
" Danu , ilmu kanuragan mu sudah semakin berkembang . Abah tahu saat ini kamu ingin fokus dengan sekolah mu agar bisa masuk ke universitas impian mu . Namun saran abah, apa yang telah kamu dapatkan di pondok sebisa mungkin kamu terapkan dalam keseharian mu , dimana pun kamu berada .
Tolonglah jika ada yang membutuhkan dan meminta pertolongan mu jika itu untuk kebaikan dan dalam hal kebaikkan .
Ini sudah menjadi takdir mu , sebagai santri pilihan . Allah yang telah memilih mu untuk membasmi kebathilan dan kesesatan . Allah yang telah memilih mu untuk berada di pondok ini .
Kedua orangtua mu dan abah hanya mendampingi dan mengarahkan , atas izin Allah " ucap abah memberikan nasehat nya
Aku hanya diam tertunduk sambil mengangguk - angguk .
☆☆☆☆☆
Sementara itu di desa Palung yang letak nya dua desa dari pesantren Danu .
" Laillaha illallah .. Laillaha illallah .." serombongan orang berzikir sepanjang jalan sambil menggotong sebuah keranda . Di rombongan itu terdapat beberapa orang yang menangis .
Mereka menuju sebuah pemakaman umum untuk menguburkan jenazah yang di gotong nya .
Di kejauhan , nampak seorang lelaki sedang menatap sambil tersenyum sumringah ketika proses pemakaman yang memakan waktu hampir satu setengah jam tersebut selesai .
☆☆☆☆☆
Bel sekolah berbunyi , tanda waktu belajar telah selesai . Jam sudah menunjukkan pukul dua belas siang .
Danu dan yang lain beranjak dari bangku dan keluar kelas, mereka akan kembali ke rumah masing - masing .
Ketika Danu sedang menunggu geng nya di depan gerbang sekolah , tiba - tiba
" Hai Dan, kalian tau ga kalo di desa Palung lagi gempar ?" tanya Ginanjar
" Gempar gimana , Gin ?" jawab Danu
Belum sempat Danu menjawab , geng Danu pun datang satu per satu .
"Haaii Gin .. Tumben ga langsung balik " sapa Lita
" Iya nih , gue pengen nanya sama kalian " jawab Ginanjar
Lita pun menatap ke arah Danu dan yang lain nya dengan tatapan bingung .
__ADS_1
" Emang mau nanya apa ,Gin ?" tanya Ibnu
" Itu , soal desa Palung yang lagi gempar dengan berita hilang nya kain kafan dari jenazah yang baru kuburkan " ucap Ginanjar sambil menatap satu persatu menunggu reaksi dari geng Danu
" Oohh itu, kalo gue sih udah tau .. Karena paman gue ada yang tinggal di sana , ini rencana nya baru mo cerita juga " ucap Sherly
" Nah itu , lo kan tau kl rumah nenek gue juga di desa Palung , Sher .. Cuma beda beberapa kilo aja kan " jawab Ginanjar sambil menatap Sherly yang mengangguk
Ternyata semua geng Danu sudah pada mengetahui keanehan tersebut , hanya Danu yang belum tahu . Kebanyakan rumah mereka memang bersebelahan dengan desa tersebut. Dan ada dari saudara mereka yang bahkan tinggal di desa yang sedang mengalami ke anehan itu.
" Begini Dan, gue mau minta tolong kalo lo ga keberatan .. Di desa nenek gue situasi nya agak mengerikan , Dan . Banyak pemuda atau gadis yang mengalami kematian mendadak , kemudian setelah di kuburkan , warga mendapati kuburan nya sudah terbuka . Dan kain jenazah nya sudah tidak ada Dan .
Nah, setelah gue denger lo kemarin bantu nemuin temen kita yang hilang itu , gue pikir mungkin lo juga bisa bantu warga desa Palung yang sedang mencekam situasi nya seperti sekarang ini " ucap Ginanjar menjelaskan
Danu menyimak cerita Ginanjar , ia sempat bingung harus gimana . Di satu sisi ia ingin menolong , tapi di sisi lain ini bukan perkara mudah . Karena selain harus berurusan dengan alam gaib juga harus kerjasama dengan pihak kepolisian , mengingat ada nya kematian .
Danu tidak ingin menanyakan lebih detail kepada Ginanjar karena memang situasi nya kurang tepat , biar nanti ia akan lihat langsung saja di sana .
" Oohh mungkin ini maksud wejangan abah kemarin " batin Danu
" Gimana Dan , lo mau kan nolongin ?" tanya Ginanjar dengan tatapan memohon
" Alhamdulilah " ucap Ginanjar lega
" Nyok balik " ajak Danu kepada Ginanjar sambil menepuk pundak Ibnu .
Mereka pun berpisah dan mengambil arah ke rumah nya masing - masing . Sedangkan Ibnu mengantar Danu ke pesantren dulu , karena rumah Ibnu memang tidak jauh dari pesantren Danu . Hari ini geng Danu tidak ada kegiatan ngumpul .
