SANTRI PILIHAN

SANTRI PILIHAN
BAB. 24 . DANU MENYELEMATKAN ISTRI PAK CEPI


__ADS_3

Danu mendapatkan informasi dari abah bahwa penyelidikan rumah baru keluarga Danu terus berlanjut . Ternyata penyelidikkan yang di lakukan oleh pak Danang bukanlah perkara mudah, pasal nya pelaku sering berpindah - pindah tempat.


Berdasarkan informasi yang di berikan oleh pak Danang ada penghuni sebelum nya yang istri nya masuk rumah sakit jiwa. Karena sampai saat ini ia merasa selalu di hantui, meski pun sudah berpindah - pindah rumah . Suami nya bernama Cepi , istri nya yang saat ini di masukkan ke rumah sakit jiwa bernama Euis.


Abah meminta ku agar membantu pasangan tersebut . Aku akan di antar oleh pak Danang menemui suami nya terlebih dahulu .


Siang ini aku dan pak Danang sedang dalam perjalanan ke rumah pak Cepi, penghuni rumah yang sebelum nya .


Setelah berkendara beberapa jam sampai lah kami di sebuah rumah mungil dengan cat berwarna abu - abu .


Tookk.. Tookk.. Tookk .. Pak Danang mengetuk pintu rumah tersebut. Ia memarkirkan kendaraan di depan gerbang rumah pak Cepi, kami pun langsung masuk setelah melihat salah satu pintu gerbang itu terbuka .


Terdengar suara pintu di buka dari dalam ,


cekleekk ..


"Assalamualaikum , selamat siang bu .. Saya Danang dan ini Danu . Pak Cepi nya ada, bu ?" tanya Danang kepada wanita yang sudah lanjut usia yang membuka kan pintu.


"Waalaikumsalam, siang ..Oohh pak Danang, Cepi sudah bilang kalau mau kedatangan tamu yang bisa ngobatin menantu saya .


Mari .. Mari .. silahkan masuk .. Silahkan duduk pak Danang, nak Danu . Ibu panggil kan Cepi dulu ya " ucap wanita lanjut usia itu dengan sumringah


Pak Danang dan Danu duduk di ruang tamu menunggu pak Cepi keluar. Tak berapa lama keluarlah seorang wanita yang lebih muda membawa nampan yang berisi minuman dan makanan ringan .


"Silahkan pak dan mas " ucap nya mempersilahkan Danang dan danu untuk minum dan mencicipi cemilan .


"Terimakasih " ucap Danang dan Danu bersamaan


Sekitar lima belas menit kami menunggu, datanglah seorang pria yang usia nya mungkin sama dengan Pak Danang.


"Selamat siang pak Danang, nak Danu .. maaf menunggu lama " ucap pak Cepi sambil menyalami mereka berdua


"Maaf sebelum nya, ibu saya ingin bergabung .. ga pa pa ya pak Danang , nak Danu ?" bisik nya


"Ohh iya ga pa pa pak , pak " jawab pak Danang


" Iya silahkan pak Cepi " ucap ku seramah mungkin


"Maafkan ya kalo ibu mengganggu .. Ibu ingin sekali agar menantu ibu bisa sehat lagi " ucap nya lirih


"Insyaa Allah , bu .. Kita hanya ikhtiar dan berdoa ya , karena yang menyembuhka hanya Allah saja " ucap ku dengan hati - hati agar tidak menyinggung siapa pun


Mereka mengangguk - angguk .


