
Selama libur sekolah Danu pulang ke rumah lama nya , ia menghabiskan waktu bersama keluarga . Danu juga sudah memilih sebuah SMA yang tidak jauh dari pesantren abah. Ilmu kebatinan dan juga kanuragan nya kini semakin tinggi .
Keluarga Danu belum lagi datang ke rumah nya yang baru, mereka masih trauma . Terutama umi dan Dania . Sejak kasus setahun yang lalu rumah itu kosong . Namun pak Ibrahim, ayah Danu belum berniat untuk menjual nya .
Ketika Danu dan abi nya selesai sholat magrib berjamaah di rumah ,
"Bi, rumah yang di sana gimana ?" tanya ku
"Abi masih iseng kalo kesana sendirian , Dan .. Agak - agak merinding gitu " ucap Ibrahim sambil menggidikkan bahu nya
"Iya kemarin Danu belum sempat netralisir , bi " ucap ku
"Ya sudah nanti kalo kamu mau kesana , abi temenin deh " lanjut abi
"Boleh, kira - kira abi sempat nya kapan ? Aku mah ngikut aja " jawabku
"Sabtu besok aja ya Dan , sekitar jam delapan pagi , gimana ?" tanya abi
"Siap bi, nanti aku izin ke umi ya " jawab ku yang di angguki oleh abi.
Sebelum tidur aku menemui umi yang sedang nonton tv bersama Dania .
"Um, hari sabtu pagi nanti aku dan abi akan ke rumah yang baru itu . Aku ingin menetralisir hawa negatif yang masih tersisa . Umi mau ikut ga ?" tanya ku
Terlihat keraguan di wajah umi ..
"Ehmm , umi ga ikut dulu deh .. Tapi nanti umi bawain bekal makanan dan minuman buat kamu sama abi di sana " jawab nya
"Iya sudah kalo begitu , mi " ucap ku yang melihat ada rasa takut dalam sorot mata umi , sehingga aku tidak ingin memaksa .
"Dania juga ga ikut aahh " ucap nya ketika aku menoleh ke arah nya
Aku dan umi terkekeh melihat Dania yang sudah ketakutan duluan jika ku ajak ke sana.
Tiba lah hari Sabtu pagi , selesai sarapan aku dan abi menyiapkan peralatan untuk bersih - bersih rumah . Sementara umi menyiapkan makanan ringan dan berat , minuman mulai dari air mineral botol dan aneka jus yang dimasukan ke dalam botol besar. Lengkap dengan gelas kertas sekali pakai , dan sendok piring nya juga.
Selang satu setengah jam kemudian , sampai lah kami di rumah baru yang sudah berbulan - bulan kosong. Police line masih tampak mengelilingi gerbang pintu .
Karena penyidikkan telah selesai , maka abi segera mencopot dan membuang police line tersebut. Di masukkan ke dalam karung yang kami jadikan sebagai tempat sampah nanti .
Lalu abi membuka pintu depan dan mengeluarkan barang - barang dari bagasi mobil, sementara aku membersihkan rumput dan sampah halaman depan rumah yang berserakan.
__ADS_1
Kini halaman depan rumah tampak lebih rapi , bersih , cerah dan terang . Aku segera masuk ke dalam rumah .
"Hhmmm.." gumamku , saat aku memasuki rumah tersebut masih terasa hawa negatif nya.
"Pantas aja abi takut ke sini.. terutama kalo sendiri" batin ku
Sebelum memulai aktifitas di dalam rumah, aku duduk bersila di lantai ruang keluarga. Ku bacakan beberapa doa - doa yang dapat menetralisir dan membuang aura gelap yang masih menyelimuti rumah ini .
Ku tarik nafas dalam- dalam , lalu ku hembuskan perlahan. Ku ulangi olah pernafasan ini beberapa kali sambil terus membaca doa - doa. Peluh semakin mengucur deras di tubuh ku. Ku gunakan jurus kanuragan untuk mengumpulkan dan membuang aura negatif tersebut.
Selama hampir tiga puluh menit , akhir nya semua aura negatif telah hilang , ku aliri aura positif melalui tenaga dalam . Ku pagari sekeliling rumah dengan pagar gaib.
Setelah selesai , aku kembali membantu abi membersihkan rumah bagian dalam dan belakang. Mulai dari menyapu semua lantai , menge lap seluruh perabotan, menge pel , membersihkan kaca - kaca sampai menyikat kamar mandi. Menjelang zuhur bagian dalam rumah telah bersih , rapi dan harum. Suasana nya jadi lebih nyaman .
"Danu , ayo kita bersih - bersih diri untuk sholat zuhur dan makan siang " ajak abi dengan peluh yang bercucuran
"Oke bi "jawab ku , lalu bergegas kekamar mandi .
Selesai sholat zuhur berjamaah , lalu kami makan siang berdua di teras halaman belakang. Kami memilih duduk lesehan di lantai .
Aku membereskan sampah bekas makan kami , menumpuk dan memasukkan peralatan kotor le dalam kresek. Lalu ku tuangkan jus buah untuk ku dan abi .
