
BLEEPP ..
Semua lampu dalam rumah ku mati , keadaan menjadi gelap gulita.
Ya Tuhan, gumam ku . Airmata ku mulai mengalir , aku benar - benar takut. Aku jatuh duduk di lantai , ku tutup wajah ku sambil menangis.
"Mama , papa .. Tolong aku , hhuhuu .. mbak Yuum .. Toloong , hhuu huuu " Dengan susah payah aku mengeluarkan suara ku , yang terdengar lirih. Aku berharap mbak Yum mendengar ku.
"Niindyyyy .. " sebuah suara memanggil ku lembut dan samar , terdengar dekat sekali . Seolah di sebelah ku .
"Niiiiin ... ddyyyyy .. " panggil nya lagi dengan setengah berbisik
Aku masih diam menutup wajah, aku tidak berani melihat.
"NII N DYY !! "
tiba - tiba suara itu memanggil ku dengan suara yang meleking dan keras , membuat telinga ku terasa sakit . Aku pun menutup kedua telingaku rapat - rapat dengan tangan ku sambil memejamkan kedua mata dan menunduk . Aku beringsut mundur, sampai mentok ke dinding.
Suasana nya terasa mencekam dan dingin sekali hingga tubuh ku menggigil .
Tiba - tiba aku merasa bahu ku di sentuh dan di goyang - goyangkan, aku pun berusaha melepaskan diri . Aku meronta- ronta sambil menjerit sekuat tenaga .
"Tiidaaakk .. Jaangaannn .. Toolooonggg .. Pergiii , ja ..ja.. ngan sakiti aku .. hhuu huu.. Jaaa..ngaaann , Ku mohoonn " tangis ku pecah sambil terus meronta
"Non .. Non .. Non Nindy , kenapa non ?
Non.. ini mbak Yum ,non ..Ayoo di buka dulu mata nya , non " ucap mbak Yum
"Benerr ? " Tanya ku tanpa membuka kedua mata , aku mendengar suara mbak Yum namun aku masih takut untuk membuka mata ku
"Iyaa non , ini mbak Yum .. Non Nindy ngapain duduk di lantai ? di pojokkan gini " tanya mbak Yum
Setelah aku yakin dengan suara mbak Yum , aku membuka mata ku perlahan . Betapa senang nya aku melihat mbak Yum . Aku pun langsung memeluk mbak Yum sambil menangis. Suasana rumah sudah kembali normal lagi , semua lampu - lampu sudah menyala terang . Hawa dingin pun sudah tidak ada lagi . Aku benar - benar di buat bingung.
"Saya antar ke kamar non Nindy ya .. Non mau apa , nanti saya buatkan dan saya kirim ke kamar non "ucap mbak Yum sambil memapah ku berdiri dan berjalan ke lantai atas menuju kamar ku . Dan aku hanya mengangguk sambil menggandeng erat tangan mbak Yum
Pov Nindy end.
" Itu pertama kali aku mengalami hal yang menakutkan hingga membuat ku kapok untuk keluar kamar jika lepas magrib ato menjelang malam.. sampai sekarang , Hhhh " ucap Nindy sambil menghela nafas.
"Oohh gitu ya sudah kalo gitu lo pulang gih, mumpung belum terlalu sore. Besok - besok lanjutin lagi ya cerita nya , hhehe " ucap Lita
" Iihh emang lo ga takut denger cerita gue , Lit ?" tanya Nindy bingung dengan sikap teman nya yang satu ini . Biasa nya orang akan ketakutan jika mendengar cerita aneh seperti ini , namun Lita tidak.
" Sedikit , tapi seru denger nya Nin " jawab Lita sambil cengar cengir
__ADS_1
"Hhhh .. Ya udah gue balik duluan ya, kalo hari ini belum selesai ,,tunda aja dulu Lit .. Besok kita lanjutin lagi memilah - milah nya " ucap Nindy
"Gue balik ya , Lit .. Thanks lho " lanjut Nindy sambil mmenepuk lembut pundak Lita
" Yooii sama - sama , lo hati - hati ya.. oiya banyakin baca doa ya Nin " sahut Lita
"Siipp " jawab Nindy sambil melangkah keluar ruangan mading
☆☆☆☆☆
"Assalamuaikum Danu "
Danu pun langsung memusatkan konsentrasi nya , ia duduk tenang sambil mengatur nafas . Kemudian memejamkan mata nya,
"Waalaikumsalam, gimana ki Rambai " ucap Danu yang ingin segera mendapatkan info dari ki Rambai
Pov Ki Rambai ,
Setelah mendapat titah dari tuanku , aku segera melesat ke alam gaib.
Di rumah Nindy , aku melihat sesosok gadis kecil sedang berjalan mengitari setiap ruangan. Ia menggunakan baju pink yang terlihat kusam dan compang camping. Wajah nya nampak sedih ..
