
Ku lihat sosok tersebut masih bersujud di hadapan ku. Saat ini sudah tidak ada rasa takut sama sekali dalam diri ku. Yang ada malah sebaliknya , aku merasa marah karena gangguan - gangguan nya.
"Nama saya Manulang , tuan .. Saya adalah jin penguasa hutan ini. Yang tuan bunuh kemarin merupakan adik ku, yang bernama Swaralang " jelasnya
"Baik, apa mau mu ?" selidik ku
"Izin kan saya mengabdi kepada tuan, karena tuan telah berhasil mengalahkan saya dan merebut senjata pusaka saya" jelas nya
"Apa kamu bersedia memeluk agama ku , Manulang? Dan mendalami serta menjalankan nya dengan sebaik - baik nya ?"tanya ku
"Siap , saya bersedia tuan " jawab nya
"Baiklah , kalau begitu kamu ikuti ucapan saya "
Aku pun mengucapkan dua kalimat syahadat yang di ikuti oleh jin yang bernama Manulang,penguasa hutan tersebut. Kini jin tersebut sudah berubah menjadi jin islam.
"Kau boleh kembali ke kerajaan mu untuk sementara ini , kemudian islamkan lah seluruh anak buah dan juga rakyat mu. Aku akan memanggil mu kembali nanti "ucap ku
"Baik tuan" jawab nya .
Kemudian Manulang pun menghilang dari hadapan ku dalam sekejap. Aku masih memegang cambuk yang ku rebut dari Manulang. Ku perhatikan bentuknya.
Bagian gagang yang ku pegang berbentuk kepala naga dengan mata berwarna merah menyala , tali cambuk nya berbentuk seperti tali tambang. Mulai dari gagang sampai tali nya semua berwarna hitam, panjang tali nya kurang lebih dua puluh meter. Besar gagang nya sekitar tiga puluh centi meter.
Aku pun duduk bersila di tanah, kemudian aku gulung tali cambuk tersebut. Ku baca kan ayat - ayat suci penetral aura negatif yang sudah ku pelajari , tiba - tiba cambuk tersebut mengeluarkan asap hitam dan berubah ukurannya menjadi sangat kecil, hanya sebesar telapak tangan ku. Warna nya pun berganti menjadi warna emas gagang nya, mata naga nya berubah berwarna menjadi biru muda dan sangat berkilau, lebih terang dan lebih berkilau dari warna sebelumnya. Ku simpan cambuk yang sudah mengecil tersebut ke dalam kantong jaket ku.
Aku pun segera membaca doa agar bisa kembali ke raga ku yang saat ini masih duduk bersila di dalam gubuk. Setelah aku kembali ke raga ku, aku segera melanjutkan zikirku dengan tenang. Karena sudah tidak ada lagi yang akan menganggu ku.
Hingga tiba cahaya yang terang menyilaukan datang, setelah cahaya tersebut meredup aku pun segera bersiap untuk kembali ke asrama.
Sahur kali ini merupakan sahur terakhir karena hari ini merupakan hari terakhir tirakatku. Kemudian di lanjutkan dengan rutinitas ku mulai dari sekolah sampai mengikuti kegiatan lainnya. Tak lupa pula untuk mengerjakan pekerjaan rumah yang di berikan oleh guru. Semua itu aku lakukan sambil tetap mendawamkan amalan zikir ku.
Sementara itu di kerajaan jin Manulang terjadi kehebohan, karena raja mereka telah memeluk islam. Raja jin tersebut mengusir anak buah mau pun rakyat nya yang menolak masuk islam. Rencana nya raja jin tersebut akan meminta bantuan tuan nya untuk mengislamkan pengikut nya dan juga rakyatnya.
Anak buah dan rakyat yang telah di usir oleh Manulang pun bersatu dan akan membalaskan dendam kepada mahkluk yang telah menghasut raja nya yang saat ini menjadi pemeluk agama islam.
Sementara itu di pesantren , setelah sholat ashar berjamaah aku bersiap untuk segera menuju ke lokasi latihan di air terjun. Tubuh ku terasa ringan saat berjalan , tak terasa sudah sampai di tengah hutan. Ku lihat abah sedang duduk berzikir di dalam gubuk.
