Sang Wira Satriaji

Sang Wira Satriaji
Lorong Lima


__ADS_3

Dunia persilatan saat ini sedang dalam masa genting nya, para golongan hitam semakin gencar ingin menguasai seluruh dunia persilatan, itu disebabkan raja pedang yang selama ini jadi momok menakutkan bagi golongan hitam sudah menghilang tanpa kabar.


Hilangnya raja pedang membuat geliat para golongan hitam semakin tak tertahan, mereka merasa jika raja pedang telah meninggal dan mereka tak memiliki lagi penghalang untuk menguasai dunia persilatan.


Golongan putih yang awalnya merasa nyaman dengan keberadaan raja pedang mulai merasakan dampak ketidakadaan nya raja pedang, golongan putih yang dulu bergantung pada raja pedang seperti kehilangan orang yang dapat diandalkan lagi.


Itulah salah satu kelemahan golongan putih, mereka terlalu santai saat merasa memiliki orang yang akan membela dan menjaga mereka.


Berbeda dengan golongan hitam yang terus memperkuat diri, mereka bertujuan untuk menguasai seluruh dunia dan membentuk sebuah kelompok rahasia, kelompok rahasia itu bernama Lorong Lima.


Lorong Lima memiliki lima ketua dari empat mata penjuru dan satu dari pusat. ke lima nya merupakan dedengkot di wilayah masing masing.


"Cadar hitam dari Barat"


"Cadar merah dari timur"


"Cadar biru dari Selatan"


"Cadar hijau dari Utara"


"Cadar perak dari pusat"


Dari kelima ketua itu cadar perak merupakan ketua dari mereka, cadar perak merupakan orang terkuat dari golongan hitam.


Lorong Lima saat ini sedang melakukan pertemuan, seperti biasa lima ketua dari Lorong Lima selalu bertemu di pusat atau di tengah, di tempat nya cadar perak.


Cadar perak selalu hidup sendiri, tak memiliki istri ataupun anak, bahkan dia tak memiliki seorang murid sebagai penerus ilmu Kanuragan nya.


"Kabar apa sekarang yang kalian bawa??" cadar perak mulai bicara.


Ke empat ketua lain saling pandang dan ingin bicara duluan.


"Kenapa kalian diam??" tanya cadar perak dan mengeluarkan tekanan yang sangat kuat, ke empat ketua dari Lorong Lima menelan ludah karena merasakan tekanan yang di miliki oleh cadar perak semakin kuat.


"Vida yang di miliki nya semakin kuat saja." gumam cadar merah dalam hatinya, pemikiran yang sama juga di miliki para ketua bercadar yang lain.


"Kami akan mulai bergerak untuk menguasai wilayah Barat" ucap cadar hitam.


"Hanya perguruan melati yang menurut ku akan menahan kami"


"Dan aku yakin aku bisa memusnahkan perguruan itu" cadar hitam yang mulai berbicara dulu.


"Bagus, dengan tak adanya raja pedang maka aku yakin langka mu itu tak akan terbendung"


"Jika bisa lanjutkan untuk menguasai Kerajaan Wana Sari cadar hitam"


"menguasai Kerajaan??"


"Tapi Ketua..."


"Tak perlu berpikir banyak, dengan menguasai Kerajaan itu maka golongan hitam akan semakin kuat"


"Dan kau bisa menjadi penguasa di sana"


Cadar hitam berpikir cukup lama.

__ADS_1


"Aku dan anak buah ku akan mencoba nya ketua"


"Aku juga akan berusaha melaksanakan perintah ketua" ucap cadar hitam.


"Cadar hitam, kau nanti jangan langsung pulang, aku ingin bicara dengan mu"


Wajah cadar hitam kaget, karena cadar perak jarang ingin berbicara dengan nya.


"Baik..ketua" cadar hitam gugup menjawab perkataan cadar perak.


Seperti cadar hitam para ketua yang lain juga mengutarakan semua rencana mereka, seperti biasa cadar perak memberikan perintah baru, perintah untuk menguasai sebuah kerajaan untuk memperkuat keberadaan golongan hitam.


