SANTRI PILIHAN

SANTRI PILIHAN
BAB . 21 . TEROR HANTU BAYI DI RUMAH BARU


__ADS_3

Malam hari di rumah Danu , abi dan umi sedang berbincang santai .


"Um , sahabat abi menawarkan sebuah rumah .. lokasi nya di komplek elit , harga nya terbilang cukup murah . Bagaimana kalau kita lihat, um ?" tanya abi


"Boleh , kapan mau lihat nya ,bi " ucap umi


"Besok saja ya .. ajak Dania juga , um " ucap abi


"Oke bi " ucap umi , yang langsung menghampiri Dania ke kamar nya.


Ke esokan pagi nya.. Abi ,umi dan Dania sudah bersiap. Mereka akan melihat rumah yang di tawarkan oleh sahabat abi.


Sesampai nya d lokasi , mereka sangat senang. Karena rumah nya lebih besar , lebih bagus , dan juga berada di lokasi elit yang strategis.


Halaman belakang rumah nya lebih luas , hanya saja tidak terawat . Karena memang sudah hampir setahun tidak di huni .


Beberapa hari kemudian abi dan umi memutuskan untuk membeli rumah tersebut tanpa rasa curiga sedikitpun , yang memang harga nya juga sangat terjangkau. Dengan sedikit renovasi rumah itu akan terasa sangat nyaman dan juga cantik, pikir umi.


Bulan demi bulan berlalu , Dania dan Danu kini sudah naik kelas. Dania ke kelas delapan sedangkan Danu kelas sembilan. Renovasi rumah baru pun telah selesai .


Abi, umi dan Dania belum memberitahu mengenai rumah baru nya ke Danu, mereka sepakat akan memberikan kejutan . Abi dan umi sepakat kalau rumah yang lama akan di berikan untuk Dania jika kelak Dania sudah dewasa . Sehingga rumah lama tersebut tidak di kosongkan . Mereka akan datang seminggu sekali sekedar bersih - bersih . Sementara rumah yang baru akan di berikan untuk Danu kelak.


Keluarga Danu sibuk mengisi rumah baru nya dengan furniture baru . Umi mendesain kamar Danu dengan warna biru tosca di kombinasikan dengan putih. Sedangkan kamar Dania , umi membiarkan Dania yang mendesainnya sendiri. Dania yang sedikit tomboy memilih warna hijau tosca di kombinasi dengan abu-abu, jauh dari kesan feminim. Rencana nya minggu depan mereka akan menempati rumah baru nya .


Hari kepindahan pun tiba , keluarga Danu memilih hari sabtu untuk pindah. Kemudian sore hari nya mereka silaturahim ke pengurus lingkungan setempat sambil memperkenal kan diri. Keluarga Danu juga meminta bantuan tetangga untuk mengadakan pengajian di hari minggu pagi . Suasana di minggu pagi sangat ceria dan ramai , pengajian di hadiri warga sekitar dan pengurus lingkungan.


Satu minggu setelah kepindahan nya, keluarga Danu belum merasakan hal yang ganjil. Hingga pada suatu malam ,


ooeeekk.. ooeeekk.. ooeeekk..terdengar suara bayi


"Bi, bangun bi.. "umi membangunkan abi yang sedang tidur


"Kenapa mi ?"tanya abi masih dengan mata yang terpejam


"Abi denger ga tuh .. ada suara bayi nangis "ucap umi


Abi pun segera membuka mata dan duduk di tempat tidur, ia memfokuskan pendengarannya


"Abi ga denger apa - apa mi .. umi mimpi kali "ucap abi sambil menguap


"Iiihh abi.. umi denger jelas kok .. hayuu bi, anter umi ke depan . Kita liat dulu , sapa tau ada yang naro bayi di depan rumah "ucap umi sambil menarik tangan abi


Dengan menahan kantuk , abi akhirnya menemani umi ke teras depan rumah. Sesampai nya di depan , abi dan umi celingak celinguk tapi tidak menemukan siapa- siapa.


"Kok ga ada ya bi .. ga ada siapa - siapa "ucap umi


"Ya sudah , ayo kita masuk , mi.. ini masih malem lho " ucap abi yang sudah menguap kembali


Akhirnya abi dan umi pun masuk kembali . Namun belum juga umi pules, ia mendengar kembali suara tangisan bayi .


Ooeekk..Oooeekk..Ooeeekk..


Umi menoleh ke arah abi yang sudah pulas kembali, dengan menghela nafas umi akhir nya menarik selimut dan mencoba memejamkan mata nya. Mungkin ini perasaan ku saja , batin umi.


Esok hari nya, abi sudah berangkat ke tempat usaha nya , Dania pun sudah berangkat ke sekolah . Tinggal lah umi sendirian di rumah , saat asyik beres - beres rumah , tiba - tiba angin bertiup sedikit kencang . Membuat baju dan rambut umi bergoyang , umi pun berhenti sejenak. Ia menyapukan pandangan ke semua ruangan , mendadak umi merasa suasana rumah nya mencekam nya. Bulu - bulu halus di tangan dan di leher nya berdiri , umi mengusap nya perlahan sambil kebingungan. Kenapa rasa nya aneh ya , batin umi .


