SANG PERMAISURI

SANG PERMAISURI
CHAPTER 81


__ADS_3


segala sesuatu nya telah di persiapkan oleh ratu Azura untuk memulai ritual dan saat ini ratu Azura hanya sedang menunggu xiazura membuka kedua mata nya.


selang beberapa lama xiazura perlahan membuka kedua mata nya dan mendapati tubuh nya telah terikat dengan rantai mantra yang sangat kuat di sebuah raungan yang telah berada di mana


"siapa yang melakukan ini?" kata xiazura bingung, seharusnya setelah mengalahkan xiahara, kerjaan iblis telah aman dan sudah tidak ada musuh lagi,tetapi seperti nya xiazura salah (fikirnya)


"kakak" Xiazura melihat tubuh xiahara tak jauh dari tempat nya berada, dan melihat tongkat iblis yang menancap di tubuh nya sudah tidak ada lagi, yang berarti sudah ada orang yang telah mencabut nya dari tubuh xiahara, xiazura berusaha menebak tetapi tidak ada satu orang pun yang bisa xiazura curigai selain xiahara yang telah terbukti melakukan hal buruk sebelumnya.


saat xiazura sedang di landa kebingungan seseorang yang sangat xiazura kenal hadir di depan mata nya


"ibunda! Ibunda masih hidup?" tanya xiazura dengan perasaan (haru, rindu, senang, bersyukur dan juga tak percaya)


"iya ibunda masih hidup" kata ratu Azura melangkah mendekati xiazura


"syukur lah, xia'er sangat merindukan ibunda" ucap xiazura dengan mata yang sudah di genangi air, xiazura ingin sekali memeluk tubuh ibunda nya, jika saja tubuh nya tidak terikat rantai, mungkin sedari tadi xiazura telah memeluk erat tubuh wanita di hadapan nya ini.


"ibunda juga sangat merindukan mu nak" kata ratu Azura sambil perlahan membelai wajah cantik anak gadis nya


banyak yang ingin xiazura kata kepada ibundanya, tapi semua itu tertahan saat xiazura menyadari ada hal yang aneh terjadi di pertemuan mereka saat ini


"mengapa ibunda di sini? dan mengapa tubuh ku terikat seperti ini?" tanya xiazura yang menyadari keanehan yang terjadi di antara mereka berdua


"aku mengira kau tidak akan menyadari keanehan yang terjadi di sini, tetapi ternyata aku salah, kau tetap menyadari nya" kata ratu Azura sambil tersenyum lembut


"apa maksud ibunda?" tanya xiazura yang semakin di buat bingung


"Ibunda tak memiliki maksud apa pun, ibunda hanya ingin bermain sebentar dengan mu sayang" kata ratu Azura

__ADS_1


" ini tidak lucu ibunda, kakak telah tiada dia harus segera di makam kan dengan layak, agar jiwa nya bisa lebih cepat berrenkarnasi, bukan hanya itu aku juga ingin sekali memeluk tubuh ibunda dengan erat, jadi cepat lepaskan rantai ini, ini sangat tidak nyaman ibunda" ujar xiazura sedikit merengek


"mengenai kakak mu, bukan kah kalian saling bermusuhan mengapa harus memperdulikan dia, lagi pula permainan ibunda belum di mulai, bagaimana bisa ibunda melepaskan mu" kata ratu Azura tegas


"mengapa ibunda berkata seperti itu, mau bagaimana pun, kak xiahara tetap kakak ku dan dia juga putri kandung ibunda, jadi ibunda tidak boleh berkata hal jahat seperti itu" ujar xiazura sedikit kecewa dengan perkataan ibundanya.


"kau memang telah tumbuh dewasa putri ku, tapi kita urus dia nanti saja, sekarang kau harus temani ibunda bermain terlebih dahulu" kata ratu Azura


"huh, ya sudah lah" ujar xiazura pasrah.


xiazura tidak tahu apa yang ingin ibunda nya lakukan, sampai saat mantra segel di atas altar di buka baru lah xiazura menyadari sesuatu


"apa ini ibunda?!" tanya xiazura tak percaya


"hahaha, tentu saja ini permainan yang ingin ibunda main kan bersama dengan mu sayang, bagaimana bukan kah ini sangat menyenangkan putri ku?" ujar ratu Azura tertawa


"iya, semua ini adalah rencana ku, bagaimana menarik bukan, huh jika saja kakak mu yang bodoh itu tidak menghalangi jalan ku dari ribuan tahun lalu, mungkin sedari dulu kau telah berakhir di dalam Altar ini" sinis ratu Azura mengingat tindakan xiahara yang kekeh melindungi xiazura


"mengapa ibunda tega melakukan ini!" kata xiazura tak menyangka


"salahkan lah dirimu yang terlahir dengan takdir itu" ujar ratu Azura.


