SANTRI PILIHAN

SANTRI PILIHAN
BAB . 41 . TUGAS DANU SUDAH SELESAI


__ADS_3

"Pak Jamal dan ibu , saya harap bisa melakukan sholat taubat , bantu saya dan Danu dengan berzikir dan berdoa ya .. Setelah Fitri kembali ,tolong jangan meninggalkan sholat dan membaca Al - quran . Di tambah lagi dengan sholat dhuha dan sholat tahajud , insya allah akan di bukakan jalan rejeki yang halal oleh Allah . Selain itu bimbinglah anak - anak agar tidak melepas kan ibadah dan juga mulailah untuk menutup aurat . Mintalah , sujudlah , menangislah hanya di hadapan Allah . Apa pun permintaan bapak dan ibu jika di lakukan dengan istiqomah dan sabar insyaa allah akan di kabulkan . Jangan sampai salah jalan lagi , jadikan ini sebagai pengalaman berharga agar tidak terulang lagi . Kalo informasi belum jelas lebih baik di tinggalkan dulu , atau bertanya kepada ustad agar mendapat pencerahan " ucap abah memberi nasehat kepada pak Jamal dan istri nya


"Baik bah .. Saya belum pernah sholat taubat , mohon bimbing saya dan istri , bah " jawab pak Jamal . Bu Jamal pun mengangguk sambil menyeka airmata nya


Abah pun membimbing mereka , mulai dari mengambil wudhu , membaca niat sholat dan juga tata cara sholat taubat yang sama dengan sholat fardhu . Hanya niat nya saja yang berbeda . Setelah itu abah pun meminta pak Jamal dan istri nya membaca istigfar sebanyak mungkin , lalu di sambung dengan La haula wala quwwata illah billahil 'aliyyil 'aziim . Tak lupa abah juga meminta pak Jamal dan istri untuk terus berdoa agar Fitri dapat kembali .


Setelah membimbing pak Jamal dan bu Sartinah , abah dan Danu pun mulai melakukan perjalanan gaib nya . Mereka duduk bersila di ruang tengah yang di batasi oleh bufet usang , beralaskan tikar rombeng .


Abah dan Danu mulai menutup mata dan membaca doa - doa , selang beberapa menit kemudian mereka membuka mata . Mereka berada di sebuah ruangan hampa nan gelap, di depan kira - kira lima puluh meter terlihat cahaya putih .


Danu sudah mengeluarkan ki Rambai , kini mereka bertiga berjalan ke arah cahaya tersebut .


Wuusshh .. Mereka masuk ke sebuah wilayah , di sana sangat ramai . Banyak mahkluk - mahkluk yang hilir mudik . Mereka adalah mahkluk gaib yang sedang melakukan aktifitas , sama seperti manusia . Bentuk mereka pun seperti manusia pada umum nya , hanya saja wajah nya lebih pucat dan tatapan mata nya yang mengerikan , sangat tajam dan mengintimidasi . Manusia biasa yang melihat nya pasti akan merinding ketakutan .


Ki Rambai menjadi penunjuk arah , karena ki Rambai merupakan mahkluk gaib sehingga ia mudah untuk mencari ruh yang terbawa ke alam nya . Tak berapa lama , sampai lah mereka ke sebuah sungai yang besar dan deras . Suara air sungai yang mengalir deras memecah kesunyian di wilayah itu .


" Kalian lihat gua di sebelah sana ? Kita harus menyeberangi sungai ini " ucap ki Rambai


Danu dan abah melihat ke seberang sungai , tepat di pinggir sungai itu sebuah bukit. Di antara bukit dan pinggir sungai terdapat cekungan , yaitu mulut gua.


" Danu , gunakan ilmu saifi angin mu agar bisa menyeberangi sungai ini " ucap abah


" Baik bah " jawab Danu


Abah dan Danu pun mulai bersiap membaca doa , sekejap kemudian abah meninggalkan Danu . Ia mendahului Danu dengan berlari sangat kencang . Kecepatan lari nya bagaikan angin , melayang seolah tubuh nya terbuat dari kapas . Cipratan kaki nya tidak banyak , itu menandakan abah hanya menapak sesekali saja di atas air sungai . Dalam hitungan sepersekian detik abah sudah berdiri di depan pintu gua . Begitu pun Danu yang menyusul abah tak lama setelah abah berlari dengan ilmu saifi angin nya .