Cepat sekali abah datang nya, batin ku. Aku pun memberi salam sekaligus menyalami abah. Abah menghentikan zikir nya dan membalas salam ku.
"Ini hari terakhir tirakat mu, kerahkan semua kemampuan mu dan keluarkan jurus- jurus yang sudah kita pelajari .. Abah mau lihat kemampuan mu dalam menyerap ilmu " ucap abah
"Baik bah " jawab ku.
Kami pun segera ke dalam sungai . Ku lihat abah tidak berjalan melainkan melompat dari dalam gubuk langsung ke tengah air terjun. Aku benar - benar di buat takjub, baru pertama kali aku melihat abah seperti ini. Ternyata ilmu abah sangat hebat,kapan ya aku bisa seperti abah, pikirku.
Kami pun memulai latihan , aku hampir kewalahan menghadapi abah . Beberapa kali abah menyelamatkan ku ketika posisi ku hampir terjatuh membentur batu kali karena menahan serangan dari abah. Keringat mengucur deras bercampur dengan air sungai yang saat ini merendam tubuh ku .
Aku segera melompat dari batu yang ku pijak ke batu yang lebih tinggi dan lebih besar .. Duuaarr , suara menggelegar menghancurkan batu tersebut terkena serangan abah . Ku keluarkan cahaya putih untuk menyerang abah , tapi abah sudah melayang dan melompat ke arah lain sehingga serangan ku kembali hanya mengenai batu dan menghancurkan nya menjadi beberapa bagian.
__ADS_1
Tiba waktu untuk berbuka puasa, aku dan abah segera mengakhiri latihan kami dan bersiap untuk berbuka. Setelah berbuka dan sholat magrib berjamaah , abah pun membuka obrolan.
"Alhamdulilah tirakat mu udah selesai .. amalan zikir nya boleh kamu lanjutkan bersama zikir yang lain , sudah boleh terputus- putus dan semampu mu saja . Tinggal di lanjut latihan nya " ucap abah
"Iya bah.." jawab ku
Sampai tiba waktu sholat isya , selesai sholat berjamaah , abah masih duduk berzikir. Aku pun di buat heran , mau bertanya tapi ragu , kuatir abah tersinggung .. Kenapa abah belum kembali ke rumah ya padahal sudah lewat jauh dari bada isya , benak ku.
Aku pun masih duduk di belakang abah , membaca Al-Quran yang ku bawa . Setelah selesai membaca sebanyak tiga juz , ku lanjutkan dengan zikir dan sholawat .
Malam semakin larut , suara jangkrik dan kodok bersahutan . Di iringi dengan suara gemuruh air yang terjun dan jatuh membentuk danau kecil tempat biasa aku berlatih , yang kemudian mengalir menjadi sungai yang cukup deras melewati gubuk . Udara semakin dingin menusuk dan di temani cahaya bohlam yang temaram berwarna kuning, aku dan abah masih khusyuk berzikir .
Tiba - tiba , " Assalamualaikum .. " sapa suara yang datang dari arah belakang ku.
Aku dan abah seketika menghentikan zikir kami , lalu menjawab salam tersebut berbarengan "Waalaikumsalam warrahmatullahi wabarakatuh .."
Aku dan abah seketika menoleh ke belakang sambil mensejajarkan posisi duduk kami . Aku heran dengan kedatangan tamu ini , karena tidak terdengar sama sekali langkah kaki nya.
Setelah kami menyalami tamu tersebut, ia pun duduk di hadapan ku dan abah. Aku masih belum bisa menebak siapa dan maksud tujuan dari tamu tersebut. Aku hanya diam menyimak sambil memperhatikan tamu tersebut .
Kalau di lihat dari penampilan nya , tamu tersebut bukan lah orang yang berniat jahat.
Seorang pria yang gagah , berkulit putih , dengan sedikit jenggot dan kumis di wajah nya , hidung mancung , memakai sorban. Pakaian nya serba putih. Usia nya mungkin sekitar lima puluh tahunan , menurut perkiraan ku.
