
Karena Berbeda kelas , Danu menjadi jarang melihat Nindy dan sosok hitam yang selalu menempel di belakang nya .
Sehingga Danu sudah melupakan nya , sampai siang hari ini ketika pelajaran jam pertama selesai. Saat nya melanjutkan dengan pelajaran yang berikut nya , namun beberapa siswa berlarian ke ruang guru dengan panik.
Draapp .. Draapp ... Draapp .. Draapp ,
"Hei Dan , di kelas ujung ada yang kesurupan " suara Lita mengagetkan Danu yang sedang celingak celinguk di tengah hiruk pikuk siswa
"Siapa Lit ?" tanya ku penasaran
"Nindy .. info nya sih " jawab Lita
"Nindy ??" ulang ku
"Iyaa,,ayoo kita liat kesana Dan " ajak Lita . Aku langsung mengekor di belakang Lita. Sampai di sana terlihat geng aku sudah di sana .. Ada Sherly , Iqbal dan Ervan .
Mereka semua berkumpul mengerubung di depan kelas bersama siswa dan siswi yang lain, meski pun ga ada yang berani masuk . Hanya ketua kelas dan beberapa orang siswa yang berada di dalam sedang memegang Nindy .
Aku pun melihat dari sela - sela pundak teman - teman melalui jendela kelas. Terlihat Nindy sedang meronta - ronta berusaha melepaskan diri . Mata nya melotot , melihat ke segala arah seolah sedang mencari sesuatu , suara nya menggeram seperti hewan buas yang siap menerkam. Ku cari bayangan hitam yang biasa nya nempel di belakang Nindy tidak terlihat , aku menduga sosok hitam itu lah yang kini sedang merasuki Nindy .
Beberapa guru telah datang ,
"Ayoo minggir , minggir .. jangan mengerubung di sini " ucap bu Tuti , menggiring siswa siswi untuk pergi ke kelas masing - masing . Sementara teman- teman Nindy masih berada di depan kelas nya , menunggu izin masuk oleh guru .
Ada pak Adam, guru agama yang sedang berusaha menyadarkan Nindy dengan membacakan doa - doa . Harus nya pak Adam mengajar di kelas ku , tapi ia masih berada di kelas Nindy . Sehingga ada beberapa teman sekelas dan juga geng aku yang ikut bergabung duduk di lantai depan kelas Nindy .
"Ben, awal nya gimana sih sampe Nindy kesurupan gitu " tanya Lita ke Beni , teman sekelas Nindy .
"Eengg awal nya sih gue ga tau , ga ngeh gitu.. Tau - tau gw denger suara orang naik ke atas meja. Refleks gue nengok ke sumber suara itu , gue liat Nindy udah di atas meja nya sambil menggeram. Trus dia lompat dari meja nya ke meja yang lain .
Lalu Meri langsung teriak 'kesurupan .. Nindy kesurupan , tolongin ' gitu. Waktu itu kan pas pergantian pelajaran jadi belum dateng guru yang jam berikut nya.
__ADS_1
Akhir nya Marven inisiatif langsung menghampiri Nindy sambil teriak manggilin Reno , Diki sama Egi buat bantuin dia megangin Nindy . Terus Marven nyuruh yang lain manggil guru . Gue cuma tahu segitu aja " ucap Beni menjelaskan panjang lebar
"Oohh .. Ngeri juga ya bisa tiba - tiba gitu" ucap Lita sambil mengangguk - angguk .
"Sebelum Nindy kesurupan , ada yang aneh ga sama tingkah nya ?" Sambung Sherly
"Kayak nya ada deh Sher .. Gue sempet mergokin dia kayak yang lagi ga enak badan . Soalnya berkali - kali gw liat dia pegang - pegang tengkuk nya , nanti gosok- gosok tangan nya . Mungkin itu tanda - tanda nya kalo dia mo kesurupan kali ya , cuma gue nya ga nyadar . Terus kadang gue liat dia melamun sendiri , suka gue panggil sih biar dia ga melamun lagi . Kadang juga sambil gue kagetin, hhehe " sambung Meri , teman sekelas Nindy
Aku masih diam menyimak cerita - cerita dari teman sekelas nya Nindy . Terbersit ingin membantu ,tapi ada rasa tidak enak dengan guru ku yaitu pak Adam . Baik nya aku nunggu aja dulu deh , semoga pak Adam bisa menyadarkan Nindy , batin ku .