Kini mereka bertiga mulai memasuki gua tersebut , abah dan Danu tidak melepas zikir nya . Sesampai nya di dalam, terlihat sebuah pendopo yang cukup besar dan di jaga oleh beberapa mahkluk yang menyerupai manusia . Di atas pendopo tersebut ada sebuah ruangan yang di batasi oleh tirai berwarna merah . Menurut ki Rambai di sana lah raja iblis berada .


Para penjaga tersebut menghadap ke arah abah dan Danu sambil menodongkan senjata nya yang berbentuk tombak panjang .


"Mau apa kalian datang kemari ?" ucap salah seorang penjaga sambil melangkah maju


" Kami tidak ada urusan dengan kamu atau kalian , mana raja kalian ?" ucap abah dengan kalem


" Kalian tidak bisa menemui pemimpin kami , sebelum mengalahkan aku dan anak buah ku " ucap nya sombong . Karena memang itu lah salah satu sifat iblis .


" Baik , kalau itu mau mu .. Cukup lawan santri ku " ucap abah sambil memberi kode ke Danu


Danu pun menangkap kode abah , ia mengangguk lantas maju dua langkah dari posisi nya .


Danu memilih mengeluarkan pecut nya untuk mempersingkat waktu . Pecut itu telah ia bacakan doa - doa .


" Maju kalian semua , ga perlu satu - satu " ucap Danu sambil menatap mereka dengan sorot mata yang tegas dan tajam . Ia menggenggam pecut nya dengan mantap, dan memecut - memecut tanah di sekitar nya . Terlihat percikan api saat cambuk tersebut mengenai tanah


Wajah para penjaga itu berubah menjadi bengis . Mereka juga merubah diri nya ke wujud asli yang menyeramkan . Namun itu semua tidak membuat Danu gentar . Ia sudah terbiasa melihat mahkluk menyeram kan dan jelek .


Dengan taring panjang , lidah yang menjulur dan juga tanduk pemimpin prajurit tersebut menyemburkan api dari mulut nya .


Danu segera menyerang nya dengan cahaya putih yang ia keluarkan dari tangan kiri nya . Api merah tersebut berubah menjadi kepulan asap .


Tak sampai di situ, saat kepulan asap itu masih tebal, Danu sudah menyiapkan cambuk nya . Ia menyabet ke arah pemimpin tersebut kemudian mengarah kan ke anak - anak buah nya yang sudah mulai bergerak ingin menyerang Danu secara bersamaan .


CETTAAAARR CETTAAAARR CEEEETTAAARR... Suara sabetan menggelegar , suara - suara jeritan terdengar memilukan . Mereka seketika tumbang dan menghilang menjadi kumpulan asap hitam .


Selama beberapa waktu bertempur , datanglah raja nya . Ia bertubuh seperti gorilla , hanya besar ukuran tubuh nya berlipat - lipat .


Mahkluk gaib memang bisa merubah wujud menjadi apa saja , begitu pun ukuran tubuh nya . Bisa menjadi sangat besar , dan juga sangat kecil .


Dengan mata nya yang besar dan merah menyala , ia menatap abah dan Danu dengan penuh kebencian dan amarah .


"HHRRRRGGGG ... KURANG AJAR KALIAN , BERANI NYA MENGHANCURKAN WILAYAH KU ... RASAKAN INI ! ucap raja iblis itu dengan suara yang menggema


Danu bersiap menggunakan ajian sapu jagad nya , abah pun sudah standby di sebelah Danu .


Danu membaca doa kemudian memukul kan kedua telapak tangan nya ke arah tanah , lalu ia melakukan gerakan mendorong ke arah depan yaitu arah raja iblis tersebut . Meski pun gerakan tangan Danu hanya sejauh jangkauan tangan nya namun efek nya sampai ke tubuh raja iblis tersebut . Tanah tersebut terbelah searah garis gerakan tangan Danu , bergerak dengan cepat . Membuat raja iblis itu harus melompat ke salah satu sisi nya . Di saat ia melompat , abah pun mengirim serangan jarak jauh nya . Ia memberikan pukulan jarak jauh nya bertubi - tubi ke dada raja iblis .


Raja iblis itu semakin marah , ia menyemburkan api ke arah abah dan danu . Semakin lama semakin besar api nya . Awal nya abah dan Danu sempat sedikit kewalahan , namun beberapa saat kemudian keadaan pun berbalik . Setelah semua anak buah nya hangus terbakar oleh pecut Danu , kini raja iblis itu sendirian , dan ia mulai kewalahan menghadapi serangan abah dan Danu yang bertubi - tubi .


Danu berlari dan melompat setinggi - tinggi nya , kemudian dengan tenaga dalam nya ia menendang kepala raja iblis tersebut hingga ia sempoyongan .


