SANTRI PILIHAN

SANTRI PILIHAN
BAB . 38 . GONDOL MAYIT , bag. 2


__ADS_3

Setelah mendapatkan info dari Ginanjar dan geng nya , Danu menemui abah . Ia menceritakan semua nya .


" Masalah ini tidak bisa kamu selesaikan sendiri , nanti abah akan menghubungi rekan abah yang polisi . Beliau bernama pak Mardi .


Pak Mardi ini juga sedikit banyak nya mengetahui dan percaya dengan hal - hal gaib. Sehingga nanti beliau bisa membantu kamu , Dan " ucap abah


" Baik bah , terimakasih " jawab Danu


" Sebentar ya " lanjut abah sambil menghubungi seseorang melalui ponsel nya . Setelah kurang lebih sepuluh menit , abah kembali menghampiri Danu


" Di tunggu saja Dan , beliau besok akan ke sini . Nanti abah kabari lagi ya " sambung abah


Keesokkan hari nya , sesuai dengan janji pak Mardi datang ke rumah abah . Aku pun segera di panggil dan di perkenalkan .


Pak Mardi ini lah yang menangani kasus hilang nya kain - kain kafan dan juga rusak nya tanah makam . Ia juga menjelaskan kalau yang hilang dan rusak itu selalu saja jenazah yang baru di makamkan . Dan belakangan ini yang meninggal selalu bujang atau gadis , entah kebetulan atau tidak . Itu lah yang sedang di selidiki nya .


Pak Mardi pun menyarankan agar aku datang berkunjung ke rumah salah satu warga agar bisa mendengar langsung peristiwa nya.


Aku pun setuju , tentu nya setelah mendapat izin dari abah .


Siang itu juga aku dan pak Mardi berangkat ke desa Palung . Dengan mobil pak Mardi , kami pun tiba lebih cepat tidak sampai tiga puluh menit .


Took took tokk ," Assalamualaikum .. " sapa pak Mardi


" Waalaikumsalam " jawab suara seorang lelaki dari dalam , terdengar langkah kaki kemudian pintu pun terbuka .


" Oohh pak Komandan, mari masuk .. " ucap nya dengan ramah sambil menyalami nya


" Ini siapa pak ? " tanya orang itu sambil menatap ku


" Saya Danu, pak " jawab ku memperkenalkan diri sambil menyalami nya


" Oohh nak Danu yang pak komandan ceritakan kemarin ya " ucap nya


" betul , pak Sugi " jawab pak Mardi sambil tersenyum


Setelah mempersilahkan kami duduk, pak Sugi izin ke dalam sebentar . Tak lama kemudian ia keluar kembali bersama istri nya .


Kami pun bersalaman , tak lupa aku memperkenalkan diri kembali ke istri nya pak Sugi


Ku lihat istri nya pak Sugi sangat pucat wajah nya dan seperti tidak bertenaga , jalan nya pun harus di papah oleh suami nya .


" Pak , bu .. mohon maaf sebelum nya , bukan maksud untuk membuat bapak dan ibu sedih . Mohon izin , kalau boleh di ceritakan apa yang ibu dan bapak alami .. Biar nak Danu bisa menolong " Pak Mardi membuka pembicaraan


Ku lihat pak Sugi menatap ke istri nya , ia pun menggenggam erat tangan istri nya seolah memberikan ketenangan . Lalu ia mengangguk memberi kode agar istri nya bersedia bicara .


Aku dan pak Mardi hanya diam menunggu .


" Waktu itu .. "


Pov pak Sugi ,


Ketika siang itu saya sedang di ladang , seorang warga menghampiri nya dengan panik .


" Pak , pak .. Sulaiman , pak " ucap nya sambil nunjuk- nunjuk ke arah rumah pak Sugi.


Seketika aku pun menjatuhkan cangkul ku , meski pun aku belum tahu ada apa , tapi dari cara Rahmat menghampiriku seperti ini pasti ada yang tidak beres dengan anak ku , Sulaiman.


" Ayokk Mat " ajak ku sambil beranjak dan berlari pulang


Sesampai nya di rumah , ternyata sudah banyak warga dan juga polisi . Aku menerobos masuk , ku lihat istri ku sudah pingsan. Ada jenazah di ruang tamu ku dengan menggunakan kantong jenazah berwarna kuning. Dengan jantung berdegup dan gemetar aku membuka resleting nya perlahan , terlihat wajah yang sudah setengah hancur , aku tak sanggup melanjutkan . Aku menangis sejadi - jadi nya melihat wajah dan separuh tubuh anakku rusak.

