
Aku dan pak Mardi mendatangi kepala desa Palung . Di rumah kepala desa sudah berkumpul beberapa warga yang kerap di ganggu dengan penampakan Arum .
Mereka menceritakan bagaimana arwah Arum berkeliaran meneror kampung itu . Sosok Arum datang dengan memperlihatkan kondisi nya yang menyeramkan . Biasa nya di tandai dengan angin yang berhembus kencang , udara yang berubah menjadi sangat dingin hingga menusuk ke tulang serta lampu - lampu yang meredup .
Warga tidak ada yang berani keluar rumah jika menjelang malam .
Danu dan pak Mardi pun terpaksa menginap di desa Palung . Mereka di beri sebuah tempat di salah satu rumah warga yang memiliki anak gadis seusia Arum dan Sulaiman . Mereka adalah keluarga pak Tofik , yang memiliki tiga orang anak . Anak pertama nya bernama Lastri , yang berusia delapan belas tahun . Lastri saat ini duduk di kelas dua belas .
Menjelang malam suasana desa Palung menjadi sangat sepi , hingga terasa mencekam . Danu membuka komunikasi dengan khodam nya yaitu ki Rambai .
" Ki Rambai , malam ini kita tuntas kan ya ?"
" Siap Dan .. Kita harus bisa menghentikan praktek Gondol Mayit ini . Mereka yang melakukan ritual ini mengambil atau menggondol kain kafan dari mayit yang baru saja di makamkan. Dan syarat nya mayit tersebut harus lah perawan atau lelaki bujang " ucap ki Rambai menjelaskan
Danu mengangguk , " Aku curiga ada yang ingin di sampaikan oleh arwah Arum , ki "
" Jadi apa yang akan kamu lakukan , Dan?" tanya ki Rambai
" Aku akan menunggu nya datang malam ini , kalau dia tidak muncul maka aku yang akan mendatangi nya " lanjut Danu
☆☆☆☆
Sementara di tempat lain nampak seorang lelaki yang sedang berjalan mondar mandir di rumah nya , ia nampak sedang berfikir keras .
Lelaki ini bernama Ramdan . Beberapa waktu ini ia melakukan ritual Gondol Mayit untuk memperkaya diri nya . Tentu nya ia bersekutu dengan jin .
" Gimana ini .. Tersisa sedikit sekali sisa kain kafan yang kemarin. Aku harus mendapatkan nya kembali. Tapi belum ada gadis atau bujang yang mati. Kalo pun aku gunakan cara yang kemarin saat ini agak sulit karena warga sudah mulai curiga , polisi pun mulai menyelidiki " gumam nya sambil menghela nafas .
" Haa ha haaa " tiba - tiba Ramdan tertawa terbahak - bahak sendirian . Lalu ia menepuk jidat nya sambil berkata " Mau polisi atau siapa pun tetap saja tidak ada yang bisa menangkap ku.. Mengejar ku saja pasti tidak pada sanggup . Bagus lah, sampai saat ini tidak ada yang mencurigai ku .
Sebaik nya aku bersiap lagi untuk melakukan aksi yang berikut nya , enak nya siapa ya yang ku jadikan korban ?" ucapnya menerawang sambil berpikir
☆☆☆☆☆
Di tempat lain, Danu , pak Mardi dan pak Tofik sedang berdiskusi . Malam semakin larut ,
Sraakk sreekk sraaaakk sreeekk ..
Suara daun - daun di pohon mulai terdengar . Se isi rumah pun saling berpandangan ..
" Seperti nya angin mulai kencang malam ini, pak Mardi .
Pak Tofik dan keluarga jangan takut dan jangan panik ya , tolong bantu doa aja " ucap Danu serasa bersiap. Ia mulai membuka mata batin dan meningkatkan kepekaan nya .
" Hati - hati Dan " ucap pak Mardi
Danu hanya mengangguk ke arah pak Mardi . Ia sudah duduk bersila di ruang tengah rumah Tofik . Sementara bu Tofik , Lastri dan kedua adiknya berada didalam satu kamar karena ketakutan .