Raja iblis itu jatuh tersungkur , api yang di semburkan pun semakin kecil .


Danu segera melilit tubuh raja iblis itu menggunakan pecut nya sehingga ia tidak dapat bergerak , hanya menggeram menahan amarah karena kekalahan nya .


Abah berjalan mendekati nya, lalu meniupkan doa yang telah di baca nya .Tubuh raja iblis itu berubah ke ukuran sebesar manusia normal , sambil berteriak kesakitan .


"Hrrrggghhh ... Hhrrrggghhh ... Pergi kalian dari wilayah ku " ucap raja iblis itu


" Kami akan pergi setelah membawa ruh yang kau tahan " jawab abah


" Jangan ikut campur , dia akan ku jadikan budak atas perjanjian bapak nya dengan perantara ku " jawab nya sambil meringis


" Perjanjian itu tipu daya mu .. Kau mau taubat tidak ?" ucap abah lagi


" Jangan harap kau , manusia rendah .. Hhrrggghhh " ucap raja iblis itu sambil melotot ke arah abah dengan mata nya yang merah .


Tanpa ba bi bu lagi , abah langsung membaca kan doa dan meniupkan ke arah raja iblis itu . Seketika ia pun menjerit sangat kencang ,

__ADS_1


" AAAAAKKHHHHH ... AAAAAKK " suara raja iblis menggelegar


kemudian tubuh nya hangus lalu berubah menjadi kepulan asap hitam yang membumbung tinggi .


" Alhamdulilah, sebesar apa pun ilmu jin , setan , iblis bahkan raja mau pun ratu nya .. Tidak akan bisa mengalahkan ilmu Allah " ucap Danu sambil menghela nafas lega karena telah mendapat pertolongan dari Allah dalam mengalahkan raja iblis untuk yang ke sekian kali nya .


" Alhamdulilah .. Danu, apa ki Rambai sudah menemukan tempat sukma Fitri di tahan ?" tanya abah


Tak lama ki Rambai pun datang ,


" Nah itu dia datang , bah " ucap Danu sambil menoleh ke arah ki Rambai


" Maaf lama .. Saya harus mengalahkan para penjaga dulu di sana .


Mari ikuti saya " ucap ki Rambai


Abah dan Danu pun segera melesat mengikuti ki Rambai .


Mereka tiba di sebuah gubuk reot , aura gelap sangat terasa , hawa dingin pun langsung menerpa kulit mereka ketika memasuki gubuk tersebut .


Ki Rambai berjalan di depan , abah dan Danu di belakang nya .


Mereka melihat sesosok anak sedang berdiri lunglai , kedua tangan nya di ikat terpisah . Di kedua kaki nya terdapat rantai dengan bandulan dari besi . Ia begitu lemah dan tersiksa , jejak - jejak airmata masih terlihat jelas , wajah dan tubuh nya memar - memar .


" Nak Fitri ?" tanya abah lembut


Fitri pun mencoba menengadahkan wajah nya dengan sekuat tenaga , ia micingkan mata nya untuk bisa melihat siapa yang memanggil nya dengan lembut .


Seorang kakek tua dengan wajah bersih , tatapan mata nya yang sangat teduh dan lembut . Fitri merasa kalau kakek ini orang baik yang tidak akan menyiksa nya , berbeda dari yang lain . Para penjaga yang selalu menyiksa nya dan menyuruh nya kerja tanpa memberi makan dan minum . Bahkan Fitri juga tidak tahu mengapa ia bisa berada di tempat ini . Ia hanya menyangka kalau ia di culik oleh orang - orang jahat .


" To..long aa..kuu , keek " ucap nya sangat lirih lalu kepala nya jatuh terkulai kembali


Danu segera memutuskan semua tali rantai yang mengikat sukma Fitri


karena sangat lemah , akhir nya Fitri di gendong oleh ki Rambai .


Mereka tahu waktu Fitri tidak banyak lagi ,kesadaran Fitri mulai menurun mereka segera melesat untuk keluar dari cahaya yang merupakan perwujudan wilayah raja iblis .


Abah dan Danu segera masuk ke tubuh masing - masing . Sementara sukma Fitri masih di pegang oleh ki Rambai .


Danu segera menghampiri tubuh Fitri yang tergeletak di atas ranjang nya . Sementara itu abah dan kedua orangtua Fitri berada di sisi satu nya .


Danu membacakan beberapa ayat - ayat suci , sambil terus memasukkan sukma Fitri . Karena sudah terlalu lama di luar maka sukma tersebut menjadi sulit untuk menyatu .