"Dan, besok abi mau panggil tukang taman aja untuk beresin tanah sekalian di tanami rumput lagi. Untuk tanaman nya nanti abi minta di tanami cabe rawit merah , rawit hijau , cabe merah keriting , tomat ceri , jeruk lemon, jeruk nipis , pohon daun salam, pohon mangga , belimbing, jambu air .. biar lebih bermanfaat " ucap abi
"Iya boleh bi, kalo umi butuh cabe ato tomat sedikit kan tinggal petik aj , hhehe " jawab ku
"yang halaman depan mau di apain , bi " lanjut ku
"Yang halaman depan biar umi yang urus aj .. terserah umi mau di tanami apa . Nanti tinggal bilang ke tukang taman nya . Kalo abi sih mau nya bunga - bungaan yang warna warni biar cantik taman depan nya " ucap abi sambil senyum - senyum
"oke lah , bi ... Nanti kita coba ajak umi sama Dania , semoga mereka mau " lanjut ku
Ku lihat abi menggangguk sambil mengeluarkan ponsel , ia menghubungi seseorang .
"Nah Dan , abi udah hubungi tukang taman kenalan abi . Dia bersedia datang besok ke sini . Jadi nanti kita ke sini lagi ya Dan. Biar tukang itu beresin halaman belakang aja dulu kalo umi mu belum mau datang " abi menjelaskan
"Siap bi " jawab ku
Selesai sholat ashar , kami pun bersiap pulang. Semua sampah dan bekas makan sudah di rapikan dan di masukkan ke bagasi mobil . Sampah akan kami buang di tempat sampah rumah lama kami .
Di perjalanan , aku mengambil dua botol air mineral . Ku buka tutup nya lalu ku bacakan doa - doa , berharap Khasiat doa ini dapat memberikan sedikit ketenangan batin bagi umi ku dan Dania . Sehingga trauma itu akan hilang secara perlahan seiring waktu .
__ADS_1
Sesampai nya di rumah menjelang magrib , ku berikan botol tersebut ke umi .
"Um, ini untuk umi satu dan Dania satu ya .. Semoga khasiat nya segera di rasakan oleh umi dan Dania " ucap ku sambil tersenyum dan segera bersiap melakukan sholat magrib bersama keluarga ku .
Umi menerima botol tersebut lalu memberikan ke Dania satu. Mereka meminum nya setelah sholat magrib dan sebelum tidur. Umi juga sudah di info in sama abi kalau kami berdua akan ke rumah itu lagi untuk merapikan halaman belakang bersama tukang taman.
Hari Minggu pagi , ketika kami sedang sarapan ..
"Bi, umi dan Dania ikut yaa .. pengen liat hasil beres- beres abi dan Danu " ucap umi sambil tersenyum sumringah
"Boleh, habis sarapan kita langsung berangkat ya .. biar ga terlalu kena macet " ucap abi
"Ooke bi " Dania tiba - tiba menyahut
Kami hanya tersenyum melihat Dania yang kini bersemangat untuk ikut.
Satu minggu kemudian rumah itu sudah terlihat cerah , rapi dengan halaman depan dan belakang yang cantik . Dania dan umi pun merasa nyaman menempati rumah itu , mereka sudah melupakan peristiwa yang lalu .
Waktu liburan sekolah Danu dan Dania tersisa kurang dari seminggu lagi. Umi dan abi sibuk menyiapkan berbagai perlengkapan anak - anak nya.
☆☆☆☆☆☆
Masuk ke sekolah baru , dengan seragam abu putih membuat Danu merasa senang . Ia juga mendapatkan teman - teman baru. Teman sekamar nya di pesantren memilih sekolah yang berbeda - beda. Bahkan ada yang tidak melanjutkan nyantri dan masuk ke sekolah SMA negeri .
Awal masuk sekolah , seperti pada umum nya akan di lakukan masa orientasi siswa selama satu minggu .
Danu yang terbuka mata batin nya dapat melihat berbagai mahkluk gaib berseliweran di antara siswa dan guru . Namun Danu diam saja selama "mereka " tidak menganggu . Karena memang kita akan selalu hidup berdampingan dengan "mereka" di mana pun kita berada.
Setelah masa orientasi selesai , Danu langsung memiliki beberapa teman akrab , mereka selalu berlima . Dua di antara wanita , bernama Lita dan Sherly . Dengan paras Danu yang tampan , tubuh nya tinggi dan tegap banyak siswi yang mencoba mendekati nya . Termasuk siswi - siswi senior . Namun Danu tidak menghiraukan nya karena memang Danu paham betul batasan dengan lawan jenis . Sehingga ia hanya bertegur sapa seada nya jika bertemu dengan teman siswi nya . Lain hal jika dengan teman - teman siswa nya, terkadang Danu bermain sepak bola bersama ,ngobrol dan bercanda .
Pembelajaran sudah berlangsung selama sebulan lebih . Ketika Danu dan teman - teman nya sedang berada di kantin, Danu melihat seorang teman siswi yang masuk ke kantin , ada bayangan hitam yang mengikuti nya . Danu hanya diam saja , ia tidak mau gegabah sembarangan mencampuri urusan orang lain.
Siswi tersebut berbeda kelas dengan Danu , namun ia tahu nama nya . Hanya saja tidak akrab. Siswi itu biasa di panggil Nindy .
Nindy menoleh ke Danu dengan senyum manis nya , Danu langsung menundukkan wajah nya . Ia tahu ada sesuatu yang tidak beres di diri Nindy .
################################
Haaii para readers terzeyeeng .. ini novel pertamaku , mohon maap jika banyak typo dan alurnya masih berantakan 🙏🙏😬
PLiiss bantu aqoh memperbaiki dengan saran2 kalian ya🤩 .. LIKE 👍 ,,, KOMEN 💕 ,,, VOTE ⚘ Terimakasiih 🙏🙏🤗 luv u all 🤗
__ADS_1