SANTRI PILIHAN

SANTRI PILIHAN
BAB. 23. RUMAH BARU KELUARGA DANU DALAM PENYELIDIKKAN POLISI


__ADS_3

Menurut keterangan dari pengurus lingkungan dan warga setempat yang cukup lama tinggal di perumahan ini , rumah ini dulu nya sempat di tinggali oleh seorang dokter.


Polisi yang sedang berbincang itu bernama , Pak Danang . Pak Danang mencoba menggali keterangan ,


"Mohon maaf kalau yang pak Rt ketahui bagaimana karakter dokter tersebut ?"


"Gimana ya pak .. orang nya sangat tertutup. Sehingga kami tidak tahu di mana tempat beliau praktek nya . Hanya saja laporan dari warga kalau tamu - tamu nya sangat banyak , terutama malam hari. Selepas magrib sudah mulai berdatangan ke rumah ini ".


Ku lihat pak Danang mengangguk - angguk, di tangan nya memegang sebuah buku kecil dan juga sebuah pulpen. Sesekali ia menulis di buku nya itu, aku tidak tahu apa yang ia tulis.


" Mohon izin untuk kedepan nya rumah ini akan kami selidiki lebih lanjut termasuk dengan penghuni - penghuni sebelum nya . Apakah bapak ada rumah lain yang bisa di tempati sampai penyelidikan selesai ?" tanya pak Danang ke abi ku


"Oohh iyaa silahkan pak Danang, Alhamdulilah kami masih ada rumah yang sebelum nya . Jadi nanti bisa tinggal di sana dulu " ucap abi


"Baik pak, kalau begitu saya minta alamat sama nomer telpon bapak ya .. Supaya saya bisa melaporkan jika sudah selesai " lanjut pak Dirga


"Boleh pak .. " Kemudian abi menyebutkan alamat rumah lama dan juga nomer ponsel nya.


Sore ini kami pun menyusul umi ku , umi Kusuma dan Dania ke rumah lama.


Malam hari nya di rumah lama ,


"Um , besok aku , abah dan umi Kusuma akan kembali ke pesantren .. Persiapan untuk masuk sekolah lagi, ga pa pa kan um ?" tanya ku ke umi saat kami sedang berdua di kamar ku. Umi sedang beres - beres menata ulang pakaian ku ke dalam lemari.


"Iya ga pa pa Dan .. Sekarang kan kamu juga sudah kelas sembilan jadi harus lebih fokus untuk ujian ke SMA " ucap umi ku


"Iya um , kalau nanti ada apa - apa , hubungi aku melalui ponsel abah aja ya um " ucap ku


Karena memang santri tidak di perkenan kan untuk bawa ponsel. Orangtua dapat menghubungi pendamping santri atau sebalik nya . Pendamping santri yang akan menghubungi orangtua jika terjadi sesuatu.


"Iyaa , semoga aja setelah ini sudah tidak ada sesuatu lagi ya " ucap umi


"Aamiin Yra .." jawab ku sambil membantu umi memilah baju yang akan aku bawa ke pesantren besok.


Penyelidikkan di mulai oleh pak Danang, sementara itu aku dan abah serta umi Kusuma kembali ke pesantren.


☆☆☆☆☆☆☆


Hari ini pak Danang & tim juga bagian forensik kembali menggali halaman belakang rumah Danu. Sebagian halaman tersebut sudah berlubang akibat penggalian . Rumput yang tertata menjadi porak poranda . Tanaman - tanaman sudah di pinggirkan. Gundukkan tanah dimana - mana .


Para petugas menyisir halaman tersebut secara perlahan agar tidak ada yang terlewati.


Ketika para petugas tersebut sedang bekerja di halaman belakang, tiba - tiba


Braakkk... Pintu ruangan yang menuju ke halaman belakang tertutup kencang.


