
Dalam kekagetannya sosok hitam itu mengeluarkan pukulan jarak jauh yang mengandung tenaga dalam tinggi.
"Wwwuuutttt!!"
Angin tenaga dalam dari pukulannya berderit.
"Bammmmmmm!!
"Akh!!"
Jeritan kesakitan dan kematian dari seorang perempuan yang terkena pukulan itu mengagetkan seisi rumah.
Puluhan pengawal rumah itu langsung melompat dan naik keatas kamar, sosok itu benar-benar terkurung. Semua pengawal itu sudah memegang senjata dan siap membantai pencuri itu.
"Sial...!!" gumam sosok itu dan terbang berniat untuk melarikan diri. Tapi langkahnya terhenti
saat pukulan anak panah menyerangnya, anak panah itu berasal dari pengawal rumah megah itu.
Sosok itu melenting indah dan mendarat di tanah, belum sempat dia bernafas lega Puluhan pengawal sudah mengurungnya dan seperti tak membiarkannya untuk lolos. Tak akan memberikan dia ruang untuk melarikan diri.
"Heatttttt!!"
puluhan pengawal itu menyerang dengan pedang ditangan, mereka menyerang bersama-sama dan membabi buta, tapi sosok itu bukanlah sosok biasa, dia berhasil menghindari semua serangan dari pengawal rumah itu.
"Des ... Bammmmmmmm...!!"
Bahkan setiap dia menyerang selalu saja jeritan kesakitan dari pengawal yang terdengar, hanya sebentar beberapa pengawal sudah terbaring tewas di tanah.
Pengawal yang masih hidup ragu untuk menyerang, mereka mengurung sosok hitam itu tapi tak berani untuk menyerang.
"Mundur kalian semua! Kalian bukan lawan nya."
Suara keras dari dalam rumah terdengar yang diikuti dua sosok terbang dengan langkah yang ringan.
"Sial, aku sepertinya lagi apes hari ini. Tapi bagaimanapun juga aku harus bisa meloloskan diri," gumam sosok itu.
Sardi, aku saja yang menghadapinya. kau duduk santai saja." ucap salah satu yang baru datang itu.
"Tidak Wardi, kita sama-sama saja. Dengan begitu kita akan mudah meringkusnya." jawab Sardi yang tak mau menerima perintah dari Wardi.
"Hehehe!!"
"Baiklah!"
Dua orang yang baru datang itu mendekat kearah pencuri itu.
__ADS_1
"Hey kau! Apa yang membuatmu begitu memiliki nyali menyatroni rumah ini?? Aku kagum dengan keberanianmu" Tapi sayang, kau tak akan bernafas esok hari." kata Sardi.
Sosok itu diam, dia menyiapkan tenaga dalam, dia mengenal dan mengetahui Sardi dan Wardi, julukan mereka di dunia persilatan sepasang maut.
Sosok itu bukan takut, tapi kalau harus bertarung dia pasti akan mengalami luka yang tak ringan, bukan juga tak mungkin dia akan tewas.
"Tak ada jalan lain selain bertarung, selain itu aku akan mencoba untuk melarikan diri." gumam sosok hitam itu.
"Jangan berpikir untuk melarikan diri, kau akan mati disini. Kuburanmu telah kau sendiri" ucap Sardi.
Sardi mengeluarkan tenaga dalam ke tangan nya, tangannya mulai menghitam, begitu juga
dengan Wardi, dia melakukan hal yang sama mengalirkan tenaga dalam keseluruhan tubuh nya.
"Baik, majulah kalian." ucap sosok hitam itu.
Sardi dan Wardi maju bersamaan, keduanya mengeroyok sosok hitam itu. Sosok hitam itu hanya mampu bertahan, dia tahu untuk menyerang harus dengan strategi yang sempurna.
"Bammmmmmmm ... Dess...!!"
Dentuman keras selalu terdengar setiap kali tenaga dalam mereka benturan.
Sardi bersalto ke udara dan memukul kearah kepala, sosok itu menghindar ke kanan tapi
Wardi sudah memprediksi dan menyiapkan pukulan terkuatnya.
"Blarrr ...!!"