"Jadi begini pak Cepi , kalo tidak keberatan saya mohon di ceritakan kronologi bu Euis .. Sampai di masukkan ke rumah sakit jiwa " ucap Danang


"Iyaa awal nya sewaktu ibu saya cerita saya tidak percaya . Karena ibu saya yang selalu di rumah , jadi ibu melihat betul perubahan Euis . Sedangkan saya jarang di rumah , tuntutan pekerjaan , pak .. hehhe " ucap Cepi


"Iyaa saya mengerti dan maklum , pak Cepi .. Silahkan kalo memang ibu yang mau menceritakan nya " lanjut Danang


"Iyaa pak Danang, nak Danu .. Mereka ini menikah sudah cukup lama, dan baru di karuniai anak . Ketika menempati rumah itu usia cucu ku baru saja sebulan an . Awal nya biasa saja , semua normal sampai sekitar dua minggu kami pindah ke rumah itu, Euis mulai aneh " ucap ibu pak Cepi dengan raut wajah sedih


"Aneh bagaimana , bu ?" tanya Danang tak sabar


" Hhhh .. Euis itu sangat perhatian , sayang dan telaten dengan anak pertama nya . Lambat laun menjadi sedikit acuh . Ia lebih sering duduk di pojok ruang keluarga sambil bersenandung dan menyisir rambut dengan jari nya " lanjut ibu pak Cepi


Pov ibu pak Cepi ,


"Euis, ini Nanda nangis lho .. mungkin mau nyusu " ucap ku sambil menyerahkan Nanda ke pangkuan nya.


Namun Euis hanya melirik sebentar, dan kembali bersenandung. Tatapan nya kosong ke arah halaman belakang rumah .


"Aduuhh gimana ini ..Sudahlah aku telpon Cepi suruh bawa susu formula dan botol susu nya sekalian " pikir ku


Aku segera menghubungi Cepi ,


Tuuuutt .. Tuuut..Tuut..


"Halo, Assalamuailaikum " suara Cepi di seberang telepon


"Waalaikumsalam, Cepi nanti kamu pulang beli susu formula ya.. Kamu tanya aja yang untuk anak di bawah enam bulan . Jangan lupa beli beberapa botol susu nya juga " pinta ku


"Lhoo memang Euis kemana bu ?" tanya Cepi bingung


"Aahh sudahlah nanti saja ibu cerita kalo kamu sudah dirumah " ucap ku sedikit kesal dengan menantu ku


"Ya sudah bu, kalo begitu saya belikan sekarang ya .. Assalamualaikum " ucap Cepi


" Iya kami tunggu .. Waalaikumsalam " ucap ku sambil mematikan sambungan telepon nya


Aku pun memberikan air putih sementara menunggu ayah nya datang, sambil menimang - nimang ku perhatikan menantu ku yang masih terduduk melamun.


Tiba - tiba saja ia menoleh ke arah ku , tatapan nya tajam . Mata nya berwarna merah . Ekspresi wajah nya datar dan dingin , seolah tidak suka dengan kehadiran ku dan cucu ku .


Mendadak bulu kuduk ku meremang ,


"Astagfirullah " gumamku , langsung ku tinggalkan ia sendiri . Jantung ku masih berdegup cepat.


"Aahh itu kan menantuku sendiri, Euis .. Kenapa aku jadi takut begini " lirih ku sambil ku usap cucu ku yang terlelap dalam gendongan ku .


"Kasihan kamu, nak .. sabar ya " ucap ku sambil terus membelai wajah mungil nya.


Ku dengar suara kendaraan memasuki halaman rumah . Tak lama kemudian ,


"Assalamualaikum bu , Euis , Nanda .." sapa Cepi sambil masuk ke dalam rumah menenteng kresek belanjaan


"Mana susu nya ?" tanya ku sambil menyerahkan Nanda ke Cepi


"Oohh anak ayah lagi bobo ya " ucap Cepi sambil mencium pipi gembil anak nya


Aku segera membereskan susu dan perlengkapan nya, jika nanti Nanda bangun bisa langsung ku buatkan susu .


"Bu, ada apa dengan Euis ?" tanya Cepi dengan suara pelan


"Kamu sudah lihat istri mu di sana ? Entah kenapa seharian ini hanya duduk melamun di sana . Anak nya nangis pun tidak di hiraukan nya " ucapku kesal


"Kalau begitu biar aku tanya dulu ya bu " ucap ku . Ibu hanya mengangguk sambil mengambil Nanda dari gendongan ku dan membawa ke kamar nya .