Samar - samar aku mendengar suara pak Adam seperti sedang berdialog dengan seseorang ,
" Assalamualaikum .. Ini siapa ya , kenapa memasuki siswi saya ?" tanya pak Adam
Ggrrrr .. hheerrgghh .. hooaaarrh .. suara itu terdengar dari Nindy .
Aku bimbang ada rasa tak enak hati jika langsung menerobos ke dalam ,ingin nya sih membantu pak Adam . Haruskah aku masuk ke dalam membantu pak Adam atau diam saja ? pikirku
Tiba - tiba ,,
" Paakk .. " teriak Marven dan Diki bersamaan
"Bapak ga pa pa , pak ?" tanya Reno yang masih memegangi Nindy .
Pak Adam hanya mengangguk sambil meringis menahan nyeri pada tulang - tulang nya yang terbentur lantai dan kaki meja akibat tendangan Nindy .
Aku segera berlari ke dalam kelas.
"Maaf pak , bapak ga pa pa pak ?
Saya bantu ya pak ?" tanya ku sopan ke pak Adam
__ADS_1
Pak Adam pun mengangguk sambil tertatih menghampiri Nindy kembali.
"Tolong bantu aku ya gaes , baca doa sebisa kalian ya " ucap ku sambil menatap kepada Marven , Diki, Egi dan Reno . Mereka mengangguk bersamaan , keringat sudah membanjiri tubuh mereka berempat. Mereka tampak kewalahan sekali menghadapi tenaga Nindy yang sangat kuat akibat di kuasai sosok yang belum di ketahui ini .
Aku pun mulai membaca doa , ku gosokkan kedua telapak tangan ku hingga menjadi sedikit hangat lalu ku tempelkan ke kening Nindy .
"Aarrkkhhh .. Aaaarkkhhh.." Nindy menjerit sambil meronta - ronta , tubuh nya menggeliat di lantai . Pak Adam pun ikut membantu memegangi Nindy .
Sepuluh menit kemudian ,
"Haaarrkhhh ... " lengkingan dari Nindy , mata nya melotot tajam ke arah Danu .
Kemudian wuuusshhh .. segumpal asap hitam keluar dari ubun - ubun Nindy , lalu Nindy jatuh terkulai lemas . Asap hitam itu sempat berputar - putar dengan cepat di belakang Nindy , ia menyerupai sosok hitam yang berbentuk sehelai kain hitam yang panjang dan sangat tipis , dengan ujung yang tidak rata dan tidak beraturan , terbentang lebar menutupi tubuh bagian belakang Nindy. Sebelum akhir nya lenyap entah kemana .
"Alhamdulilah " ucap ku yang lalu di ikuti oleh ke empat teman sekelas Nindy dan juga pak Adam
Segera ku netralisir hawa negatif dari tubuh Nindy , lalu ku beri pagar gaib agar sosok tersebut tidak merasuki nya lagi .
Marven, Reno,Diki dan Egi terduduk lemas di lantai , mereka menarik nafas sambil mengelap keringat yang bercucuran di dahi nya.
"Luar biasa tenaga nya Nindy ya " ucap Diki sambil mengatur nafas karena masih ngos - ngos an
"itu bukan Nindy , tapi mahkluk yang merasuki nya . Kalo Nindy mah ga segede gitu tenaga nya " sambung Marven
Pak Adam segera memanggil beberapa siswi termasuk Lita dan Sherly untuk menggotong Nindy ke uks .
Cukup lama pak Adam berusaha menyadarkan Nindy , hampir tiga puluh menit . Kini semua sudah kembali ke dalam kelas masing - masing . Pak Adam pun sudah memulai materi pelajaran agama nya di kelas ku .
Aku masih belum sempat mendeteksi sosok hitam yang mengganggu Nindy karena masih fokus dengan kondisi Nindy yang sudah lemas . Aku mengalirkan energi positif ke seluruh tubuh Nindy , ku lihat tenaga nya terkuras sangat banyak akibat ulah sosok hitam tadi .
###############################
__ADS_1
Haaii para readers terzeyeeng .. ini novel pertamaku , mohon maap jika banyak typo dan alurnya masih berantakan πππ¬
PLiiss bantu aqoh memperbaiki dengan saran2 kalian yaπ€© .. LIKE π ,,, KOMEN π ,,, VOTE β Terimakasiih πππ€ luv u all π€