Kembali benturan terjadi, dan kembali dentuman terdengar, Wardi dan sosok itu sama-sama terlempar kebelakang, meskipun tak sampai jatuh tapi dari benturan itu kelihatan jika tenaga dalam kedua nya cukup berimbang.
Saat debu-debu menghilang sebuah lobang besar menganga ditanah, hasil dari benturan dua kekuatan tenaga dalam tinggi.
"Hahaha!!"
"Tak ku sangka jika kau sekarang telah menjadi pencuri." ejek Sardi.
Sosok itu kaget karena Sardi mengenalinya.
"Kau mencari ini kakek tua??" tanya Wardi yang telah memegang topeng dari sosok hitam itu.
"Sialan, aku ketahuan. Meskipun selamat aku pasti akan menjadi buruan dari pendekar dunia persilatan. Tak mengapa yang penting aku sudah mendapatkan apa yang aku inginkan." gumam sosok hitam itu.
"Aku akan mengalihkan dan segera melarikan diri secepat mungkin," gumam sosok itu.
Sosok hitam itu tak mau lagi menunggu Sardi dan Wardi menyerang, dia mengambil inisiatif untuk menyerang. Sosok hitam itu melesat terbang kearah Sardi dan Wardi.
__ADS_1
Sardi dan Gopal berpencar, mereka tahu jika menyerang dari dua arah maka sosok hitam itu tak akan mampu meladeni mereka.
"Blarrr ...!!"
Sosok hitam itu mengirimkan pukulan jarak jauh kearah Wardi, Wardi melompat menghindar dan waktu yang sekejap sosok hitam itu menyerang kearah Sardi.
Keduanya terlibat dalam beberapa jurus sebelum Sardi memberikan pukulan ketengah tubuh sosok itu, tapi ternyata bukan hanya sosok itu yang terkena pukulan, tapi Sardi juga merasakan pukulan di pundak nya.
"Akh!!"
Keduanya sama sama terlempar, sosok itu jatuh berdebum ke tanah, hal yang sama juga dialami oleh Sardi.
"Dia sudah menerima racun ku, dia tak akan mungkin bertahan jika menyerangnya secara terus-menerus" kata Sardi yang mulai kepayahan.
"Tapi kau sudah terluka. Kau sebaiknya istrahat, pulihkan sebentar tenang dalam mu. Aku akan mengulur waktu" kata Wardi.
"Tidak, mari kita serang bersama-sama," tolak Sardi.
Wardi tak lagi membantah, dia menerima saran dari saudaranya itu.
Keduanya melesat dengan kecepatan penuh.
Tapi sebuah sinar putih menghentikan gerakan mereka.
"Blarrr ... Bammmmm.!!"
Sinar putih itu energi dari pukulan jarak jauh milik dari sosok hitam itu, pukulan jarak jauh itu menghantam tanah dan membuat debu berterbangan sehingga pandangan menjadi kabur.
"Sialan!!" maki Sardi yang melemparkan tubuh nya kesamping, Sardi kembali bersiaga untuk menyerang sosok hitam itu tapi debu menutupi pandangan matanya.
Saat debu debu hitam itu menghilang sosok hitam yang menjadi lawan mereka telah menghilang dan tak ada lagi di halaman rumah mewah itu.
"Sialan! cari cepat. Dia tak akan mampu bergerak cepat. Dia sudah menerima racun kobra ku." perintah Sardi pada anak buahnya.
Para pengawal segera berpencar mencari keberadaan sosok hitam itu.
Sosok hitam itu memegang sudah merencanakan dengan matang cara melarikan diri, dan dia berhasil dengan baik, sosok hitam itu melompat saat debu menutupi pandangan Sardi dan Wardi.
"Racun dari Sardi memang sangat membahayakan, tak bisa dipandang sebelah mata." sosok hitam itu memuji racun dari Sardi.
Sosok hitam bergerak cepat, tapi perlahan gerakan nya mulai melambat.
"Aku harus bergerak lebih cepat, aku yakin mereka akan mencari ku, secepatnya aku harus meninggalkan kota ini.
Sosok hitam itu memaksakan diri nya untuk pergi keluar dari kota daun.
__ADS_1
"Aku akan memberikannya kitab ini secepatnya, sebelum mereka menangkap ku" meskipun dengan luka cukup parah."
*****