Pov ibu pak Cepi end.


"Setelah itu saya coba dekati istri saya , saya coba tanya baik - baik " lanjut Cepi


Pov Cepi,


"Bun , ayah pulang kok ga di sambut siih ?" godaku


"Seketika Euis menghentikan senandung nya , kemudian menoleh .. Ia tersenyum . Sudah pulang sayang ?" ucap nya dengan manis


"Kamu kenapa sendirian di sini , itu si kecil nyariin bunda nya yang cantik "Lanjut ku sambil membelai wajah istri ku


"Aku bosan .. biar saja " ucap Euis dengan ketus


Aku sungguh terkejut , namun ku pikir Euis bosan di rumah .


"Kalo gitu besok kita jalan ke mall ya .. skalian sama ibu dan Nanda " ucap ku


Seketika wajah sumringah nya berubah menjadi cemberut.


"Aku mau berdua saja dengan mu " rajuk nya


Hhhhhh , ku hela nafas panjang "Ya sudah nanti aku izin ke ibu.. Tapi besok - besok susui Nanda lagi ya " pinta ku


Euis tersenyum tanpa menjawab .


Pov Cepi end.


"Selanjut nya semakin parah , pak Danang. Ia bukan hanya tidak mau menyusui anak nya. Namun juga suka bangun sendiri tengah malam , duduk di pojok ruangan itu lagi.


Aku beberapa kali memergoki nya saat ingin mengambil air minum ke dapur. Ketika aku tegur pun ia tidak merespon sama sekali " cerita Cepi

__ADS_1


"Benar itu pak , nak Danu .. pernah ibu paksa ia memangku anak nya. Ia langsung menyingkirkan sambil berteriak- teriak . Untung ibu masih keburu menangkap Nanda sebelum ia jatuh karena di dorong ibu nya" ucap ibu pak Cepi sambil terisak


Ibu pak Cepi pun kembali menerawang, mengingat kembali kejadian lama nya ..


" Sempat ia tersadar selama beberapa minggu. Semua nya normal seperti dulu lagi. Ia menyusui dan merawat Nanda. Kami senang bukan main .


Namun pada suatu hari tiba - tiba Euis menjerit dari dalam kamar.


"Toolloooongg .. Toollooongg .. Iiibbbuuuuuu .. Toolloongg , buuuu... " jerit Euis


"Iyaa Is, kenapa Is.." ucap ku sambil berlari memasuki kamar nya


Ku lihat Euis duduk di lantai di pinggir ranjang sambil menangis dan menutup wajah nya


"Is , ini ibu .. kenapa nak ?" tanya ku panik sambil ku peluk tubuh nya yang bergetar .


"Ituu .. Ittuuu .. buu ..A ..add..aaa .. Bayii , bu .. hhuuu ..huuuu .. Bayii ittuu bberlumur .. an .. Daraa..hh .. huu huu .. Tooloongg Euis, buu " Tangis Euis pecah di pelukan ku


Seketika aku melihat ke sekeliling ruangan , yang terlihat hanya cucuku , Nanda yang sedang terlelap .


"Tidak ada nak, itu Nanda .. anak mu dan Cepi . Lihatlah, nak " ucap ku lembut sambil membelai - belai punggungnya


Euis membuka wajah nya menoleh perlahan ke ranjang . Setelah melihat ia pun kembali menjerit dan berlari keluar kamar nya.


"Euis .. Euiiss .. mau kemana kamu , nak .. Tunggu Euiss .. " ucap ku sambil berusaha mengejar nya . Namun ia keburu masuk ke kamar yang bersebelahan dengan ruang keluarga dan menutup pintu nya dengan kencang .


BRAAKK.. Creekk...


"Euiiiss , buka nak .. ini ibu , nak " ucap kusambil terisak dan mengetuk - ngetuk pintu kamar nya


" Kamu kenapa nak " isak ku di depan pintu kamar Euis yang terkunci


Aku tidak tega melihat Ibu pak Cepi menyeka airmata yang sudah bercucuran selama ia bercerita , raut wajah pak Cepi pun berubah sedih .