__ADS_1


" Ya Tuhan man , kenapa dengan mu , nak .. Siapa yang melakukan ini ?" ucap ku dengan histeris sambil memeluk jenazah anak ku .


Beberapa warga menenangkan ku , setelah aku sedikit tenang , ku lihat istri ku sudah sadar namun masih terbaring lemas. Aku menghampiri istri ku , membelai nya dengan lembut


" Bu " sapa ku


" Tadi pagi anak kita berangkat dalam keadaan sehat , pak .. Kenapa pulang nya begini ?" isak istri ku


Aku pun hanya diam ,sesaat kemudian aku menghampiri Rahmat ,


" Mat, siapa yang menemukan anak ku pertama kali ?" tanya ku


" Wawan , pak " jawab nya sambil menunjuk ke arah Wawan , yang sedang di tanyai oleh polisi


Setelah selesai , Wawan dan polisi itu menghampiri ku


" Kami turut berduka sedalam- dalam nya , pak " ucap polisi tersebut


" Pak, saya melihat dari jauh ketika Sulaiman berjalan . Awal nya terlihat biasa saja , terlihat sehat . Kami pun sempat bertegur sapa saat ia melewati ladang , namun ketika melewati sungai yang kering , saya melihat tubuh Sulaiman tiba - tiba doyong ke kiri lalu jatuh terguling ke dasar sungai itu . Saya langsung berlari sambil memanggil warga yang saat itu sedang di ladang . Saya berharap dapat segera menolong Sulaiman , namun karena sungai yang kering itu sedikit curam dan berbatu sehingga kami kesulitan untuk turun dan mengangkat tubuh nya .


Sebagian warga memanggil polisi , sebagian lagi mencari tandu dan mobil bak . Sementara itu aku memanggil - manggil Sulaiman , namun tidak ada respon . Aku pikir mungkin Sulaiman pingsan " ucap Wawan menjelaskan panjang lebar


" Saya turut bersedih dan berduka , pak " lanjut nya


" Terimakasih , Wan "


Lalu proses pemakaman pun di lanjutkan hingga selesai


Pov pak Sugi end .


"Walaupun kalau berdasarkan cerita Wawan dan juga istri ku , dan aku pun melihat dengan mata kepala ku sendiri, kalau anak ku pada hari itu terlihat sehat , tidak ada tanda ia sedang pusing ato apa , namun aku tidak tahu harus bagaimana membuktikan keanehan ini , pak .. Nak Danu " ucap pak Sugi dengan nada sedih


pov bu Sugi ,


selesai tahlil, aku pun rebahan di kamar. Hati ku sedih dan sakit sekali mengingat anak sulungku yang telah tiada . Kepergian nya yang sangat mendadak ini dan dengan cara seperti ini membuat ku sulit menerima kenyataan .


Anak- anak ku yang lain sudah tidur , begitu pun suami ku. Namun mata ku masih sulit terpejam , selalu terbayang wajah terakhir Sulaiman . Tiba - tiba saja suasana di kamar ku berubah menjadi sangat dingin , bulu kuduk ku meremang.


" Iih kok mendadak dingin banget ya .. Kenapa aku jadi merinding " gumam ku


Aku pun menarik selimut ketika mendengar suara ,


" Buuu .. Tool loong , buu .. Buuu , sah kiiiiit " ucap nya lirih sambil terisak


Aku pun tertegun , aku kenal betul suara itu . Itu suara anak ku . Ku bangunkan suami ku


" Pak , bangun .. banguunn pak .. Itu Iman , pak "


" Hhaa .. Iman kan sudah ga ada , bu .. Sudah , ibu harus ikhlas biar Iman tenang di sana " ucap pak Sugi lalu melanjutkan tidur


Istri nya pun menurut, ia kembali tidur . Di dalam tidur nya, ia melihat Sulaiman sedang di cambuk .


Ia menjerit histeris memanggil anak nya , namun seperti nya sekencang apa pun ia berteriak tidak terdengar oleh Sulaiman. Ia melihat Sulaiman sedang di perlakukan seperti budak . Kaki nya di rantai , ketika ia melambat maka cambuk itu mengenai tubuh nya kembali . Membuat tubuh nya berdarah - darah . Bu Sugi pun menangis histeris .


" Jangaaannn , toolooooongg .. Jangan sakiti anak ku .. Toloongg hentiiikaaann , jangaaann lukaaaiii anakkuuu "


" Bu , banguunn bu " Aku merasa tubuh ku di goyang - goyangkan.


