SANTRI PILIHAN

SANTRI PILIHAN
BAB . 36 . KESAKSIAN PARA SISWA YANG HILANG


__ADS_3

Kisah hilang nya ke enam siswa itu menjadi viral di sekolah . Mereka menceritakan kejadian pada sore itu kepada pak Handoyo dan juga yang hadir saat itu , dan cerita itu menyebar ke siswa yang lain . Banyak dari siswa yang menanyakan langsung apa yang di alami oleh ke enam teman mereka saat hilang .


Pov ke enam siswa ,


"Gue udah dapet banyak nih kayu nya , cukup lah sampai besok " ucap Ervan


" Iyaa , coba kumpulin dulu di sini .. kita liat seberapa banyak, biar besok malem ga usah nyari kayu lagi " sambung Ibnu


" Niihh , gue cuma segini .. Abis berat kalo kebanyakan, gue ga kuat angkat nya " lanjut Bella sambil meletakkan kayu ranting di tanah dekat ia berdiri


Di ikuti oleh yang lain .


" Nah iya kalo numpuk gini kan jadi keliatan banyak nya , belum lagi nanti tim satu juga bawa kan .. Cukuplah gaes " ucap Risna sumringah


" Ya sudah yookk , kita angkut lagi .. Udah mo magrib niih " ucap Marni sambil memilah kayu yang tadi ia kumpulkan .


Yang lain pun sama , mereka mengangkat kayu bakar dan jalan dengan susah payah . Nampak sekali mereka kelelahan . Setelah berjalan , mereka merasa tidak kunjung sampai ke tenda .


" Bentar ..Bentar .. kok ga nyampe - nyampe sih , pegel tangan gue nih " ucap Ervan yang dari tadi diam saja


"Eehh iya iya , apa kita kejauhan ya nyari kayu bakar nya ?" tanya Marni dengan ekspresi bingung


Yang lain pun celingak celinguk melihat ke sekeliling yang mulai gelap . Suara binatang malam mulai terdengar . Mulai dari suara jangkrik , kodok sampai nyamuk .


" Duuhh banyak nyamuk lagi .. "sungut Bella sambil menepuk - nepuk wajah dan tangan nya yang di kerubutin nyamuk


" Jadi kita ke arah mana gaess .. Ada yang bawa ponsel ga ?" tanya Risna


" Ponsel gue di tas , belum gue keluarin " jawab Bella


" Ponsel gue juga di tenda , gue pikir nyari kayu cepet maka nya gue taro aj " sahut Marni


" Gue bawa nih " ucap Wisnu sambil mengeluarkan dari saku celana panjang nya


" Yaaahh mati .. lowbat gaess " ucap nya dengan kecewa


"Hhhh ya sudah ,,kita coba aja jalan dulu ke arah sana , yuukk .. Pelan - pelan melangkah nya " Ibnu mencoba mencari jalan


Yang lain pun setuju, mereka berjalan terus .. Mereka menembus kabut yang tanpa di sadari kalau itu kabut adalah batas dunia gaib.


" Heeyy liat ,,di perkampungan masih terang gaess .. Kita tanyakan jalan ke tenda yuk " ucap Ibnu sumringah


" Yuukk .. Yuukk .. Sekalian minjem senter aja buat jaga - jaga kalo nanti nyampe tenda nya kemaleman lagi , Nu " ucap Wisnu kepada Ibnu


" Kalo bisa numpang istirahat dulu lah sebentar , cari warung yang jualan minuman .. Gue haus banget nih " ucap Ervan sambil mengelap keringat dari dahi nya


Kami pun berjalan dengan bersemangat , sambil menyapu kan pandangan ke segala arah . Kami melempar senyum tiap kali menjumpai anak - anak yang sedang bermain , ada yang sedang berlatih ilmu bela diri , mereka berkelompok - kelompok .


Sejauh mata memandang banyak sekali anak - anak yang berlatih , belum terlihat orang dewasa nya . Sehingga kami pun menunggu bertemu orang dewasa yang bisa di tanyai .


Tiba - tiba saja ,

__ADS_1


" Permisi kakak - kakak ,, seperti nya bukan orang sini ...Sedang tersasar ya ?" tanya seorang anak remaja laki - laki


" Oohh iyaa dek, kami kesasar .. Boleh kami numpang nanya ?" tanya Ervan sopan


" Boleh , ayo ikuti aku .. Nanti kakak akan aku pertemukan dengan senior ku , nanti senior ku yang akan memberi petunjuk nya " ucap anak remaja itu lagi


" Baik, ayoo .. Terimakasih ya dek " ucap Bella sambil tersenyum .


Kami pun tersenyum senang berharap segera mendapatkan petunjuk untuk kembali ke tenda .


Sampai lah kami semua di sebuah rumah , di halaman belakang nya tampak banyak anak remaja sedang berlatih ilmu bela diri .


" Kakak - kakak, tunggu sebentar ya di sini " ucap anak remaja itu


Kami pun mengangguk serempak sambil meletakkan kayu bakar , anak itu segera berlari ke halaman belakang dan berbicara dengan lelaki yang lebih dewasa . Mereka menghentikan sejenak gerakan bela diri nya dan menatap kami dengan tatapan tajam dan aneh .


Kami sempat merasa tidak enak di tatap seperti itu, seolah mereka tidak terima dengan kedatangan kami . Kami pun hanya diam menunduk , menghindari tatapan nya .