"Assalamualaikum , cu " sapa ku
Gadis kecil itu menoleh , ia hanya menatap ku dengan tatapan bingung
Aku pun mengangguk sambil tersenyum
"Nama mu siapa , cu .. Kenapa kamu belum kembali ke tempat mu yang seharusnya ?" tanya ku
"Nama ku Lani, kek .. Tolong aku , selamatkan saudara ku , Nindy kek.. Huuu huuu huuu " tangis lani pun pecah
"Ceritakan lah , cu " lanjut ku
"Aku dan Nindy besar di panti asuhan yang sama , aku dan Nindy terpaut empat tahun . Saat usia ku lima tahun aku di ambil dan di besarkan oleh papa Ardi dan mama Minna. Saat itu rumah mereka masih sederhana .
Suatu saat aku di bangunkan malam - malam , kemudian di ajak pergi entah kemana , aku kurang mengerti. Dan tahu - tahu aku sudah seperti ini, kek .. Hhuu .. huu .. huu ..
Entah berapa lama aku meninggalkan rumah mereka , ketika aku kembali ke sini semua nya sudah berubah. Rumah ini memjadi sangat besar , bagus dan mewah sekali.
Beberapa tahun kemudian aku melihat Nindy di rumah ini, dan aku takut mereka memperlakukan Nindy seperti ku . Karena kini aku baru mengerti kalau mereka menyembah siluman ular, kek
Ruh aku menjadi tawanan siluman itu , kek .. aku hanya bisa keluar sebentar di kala siluman ular dan pengikut nya sedang mengadakan ritual seperti saat ini .
Tolong selamatkan Nindy , kek .. Aku tidak tahu harus bagaimana cara nya memberitahu ke Nindy " ucap Lani panjang lebar
__ADS_1
"Baiklah, aku dan kawan - kawan Nindy akan berusaha menyelamatkan nya . Sebaiknya kamu kembali sekarang , dan tunggu lah kami menyelamatkan ruh mu agar kamu dan tawanan siluman ular lainnya bisa kembali ke tempat yang seharusnya " ucap ku
Lani pun mengangguk " Terimakasih kek , aku akan menunggu kakek " ucap nya, lalu ia pun menghilang
Aku pun segera kembali menemui Danu .
Pov ki Rambai end.
"Kalau begitu kita harus menghilangkan sumber nya dulu ,ki.. Supaya orangtua Nindy berhenti mencari tumbal . Sudah banyak korban tumbal yang di makan oleh siluman itu. Sehingga ilmu nya semakin tinggi dan pasukan nya pun semakin banyak.
kita butuh abah dan lainnya untuk membantu " ucap ku menahan amarah
" Iya , aki juga tidak tega dengan korban - korban itu " ucap ki Rambai
" Aku akan berdiskusi dengan abah untuk mengatur strategi .. Tunggu kabar dari ku ya ki " lanjutku sambil memutuskan komunikasi dengan ki Rambai .
Ku lihat ki Rambai mengangguk dan segera kembali ke tempat nya.
Sementara itu di kediaman Nindy,
"Maammaaaaa .. tooloonggg .." jerit Nindy
Minna dan Ardi pun segera ke kamar Nindy , mereka melihat Nindy meringkuk di sudut kamar sambil menangis .
Minna segera menghampiri dan memeluk nya ,
"Ada apa sayang ?" tanya nya
"ulaarr mama .. di sanaa .. ada ular kecil - kecil .. mereka bergerombol ingin menyerangku , aku takuut .. hhuuhuu " jawab Nindy sambil memeluk mama nya
Ardi dan Minna melihat ke arah yang di tunjuk oleh Nindy , namun mereka tidak melihat apa - apa .
"Tidak ada, sayang .. Tidak ada apa - apa , coba kamu liat lagi , mumpung ada mama dan papa " ucap Ardi
Nindy pun menurut, ia mencoba mengintip dari pundak mama nya . Dan ia sudah tidak menemukan ular - ular itu . Ia pun menatap ke mama dan papa nya dengan tatapan bingung.
Minna menghapus airmata yang membasahi pipi Nindy " mama akan temani kamu sampai kamu tidur ya " ucap nya dengan lembut
Nindy pun merebahkan tubuh nya di atas ranjang , kemudian di selimuti oleh Minna .
Ardi dan Minna saling melempar senyum, mereka mengerti kalau waktu nya tidak lama lagi , mereka akan bertambah kaya dan semakin terpandang.
###############################
Haaii para readers terzeyeeng .. ini novel pertamaku , mohon maap jika banyak typo dan alurnya masih berantakan 🙏🙏😬
__ADS_1
PLiiss bantu aqoh memperbaiki dengan saran2 kalian ya🤩 .. LIKE 👍 ,,, KOMEN 💕 ,,, VOTE ⚘ Terimakasiih 🙏🙏🤗 luv u all 🤗