Angin berhembus semakin kencang di luar rumah, menimbulkan suara gemerisik dedaunan . Entah dari mana angin itu bisa masuk ke dalam rumah, yang jelas kini horden dan juga beberapa pajangan yang tergantung di dinding ikut bergoyang. Awal nya pelan , lambat laun semakin kencang . Udara dingin mulai merambat naik, semakin dingin . Pak Mardi dan pak Tofik pun di buat menggigil .
Danu masih berkonsentrasi mengatur pernafasan dan menyalurkan energi ke seluruh tubuh nya . Tenaga dalam nya sudah ia kumpulkan di kedua tangan nya . Danu sudah merasakan hawa negatif mulai memenuhi rumah itu, ia terus berzikir tanpa henti .
BLEEPP ,
lampu di rumah itu mendadak mati . Meski kini keadaan dalam rumah menjadi gelap gulita, tak ada satu pun penghuni rumah itu bergeming , mereka duduk diam mematung dengan jantung yang berdegup kencang .
Danu memejamkan mata nya mencoba mencari sosok Arum .
Triing , Lampu - lampu dalam rumah kembali menyala dalam voltase yang rendah . Sehingga semua menjadi temaram dan redup .
" Hhaa .. Iiit tuu .. Ddii saana ,ppaak " bisik pak Tofik gugup sambil menunjuk ke arah sudut ruang tamu rumah nya
Pak Mardi segera melihat ke arah yang di tunjuk namun ia tidak melihat apa - apa . Padahal pak Tofik melihat wajah Arum yang di penuhi darah , kelopak mata nya tidak ada . Hanya terlihat bola mata yang menggelantung - gelantung .
__ADS_1
" Aku tidak lihat, pak Tofik " jawab pak Mardi yang juga berbisik
Sementara itu , Danu sedang berkomunikasi dengan sosok Arum melalui batin nya .
" Assalamualaikum mbak Arum " sapa Danu tanpa basa - basi
Arum hanya diam menatap Danu , ia merasa kehadiran Danu menghalangi nya .
" Kalau mbak Arum ingin aku bantu, tunjukkan maksud mbak Arum sekarang juga " lanjut Danu mencoba memancing Arum agar mau bicara
Tiba - tiba Arum melayang ke arah Danu , Danu merasa seakan di tarik dan dalam sekejap ia sudah berpindah ke alam gaib .
Ia celingak celinguk mencoba mencari tahu keberadaan nya saat ini .
Ia melihat seorang gadis berjalan sendirian mengenakan seragam sekolah . Ketika ia melewati sebuah warung, ada seorang lelaki yang menggoda nya .
"Dek arum, baru pulang sekolah ya .. Abang antar pulang yuuk " ucap nya sambil senyam senyum menatap Arum .
" Tidak perlu bang, sudah deket kok " jawab Arum sopan sambil terus saja berjalan
" Hemmm " lelaki itu menggumam sambil terus menatap punggung Arum yang semakin menjauh
Danu terus saja menyimak dan memperhatikan adegan demi adegan yang di perlihatkan kepada nya .
Pagi ini seperti biasa Arum berjalan menuju ke sekolah nya dengan menyusuri jalan desa yang tidak terlalu besar namun sudah di aspal . Dari arah belakang Arum ada sebuah kendaraan yang akan melintas ,sebuah truk yang tidak ada muatan nya atau kosong . Truk tersebut terlihat melaju sedikit kencang , mungkin karena di rasa jalanan tidak terlalu ramai. Danu melihat Arum berjalan santai di pinggir, agak jauh dari aspal .
Ketika kendaraan itu berada tepat di samping Arum ,
WUUSSHHH ..
Sebuah angin kencang , Danu melihat sesosok laki - laki yang berlari sangat cepat sambil menarik dan mendorong tubuh Arum hingga ia menabrak kendaraan yang melintas . Tubuh Arum terlempar keras dan jatuh di atas aspal . Kendaraan itu berhenti mendadak .
BRUUUKKKK .. SREETTT ..
CKIIIIITTT !
Danu melihat laki - laki itu menghilang secepat angin . Ia juga melihat tubuh Arum yang sudah tergeletak di tengah jalan dengan wajah yang hancur karena terlempar dan terseret di aspal .