"Alhamdulilah, terimakasih atas kehadiran nya , Ki Rambai .. " ucap abah membuka obrolan
"Sama-sama abah Soca .. Apakah sudah bisa di mulai , Soca ? " ucap an ki Rambai membuat ku bingung .
Aku tertegun sejenak lalu segera menyiapkan diri . Aku memberi hormat ke abah kemudian melompat keluar dari gubuk . Tak lama pria yajg di sebut ki Rambai pun melompat mengikuti ku.
"Mohon maaf sebelum nya ki Rambai , meski pun aki lebih tua dan lebih senior dari ku .. Tapi aku tidak segan - segan untuk mengalahkan aki, sesuai dengan keinginan abah ku juga " ucap ku sambil memberi hormat dengan sedikit membungkuk di hadapan nya .
Hhaa haa haaa .. "Aku suka sekali dengan semangat mu anak muda .. marii kita lihat siapa yang akan kalah malam ini " jawab ki Rambai .
Aku segera membuat posisi kuda - kuda , lalu kami pun saling menyerang di tengah malam buta.
Luar biasa serangan nya aki ini, begitu keras dan bertenaga .. ilmu nya pun cukup tinggi . Aku harus mencari titik lemah nya agar bisa mengalahkan nya , pikir ku.
Kini aku mengganti strategi dengan melakukan serangan jarak dekat .
Ku kerahkan semua tenaga dalam ku lalu ku hantamkan ke arah dada nya . Ki Rambai pun terhuyung dan mengeluarkan darah dari mulut nya. Namun ia masih bisa berdiri dan menyerang ku kembali dengan tendangan kaki kiri nya yang lebih cepat. Dan hampir mengenai kepala ku , aku segera membanting tubuh ku ke samping sambil melakukan gerakan menendang ke kaki ki Rambai , kembali ia terhuyung dan akhir nya terjatuh.
Sreett .. sreeettt .. sreett .. aku mencari asal suara yang terdengar seperti barang yang di seret. Belum sempat aku menemukan , tiba - tiba saja ada sesuatu yang melingkar dan mengikat kaki ku . Satu persatu kaki ku terikat membuat ku tidak bisa bergerak. Seketika aku melihat ke bawah ternyata akar pohon yang sedang melingkar di pergelangan kaki ku . Semakin lama semakin kuat mencengkeram.
Sementara itu aku melihat ke arah ki Rambai yang terkekeh melihat ku kaget dan kesulitan bergerak. Aku pun segera membaca doa - doa untuk membuka mata batin ku . Ku baca beberapa ayat , lalu aku pun menjatuhkan diriku dengan posisi kedua lutut di tekuk.
Dan ku pukulkan kedua tangan ku ke tanah , seketika terlepas semua akar pohon yang melilit pergelangan kaki ku. Dengan cepat ku kirim serangan cahaya putih melalui kedua tangan ku ke arah ki Rambai yang berdiri tak jauh dari ku. Serangan dadakan ku yang sangat cepat membuat ia tidak siap hingga terpental cukup keras. Aku pun segera melanjutkan dengan serangan berikut nya dengan bertubi - tubi.
Berjam - jam kami bertarung tanpa henti saling menyerang , hingga pada akhirnya aku dapat mengalahkan ki Rambai dengan ajian "Jamus kalimah Sadah" .
__ADS_1
Ku baca kan beberapa ayat yang sudah ku zikirkan selama tujuh hari tersebut . Setiap kali ayat zikir tersebut ku baca maka akan keluar cahaya kebiruan dari tangan ku yang menyebar ke seluruh tubuh layak nya perisai . Di susul dengan cahaya putih yang amat sangat terang dari kedua tangan ku , dengan cahaya tersebut aku menyerang ki Rambai hingga ia tak berdaya.
Aku segera menghampiri ki Rambai yang sudah tergeletak , ketika aku hendak menyentuh nya untuk membantu nya bangun tiba - tiba saja tubuh ki Rambai mengeluarkan asap putih .. lalu wuusshh menghilang. Terlihat lah sebuah batu permata berwarna hijau tergeletak di tempat ki Rambai tadi .
