SANTRI PILIHAN

SANTRI PILIHAN
BAB . 30 . PERTEMUAN KI RAMBAI DENGAN LANI


__ADS_3

BLEEPP ..


Semua lampu dalam rumah ku mati , keadaan menjadi gelap gulita.


Ya Tuhan, gumam ku . Airmata ku mulai mengalir , aku benar - benar takut. Aku jatuh duduk di lantai , ku tutup wajah ku sambil menangis.


"Mama , papa .. Tolong aku , hhuhuu .. mbak Yuum .. Toloong , hhuu huuu " Dengan susah payah aku mengeluarkan suara ku , yang terdengar lirih. Aku berharap mbak Yum mendengar ku.


"Niindyyyy .. " sebuah suara memanggil ku lembut dan samar , terdengar dekat sekali . Seolah di sebelah ku .


"Niiiiin ... ddyyyyy .. " panggil nya lagi dengan setengah berbisik


Aku masih diam menutup wajah, aku tidak berani melihat.


"NII N DYY !! "


tiba - tiba suara itu memanggil ku dengan suara yang meleking dan keras , membuat telinga ku terasa sakit . Aku pun menutup kedua telingaku rapat - rapat dengan tangan ku sambil memejamkan kedua mata dan menunduk . Aku beringsut mundur, sampai mentok ke dinding.


Suasana nya terasa mencekam dan dingin sekali hingga tubuh ku menggigil .


Tiba - tiba aku merasa bahu ku di sentuh dan di goyang - goyangkan, aku pun berusaha melepaskan diri . Aku meronta- ronta sambil menjerit sekuat tenaga .


"Tiidaaakk .. Jaangaannn .. Toolooonggg .. Pergiii , ja ..ja.. ngan sakiti aku .. hhuu huu.. Jaaa..ngaaann , Ku mohoonn " tangis ku pecah sambil terus meronta


"Non .. Non .. Non Nindy , kenapa non ?


Non.. ini mbak Yum ,non ..Ayoo di buka dulu mata nya , non " ucap mbak Yum


"Benerr ? " Tanya ku tanpa membuka kedua mata , aku mendengar suara mbak Yum namun aku masih takut untuk membuka mata ku


"Iyaa non , ini mbak Yum .. Non Nindy ngapain duduk di lantai ? di pojokkan gini " tanya mbak Yum


Setelah aku yakin dengan suara mbak Yum , aku membuka mata ku perlahan . Betapa senang nya aku melihat mbak Yum . Aku pun langsung memeluk mbak Yum sambil menangis. Suasana rumah sudah kembali normal lagi , semua lampu - lampu sudah menyala terang . Hawa dingin pun sudah tidak ada lagi . Aku benar - benar di buat bingung.


"Saya antar ke kamar non Nindy ya .. Non mau apa , nanti saya buatkan dan saya kirim ke kamar non "ucap mbak Yum sambil memapah ku berdiri dan berjalan ke lantai atas menuju kamar ku . Dan aku hanya mengangguk sambil menggandeng erat tangan mbak Yum


Pov Nindy end.


" Itu pertama kali aku mengalami hal yang menakutkan hingga membuat ku kapok untuk keluar kamar jika lepas magrib ato menjelang malam.. sampai sekarang , Hhhh " ucap Nindy sambil menghela nafas.


"Oohh gitu ya sudah kalo gitu lo pulang gih, mumpung belum terlalu sore. Besok - besok lanjutin lagi ya cerita nya , hhehe " ucap Lita


" Iihh emang lo ga takut denger cerita gue , Lit ?" tanya Nindy bingung dengan sikap teman nya yang satu ini . Biasa nya orang akan ketakutan jika mendengar cerita aneh seperti ini , namun Lita tidak.


" Sedikit , tapi seru denger nya Nin " jawab Lita sambil cengar cengir

__ADS_1


"Hhhh .. Ya udah gue balik duluan ya, kalo hari ini belum selesai ,,tunda aja dulu Lit .. Besok kita lanjutin lagi memilah - milah nya " ucap Nindy


"Gue balik ya , Lit .. Thanks lho " lanjut Nindy sambil mmenepuk lembut pundak Lita


" Yooii sama - sama , lo hati - hati ya.. oiya banyakin baca doa ya Nin " sahut Lita


"Siipp " jawab Nindy sambil melangkah keluar ruangan mading


☆☆☆☆☆


"Assalamuaikum Danu "


Danu pun langsung memusatkan konsentrasi nya , ia duduk tenang sambil mengatur nafas . Kemudian memejamkan mata nya,


"Waalaikumsalam, gimana ki Rambai " ucap Danu yang ingin segera mendapatkan info dari ki Rambai


Pov Ki Rambai ,


Setelah mendapat titah dari tuanku , aku segera melesat ke alam gaib.


Di rumah Nindy , aku melihat sesosok gadis kecil sedang berjalan mengitari setiap ruangan. Ia menggunakan baju pink yang terlihat kusam dan compang camping. Wajah nya nampak sedih ..