" Ehmm pake ajian kidang kuning rupa nya . Tapi siapa ya orang itu ?" gumam Danu
Tak lama kemudian Danu sudah kembali ke raga nya , ia melihat Arum dengan kondisi normal . Hanya wajah nya saja yang pucat .
"Mbak Arum , insyaa allah aku bersama pak Mardi akan membongkar pelaku nya .. Sekarang mbak Arum kembali lah , tempat mbak Arum bukan di sini lagi " ucap Danu sambil membaca beberapa doa . Sosok Arum pun lambat laun menghilang .
Keadaan rumah kembali normal , lampu - lampu menyala terang . Dan angin pun berhenti .
Danu segera membuka mata nya , lalu ia menghampiri ke pak Mardi . Ia menceritakan apa yang di perlihatkan nya .
" Kalo begitu saya akan selidiki warga sekitar , barangkali ada yang terlalu mendadak kaya dan sangat drastis proses nya " ucap pak Mardi
" Iya pak , saya boleh minta di antar ke rumah keluarga Arum , pak ? Kita harus jelaskan agar keluarga Arum terbebas dari fitnah warga
" Boleh Dan, kalo gitu sekarang saja ya ?" tanya pak Mardi
Setelah kami berpamitan ke keluarga pak Tofik, aku dan pak Mardi segera berkunjung ke rumah keluarga almarhumah Arum .
Sesampai nya di rumah keluarga almarhumah Arum , aku dan pak Mardi menjelaskan bahwa kehadiran arwah Arum hanya ingin agar tidak ada korban lain .
Kemudian Danu dan pak Mardi pun kembali pulang . Tentu nya setelah pak Mardi mengantar kan Danu ke pesantren .
☆☆☆☆☆
Kini Danu sedang berbincang dengan abah , ia ingin mendengarkan saran dari abah agar bisa secepat nya mengungkap identitas si pelaku.
__ADS_1
Setelah ia menceritakan semua nya ke abah ,
" ... Jadi bagaimana kalo menurut abah ? "
Sejenak abah terlihat berfikir, lalu
" Kamu harus temui arwah Sulaiman , jika pelaku nya sama , maka kamu harus ikuti dia sampai ke tempat nya . Dan ,jangan lupa kamu tetap harus hati - hati " ucap abah sambil mengajak Danu ke salah satu ruangan nya .
Aku pun mengangguk , kemudian mengikuti abah menuju ke ruangan yang biasa dia lepas raga bersama abah .
Danu dan abah pun duduk bersila berdampingan , mereka membaca zikir yang berbeda - beda dengan khusyu .
Danu membaca doa untuk memanggil arwah Sulaiman .
Tak lama kemudian , datanglah sesosok lelaki remaja dengan bentuk yang menyeram kan . Sebagian wajah nya bolong dan di penuhi belatung , yang sebelah nya di penuhi darah bau amis dan bau daging busuk . Ia berdiri sekitar dua meter dari hadapan abah dan Danu .
Danu pun mulai berkomunikasi dengan Sulaiman , lebih tepat nya dengan ruh Sulaiman.
"Assalamualaikum kak Sulaiman, maaf jika saya memaksa mu untuk datang . Saya ingin mengetahui penyebab kematian mu agar bisa mengungkap pelaku nya , dan menghentikan ritual sesat nya " ucap Danu
Sulaiman tidak bergeming , ia melihat ke arah Danu dan abah . Lambat laun ia merubah fisik nya , tidak lagi menyeramkan . Ia berubah menjadi sosok Sulaiman biasa , hanya wajah nya lebih pucat dan sorot mata nya yang tajam .
Setelah itu Sulaiman melayang menghampiri Danu , dan dengan sekejap menarik ruh Danu . Danu dan abah sudah mengetahui akan seperti ini .
Namun kali ini abah tidak ikut lepas raga , ia hanya akan menjaga tubuh Danu sambil memantau .
Danu kembali berada di alam gaib, dan ia di perlihat kan adegan sebelum Sulaiman mengalami hari yang naas itu .