Aku pun membuka mata ku perlahan , tubuh ku berkeringat


Aku melihat suami ku, dan meceritakan mimpi ku .

__ADS_1


Mimpi itu terus berulang dalam tidur ku , hingga aku pun tidak sanggup lagi memejamkan mata .


Beberapa minggu kemudian , saat itu aku sedang sendirian di kamar .


Aku melihat sekelebat bayangan di luar kamar ku , aku pikir itu anak ku yang lain . Aku pun keluar kamar perlahan,


Tiba - tiba aku melihat sesosok bayangan samar - samar masuk ke dalam kamar Sulaiman .


Aku mengikuti nya ,ku buka perlahan pintu kamar Sulaiman,


Kriieeettt kleekk..


Kamar nya gelap , sejak hari terakhir itu , kami tidak lagi ke kamar nya .


Bahkan lampu nya pun kami biarkan mati seperti hari terakhir ia meninggalkan kamar nya .


Bayangan itu berdiri membelakangi ku . Aku pun meraba - raba mencari saklar lampu. Ku tekan tombol saklar , dan


Ceteeekkk .. Lampu menyala namun aneh nya lampu nya redup , tidak seterang biasa nya .


sosok itu pun semakin jelas , aku terkejut ketika mengenali bentuk tubuh dan juga pakaian terakhir nya .


Pakaian itu seragam sekolah yang sudah compang camping dengan robekan di sekujur nya .


Tubuh ku kaku , kaki ku tidak dapat bergerak . Aku ingin keluar tidak bisa , ingin teriak juga tidak bisa . Aku hanya berdiri menatap tubuh itu bergerak perlahan. Memutar menghadap ku . Jantung ku berdegup kencang .. Keringat tiba - tiba mengucur dari kening ku di iringi dengan deras nya airmata ku yang ikut keluar .


" buuu .. ibuuuu ..." sosok itu memanggil dengan nada lirih dan sedih membuat buluk kuduk ku meremang .


Ia sudah memutar tubuh nya, kini kami berhadap - hadapan dengan jarak yang tidak terlalu jauh . Posisi ku berada satu langkah di belakang pintu , sementara ia berdiri berada di dekat meja belajar nya .


Aku gemetar melihat wajah nya yang rusak , darah mengalir dari kepala nya , menebarkan bau amis yang sangat menusuk .


Ku lihat kedua tangan nya terjuntai dengan tulang yang menonjol keluar , sebelah tangan menekuk ke belakang . Berdiri nya pun tidak sempurna , kaki nya dari dengkul ke bawah terdapat robekan yang dalam hingga terlihat tulang , dan darah yang mengalir . Telapak kaki nya masing - masing menghadap ke samping , membuat ku linu melihat nya .


"Aa..nak ku " hanya itu yang bisa ku ucapkan , setelah itu aku tidak ingat apa - apa lagi


Pov bu Sugi end.


" Mimpi itu selalu hadir hampir setiap malam , membuat ku tidak sanggup lagi untuk tidur. Aku sangat tidak tega melihat anak ku di siksa seperti itu , aku juga kehilangan selera makan . Aku tidak tahu harus bagaimana menolong nya " ucap bu Sugi terisak kembali


"Di malam - malam tertentu Sulaiman kerap menampakkan diri ke istri saya " sambung pak Sugi


Setelah mereka menceritakan semua , aku dan pak Mardi pun berjanji akan membantu membebaskan ruh Sulaiman .


Sebelum kami pulang , pak Mardi pun mengajak ku kembali ke rumah korban yang berikut nya .


☆☆☆☆☆


Kali ini ke sebuah keluarga , yaitu pak Tono dan bu Maryani, istri nya . Mereka belum lama kehilangan anak gadis nya , yaitu Arum .


Arum juga seumuran dengan Sulaiman , hanya saja berbeda sekolahan .


Setelah berkenalan , bu Maryani dan pak Tono menceritakan kalau Arum kerap datang menemui keluarga nya . Kemudian ia juga menampakkan diri ke tetangga yang melewati rumah nya .


Namun belakangan ini ia menampakkan diri ke rumah warga kami yang memiliki anak seusia nya .


###############################


Haaii para readers terzeyeeng .. ini novel pertama ku , mohon maap jika banyak typo dan alur nya masih berantakkan 🙏🙏😬


PLiiss bantu aqoh memperbaiki dengan saran2 kalian ya🤩 .. LIKE 👍 tp jgn di bom ya😁🙏 ,,, KOMEN 💕 ,,, VOTE ⚘ Terimakasiih 🙏🙏🤗 luv u all 🤗

__ADS_1


__ADS_2