpetualang agar mengetahui tempat tempat indah seperti ini" ujar jiang li


"ah kau benar, hanya saja aku terlahir sebagai nona bangsawan" kata xiao mei, bukan dirinya tidak ingin pergi berpetualang hanya saja tugas tugas nya menjadi nona bangsawan tidak lah semudah yang di bayang kan oleh semua orang.


"sudah lah aku hanya bercanda apa kau suka?" ujar jiang li


"aku sangat menyukai nya, terimakasih" ucap xiao mei


"hanya terima kasih" sindir jiang li


"lalu" xiao mei merasa bingung dengan perkataan jiang li, jiang li langsung mendekati xiao mei hingga tidak ada jarak di antara mereka sama sekali, jantung xiao mei berdetak tidak beraturan, maniak jiang li terlihat jauh lebih indah dari arah dekat seperti ini, namun xiao mei merasa sangat gugup sekarang


jiang li menatap lekat wajah cantik permaisuri kecil nya, sudah lama dirinya merindukan wajah di hadapan nya saat ini, namun mata nya langsung tertuju kepada benda yang melekat di leher xiao mei.


"dari mana kau mendapatkan benda itu?" tanya jiang li membuyarkan fikiran xiao mei yang sudah tidak beraturan


"itu kalung pemberian dari mendiang ibunda ku" ujar xiao mei.

__ADS_1


🍁


__ADS_2