" Maaf kalo boleh tahu, kira - kira kapan saya bisa ketemu langsung dengan adik Nanda , pak Cepi ?" ucap Danu


"Oohh bisa , sekarang bisa .. Nanda sedang main di rumah tante nya . Sebentar saya telepon dulu biar pulang , tunggu ya nak Danu , pak Danang " Ucap pak Danang sambil mengeluarkan ponsel nya .


"Iya pak " jawab Danu


Tidak sampai tiga puluh menit datanglah seorang anak kecil berusia sekitar tiga atau empat tahun di gandeng dengan seorang wanita muda.


"Kenalkan , ini adik ku pak Danang , nak Danu " ucap Cepi


Pak Danang pun bersalaman , sementara aku hanya menangkupkan kedua tangan di dada sambil sedikit menganggukkan kepala ku .


"Nanda sayang .. kenalan dulu sama om danang dan kakak Danu " ucap Cepi


Nanda pun menyalami pak Danang, namun ketika melihat ku raut wajah nya berubah . Ia ketakutan , tidak mau bersalaman . Ia berjalan mundur sambil merapatkan tubuh nya ke pak Cepi, ayah nya.


"Kenapa nak .. ga pa pa .. ayoo doong salim dulu , Nanda kan anak pinter .. yang sopan doong sayang " bujuk Cepi dengan lembut


"Ga pa pa pak Cepi .. biar Nanda di pangku bapak aja dulu .


Maaf mbak, boleh minta air putih yang belum kena api dan di beri sepruluk garam ya .. Sedikiiit aja garam nya " pinta ku dengan sopan ke tante nya Nanda


"Baik dek, sebentar ya " ucap tante nya Nanda sambil berlari kedalam. Tak lama keluar lagi dengan membawa segelas air putih sesuai permintaan ku.


Aku segera menghampiri Nanda, ia mulai berontak berusaha menghindari ku . Pak Danang sampai ikut membantu pak Cepi memegangi Nanda.


Ku bacakan doa - doa , ku sentuh kepala nya . Peluh mulai membasahi tubuh ku . Aura negatif yang melekat pada Nanda sangat kuat . Sehingga aku harus mengeluarkan energi lebih untuk menghilangkan nya .


Nanda sudah mulai pasrah, tidak meronta - ronta seperti tadi lagi . Aku terus membaca kan doa sambil ku tiupkan dari atas kepala sampai ke kaki nya.


Ku ulangi sampai tujuh kali , lalu ku aliri energi positif melalui tenaga dalam ku . Ku usap wajah nya , kemudian turun ke tubuh nya tanpa menyentuh tubuh nya . Ku ulangi sebanyak tiga kali .


Lalu ku tarik nafas panjang dan dalam , ku hembuskan sambil ku hentakkan . Ku tarik semua aura gelap nya dan ku berikan pagar gaib di tubuh nya .


Ku ambil air putih tadi , ku bacakan doa lalu ku tuangkan sedikit ke tangan ku . Ku usap ke kepala nya , kedua tangan dan kedua kaki .


"Maaf bu, tolong di usap kan ke seluruh tubuh nya dek Nanda . Sedikit - sedikit saja, sisa nya di minumkan ya " ucap ku dengan sopan sambil memberikan gelas tadi ke ibu nya pak Cepi.


Setelah mereka masuk ke dalam ,


"Nak Danu, anak saya kenapa ya .. saya tidak melihat ke anehan sebelum nya , sampai hari ini tiba - tiba saja ia seperti ketakutan melihat nak Danu " ucap Cepi kebingungan


"Ehhmm maaf sebelum nya pak Cepi, ada aura gelap yang menyelimuti dek Nanda .. Sehingga ia akan tidak suka atau tidak tenang jika dekat dengan orang yang rajin ibadah. Dan aura negatif yang sangat gelap itu sudah cukup lama sehingga sangat kuat menutup " ucap ku menjelaskan