Namun Danu tidak menyerah , ia terus saja berusaha . Keringat sudah membasahi tubuhnya , dengan terus berzikir , kedua tangan Danu melakukan gerakan - gerakan di atas tubuh Fitri tanpa menyentuh nya .


Sementara itu abah membacakan doa di sebuah gelas yang berisi air putih , lalu memberikan kepada pak Jamal .


" Tolong bantu di minumkan ke nak Fitri , pak " ucap abah


" Baik bah " jawab pak Jamal


Fitri sudah bisa membuka mata nya , namun ia belum bisa bicara . Airmata terus saja meleleh dari kedua mata nya .


" Alhamdulilah , Ya Allaaahhh anaaaakk kuuuu ... Hhu huu .. " ucap bu Sartinah sambil memeluk Fitri


Pak Jamal dan bu Sartinah menangis bahagia dan haru karena anak sulung nya dapat kembali ke pelukan mereka .


" Terimakasih banyak bah , nak Danu atas pertolongan nya " ucap pak Jamal sambil menyeka airmata nya


" Berterimakasih lah kepada Allah , pak .. Dan saat ini juga Fitri harus kita bawa ke puskesmas untuk perawatan . Mengenai biaya nya biar saya yang menanggung nya " ucap abah


" Mari saya bantu , pak . Kendaraan nya sudah siap di depan " ucap Danu


Pak Jamal , Bu Surtinah , Danu , abah serta Fitri segera masuk ke dalam mobil . Supir abah pun langsung melajukan mobil menuju puskesmas terdekat .


Fitri mendapatkan perawatan intensif selama beberapa hari . Bu Surtinah menemani nya hingga Fitri sehat kembali , sementara itu pak Jamal selain menggarap ladang pak Fatih , ia juga di pekerjakan oleh abah menjadi tukang kebun di pesantren dan mendapat kan gaji bulanan .


Setelah Fitri sehat dan kembali ke rumah nya , pak Jamal mulai membimbing keluarga kecil nya untuk tidak meninggalkan ibadah serta menutup aurat .


Suatu hari , setelah Fitri pulih dan kembali ceria , dengan hati - hati pak Jamal pun mencoba bertanya kepada Fitri apa yang ia alami selama di sana .


Pov Fitri ,


" Aku di mana ini ? Bukan nya tadi aku sedang tidur ya ? " gumam nya sambil melihat ke sekeliling nya


Ia melihat sebuah ruangan yang gelap dan bau anyir , dinding nya terbuat dari bilik sama seperti di rumah nya .


BRAAKK


Tiba - tiba terdengar pintu bilik di buka dengan kencang


" Heeyy bocah , ayoo ikut .. jangan coba - coba kabur atau melawan ya , atau kematian mu akan di percepat " ucap seorang penjaga sambil menodongkan tombak nya ke arah Fitri


Dengan tubuh gemetar dan tanpa bersuara Fitri mengikuti penjaga tersebut .


" Angkat semua batu - batu ini dan letakkan di sana , CEPATT ...tidak boleh berhenti sampai di suruh , ingat itu " bentak nya

__ADS_1


Fitri hanya mengangguk , ia sangat ketakutan . Ia mengangkat batu - batu besar dengan sekuat tenaga . Tangan baret di sana - sini , mengeluarkan darah namun tidak ada seorang pun yang peduli . Sementara itu banyak juga anak sebaya nya yang melakukan itu namun mereka tidak ada yang saling bicara hanya bekerja .


Fitri melihat para penjaga itu dengan berbagai bentuk yang aneh . Ada yang telinga nya runcing , ada yang bertaring , dan semua nya berwajah pucat dan galak .


Fitri tidak tahu sudah berapa puluh batu yang ia pindahkan , dan sudah berapa hari ia melakukan itu , yang pasti saat ini ia sangat lelah dan lemas. Fitri juga merasa tenggorokan nya kering , namun ia tidak menemukan air untuk di minum atau pun sedikit makanan .


Ia merasa sudah tidak kuat , lalu terjatuh ..


" HEY bangun , bocah " ucap penjaga sambil menggoyang - goyang tubuh Fitri dengan ujung tombak nya


"Ampuunn pak , saya ti.. dak kuat la..gii" ucap Fitri memohon


"Enak saja kau bicara .