"Astagfirullah.." ucap beberapa petugas forensik yang bernama Abdul, Budi , Zaki dan Tono


"Astaga.. " Ronal dan Hendrik pun tak kalah terkejut nya


"Ga ada angin kok nutup yaa " ucap Nana sambil mengusap - usap dada nya


"Ga tau , udah cepetan.. agak merinding nih gue" ucap Yongki


"Ho'ohh " Alan pun menimpali sambil mengangguk tanpa menoleh


"Yookk lanjut aahh " ucap Dudung yang tadi diam saja karena lemas akibat terkejut


"Siang bapak - bapak "


"Astagfirullah .. Ya Allah .. Astaga.." ucap para petugas forensik itu berbarengan. Pak Abdul langsung spontan menutup wajah nya dengan tangan yang belepotan tanah , pak Ramdan dan yang lainnya memejamkan mata sambil menundukkan kepala nya dan komat kamit mulut nya


"Lhoo .. lhooo.. pada kenapa ini ? Ini saya , Danang .. pak bapak" ucap Danang yang merasa aneh dengan tingkah tim forensik


"Eeh pak Danang , kirain siapa .. abis kita ga denger suara langkah nya .. hhehe " ucap pak Nana


"Yaa kan pintu nya tertutup jadi mungkin ga kedengeran pak .. Tapi kok seperti orang ketakutan .. ada apa pak Nana ?" tanya Danang


"Ee.. ee.. engga ada apa - apa kok , pak .. ya kan man teman " ucap Nana


"Iyaa .. iiyaa betul pak, ga ada apa - apa kok .. kita lagi serius aja nih biar cepet selesai . Soalnya tinggal sedikit lagi " ucap pak Abdul


"Oohh begitu , jadi hari ini terakhir ya pak bapak?" tanya Danang sambil mengusap tengkuk nya


Eehhmm kok aku tiba - tiba merinding ya , benak Danang .


"Iyaa pak , ini sudah semua .. Dan seperti nya sudah tidak ada lagi pak .. Yang kemarin tiga puluh satu ,,hari ini ada tujuh belas jasad , pak " ucap Tono


"Oohh gitu, baiklah .. PR saya banyak dong yaa "ucap pak Danang sambil terkekeh


"Iya begitu pak" ucap Abdul sambil cengar cengir


Pak Danang pun mulai mendata penghuni sebelum nya , berdasarkan informasi dari pengurus lingkungan dan juga warga setempat yang telah di himpun nya.


Awal tahun 1990 pak dokter sudah menempati rumah tersebut. Menurut keterangan Danu peristiwa nya terjadi pada tahun 1992 . Berarti dua tahun setelah menempati rumah itu baru di jadikan sebagai klinik ilegal aborsi.


Setelah pak dokter , ada keluarga lain yang menempati rumah itu yaitu bernama pak Ragil pada pertengahan tahun 1996, sekitar bulan Juni sampai dengan bulan November 1998 . Setelah nya ada pak Cepi di bulan Desember 1998 sampai bulan Februari 1999 , kemudian pak Eman di bulan Juli 1999 sampai dengan bulan Januari 2010 dan terakhir keluarga Danu di bulan Agustus 2012 ini.


Rumah ini sempat kosong sejak bulan Januari 2010 hingga Juli 2012, berarti sekitar dua tahun lebih, benak Danang. Ia masih mencatat di buku kecil milik nya.


Dan besok akan mengunjungi satu persatu penghuni sebelum nya untuk mengumpulkan informasi.


☆☆☆☆☆


Berdasarkan alamat yang telah di dapat nya, lokasi penghuni terdekat yaitu pak Ragil . Danang pun segera meluncurkan kendaraan nya . Tak sampai dua jam Danang sudah sampai di sebuah rumah ber cat putih , dengan gerbang tinggi berwarna hitam.


Teng toong .. Danang memencet bel yang terdapat di dinding sebelah pintu gerbang.