"Aahh iyaa saya baru ingat , pantas saja kalo nenek nya sholat atau membaca Al - Quran ia akan merengek minta ke rumah tante nya . Nanti di sana juga demikian. Saya pikir itu wajar karena ia belum punya teman , jadi mau nya keluyuran ... Hhhhh "Ucap Cepi sambil mengusap wajah nya merasa menyesal


"Iyaa pak, tapi tenang aja.. Dek Nanda sudah aku beri pagar gaib di tubuh nya jadi insyaa allah tidak akan mudah di tempeli oleh aura negatif lagi " lanjutku


"Alhamdulilah , terimakasih banyak nak Danu dan pak Danang " ucap Cepi dengan raut wajah lega


"Alhamdulilah dek Nanda sudah pulih , sekarang bagaimana kalo kita menemui bu Euis .. Mumpung belum malam , apa bisa pak Cepi ?"tanya Danang


"Bisa pak, bisa.. jam besuk nya bebas kok . Karena saya memang menempatkan di kamar yang bagus supaya saya dan ibu bisa datang dengan bebas tanpa terhalang jam besuk .


Tapi apa pak Danang dan nak Danu tidak lelah ?" tanya Cepi


"Insyaa allah saya mah belum ,pak ..Bagaimana pak Danang " tanya ku sambil menoleh ke pak Danang .


"Saya juga tidak, hayuu " jawab Danang semangat


Sore ini mereka bertiga berkendara menuju ke rumah sakit jiwa tempat Euis di rawat. Sementara itu Nanda langsung terlelap setelah aura gelap nya di bersihkan oleh Danu .


Setelah satu jam setengah sampailah kami bertiga , dan dengan di antar suster kami menuju kamar bu Euis .


Pak Cepi masuk terlebih dahulu , di ikuti oleh pak Danang lalu aku .


"Bun , ini ada teman ayah jenguk bunda " ucap Cepi dengan lembut


Aku melihat bu Euis sedang duduk di kursi , di hadapan nya ada sebuah meja . Ia memandang keluar jendela dengan tatapan kosong. Pak Cepi berdiri di samping istri nya, sementara pak Danang berdiri di samping ranjang agak jauh dari pak Cepi dan istri nya.


Aku masih berdiri di belakang pintu masuk, bersiap jika terjadi hal yang sudah aku bayangkan .


Ia menoleh ke arah suami nya lalu ke pak Danang , kemudian menengok kembali ke suami nya dan tersenyum .


Deeggg , ini bukan jiwa bu Euis batin ku .


Aku segera memberi kode ke pak Danang untuk bicara berdua . Pak Danang pun segera mengikuti ku keluar ruangan . Lalu ia kembali ke dalam, sementara aku berjalan keluar untuk menunggu di dekat kendaraan .


Tiga puluh menit kemudian pak Cepi, pak Danang berjalan menuju mobil. Dan bu Euis di dorong menggunakan kursi roda. Lalu pak Cepi dan bu Euis masuk ke dalam mobil dan mereka segera pergi meninggalkan rumahsakit menuju ke rumah nya.


Sedangkan aku dan pak Danang menggunakan taksi . Ketika di dalam taksi ,


"Nak Danu, ini maksud nya apa ya .. saya bingung " tanya pak Danang


"Oohh iyaa maap sebelum nya pak, tadi saya belum sempat menjelaskan permintaan saya . Tadi saya minta pak Danang untuk meminta ke pak Cepi agar membawa istri nya pulang sekarang . Dan agar ia tidak melihat saya, maka nya saya minta kita pisah kendaraan pulang nya. Saya juga meminta agar bu Euis di taruh di kamar yang hanya ada kasur tanpa tempat tidurnya .