"Untuk golongan putih, kalian jangan memusnahkan semuanya"


"Kita harus buat mereka hidup dalam ketakutan"


"Mereka harus merasakan apa yang kita rasakan sewaktu raja pedang membela mereka" ucap cadar perak.


"Baik...baik ketua, kami hanya akan membunuh para ketua perguruan silat yang memiliki kemampuan tinggi" ucap cadar hijau.


"Dan jika kalian mendapatkan kesulitan jangan sungkan meminta bantuan pada ketua yang lainnya."


"Atau kalian pun boleh meminta bantuan pada ku."


"Iya kami paham ketua."


"Satu lagi, jika raja pedang telah tewas, itu artinya pedang emas miliknya pasti akan menjadi incaran dunia persilatan."


"Aku ingin mencari kabar tentang kabar pedang itu."


Ke empat ketua lorong lima bertatapan.


"Kenapa??"


"Aku tak menginginkan pedang itu, jika salah satu dari kalian nanti menginginkan nya, kalian cukup bertarung untuk menentukan pemiliknya."


"Aku tak berminat."


"Pedang racun iblis ku ini sudah cukup menjaga ku." ucap cadar perak dan menunjukkan pedang yang bergagang tengkorak kecil.


"Ingat, Jangan sampai kalian berkhianat."


"Iya Ketua, kami tak akan berani berkhianat."


"Baik, pertemuan ini berakhir."


"Kalian boleh pergi selain cadar hitam."


"Aku ingin bicara sebentar dengan diri nya."


Tanpa berani menjawab dan membantah ketiga ketua dari lorong lima pergi meninggalkan ruang pertemuan.


Cadar perak berjalan mengambil minuman dan menuangkan pada cangkir milik cadar hitam.


"Ketua, tak perlu repot-repot" ucap cadar hitam.

__ADS_1


"Aku tak repot, dan ini rumah ku."


"Sudah sepantas nya aku menjamu tamu ku" jawab cadar perak dengan suara serak nya.


"Mari minum cadar hitam" ajak cadar perak menawarkan.


Dengan sangat berat hati cadar hitam meminum habis meminum yang di berikan oleh cadar perak.


"Ini arak sudah bertahun di simpan" ucap cadar perak."


"Aku meminum nya jika bersama seseorang yang menurut ku salah satu yang terbaik di dunia persilatan."


"Dan menurut ku kau salah satu yang terbaik saat ini." puji cadar perak.


"Terima kasih pujian mu ketua" kata cadar hitam merasa besar kepala karena pujian dari cadar perak.


Cadar perak dan cadar hitam sejenak menikmati minuman itu sambil menikmati indahnya malam hari. keduanya diam tak berbicara.


"Sudah berapa lama kita hidup ya cadar hitam??" tanya cadar perak.


"Aku sudah tak tahu ketua, kenapa ketua menanyakan itu??" cadar hitam balik bertanya.


"Aku sudah mulai bosan di dunia ini cadar hitam, tak ada yang membuat ku bersemangat."


"Dulu aku bersemangat karena raja pedang masih hidup dan aku memiliki seorang saingan."


"Tapi setelah menghilang nya raja pedang, aku merasa tak memiliki semangat lagi."


"Aku harap jika aku menghilang kau yang akan menggantikan aku memimpin lorong lima."


Cadar hitam memilih untuk diam, tapi dalam hati nya bersorak sangat bahagia.


"Cadar hitam, apa kabar itu benar??"


"Kalau itu benar, kau sungguh ceroboh cadar hitam."


"Kabar apa ketua??" tanya cadar hitam tak mengerti.


"Kabar hilang nya kitab pedang seribu??"


"Apa itu benar??"


"Iya Ketua, itu sangat benar."


Cadar hitam akhirnya tahu tujuan cadar perak menahan nya, ternyata untuk mengetahui kabar kebenaran hilang nya kitab pedang seribu.


"Kau sungguh ceroboh, kitab itu salah satu kitab terbaik yang ada di dunia persilatan."


"Apa pun cara nya kau harus kembali menemukan nya" kata cadar perak dan memberikan tekanan yang sangat kuat dari pada bisa nya.


"Keringat membanjiri tubuh cadar hitam karena tekanan itu sangat lah kuat.


"Baik...baik ketua..."


******

__ADS_1


"


__ADS_2