__ADS_1


Teeng toong .. Ia melihat pintu rumah terbuka , keluarlah seorang wanita muda .


"Selamat pagi .. maap bapak siapa ya ?" tanya wanita itu dengan tatapan sedikit menyelidik


" Pagi mbak , pak Ragil nya ada.. Saya Danang "ucap Danang sambil mengeluarkan kartu identitas nya


" Iya ada pak, kebetulan belum berangkat ke kantor .. Sebentar ya pak " jawab wanita itu sambil masuk kembali ke dalam rumah setelah membuka kan pintu gerbang


"Silahkan tunggu dulu ya pak " ucap nya mempersilahkan Danang untuk menunggu di teras rumah . Sementara ia masuk ke dalam rumah.


Danang hanya mengangguk , ia melihat ke sekeliling rumah dengan pandangan nya. Halaman rumah yang tidak terlalu luas namun asri karena di tanami dengan aneka bunga . Rumput nya hijau terhampar bagai permadani kecil. Di sudut nya terdapat air mancur mini dengan hiasan jamur aneka warna . Kendaraan roda empat terparkir rapi .


"Selamat pagi pak .. Saya Ragil, mari silahkan masuk " Setelah menyapa dan bersalaman Ragil pun mengajak Danang masuk ke rumah nya


"Silahkan duduk pak " lanjut nya


"Sebelum nya saya minta maaf karena kedatangan saya yang mendadak dan mengganggu jadwal bapak .. ini karena saya belum memiliki nomer telepon bapak jadi tidak bisa membuat janji dulu " ucap Danang sopan sambil memperlihat kan kartu identitas nya.


"Aahh iya tidak apa - apa pak Danang .. Ada yang bisa saya bantu pak Danang ? tanya Ragil


Tak berapa lama keluarlah wanita muda tadi membawa dua minuman hangat dan kue .


"Silahkan pak " ucap nya sopan ke Danang


"Ayoo mari di minum dulu pak Danang " ucap Ragil dengan ramah


"Terimakasih pak, maaf jadi merepotkan " ucap Danang . Mereka pun meminum minuman hangat tersebut.


"Begini pak, maksud kedatangan saya ini ingin meminta informasi mengenai rumah di perumahan elit Kamboja Residence . Menurut informasi dari pengurus lingkungan dan warga bapak sempat menempati rumah itu selama kurang lebih dua tahun . Di tahun 1996 sampai 1998 , Apa benar pak ? "tanya Danang


"Iyaa benar , tapi tidak semua nya benar pak Danang " ucap Ragil sambil menghela nafas


"Maksud nya gimana ya pak .. kalau boleh tahu alasan bapak dan keluarga pindah itu apa ya pak ?" tanya Danang dengan hati - hati , di tangan nya sudah terselip sebuah pulpen dan buku kecil.


"Kami membeli rumah itu karena harga nya yang murah , sangat murah malah pak .. Rumah nya luas , bagus dan mewah . Lingkungannya pun elit.


Namun kami hanya sanggup menempati selama satu tahun , selebih nya kami tinggalkan dan kami tawarkan untuk di jual kembali " lanjut Ragil


"Oohh maaf pak, kalau boleh di ceritakan pengalaman bapak selama menempati rumah itu .. " tanya Danang


"Sebentar pak " Ragil pun izin masuk ke dalam rumah sejenak


Kemudian ia keluar bersama seorang wanita yang terlihat tidak jauh usia nya dengan pak Ragil.


"Kenalkan , ini istri saya pak Danang " ucap Ragil


"Oohh iyaa bu .. Saya Danang ,,maaf sudah mengganggu waktu ibu dan bapak " ucap Danang sambil berdiri dan menangkupkan kedua tangan nya di dada .