Ini di karena kan yang saya lihat itu bukan jiwa nya bu Euis, pak . Sama seperti dek Nanda, yang menempati tubuh bu Euis juga akan langsung mendeteksi kehadiran saya . Dan itu akan semakin sulit di pulihkan , apalagi ini di rumahsakit kalo nanti bu Euis menjerit yang ada kita di usir , pak .. hehe " ucap ku panjang lebar


"Oohh seperti itu, tapi seperti nya waktu Nanda tadi tidak sulit bagi nak Danu ?" tanya Danang lagi


" Yang ada di dek Nanda itu efek nya aja pak .. Mungkin dulu sempat berinteraksi , tapi karena dek Nanda masih bayi, masih suci dan bersih sehingga "mereka " tidak bisa bertindak lebih jauh. Apalagi sampai membawa jiwa dek Nanda, itu ga akan bisa. Sehingga sisa - sisa interaksi itulah yang masih melekat menyelimuti indera dek Nanda. Kesucian anak nya di tutupi , setiap anak yang belum akil baliq itu kan masih suci.


Jadi tadi saya hanya membuang aura negatif yang gelap kemudian membuka kembali kesucian nya sehingga akan kembali menjadi anak kecil yang normal. Tidak terpengaruh jika ada yang ibadah , malah saya harap dek Nanda akan bisa di bimbing menjadi anak yang sholeh dan taat ibadah kelak . Insyaa allah dengan pagar gaib yang sudah saya berikan akan membuat dek Nanda tidak mudah di dekati oleh "mereka " demikian , pak Danang " lanjut ku


Ku lihat pak Danang mengangguk - angguk menyimak penjelasan ku .


Saat aku dan pak Danang tiba kembali di rumah pak Cepi , ibu pak Cepi menyambut kami.


"Euis sudah ada di kamar nya .. selanjutnya bagaimana nak Danu, pak Danang " tanya ibu pak Cepi dengan ekspresi penuh harap


"Bu , saya minta waktu ya .. karena saya mau mencari jiwa nya bu Euis . Yang di tubuh nya bu Euis sekarang bukan lah bu Euis.


Pak Danang, pak Cepi tolong bantu dampingi ya .. Bantu doa dan zikir . Selama saya masih fokus jangan di ganggu ya .. Pintu kamar sebaik nya di kunci " pesan ku kepada pak Danang dan bu Euis.


Setelah sholat magrib , aku lanjutkan zikir sampai isya secara berjamaah . Sementara itu bu Euis tetap berada di kamar nya .

__ADS_1


Setelah sholat isya , kami pun makan malam bersama .Sekitar jam delapan malam kami bertiga masuk ke kamar bu Euis.


Ku biarkan pak Cepi yang masuk terlebih dulu , lalu pak Danang.


"Lhooo , kok temen mu ikutan masuk kamar kita yah ?" tanya Euis dengan manja


"Iyaa ga pa pa ya bun .. Bunda tenang ya " bujuk pak Cepi sambil memegangi tangan istri nya agar tidak menghindar ketika bertemu Danu. Sedangkan pak Danang sudah bersiap berdiri di ujung ranjang .


Tak lama kemudian Danu pun masuk, dan langsung mengunci pintu kamar. Lalu memasukkan kunci pintu kamar ke saku celana nya .


Di dalam kamar sudah ada air putih botol dan juga air putih yang sudah di beri sejumput garam . Kali ini tidak memakai gelas seperti waktu ke Nanda , karena menghindari resiko terjadi pertempuran fisik yang mengakibatkan pecah nya gelas .


Ketika Danu membalikkan tubuh nya menghadap bu Euis ,


"Assalamualaikum .." salam Danu .


Bu Euis tidak menjawab melainkan menatap tajam. Ia menggerakkan tangan nya berusaha lepas dari genggaman suami nya .


Danu pun segera membaca beberapa doa untuk melumpuhkan nya .


"Aaaahhh, paaa ..nnnaaaa..ss .. Pergiii kaauuuu , peeerr..giiiii " suara bu Euis melengking menjerit - jerit .


Aku memberi kode agar pak Cepi merebahkan tubuh bu Euis ke ranjang, tentu nya dengan di bantu dengan pak Danang . Mereka berdua benar - benar kewalahan menahan nya, tenaga bu Euis sangat besar.