Tiba - tiba ,


Ooeeekk ..Ooeekk.. Oooeekk..


Astagfirullah , ucap umi terkejut dengan suara bayi yang sangat kencang. Suara itu menggema seperti berasal dari ruangan yang kosong. Namun di rumah ini tidak ada ruangan kosong.


Dimana ya , gumam umi sambil mencari - cari asal suara bayi tersebut ke setiap ruang di rumah nya .


Hha..haa.. hhii..hiii .. , dug duug duug..


Terdengar suara anak - anak kecil tertawa riang sambil berlari - lari .

__ADS_1


Seketika umi menajamkan pendengaran nya .. Seperti nya dari balik dapur , batin umi . Dengan jantung yang berdegup dan langkah yang berat , umi pun berjalan perlahan menuju dapur.


Sesampai nya di dapur , suara itu hilang. Umi memeriksa ruangan dapur nya namun tidak menemukan apa pun , semua nya dari dinding bata yang tertutup semen dan di cat putih. Penuh dengan furniture seperti kitchen set dan lainnya.


Akhirnya umi pun mulai memasak untuk makan siang. Selesai memasak , ia melanjutkan beres-beres rumah hingga selesai.


Menjelang sore ,


Hhaha..hhiihii.. hhaha..


dug..dug..duug..


Suara itu terdengar kembali , kali ini berpindah .. Suara nya seolah berasal dari sebelah ruang tv . Umi sungguh di buat bingung dan lelah, ia begitu tegang seharian ini mendengar suara - suara anak - anak kecil yang bermain di dalam rumahnya .


Meski pun sedikit gemetar namun ia mencoba menghampiri kembali ruang tv yang bersebelahan dengan ruang keluarga.


Dan ternyata .. kosong ..


Hari berganti malam .


"Tidaakkk .. Jangaaaannn.. Jangaaann dekati aku ,, tolong pergiii .. "


"Um , umi.. bangun um .. umi, istigfar um.." abi membangunkan istri nya yang teriak - teriak dalam tidur nya


Umi merasakan tubuh di guncang pun segera membuka mata perlahan . Keringat membasahi tubuh nya , nafas nya tersengal - sengal .


"Abii , hhuuhuu..huuhuu.." tangis umi


Abi segera merangkul umi dan menenangkannya.


"Umi kenapa .. mimpi buruk ya " ucap abi lembut


Umi tak dapat berkata - kata , ia masih ngeri membayangkan mimpi nya yang terasa nyata itu. Umi hanya mengangguk menjawab ucapan abi.


"Ya sudah , kalo begitu kita baca doa dulu yuukk " ucap abi


Setelah berdoa umi dan abi pun kembali tidur.


"Um, abi sudah siang .. abi berangkat ya , umi ga pa pa kan di rumah ?" tanya abi


Sebenarnya umi masih takut , tapi ia tidak ingin membuat suami nya khawatir .


"Iyaa ga pa -pa, bi .. Hati - hati di jalan ya "ucap umi tidak bersemangat


"Kalo ada apa - apa langsung kabari abi ya , um. Assalamualaikum " ucap abi kemudian pergi meninggalkan istri nya


Umi masih diam mematung di halaman rumah, ia ragu untuk masuk ke dalam rumah.


Kemudian ia teringat Danu, anak nya. Umi pun langsung menghubungi ponsel abah .


"Assalamualaikum bah , apa kabar ?" tanya umi sopan


"Waalaikumsalam wr wb " balas abah


"Bah, saya mau ngundang abah dan umi .. karena kami baru saja pindah rumah. Kalo abah dan umi ga keberatan "ucap umi


"Oohh begitu , baiklah nanti abah cari waktu agar bisa main ke rumah baru kalian " ucap abah


Setelah ngobrol panjang , umi pun memutuskan sambungan telepon nya dengan abah. Tak lupa umi juga menitipkan salam untuk anak nya , dan meminta tolong abah agar menginformasikan mengenai rumah baru mereka supaya Danu bisa langsung ke sana ketika pulang nanti.


Kini, hampir setiap hari umi mendengar suara bayi dan suara anak - anak kecil bermain , dan hampir setiap malam umi pun mengalami mimpi yang mengerikan.


Hari berganti , tiba saat nya Danu pulang ke rumah baru nya. Kali ini Danu pulang bersama abah dan umi Kusuma. Karena abah dan umi Kusuma ingin menengok keluarga Danu yang sudah di anggap seperti keluarga nya sendiri.


Sesampai nya di rumah tersebut , Danu merasakan kejanggalan . Ia juga merasa aneh melihat umi nya yang sangat pucat dan sedikit kurus.