"Iya ga pa pa pak Danang ,saya Tiara " ucap Tiara , istri nya Ragil


"Oohh begitu, boleh pak .. Silahkan bu " ucap Danang mempersilahkan Tiara untuk memulai kisah nya


"Duuhh darimana ya mulai nya " ucap Tiara sambil berpikir


"Emmm awalnya sih kami senang - senang aja nempatin rumah baru yang di Kamboja Residence. Tidak ada keganjilan atau pun keanehan. Anak - anak kami pun terlihat nyaman .


Hingga memasuki bulan ketiga , saya merasakan sesuatu yang .. aneh . Seperti ada yang selalu memperhatikan saya siang dan malam. Ketika saya menoleh .. tidak apa - apa , kosong .


Pov Tiara,


Setelah hampir tiga bulan di rumah baru , siang itu saat aku sedang memasak seorang diri di dapur tiba - tiba angin berdesir menyibak rambut ku. Meski pun terasa aneh karena tidak ada angin yang masuk namun aku tidak mau ambil pusing. Aku fokus agar masakan ku cepat selesai. Tak berapa lama kran air di washtafel cucian piring terbuka dengan sendiri nya hingga membuat ku terkejut . Tanpa berpikir yang aneh - aneh , kran itu langsung ku putar hingga airnya tidak lagi mengalir.


Selesai memasak aku pun segera meninggalkan dapur , baru dua langkah menuju ke ruangan lain aku melihat seorang anak kecil berlari dari halaman belakang menuju ke teras depan rumah. Lari nya sangat cepat sambil tertawa - tawa kecil. Aku yang bingung pun segera mengikuti , khawatir anak itu merupakan anak salah satu tetangga ku. Anak itu sudah tak terlihat pandangan ku , namun aku tahu arah nya sehingga aku tetap melangkahkan kaki ke teras depan rumah. Ternyata tidak ada siapa - siapa.


Lalu suara anak kecil itu terdengar kembali , kali ini berada di halaman belakang rumah.


Lhoo kok sudah di sana aja , cepet sekali tuh anak, gumamku.


Aku segera ke halaman belakang, dan lagi - lagi kosong. Hhhhh, sudahlah , pikirku . Aku pun kembali masuk.


Hari berganti sore, anak - anak ku sudah berada di rumah semua. Masing - masing sedang berada di kamar nya. Hanya aku yang berada di ruang tv . Ketika aku dengar suara ,


"Maaa .. mamaaaa.. "


Aku menoleh ke kamar anaku yang paling kecil , ia masih kelas dua SD. Karena suara nya mirip anak ku itu.


"Mama di sini , dek .. kenapa ? " tanya ku setengah berteriak


Tak kunjung ada jawaban dari kamar anakku.


"Mamaa , maa .." terdengar kembali suara itu


Hhhh, aku pun menghela nafas. Kemudian berjalan ke arah kamar anak ku .


took took "Dek .. Adeekk " panggilku sambil membuka perlahan pintu kamar nya. Aku tertegun di depan pintu kamar , ku lihat anak ku sedang duduk di karpet dengan tangan memegang pensil warna dan di hadapan nya terdapat buku gambar . Telinga nya memakai headset , entah musik atau apa yang sedang ia dengarkan.


Aku pun masuk untuk memastikan. Ku sentuh pundak nya ,


"Mama .. iihh ngagetin adek aja " ucap nya sambil mengelus dada nya


"Adek tadi manggilin mama ? kenapa " tanya ku sambil senyum melihat ekspresi lucu nya saat terkejut


"Engga ma , adek lagi bikin tugas gambar dari guru kesenian .. ini tuh " ucap nya sambil memperlihatkan hasil gambar nya yang baru separuh jadi.


"Oohh ya udah mungkin mama salah denger .. selasain deh kalo gitu tugas nya, abis itu langsung mandi ya " ucap ku sambil mengacak rambutnya


"Iiihh iyaa mamaaaaa " jawab nya setengah teriak dan merapikan rambut nya

__ADS_1


Aku segera menghampiri kamar anak pertama ku , ku lihat ia sedang membaca buku sambil rebahan .