Sesampai nya di gerbang pesantren ,
" Dan, kalo butuh kita - kita jangan sungkan ya .. Kita pasti bantuin lo , kita tunggu info dari lo ya " ucap Ibnu sebelum melajukan motor nya
" Siap, thanks bro .. Assalamualaikum " jawab Danu
Setelah menjawab salam Danu, Ibnu pun langsung meninggalkan pesantren .
☆☆☆☆☆
Malam hari nya di desa Palung , suasana mencekam sangat terasa . Karena di desa itu kini di hantui oleh mahkluk yang kain kafan nya hilang . Meski pun pihak keluarga sudah mengganti dengan yang baru dan makam nya pun sudah di tutup kembali dengan rapi , namun ruh - ruh itu masih menghantui . Membuat warga desa Palung sudah hampir dua bulan ini tidak ada yang berani keluar rumah menjelang malam . Pihak kepolisian masih menyelidiki dalang di balik hilang nya kain - kain kafan yang meresahkan warga desa tersebut .
__ADS_1
Malam semakin larut , udara dingin menusuk tulang . Maryani yang masih belum bisa memejamkan mata nya hanya terbaring di samping suami nya sambil menatap langit - langit kamar . Tak terasa airmata nya mengalir , terbayang wajah anak gadis semata wayang nya yang telah di makamkan seminggu yang lalu .
" Ibuuu .. Buu " terdengar sebuah suara samar - samar dari arah luar kamar nya . Maryani menajamkan pendengaran nya .
Kretekk kreteekk .. Kali ini seperti suara kursi kayu yang di duduki . Kursi tersebut berada di ruang makan Maryani . Seketika bulu kuduk Maryani meremang , ia ketakutan namun juga penasaran .
" Pak , bangun pak " panggil nya kepada Tono , suami nya . Maryani pun menggoyangkan tubuh suami nya agar segera bangun .
" Hmm , kenapa toh bu " ucap nya dengan suara serak dan mata yang tetap terpejam
" Itu lho ada yang manggilin ibu , pak .. Hayuu temenin ibu liat ke depan " ucap Maryani
" Aahh sudahlah , bu.. Mungkin ibu mimpi , dah lah tidur lagi aja bu . Bapak ngantuk banget lho ini " ucap Tono sambil membalik tubuh nya membelakangi Maryani . Tak lama suara dengkuran nya kembali terdengar .
Maryani menghela nafas, ia pun membenamkan diri nya ke dalam selimut. Maryani mencoba untuk tidur , ia memejamkan mata nya sejenak meski pun belum bisa terlelap . Ketika ia membuka mata ,
"Haaaahhhh .. Aahhhh " jerit Maryani . Tubuh nya gemetar . Ia melihat wajah anak gadis nya , Arum . Wajah Arum sangat pucat , ia menangis mengeluarkan airmata darah dari kedua mata nya . Wajah Arum sangat dekat dengan Maryani sehingga dapat terlihat jelas kedua mata nya yang bolong .
Mahkluk yang menyerupai Arum itu tiba - tiba menghilang dari hadapan Maryani .
Tono pun segera terbangun mendengar jeritan istri nya .
" Kenapa , ada apa bu ?" tanya Tono yang terkejut melihat istri nya ngumpet di balik selimut dengan sekujur tubuh gemetar sambil terisak.
" Aa.. Annuu ,ppaak .. Iitu , ada Aaruumm " jawab Maryani terbata - bata
Tono pun segera beranjak dari ranjang , ia menyalakan lampu kamar dan melihat ke sekeliling kamar .
" Mana bu .. Ga ada . Arum sudah tenang di sana , bu . Ibu jangan mengada - ada lah " jawab Tono sedikit kesal . Ia tidak terima anak nya di samakan dengan anak - anak lain yang telah meninggal dan ruh nya menghantui keluarga nya , seperti yang sedang terjadi di desa nya . Sebelum Arum meninggal , sudah ada tiga orang remaja yang meninggal mendadak . Dan kabar nya ruh mereka menghantui keluarga nya , sudah banyak kyai di desa tersebut yang menggelar pengajian namun ruh itu kembali datang setelah nya .
Maryani tidak mau berdebat , ia diam saja mendengar ucapan suami nya .
" Arum , kenapa kamu ga tenang di sana , nak? Apa yang ingin kamu sampaikan , anakku " batin Maryani pilu sambil meneteskan airmata nya kembali .
Sementara di sudut kamar itu, sebuah sosok gadis remaja berusia tujuh belas tahunan berdiri melayang . Mengenakan pakaian terakhir nya semasa ia masih hidup , yaitu seragam putih abu - abu .
###############################
Haaii para readers terzeyeeng .. ini novel pertama ku , mohon maap jika banyak typo dan alur nya masih berantakkan 🙏🙏😬
__ADS_1
PLiiss bantu aqoh memperbaiki dengan saran2 kalian ya🤩 .. LIKE 👍 tp jgn di bom ya😁🙏 ,,, KOMEN 💕 ,,, VOTE ⚘ Terimakasiih 🙏🙏🤗 luv u all 🤗