
kini jiang li sedang melatih kekuatan milik nya sebagai raja neraka, memang, saat jiang li di tugaskan oleh kaisar dewa matahari untuk turun ke dalam dunia bawah, kekuatan milik nya di segel terlebih dahulu agar tidak membahayakan kaum dunia bawah, walaupun begitu jiang li masih memiliki banyak cara agar tetap dapat melatih kekuatan miliknya, mau bagaimana pun, kekuatan jiang li jauh lebih besar dari pada semua suku ras yang ada di dalam dunia atas bahkan kekuatan dewa dewi pun tidak ada yang dapat menandingi dirinya.
jiang li sebenarnya dapat dengan mudah melihat jalan takdir milik nya sendiri, hanya saja, sebagai raja neraka dirinya juga harus tetap mematuhi jalan takdir yang sudah ada, agar semua berjalan sesuai dengan keseimbangan alam semesta.
"apa yang sedang di lakukan adik ke tujuh di bawah arus deras air terjun itu?" tanya lie han yang sedari tadi mencari jiang li tidak ketemu, dan ternyata orang yang sedang dia dan juga biu hie cari cari sedang meditasi di bawah guyuran deras air terjun tak jauh dari tempat mereka tinggal saat ini
"aku juga tidak tahu, tapi sudah beberapa kali aku melihat dia melakukan hal itu" ujar biu hie mengingat dirinya bukan pertama kali melihat jiang li bermeditasi
"apa ini akan baik baik saja untuk kesehatan tubuh nya?" tanya lie han yang sedikit ngeri melihat tingkah aneh adik ketujuh nya
"aku rasa tidak, bukti nya dia selalu baik baik saja setelah melakukan hal itu selama berjam jam di sana" jelas biu hie, biu hie sudah lebih dari tiga kali melihat tingkah aneh jiang li yang sering melakukan meditasi di bawah guyuran air terjun yang mengalir deras di sana, biu hie memang tidak tahu apa manfaat dari jiang li melakukan hal itu, namun jika melihat dari tubuh jiang li, biu hie sangat yakin tubuh jiang li tidak akan kenapa napa, karena memang selalu seperti itu.
"ketahanan tubuh nya sangat baik" puji lie han yang merasa jika dirinya berada di tempat jiang li duduk saat ini mungkin saja nanti malam dirinya sudah demam tinggi karena terlalu lama di guyur derasnya air terjun
"kau benar" ujar biu hie menyetujui.
jiang li membuka mata nya karena merasakan hawa orang lain yang berada tak jauh dari tempat nya melakukan meditasi, saat melihat biu hie, lie han dan juga hu berada tidak jauh dari dirinya, jiang li langsung menyudahi meditasi nya, bergegas menghampiri ketiga orang yang sedari tadi terus menonton dirinya sambil terus berbicara
"wow adik, apa kau tidak merasa dingin di sana?" tanya lie han antusias saat jiang li telah sampai di hadapan nya
__ADS_1
"tidak, mari kembali" kata jiang li
"kau benar benar hebat, jika aku yang berada di bawah sana sudah pasti sedari tubuh ku terus menggigil kedinginan" ujar lie han penuh keyakinan
"cih, itu karena tubuh mu lemah" sindir biu hie, sedangkan jiang li terus berjalan menuju tempat peristirahatan
"aku yakin bukan hanya diriku yang akan mengatakan itu, coba saja jika kau tidak percaya apa yang aku kata kan barusan" ujar lie han tidak mau kalah
"ah sudah lah, malas melayani makhluk cerewet seperti dirimu, ayo cepat jalan" kata biu hie bermaksud menyudahi perkataan lie han
"ck, siapa juga yang cerewet, bahwa kau dan aku itu sebelas dua belas tahu" ujar lie han yang merasa kesal kepada biu hie
"ya ya ya... terserah kau saja" kata biu hie tidak ingin memperdulikan raut wajah jengkel lie han yang terlihat sangat jelas
"jadi ada rencana apa?" tanya jiang li langsung tanpa basa basi saat mereka sudah berkumpul
"bagaimana jika kita segera kembali saja, lagi pula bukti yang kita kumpulkan sudah bisa di kata kan cukup" ujar lie han mulai membuka suara
"itu benar adik" timpal biu hie menyetujui usulan yang lie han kata kan, lagi pula mereka sudah cukup lama berada di daerah yang seharusnya menjadi medan peperangan bagi mereka melawan kerajaan matahari, walau kenyataan tidak terjadi apapun di sana, justru mereka terlihat bukan seperti sedang dalam medan perang lebih tepatnya seperti sedang berkemah dengan membawa banyaknya pasukan untuk bergabung bersama.
"seperti nya, akan lebih baik jika kita mengunjungi kerajaan Matahari terlebih dahulu untuk mengantarkan putra mahkota mereka, dan membuat surat perdamaian secara sah yang akan di berikan kepada ayahanda kaisar nanti saat kita kembali, sehingga dapat menyelesaikan persoalan yang terjadi sebelum nya, saat kita kembali ke kerajaan semua nya akan terlihat normal di hadapan ayahanda beserta seluruh warga kerajaan kita" jelas jiang li, mengingat beberapa bukti yang mereka kumpulkan memang cukup untuk menjatuhkan permaisuri dan putra mahkota, namun juga sebenarnya belum bisa di katakan jatuh seutuh nya juga, lagi pula saat mereka kembali nanti juga tidak akan langsung menyerang permaisuri dan juga putra mahkota, jiang li ingin sedikit bermain main dengan permaisuri/ putra mahkota, sedangkan surat damai resmi yang jiang li minta kepada kaisar kerajaan matahari nanti itu agar dapat membuat permaisuri dan putra mahkota menjadi sedikit emosi dan merasa kesal kepada dirinya karena rencana yang telah mereka susun itu gagal. suatu kesenangan bagi jiang li, jika melihat musuh musuhnya merasa kewalahan dalam menghadapi setiap permainan yang jiang li main kan
__ADS_1
"yang di katakan oleh pangeran ke tujuh memang benar" ujar putra mahkota kerajaan matahari saat masuk untuk bergabung dengan para pangeran
"jika tiba tiba kalian kembali tanpa membawa surat pernyataan damai, kalian semua akan cepat di curigai oleh permaisuri jahat itu" lanjutnya
"yang kau katakan itu memang benar" timpal lie han setuju
"jadi setelah kita mendapatkan surah pernyataan damai antar kerajaan, kita dapat segera menyerang permaisuri serta kakak putra mahkota secara langsung" kata biu hie masih tidak mengerti
"tidak,.kita akan mengikuti permainan mereka terlebih dahulu, aku sangat yakin jika mereka masih memiliki sebuah rencana yang jauh lebih besar lagi dari ini,'yang kita tidak ketahui" jelas jiang li
"kau benar adik, baik lah, kita tidak boleh gegabah dalam menghadapi mereka" ujar biu hie
"iya benar" kata lie han
"kita harus berhati hati dalam bermain, karena musuh yang kita hadapi adalah orang yang selalu berada di sekitar kita" ujar jiang li memperingati
"aku masih tidak mengerti apa tujuannya permaisuri melakukan semua ini?" ujar lie han
"iya aku juga, aku tahu kakak putra mahkota seperti saat ini karena ulah dari Ibunda nya" kata biu han
"cepat atau lambat kita akan segera mengetahui nya nanti" ujar jiang li
__ADS_1
🍁