"Sudahlah, salah denger kali ..Mandi aja deh "ucap ku lirih


Aku pun segera masuk ke kamar untuk menggunakan kamar mandi yang berada di dalam kamar tidur ku.


Saat sedang mandi , tiba - tiba lampu kamar mandi meredup .. lalu air yang keluar dari shower berubah. Semakin lama semakin merah . Segera ku putar kenop kran nya , tapi tak bisa memutar seolah macet. Sementara itu air semerah darah itu semakin deras mengalir.


Segera ku sambar baju handuk, lalu


"Aaaahhkk... kaka, adekk tolong mama " teriak ku dari dalam kamar


Aku segera berlari ke pintu kamar , lagi - lagi pintu ini tak mau terbuka. Meski sudah ku putar dengan kencang gagang nya.


braakk.. braakk.. braaakk.. "kakaaa , adeeekkk .. tolooongg ", teriakku sekuat tenaga.


Dari arah kamar mandi , air merah yang mengalir membentuk sesosok mahkluk di lantai. Lambat laun mahkluk itu bergerak , semua nya berwarna merah. Layak nya gumpalan darah yang memiliki anggota tubuh . Dari satu sosok bertambah menjadi dua , tiga, empat dan terus bertambah .


Dari ujung kepala hingga ujung kaki licin di selimuti darah yang menetes , perlahan merangkak ke arah ku.


Mereka memanggil - manggil ku dengan suara yang berubah - ubah , membuat bulu kuduk ku meremang . Jantung ku berdegup kencang ..


"Mama ..Mama.. Mammaaa .. Maa .."


Airmata ku mengucur , tubuh ku menggigil kedinginan dan juga rasa takut yang amat sangat .. tubuhku basah oleh air kran dan juga keringat yang terus keluar . Aku menangis sambil bersandar ke pintu kamar . Mahkluk itu semakin dekat , aku pun semakin lemas. Kedua kaki ini tidak dapat menopang tubuh ku , hingga aku merosot terduduk di lantai. Ku tutup wajah ku dengan kedua tangan ku ,


"Toloongg jangan mendekaat .. pergii " teriak ku


"Ku mohon pergiii .." ucap ku sambil menangis


Tak berapa lama,


cekreeeekkk .. blaakk .. Aku mendengar suara pintu kamar ku terbuka. Namun aku tidak mau membuka wajah ku . Aku takut mahkluk itu yang membuka pintu . Hingga aku merasakan sebuah sentuhan dan juga suara yang ku kenal .


"Aaaaakkhhhh .. jangan dekati aku .. pergiiiii kaliaann " jerit ku sekuat tenaga


"Ma ... mama .. mama kenapa , ma ? " Ini suara anak pertama ku. Tapi apa ini benar anak ku , pikiran ku berkecamuk. Aku tetap menutup wajah ku dengan erat sambil menangis


Kemudian ku rasakan tubuh kecil menubruk dan memeluk ku sambil menangis ,aku tak dapat bergerak. Tubuh ku mendadak kaku , aku diam saja tanpa membuka tangan ku .


"Mamaa.. huuhuu .. mama kenapa , huuhuuu .. maaa .. mamaaaa .. hhuuu huuu .. mama kenapa , kak" tubuh ku di guncang - guncang


Tiba - tiba aku mendengar langkah kaki mendekat ,


"Lhooo ini kok pada ngumpul di depan kamar papa .. kaka, adek kenapa pada nangis ? aku mendengar suara suami ku .


"Mama , pa .. mama .. huu hhuu.. " suara anak bungsu ku menangis


Lalu aku merasakan tubuh ku di gendong dan di tidurkan di ranjang.