Danu pun segera menghampiri bu Euis , dengan di lapisi sorban tangan kanan Danu menekan dahi bu Euis. Ia meronta - ronta ,


"Manusia brengseekk ... Tak kan ku lepaskan Euis , dia milikku " jerit bu Euis yang kini suara nya sudah berubah menjadi lebih berat dan serak.


Danu terus menekan dahi nya sambil membaca kan doa , lalu meniup kening nya.


Seketika tubuh bu Euis melemah dan pingsan.


Di sertai kepulan asap keluar dari arah kepala bu Euis. Kepulan asap itu kemudian menghilang.


"Bapak - bapak kalo nanti saya lama , mungkin berjam - jam atau hari , silahkan bapak - bapak bergantian kalo mau sholat ,makan atau mandi ya .. Jangan meninggalkan kami berdua. Saya akan ke alam gaib mencari jiwa bu Euis " ucap ku menjelaskan sambil mencari posisi .


Aku duduk di lantai , di sudut ruangan kamar.


Ku baca doa untuk melepas raga , seketika aku sudah berada di alam yang berbeda. Suasana nya gelap, pekat dan dingin.


Aku terus berjalan dengan hati - hati.


"Ki Rambai .. tunjukkan di mana "mereka "menyembunyikan jiwa bu Euis " pinta ku kepada khodam ku melalui batin.


Ki Rambai pun segera melesat . Tak lama ia pun kembali ,


"Danu, ayoo ikuti aku .." ucap Ki Rambai , ia merubah diri nya menjadi seekor harimau putih yang sangat besar . Lalu aku pun naik ke punggung nya. Kami berdua langsung melesat , melewati gelap nya udara .


Hingga tiba di ujung ruangan, aku melihat seperti hutan. Pepohonan nya besar - besar , aku merapat ke punggung ki Rambai agar aura ku tidak terdeteksi oleh "mereka ".


Setelah melesat cukup lama, sampai lah kami di sebuah gunung . Ku lihat sebuah gua yang tidak begitu besar . Ketika aku hendak masuk, tiba - tiba saja aku terbentur . Seperti ada dinding kaca yang menghalangi .


"Eehmmm, boleh juga ilmu nya " batin ku


"Keluar kau , mahkluk pengecut .. Penahan jiwa manusia " ucap ku dengan lantang


Tiba - tiba terdengar suara menggema ,


"Jangan ikut campur kesenangan ku , bocah ingusan "


"Kembalikan jiwa nya, sebelum ku hancurkan wilayah mu .. Tentu nya kau sudah dengar tentang aku " jawab ku menantang nya


Tak berapa lama keluarlah seorang wanita muda yang sangat cantik. Ia berjalan gemulai menghampiri Danu .


"Sudah lah jangan kau urusi wanita itu , lebih baik kita berteman... Aku akan memberikan apa yang kau mau . Harta , tahta , kesuksesan , semua bisa ku berikan " Goda perempuan itu


"Aahhh sudah lah ratu setan , aku tidak peduli dengan ocehan mu "tantang Danu , ia ingin segera melakukan pertukaran


"Kembalikan ruh Euis , maka aku akan mengembalikan si kunti suruhan mu itu " ucap ku


"Kurang ajar kau " ratu setan itu mulai marah.


"Ki Rambai , cari dan bawa ruh Euis .. cepat " titah ku


Ki Rambai pun membaca mantra untuk memecahkan penghalang pintu gua tersebut.


Dhuuuaaarrr


Ki Rambai segera masuk , ratu setan itu murka bukan main . Ia merasa tertipu oleh Danu . Ketika ia akan menghalangi ki Rambai , Danu segera menyabet nya dengan senjata nya yaitu pecut emas.


Pertempuran antara Danu dan ratu setan pun berlangsung sengit , di sisi lain ki Rambai terus masuk ke dalam gua mencair ruh Euis yang di tahan .