Bawa dia ke gubuk itu " ucap penjaga itu menyuruh teman nya


Kemudian Fitri pun tidak sadar kan diri, hingga ketika ia bangun ia melihat tangan dan kaki nya di rantai


Fitri mencoba menggerakkan tangan nya berharap agar rantai tersebut sedikit melonggar namun gagal . Itu membuat pergelangan tangan nya luka dan memar .


Penjaga beberapa kali datang , namun bukan untuk memberi makan atau minum tetapi untuk mencambuk Fitri


Creeett creett creeett


Suara cambukan mengenai wajah dan tubuh Fitri


" Aaaakhhh .. Aaammpuuunn .." jerit Fitri sambil menangis


"Ini lah hukuman untuk anak pemalas dan lemah " ucap penjaga itu sambil terus memukuli Fitri


Setelah Fitri pingsan dengan luka - luka di tubuh nya , penjaga itu pun meninggalkan nya .


Dan itu terjadi berulang kali , hingga pada suatu hari Fitri mendengar sebuah suara dengan samar . Ia berusaha membuka mata nya karena penasaran dengan asal suara yang begitu menenangkan hati nya .


Di saat itu lah ia melihat seorang kakek , tersenyum kepada nya .. Fitri pun hanya mampu berkata satu kalimat , yaitu ia meminta tolong kepada kakek tersebut.


Pov Fitri end .


Ia sangat sedih mendengar cerita Fitri , siksaan demi siksaan harus di terima oleh anak kesayangannya karena kesalahan nya .


" Maafkan bapak, nak .. Maafkan bapak " ucap pak Jamal sambil memeluk dan mengelus punggung anak nya


Bu Surtinah pun tak kuasa menahan airmata nya , sambil memangku Putri , anak bungsu nya , ia membelai kepala Fitri dengan lembut.


"Mulai saat ini insyaa allah kita tidak akan berpisah lagi, kecuali atas izin Allah " ucap bu Surtinah


Pak Jamal pun mengangguk sambil terus merangkul Fitri dan membelai Putri , kedua anak kesayangan nya .


Fitri hanya bisa terdiam dalam pelukan bapak nya .


☆☆☆☆☆


" Alhamdulilah , tahun ini anak - anak bisa masuk sekolah ya pak " ucap bu Sartinah sumringah


" Iyaa bu .. Saya bersyukur Allah mempertemukan kita dengan abah . Selain Fitri bisa selamat , ia juga di biayai sampai sehat . Bahkan sekarang uang masuk sekolah anak - anak pun di bantu abah . Masyaa Allah , semoga abah dan keluarga selalu sehat .. Semoga pesantren nya juga bisa mencetak para santri yang berakhlak mulia dan sukses dunia akhirat ya bu " ucap pak Jamal panjang lebar


" Iyaa pak , nak Danu yang masih remaja pun ilmu nya sudah hebat ya pak " puji bu Sartinah


" Iyaa bu .. Semoga anak - anak kita juga menjadi anak sholeha dan bermanfaat untuk orang banyak ya seperti nak Danu " ucap pak Jamal penuh harap .


" Iyaa pak , Aamiin Ya Allah " ucap bu Surtinah sambil mengusap wajah nya dengan kedua tangan nya


☆☆☆☆☆


Sementara itu di pesantren ,


Danu sudah bersekolah kembali setelah ia meninggalkan sekolah nya selama hampir satu minggu karena perjalanan gaib nya dalam menyelamatkan sukma Fitri bersama abah .


Dan ini merupakan perjalanan gaib Danu yang terakhir , untuk saat ini Danu di biarkan fokus bersekolah oleh abah .


" Tugas mu sudah selesai , Dan ... Untuk saat ini. " ucap abah kepada Danu suatu hari .


" Alhamdulilah , baik bah " jawab Danu sambil mengangguk . Ia senang selama ini dapat menemani abah dalam melakukan perjalanan spiritual nya . Banyak sekali ilmu dan pengalaman yang di dapat nya secara langsung .


Sebentar lagi Danu akan memasuki kelas dua belas dan harus menempuh beberapa ujian , mulai dari ujian akhir sampai ujian masuk ke perguruan tinggi .


Dan pada saat nya nanti status Danu sebagai santri akan segera berakhir dan berganti .


TAMAT


###############################


Haaii para readers terzeyeeng .. ini novel pertama ku , mohon maap jika banyak typo dan alur nya masih berantakkan 🙏🙏😬


Terimakasih sudah membaca sampai akhir 🙏


🤩 .. LIKE 👍 tp jgn di bom ya😁🙏 ,,, KOMEN 💕 ,,, VOTE ⚘ luv u all 🤗

__ADS_1


__ADS_2