Tak lama kemudian mereka berdua menghampiri kami ,


" Permisi , kalian kesasar ya kata adik ku " tanya nya


" Iya kak, maaf menganggu .. Kami minta tolong di beri petunjuk agar bisa kembali ke tenda . Kami siswa yang sedang melakukan kegiatan camping di hutan sebelah sana , kak " ucap Wisnu sambil menunjuk ke sembarang arah , karena ia juga sebenarnya kurang tahu letak posisi camping nya


" Oohh gitu, ya sudah kalo gitu istirahat aja dulu nanti saya antarkan " ucap lelaki itu


" Wuah terimakasih sekali kak , maaf jadi merepotkan " ucap Ervan , yang di angguki oleh yang lain .


Tak lama kemudian , datanglah anak remaja tadi membawa minuman yang di taruh di kendi yang terbuat dari tanah . Enam buah cangkir yang terbuat dari kaleng , juga aneka cemilan .


Kami yang sudah lelah dan lapar pun segera menuang air dan meminum nya , kemudian memakan cemilan itu dengan lahap . Setelah selesai makan dan minum , tiba - tiba kepala kami terasa pusing, setelah itu kami tidak tahu lagi apa yang terjadi .


Saat kami tersadar ternyata sudah ada pak Handoyo , Danu , Arief dan bapak - bapak lainnya .


Pov ke enam siswa end.


Danu yang mengetahui bahwa para anak dan remaja yang di lihat oleh ke enam teman nya itu merupakan ruh halus yang menjadi pengikut ratu siluman ular . Danu hanya diam menyimak setiap cerita dari mereka . Bagi Danu yang terpenting teman nya semua selamat dan si ratu siluman ular sudah musnah berikut anak buah nya . Dan tidak akan menganggu lagi .


Akibat kejadian itu , kini kelebihan Danu telah di ketahui oleh para guru dan sebagian siswa .


Terkadang Danu merasa risih karena perlakuan teman - teman sekolah nya yang menganggap diri nya sebagai pahlawan . Danu hanya bisa tersenyum , ia mencoba menerima konsekuensi atas terbongkar nya kemampuan diri nya .


Di sekolah nya kini Danu terpilih sebagai ketua OSIS dan pengurus Rohani Islam .


Persahabatan Danu dengan Arief , Ibnu , Ervan , Sherly , Lita semakin akrab . Bahkan tak jarang Nindy pun ikut bergabung bersama mereka .


Danu pun menjalani hari - hari nya dengan lebih banyak fokus ke pelajaran . Ia sering menutup mata batin nya agar bisa fokus dan konsentrasi ,,karena ia tidak ingin nilai nya turun .


Siang itu ketika sedang berkumpul di kantin sepulang sekolah ,


" Dan , abis dari sini mau lanjut kemana ?" tanya Ibnu

__ADS_1


"Ehmm mungkin ambil kuliah di universitas islam di negara lain , tapi belum tau mau jurusan apa nih " jawab Danu


" Kalo lu pada mo lanjut kemana ? di dalem ato di luar ?" lanjut Ibnu sambil menatap satu per satu ke teman - teman nya


" Gue sih di dalem aja ,,kasian ortu gue nanti kemahalan kalo ke luar .. Kampus nya sih belum tau , tapi gue mo jadi tukang gambar bangunan aja " jawab Ervan sambil nyeruput es teh manis nya


" Arsitek maksud lo kan " ucap Ibnu menegaskan


" Yooiiii .. pake di pertegas lagi " sungut Ervan


Yang lain pun tertawa , mereka begitu menikmati suasana siang ini .


☆☆☆☆☆


Hari Minggu pagi ,setelah dhuha kang Iwan menghampiri ku ..


"Dan , kamu di panggil abah .. Di suruh ke rumah nya sebelum zuhur " kata kang Iwan


" Oohh iyaa siap , makasiih kang " jawab ku


"Sama - sama Dan " lanjut kang Iwan .


Sekitar jam sebelas siang aku ke rumah abah ,


" Assalamualaikum .."


"Waalaikumsalam wr wb.


Mari masuk Dan .. Sudah di tunggu abah di belakang , langsung aja gih " ucap ummi Kusuma


" Iyaa um " jawab ku setelah menyalami umi dengan menangkupkan kedua tangan di dada ku .


Aku berjalan ke halaman belakang rumah abah, di sana sudah terlihat abah duduk sambil memegang tasbih kecil . Mulut nya komat kamit tak henti berzikir , di hadapan nya terdapat sebuah teko yang terisi teh hangat dan tiga buah cangkir . Juga ada beberapa cemilan rebusan .


Setelah memberi salam ke abah , aku pun segera duduk di samping abah .


Ku lihat abah menuangkan teh kedalam cangkir lalu memberikan nya kepada ku,


" Silahkan di minum Dan .., Ini juga di makan ya " ucap abah sambil menyodorkan piring berisi cemilan itu ke hadapan ku


" Iyaa ,,terimakasih bah " jawab ku


Aku dan abah pun ngobrol santai sambil nge teh . Abah memberikan wejangan - wejangan kepada ku .


Aku masih menyimak semua perkataan abah , sambil menunggu apa yang sebenar nya akan di katakan oleh abah .


###############################


Haaii para readers terzeyeeng .. ini novel pertamaku , mohon maap jika banyak typo dan alurnya masih berantakan 🙏🙏😬


PLiiss bantu aqoh memperbaiki dengan saran2 kalian ya🤩 .. LIKE 👍 ,,, KOMEN 💕 ,,, VOTE ⚘ Terimakasiih 🙏🙏🤗 luv u all 🤗

__ADS_1


__ADS_2