"Ma , ini papa .. kakak sama adek .. mama coba turunkan dulu tangan nya .. liat pelan - pelan yuuk " bujuk suami ku


Masih dengan terisak aku pun mencoba untuk mengintip dari celah jemari ku. Ku lihat wajah anak ku yang penuh dengan airmata menatap ku sendu , lalu anak pertama ku yang terpaku sambil menggigit bibir nya , terakhir ada wajah suami ku . Perlahan ku turunkan tangan ku , lalu aku memeluk suami ku dan menangis sejadi nya .


Setelah itu ku peluk anakku satu persatu,


"Maafkan mama ya .. maafkan mama nak " ucap ku sambil memeluk anak ku erat - erat.


"Sudah .. sudaah.. , kalian kembali ke kamar dulu biar mama istirahat dulu ya " ucap suami ku


Anak - anak ku pun hanya mengangguk lalu meninggalkan ku .


Pov Tiara end .


"Selanjutnya aku terus di hantui dengan sosok bayi yang di selimuti darah . Dengan suara tangis dan tawa nya . Selama hampir setahun aku hampir gila karena menjadi tidak bisa membedakan yang mana anak ku , yang mana bukan. Karena suara nya yang sama persis, semakin lama sosok - sosok itu menjelma dan mengejarku , seolah mereka ingin membawa ku .


Aku menjadi tidak bisa tidur dan tidak nafsu makan .. Aku juga tidak bisa mengerjakan pekerjaan rumah dengan benar karena mereka selalu datang " lanjut Tiara


"Itu lah kenapa akhirnya saya memutuskan meninggalkan rumah itu, pak Danang " lanjut Ragil


"Pak Danang, tolong beritahu kami .. apa yang sebenarnya terjadi dengan rumah itu .. Kenapa istri saya di hantui oleh sosok bayi yang menyeramkan " ucap Ragil setengah memohon


Danang menghela nafas sejenak,


"Rumah tersebut sudah di jadikan praktek aborsi ilegal oleh penghuni sebelum . Saat ini pelaku nya sedang kami selidiki . Ia seorang dokter . Apakah bapak atau ibu mengetahui tentang penghuni sebelum nya yang seorang dokter ?" tanya Danang


"Maaf kami tidak tahu , kami membeli rumah ini melalui agen , pak Danang " jawab Ragil


"Boleh saya minta nomer telepon agen itu, pak ?" tanya Danang


"Boleh pak, sebentar saya cari dulu di ponsel saya " ucap Ragil sambil mengotak atik ponsel nya


Setelah menemukan nya ia segera memberikan nomer telepon tersebut ke Danang.


"Setelah sekian lama , bertahun - tahun saya dan istri menutup peristiwa mengerikan itu rapat - rapat. Bahkan saat menjual rumah pun kami berikan harga yang murah asal cepat laku .


Akhirnya kini mulai terkuak rahasia kelam rumah itu, semoga pak Danang dapat menyelesaikan kasus ini dan menangkap pelaku nya " ucap Ragil yang juga di angguki oleh Tiara


"Terimakasih atas informasi dan kerjasama nya pak , bu .. Rumah itu saat ini sudah di beri police line karena penghuni yang terakhir juga mendapat gangguan seperti itu . Hingga akhir nya ia menghubungi kami atas permintaan putra nya yang kebetulan memiliki kelebihan dapat berkomunikasi dengan mahkluk gaib.


Semoga saja kami dapat terus menguak rahasia rumah itu yang kelam dan segera menemukan pelaku nya " Ucap Danang panjang lebar.


################################


Haaii para readers terzeyeeng .. ini novel pertamaku , mohon maap jika banyak typo dan alurnya masih berantakan 🙏🙏😬


PLiiss bantu aqoh memperbaiki dengan saran2 kalian ya🤩 .. LIKE 👍 ,,, KOMEN 💕 ,,, VOTE ⚘ Terimakasiih 🙏🙏🤗 luv u all 🤗

__ADS_1


__ADS_2