"Umi, apa umi sakit ?" tanya Danu

__ADS_1


"Aahh engga kok , umi sehat aja Dan.. Terimakasih ya sayang udah memperhatikan umi "ucap umi sambil mengelus kepala Danu


Sore itu ketika sedang berbincang santai sambil menunggu abi pulang ,


"Um, nanti kalo abi datang.. apa boleh kita semua makan malam di luar ?"bisik Danu ke umi nya


"Boleh, tentu saja boleh .. memang nya kamu mau makan di mana , Dan ?" tanya umi sumringah


"Ehmm .. di mana saja terserah umi, yang penting tempat nya nyaman untuk ngobrol " ucap Danu


"Baiklah, nanti umi sampaikan ke abi mu ya " ucap umi sambil tersenyum


Malam hari nya mereka makan malam di sebuah restoran berupa saung - saung yang mengapung di atas kolam ikan . Dengan beraneka menu mulai dari ikan bakar , ayam panggang , tumisan , aneka lalap , sambal dan masih banyak lagi.


Setelah makan malam , Danu pun membuka obrolan


"Maaf sebelum nya ya bi , umi, abah , umi Kusuma dan Dania .. Aku mau nanya ke umi ku yang cantiik "ucap Danu sambil tersenyum menatap umi nya


"Duuhh kok formal banget anak bujang ku, umi jadi deg - deg an nih " goda umi sambil senyum juga


"Maaf sebelum nya ya umi ku sayang .. aku mau nanya, apa yang selama ini menganggu umi ? tolong ceritakan ya um .. mumpung kita di luar rumah " ucap Danu sopan


Umi dan yang lain nya pun terkejut dengan ucapan Danu, namun sesaat kemudian mereka menyadari bahwa pasti ada sesuatu yang Danu ketahui.


"Eehmm.. iya Dan, sekitar satu minggu setelah pindah ke rumah baru itu umi mendengar suara tangis bayi . Awal nya hanya malam saja , ketika umi tanya abi ternyata abi tidak mendengar . Kemudian suara tangis itu pun terdengar juga di siang hari . Bukan hanya suara bayi tapi juga suara anak kecil yang sedang bermain dan bercanda . Dan itu hampir setiap hari umi mendengar nya " ucap umi panjang lebar


Danu yang mendengar itu pun mengangguk - angguk mencoba memahami kondisi umi nya.


"Apa ada yang mendatangi umi ?" tanya Danu hati - hati


"Iyaa Dan , tapi lewat mimpi "ucap umi terbata


Abi yang berada di sebelah umi pun langsung menggenggam tangan umi , umi menunduk sejenak kemudian ,


Pov umi ,


Ini dimana.. Ku lihat ke sekeliling ku , oohh ternyata ini di rumah baru ku. Tapi furniture nya kok berbeda ..


Ooeekk..oooeekk.. ooeekk


Suara itu .. Aku pun langsung berjalan menghampiri nya. Suara nya berasal dari belakang rumah, aku terus berjalan .


Sesampai nya di halaman belakang, ku lihat seorang bayi tergeletak di lantai .


Duuh kasian sekali kamu , nak .. Aku ingin sekali menolong nya . Ketika ku hampiri , bayi tersebut berkepala tiga pada satu tubuh. Dengan wajah yang berbeda . Padahal dari jauh tadi terlihat normal.


Aku pun terkejut dan berlari menjauhi nya , namun bayi itu terus merangkak mendekati ku ..


Ketiga wajah nya sangat menyeramkan meskipun suara nya bayi. Sorot mata nya tajam seolah - olah sangat membenci ketika menatap ku. Tangan nya menggapai - gapai ku ,ia tersenyum .. tidak , lebih tepat nya menyeringai , air liur nya menetes dari ketiga mulutnya.


Gigi nya .. bayi - bayi itu sudah memiliki gigi . Gigi nya kecil - kecil namun sangat runcing dan kehitaman .


Kulit wajah nya tidak seperti bayi , kulit wajah mereka kasar dan mengelupas kecil - kecil . Wajah nya berwarna merah , entah merah karena darah dari kulit yang mengelupas itu atau hal lain.


Aroma nya pun bukan aroma bayi yang menyegarkan melainkan bau busuk yang menyengat.


aku tetap berlari mencoba untuk keluar dari rumah.


"Mama.. mama .. mama " bayi itu memanggil - manggil bersahutan .


"Tiidaakk .. Jaaangaann .. Jaangaann dekati aku .. Tolong pergiii .." ucap ku setengah berteriak sambil gemetar


pov umi end.


Danu sudah merasakan ada yang tidak beres dengan rumah baru nya saat pertama kali ia sampai , untuk itulah ia meminta keluarga nya makan malam di luar . Karena ia ingin bertanya langsung kepada keluarga nya dengan bebas tanpa ada 'mahkluk' nya.


################################

__ADS_1


Haaii para readers terzeyeeng .. ini novel pertamaku , mohon maap jika banyak typo dan alurnya masih berantakan πŸ™πŸ™πŸ˜¬


PLiiss bantu aqoh memperbaiki dengan saran2 kalian ya🀩 .. LIKE πŸ‘ ,,, KOMEN πŸ’• ,,, VOTE ⚘ Terimakasiih πŸ™πŸ™πŸ€— luv u all πŸ€—


__ADS_2