Tak berapa lama , ki Rambai melesat keluar bersama seorang wanita yang terkulai lemas di punggung nya.


Danu yang melihat itu pun segera menyerang lebih agresif lagi agar pertarungan nya cepat selesai. Ia mengeluarkan jurus sapu jagad nya.


"Aaakkhhhh .." ratu setan itu menjerit lalu hancur berkeping dan berubah menjadi kepulan asap kemudian menghilang.


Danu segera menetralisir aura negatif nya lalu membaca doa kembali ke tubuh nya.


Sesampai nya kembali ke tubuh nya, ia membuka mata . Ia melihat jiwa bu Euis di geletak di samping tubuh nya oleh ki Rambai .


"Pak Cepi, tolong siapkan kendaraan .. Nanti kalo bu Euis sadar langsung di bawa ke rumahsakit ya" ucap ku sambil berjalan dengan peluh yang mengucur .


Ku bacakan doa untuk membawa masuk ruh nya . Sangat sulit karena jiwa bu Euis sudah bertahun - tahun tertahan di luar tubuh nya. Hanya kuasa Tuhan bu Euis dapat bertahan , dan juga karena memang belum waktu nya bu Euis "berpulang".


Aku pun mulai melakukan gerakan - gerakan dengan kedua tangan ku sambil terus membaca doa .


Setelah dua puluh menit , akhirnya masuk juga ruh bu Euis kedalam tubuh nya.


Segera ku netralisir dari pengaruh aura hitam nya . Lalu ku berikan air yang sudah ku bacakan doa ke pak Cepi agar di minum kan ke istri nya nanti.


Perlahan mata bu Euis terbuka, ia nampak sangat lemas . Tidak ada suara yang keluar , hanya airmata yang terus mengalir membasahi kedua pipi nya.


Pak Cepi segera meminumkan air tadi ke istri nya , kemudian mengusap dari atas kepala hingga ke seluruh tubuh.


Setelah pak Cepi segera menggendong istri nya ke mobil dan membawa nya ke rumah sakit.


Aku dan pak Danang akan menyusul nanti .


"Silahkan nak Danu di makan , jangan sungkan ya .. Silahkan pak Danang juga ya " ucap ibu nya pak Cepi dengan sumringah


Kami pun makan , aku makan dengan lahap .


"Pak Danang, setelah ini kita langsung menyusul pak Cepi ke rumahsakit ya " pinta ku di sela - sela makan


"Memang nya kamu tidak lelah , nak Danu ...Sudah dua hari nak Danu belum makan dan istirahat " ucap Danang


"Tidak apa - apa, pak.. Kalo sudah makan juga seger lagi , hehe " jawab ku


"Ya sudah kalo begitu , makan nya yang banyak ya " ucap Danang


Selesai makan , mereka segera menyusul pak Cepi ke rumah sakit.


Sesampai nya di sana , aku melihat begitu banyak selang infus yang terpasang.


Pak Cepi pun segera menghampiri kami,


"Terimakasih .. Terimakasih banyak nak Danu "ucap pak Cepi sambil menangis dan memeluk ku erat.


"Sama - sama,pak .. Tolong lebih banyak lagi ibadah nya ya pak , agar semua selalu dalam lindungan Allah " ucapku sambil menepuk lembut punggung pak Cepi


"Iyaa , insyaa allah nak Danu " jawab nya terisak


Kemudian pak Cepi juga menghampiri pak Danang yang berdiri tak jauh dari ku ,Pak Cepi menyalami lalu memeluk pak Danang. Raut wajah nya sangat bahagia.


################################


Haaii para readers terzeyeeng .. ini novel pertamaku , mohon maap jika banyak typo dan alurnya masih berantakan πŸ™πŸ™πŸ˜¬

__ADS_1


PLiiss bantu aqoh memperbaiki dengan saran2 kalian ya🀩 .. LIKE πŸ‘ ,,, KOMEN πŸ’• ,,, VOTE ⚘ Terimakasiih πŸ™πŸ™πŸ€— luv u all πŸ€—


__ADS_2