"Hhaa.. apa ini , kemana pergi nya ki Rambai " ucap ku . Aku melihat lebih dekat lagi , ternyata permata hijau tersebut berbentuk cincin. Aku pun menoleh ke kanan dan ke kiri mencoba mencari keberadaan ki Rambai , namun tidak ku temukan. Aku pun memcoba mengunakan mata batin ku untuk mencari nya tetap tidak ada tanda - tanda ki Rambai.
Lalu ku ambil cincin tersebut dan ku bawa ke dalam gubuk . Dengan terengah - engah aku memghampiri abah.
Setelah mengucap salam, aku duduk di belakang abah. Abah pun menjawab salam ku sambil merubah posiso duduk nya . Kini kami duduk berhadapan.
"Bah, aku kehilangan ki Rambai .. dan menemukan ini, bah " ucap ku sambil memperlihatkan cincin permata berwarna hijau .
"Coba kau pakai cincin tersebut lalu sebut nama ki Rambai "
Aku pun segera memakai cincin twrsebut di jari manis tengah tangan kiri ku. Aku terkejut karena cincin tersebut benar - benar pas di jari ku, tidak kebesaran mau pun kekecilan. Setelah tersemat di jemari ku , aku pun memanggil nama ki Rambai .
"Ki Rambai .. " panggil ku.
Seketika keluar asap putih dari cincin tersebut, makin lama makin tebal kemudian berbentuk lekuk tubuh dan menjelma menjadi ki Rambai.
Aku terkejut bukan main melihat ki Rambai yang kini berada di sebelah ku dengan posisi lutut yang di tekuk menghadap ku.
Aku pun menatap abah memohon penjelasan. Ku lihat abah tersenyum.
"Danu, kenalkan ini adalah khodam karuhun mu .. yang akan selalu mendampingi mu seumur hidup. Dia bernama ki Rambai , usia nya sudah hampir seribu tahun . Ia akan mengikuti semua perintah mu . Dan akan menjaga mu ketika kamu dalam bahaya, atas izin dan perintah mu.
Untuk bisa memiliki nya maka kamu harus menaklukan nya, oleh sebab itu abah minta kamu untuk bertarung . Dan jika kamu mengalahkan nya maka khodam mu akan tunduk dan berubah wujud nya menjadi sesuatu yang bisa kamu bawa- bawa setiap saat. Dan jika saja tadi kamu kalah maka khodam tersebut akan pergi meninggalkan mu karena kamu di anggap tidak pantas menjadi tuan nya. Tapi abah yakin kamu dapat mengalahkan nya " abah menjelaskan
Aku mengangguk mendengar penjelasan panjang dari abah.
"Ki Rambai silahkan tunjukkan wujud asli mu kepada tuan mu , Danu " perintah abah
Kemudian aku pun menoleh ke arah ki Rambai yang masih berada di posisi nya . Lalu ku lihat ia agak mundur sedikit ,dan menggeram .. seketika
wuusshhh .. jleegg .. kini di hadapan ku ada seekor harimau besar berwarna putih polos. Besar nya melebihi tinggi tubuh ku , bahkan besarnya melebihi harimau pada umum nya. Besar nya sekitar tiga kali lipat harimau normal , dan tinggi nya sekitar hampir dua meter .
Aku ternganga kaget .. ada sedikit rasa takut berada di dekat hewan sebesar ini . Tanpa aku sadari , aku pun beringsut mundur menjauh . Keringat membasahi seluruh tubuh ku .
"Jangan takut Danu , ia adalah ki Rambai .. kamu bisa berkomunikasi dengan nya setelah ia kembali ke wujud manusia nya .. coba lah " ucap abah
Aku pun mengangguk berusaha tenang meski pun masih sedikit gemetar .
"Ki Rambai, kembalilah ke wujud manusia .." ucap ku
Lalu wuuuusshhh .. harimau putih tersebut berubah menjadi kepulan asap putih dan berganti wujud menjadi ki Rambai kembali .
################################
Haaii para readers terzeyeeng .. ini novel pertamaku , mohon maap jika banyak typo dan alurnya masih berantakan πππ¬
__ADS_1
Di tunggu selalu kehadiran jejak - jejak kalian yaπ€© .. LIKE π ,,, KOMEN π ,,, VOTE β Terimakasiih πππ€