mantra yang di aktifkan merupakan mantra penghancur jiwa, tak hanya itu, tubuh xiazura juga telah di kendalikan oleh ratu Azura yang membuat xiazura tidak bisa berbuat apa apa, dan hanya bisa menerima rasa sakit yang bertubi tubi mengguncam tubuh nya, setelah manta di aktifkan tubuh xiazura terasa seperti terbakar serta terasa seperti di cabik cabik secara bersamaan namun bukan rasa sakit itu yang membuat xiazura merasakan kesakitan yang luar biasa sakit tetapi rasa sakit karena orang orang terdekat nya lah yang ingin melenyapkan jiwa nya dari alam semesta untuk selamanya. yang membuat xiazura tak mampu menahan semua rasa sakit dan kecewa di dalam hati nya


"mungkin akan jauh lebih baik jika aku benar benar tiada" kata xiazura dalam hati dengan pasrah


ritual terus berlanjut, ratu Azura memaksa xiazura untuk membuka pintu gerbang kerajaan iblis, tanpa mengindahkan rasa sakit yang tengah xiazura alami saat ini, dirinya terus fokus kedalam ritual yang sedang dia jalani sampai raja neraka datang ketempat itu untuk menyelamatkan xiazura dan melumpuhkan ratu Azura, baru lah ritual berhenti secara paksa.


"bagaimana mungkin?! bukan kah jiwa mu terjebak di dalam mantra gelap" tanya ratu Azura tidak percaya melihat raja neraka berdiri tepat di hadapan nya dan telah membebaskan xiazura dari belenggu yang menjerat tubuh nya

__ADS_1


"apa kau pikir, mantra lemah seperti itu mampu menjerat jiwa ku?" sinis raja neraka menjawab ratu Azura yang telah tergampar di bawah akibat serangan nya


"kau tidak apa apa?' tanya raja neraka kepada xiazura, wajah xiazura terlihat pucat dan tubuhnya pun terasa lemas namun kepalanya tetap menggeleng untuk menjawab pertanyaan raja neraka (yang menandakan bahwa dirinya tidak apa apa.)


"ibu macam apa kau, bahkan anak yang telah kau lahirkan sendiri ingin kau bunuh" sinis raja neraka menatap tak suka kepada ratu Azura


"itu bukan urusan mu! serah kan putri ku!" kata ratu Azura yang telah berdiri dan bersikap akan menyerahkan raja neraka untuk merebut xiazura


"heh, 😏 coca saja jika kau mampu" sinis raja neraka


pertarungan di antara kedua nya tidak dapat terelakan lagi, raja neraka dengan senang hati melayani setiap serangan dari ratu Azura, tetapi seperti yang seharusnya, kekuatan raja neraka jauh lebih unggul di bandingkan dengan siapapun, Al hasil ratu Azura kalah telak, tetapi saat raja neraka hendak membunuh nya, raja neraka di cegah oleh xiazura


"ibunda jika kau menginginkan takdir ratu di dalam tubuh ku, aku siap memberikan nya pada mu dengan suka rela" kata xiazura sambil menatap ratu Azura yang telah terluka parah di pangkuan nya


"apa yang kau katakan?" tanya raja neraka terkejut mendengar perkataan xiazura


"apa kau tahu apa akibat dari perkataan mu itu hah!" hardik raja neraka


"aku tahu tapi aku sudah lelah, karena takdir ini orang orang terdekat ku yang sangat aku sayangi, semua nya berlomba lomba ingin mendapatkan nya,bahkan mereka tak segan untuk membunuh ku, hati ku sakit sangat sakit jika harus melawan mereka satu persatu terus menerus, alangkah lebih baik jika takdir ini hilang dari tubuh ku" kata xiazura sambil menitikkan air mata nya


"apa kau tahu, bukan hanya takdir itu saja yang akan terrenggut dari tubuh mu, tetapi juga jiwa mu yang akan hilang bersama dengan nya selamanya" kata raja neraka mengingat kan


"aku tahu, tapi mungkin itu jauh lebih baik, dari pada terus seperti ini" ujar xiazura, hati nya sudah tak kuasa menahan semua rasa sakit di dalam nya, yang di sebabkan oleh orang orang terdekat nya sendiri


"tapi aku tidak akan pernah membiarkan hal itu sampai terjadi" kata raja neraka tegas


"aku akan mencari cara lain agar takdir itu hilang dari tubuh mu, tanpa harus melepaskan jiwa mu, percaya lah pada ku" lanjut nya, sambil menenangkan xiazura yang terlihat sangat terpukul dengan apa yang menimpa hidup nya selama ini


...🍁...

__ADS_1


__ADS_2