"Assalamualaikum , cu " sapa ku


Gadis kecil itu menoleh , ia hanya menatap ku dengan tatapan bingung


Aku pun mengangguk sambil tersenyum


"Nama mu siapa , cu .. Kenapa kamu belum kembali ke tempat mu yang seharusnya ?" tanya ku


"Nama ku Lani, kek .. Tolong aku , selamatkan saudara ku , Nindy kek.. Huuu huuu huuu " tangis lani pun pecah


"Ceritakan lah , cu " lanjut ku


"Aku dan Nindy besar di panti asuhan yang sama , aku dan Nindy terpaut empat tahun . Saat usia ku lima tahun aku di ambil dan di besarkan oleh papa Ardi dan mama Minna. Saat itu rumah mereka masih sederhana .


Suatu saat aku di bangunkan malam - malam , kemudian di ajak pergi entah kemana , aku kurang mengerti. Dan tahu - tahu aku sudah seperti ini, kek .. Hhuu .. huu .. huu ..


Entah berapa lama aku meninggalkan rumah mereka , ketika aku kembali ke sini semua nya sudah berubah. Rumah ini memjadi sangat besar , bagus dan mewah sekali.


Beberapa tahun kemudian aku melihat Nindy di rumah ini, dan aku takut mereka memperlakukan Nindy seperti ku . Karena kini aku baru mengerti kalau mereka menyembah siluman ular, kek


Ruh aku menjadi tawanan siluman itu , kek .. aku hanya bisa keluar sebentar di kala siluman ular dan pengikut nya sedang mengadakan ritual seperti saat ini .


Tolong selamatkan Nindy , kek .. Aku tidak tahu harus bagaimana cara nya memberitahu ke Nindy " ucap Lani panjang lebar

__ADS_1


"Baiklah, aku dan kawan - kawan Nindy akan berusaha menyelamatkan nya . Sebaiknya kamu kembali sekarang , dan tunggu lah kami menyelamatkan ruh mu agar kamu dan tawanan siluman ular lainnya bisa kembali ke tempat yang seharusnya " ucap ku


Lani pun mengangguk " Terimakasih kek , aku akan menunggu kakek " ucap nya, lalu ia pun menghilang


Aku pun segera kembali menemui Danu .


Pov ki Rambai end.


"Kalau begitu kita harus menghilangkan sumber nya dulu ,ki.. Supaya orangtua Nindy berhenti mencari tumbal . Sudah banyak korban tumbal yang di makan oleh siluman itu. Sehingga ilmu nya semakin tinggi dan pasukan nya pun semakin banyak.


kita butuh abah dan lainnya untuk membantu " ucap ku menahan amarah


" Iya , aki juga tidak tega dengan korban - korban itu " ucap ki Rambai


" Aku akan berdiskusi dengan abah untuk mengatur strategi .. Tunggu kabar dari ku ya ki " lanjutku sambil memutuskan komunikasi dengan ki Rambai .


Ku lihat ki Rambai mengangguk dan segera kembali ke tempat nya.


Sementara itu di kediaman Nindy,


"Maammaaaaa .. tooloonggg .." jerit Nindy


Minna dan Ardi pun segera ke kamar Nindy , mereka melihat Nindy meringkuk di sudut kamar sambil menangis .


Minna segera menghampiri dan memeluk nya ,


"Ada apa sayang ?" tanya nya


"ulaarr mama .. di sanaa .. ada ular kecil - kecil .. mereka bergerombol ingin menyerangku , aku takuut .. hhuuhuu " jawab Nindy sambil memeluk mama nya


Ardi dan Minna melihat ke arah yang di tunjuk oleh Nindy , namun mereka tidak melihat apa - apa .


"Tidak ada, sayang .. Tidak ada apa - apa , coba kamu liat lagi , mumpung ada mama dan papa " ucap Ardi


Nindy pun menurut, ia mencoba mengintip dari pundak mama nya . Dan ia sudah tidak menemukan ular - ular itu . Ia pun menatap ke mama dan papa nya dengan tatapan bingung.


Minna menghapus airmata yang membasahi pipi Nindy " mama akan temani kamu sampai kamu tidur ya " ucap nya dengan lembut


Nindy pun merebahkan tubuh nya di atas ranjang , kemudian di selimuti oleh Minna .


Ardi dan Minna saling melempar senyum, mereka mengerti kalau waktu nya tidak lama lagi , mereka akan bertambah kaya dan semakin terpandang.


###############################


Haaii para readers terzeyeeng .. ini novel pertamaku , mohon maap jika banyak typo dan alurnya masih berantakan 🙏🙏😬

__ADS_1


PLiiss bantu aqoh memperbaiki dengan saran2 kalian ya🤩 .. LIKE 👍 ,,, KOMEN 💕 ,,, VOTE ⚘ Terimakasiih 🙏🙏🤗 luv u all 🤗


__ADS_2