Pada saat Sulaiman berada di ladang , Danu kembali melihat pria dengan ajian kidang kuning nya . Ia berlari sangat kencang dan tidak terlihat .. Ia melompat ke sisi kiri Sulaiman, sambil menarik Lengan baju seragam yang di pakai Sulaiman . Membuat tubuh Sulaiman doyong ke kiri dan tergelincir tepat di sebelah sungai kering dan dalam . Sungai itu di penuhi rumput ilalang yang tinggi dan juga batu - batu . Kepala Sulaiman terbentur - bentur bebatuan saat jatuh , tubuh nya juga hancur , dan seragam sekolah yang di pakai menjadi robek - robek .
Pria itu segera menghilang secepat angin, Danu pun mengejar nya menggunakan ajian saifi angin nya . Sebuah ilmu yang di dapatkan dari abah , ilmu ini lebih tinggi dari ajian kidang kuning .
Pria tersebut memasuki sebuah bangunan yang berada di tengah hutan . Bangunan itu terbuat dari kombinasi bilik bambu dan batako yang belum di cat . Ia tidak mengetahui jika Danu mengikuti nya .
Kemudian Danu juga melihat adegan di mana pria itu membongkar makam dan menarik kain kafan Sulaiman. Dan membiarkan jasad Sulaiman tergeletak di samping kuburan nya.
Pria itu membawa kain kafan itu ke rumah nya di tengah hutan , lalu ia menggunting - gunting kain kafan itu menjadi selembar - selembar , dengan ukuran kira - kira sebesar uang kertas . Kemudian ia membaca mantra pada beberapa lembar kain kafan , dalam sekejap kain kafan tersebut berubah menjadi tumpukkan uang . Pria tersebut tertawa terbahak - bahak , ia meraup lalu menebar uang - uang itu ke seluruh tubuh nya .
" Akhir nya aku kaya .. Hhaaa haa haaa ... Selama ada perawan dan bujang , aku tidak akan miskin lagi " ucap nya sumringah
Danu segera kembali ke raga nya ,
" Kembalilah ke tempat ku , biar aku dan pak Mardi yang akan membereskannya " ucap Danu kepada arwah Sulaiman .
Danu pun segera membaca doa agar Sulaiman kembali ke tempat sang Pencipta .
Abah segera menelpon ke pak Mardi . Dengan di bantu Danu sebagai penunjuk jalan , pak Mardi dan tim nya menuju ke sebuah bangunan di tengah hutan .
Mereka menemukan pria yang bernama Ramdan tersebut sedang bersiap melakukan ritual . Tim pak Mardi segera menangkap dan melakukan penggeledahan . Mereka menemukan sisa - sisa kain kafan yang tersimpan di sebuah rak dengan di alasi nampan yang di penuhi bunga tujuh rupa .
Sedangkan Danu dan abah menghubungi kepala desa dan warga desa Palung , mereka mengadakan doa bersama untuk menghantarkan para korban ritual Gondol Mayit agar ruh nya di terima Allah SWT dan mereka tenang di tempat abadi nya .
☆☆☆☆☆
Kini Danu sudah kembali ke pesantren dan bersekolah , saat Danu hendak ke kantin , ia bertemu dengan Ginanjar ..
" Dan , makasih ya .. Alhamdulilah sekarang di desa Palung sudah tidak menyeramkan lagi . Malah sekarang warga di sana mengadakan pengajian rutin setiap abis magrib sebanyak dua kali seminggu , di pimpin pak ustad Nur" ucap Ginanjar sumringah
"Alhamdulilah.. Sama - sama Gin , itu semua karena pertolongan dan bantuan dari Allah SWT . Gue mah ga bisa apa - apa, Gin " jawab Danu sambil cengar cengir
Mereka pun berjalan beriringan menuju kantin sekolah sambil ngobrol dan bercanda
###############################
__ADS_1
Haaii para readers terzeyeeng .. ini novel pertama ku , mohon maap jika banyak typo dan alur nya masih berantakkan 🙏🙏😬
PLiiss bantu aqoh memperbaiki dengan saran2 kalian ya🤩 .. LIKE 👍 tp jgn di bom ya😁🙏 ,,, KOMEN 💕 ,,, VOTE ⚘ Terimakasiih 🙏🙏🤗 luv u all 🤗