
Saat ini pak Danang sudah menemui titik terang .
Pak Danang tak merasa lelah mengejar nya, mendatangi setiap kota yang di datangi oleh pelaku . Bersama tim nya ia melakukan pengintaian selama dua puluh empat jam .
Setelah memakan waktu berbulan - bulan bahkan hampir satu tahun akhir nya pak Danang berhasil menemukan pelaku nya, sang dokter aborsi tersebut kini sudah tak muda lagi karena di makan usia , meski pun demikian ia tetap di kenakan pasal - pasal dan sedang menunggu persidangan. Sementara itu pak Danang dan tim nya masih sibuk mengumpulkan bukti - bukti lain agar tidak ada yang terlewatkan.
Hari ini abah mengatakan kalau pak Danang menghubungi nya dan Danu di minta datang kembali ke rumah pak Cepi. Karena istri nya pak Cepi ingin mengucapkan terimakasih secara langsung .
Lalu abah menghubungi balik pak Danang , dua hari kemudian tepat nya di hari Minggu pagi, aku pun pergi bersama pak Danang .
Sepanjang jalan kami ngobrol dan bercanda . Sejak peristiwa di rumah pak Cepi , aku dan pak Danang menjadi akrab. Layak nya bapak dan anak .
Sesampai nya di sana,
"Assalamualaikum " ucap Danang
Tak berapa lama keluarlah seorang pria yang sudah kami kenal .
"Waalaikumsalam, alhamdulilah ketemu lagi dengan pak Danang dan nak Danu , mari .. mari masuk " ucap Cepi sambil merangkul pak Danang dan Danu
Mereka masuk dan di ajak duduk santai di ruang keluarga . Karena memang pak Cepi sudah menganggap pak Danang dan Danu sebagai keluarga nya.
Mereka duduk di sofa ruang keluarga , kemudian keluarlah seorang wanita dengan menbawa minuman dan aneka cemilan .
"Bagaimana kabar pak Danang dan nak Danu .. Semua baik dan lancar kah ?"tanya Cepi
"Alhamdulilah , saya sehat dan urusan sekolah mau pun nyantri lancar , pak .. Bagaimana kabar keluarga pak Cepi ?Semoga semua sehat ya pak " jawab ku
"Iyaa alhamdulilah saya juga sehat , hanya saja masih di sibukkan dengan penyidikkan . Baik dari kasus yang rumah Danu mau pun kasus lainnya. Semoga kedepan nya semua lancar " ucap Danang
"Insyaa allah , semoga kita semua selalu di jaga dan di mudahkan oleh Allah ya .. Yuukk mari di cicip makanan nya pak Danang , nak Danu "ucap cepi sumringah
Setelah bertukar kabar dan mengobrol kesana kemari , akhir nya keluarlah ibu dari pak Cepi yang di panggil oma.
"Oalaahh pak Danang dan nak Danu sudah datang toh .. Apa kabar pak Danang dan nak Danu ?" tanya oma sambil menuntun cucu nya , Nanda .
"Alhamdulilah Danu baik, oma .. ini Nanda ya ?" tanya ku sambil tersenyum
"Iyaa kakak " ucap Nanda malu - malu
"Alhamdulilah saya baik juga , oma .. Oma sehat- sehat ya " ucap Danang
"Wuaahh Nanda makin ganteng ya .. Udah bisa apa sekarang ?" tanya Danang
Nanda hanya tersenyum sambil melihat ke oma nya ,
"Nanda udah bisa sholat , baca iqra dan menulis , om Danang " jawab oma mewakili cucu nya
"Alhamdulilah,tambah pinter ya Nanda sekarang .. Semoga menjadi anak yang sholeh ya , nak " lanjut Danang
"Aamiin ,,makasiih doa nya ya om Danang " jawab oma , kembali mewakili cucu nya.
Tak lama keluar bu Euis, terlihat segar dan ceria.
"Terimakasih ya sudah mau berkunjung kembali ke sini pak Danang, nak Danu .. Saya sangat berterima kasih sekali . Saya tidak tahu lagi harus dengan apa saya membalas kebaikan nak Danu dan pak Danang .. rasa nya tidak yang setimpal " ucap nya lirih
"Sama - sama , bu ..,Tidak usah repot bu .. Itu semua atas izin Allah, bu . Saya mah tidak ada apa - apa nya, bu " ucap Danu
"Betul bu, semoga ibu dan keluarga selalu di berikan perlindungan oleh Allah " sambung Danang
"Masyaa allah, alhamdulilah sekali kami sekeluarga bisa mengenal pak Danang dan nak Danu . Kalo tidak keberatan , mungkin suatu hari nanti saya dan keluarga mau juga silaturahim ke keluarga nak Danu dan pak Danang " ucap Euis sambil tersenyum .
"Dengan senang hati , bu .. Silahkan, insyaa allah keluarga saya sangat senang bisa bertambah saudara " ucap ku dengan sopan
"Boleh bu, saya tunggu kabarnya ya " ucap Danang
"Siyap pak Danang, nanti kita berkabar lagi kalo sudah ketemu waktu yang pas ya "ucap Cepi
__ADS_1
"Nak Danu, suami saya sudah menceritakan semua nya . Tapi ada yang masih mengganjal di hati saya.. kalo tidak keberatan, apa boleh saya cerita ?tentang yang saya alami beberapa waktu lalu " ucap Euis
"Oohh boleh , bu .. Ibu mau cerita apa, silahkan bu " jawab Danu
"Semua itu saya rasakan seperti mimpi, antara nyata dan tidak. Karena awal nya semua baik saja saat kami menempati rumah itu. Kebetulan anak yang kami tunggu - tunggu selama beberapa tahun akhir nya datang. Allah mengabulkan doa kami . Betapa senang nya saya bisa mengandung dan melahirkan Nanda.
Sehingga saya tidak bisa jauh dari Nanda sedikit pun" ucap Euis panjang lebar
Namun saya merasa ada sedikit aneh , setelah aku menidurkan Nanda saat tidur siang,
Pov Euis ,
Udara siang itu terasa panas , sehingga aku pun menyalakan pendingin udara di kamar . Ku tidurkan Nanda di box bayi.
Ku tatap wajah polos nya yang sedang terlelap, ku belai dan ku cium pipi gembil nya.
Entah kenapa meski sudah di besarkan volume nya tapi aku masih kegerahan.
Setelah aku ke kamar mandi dan berganti baju , aku pun rebahan . Belum juga mata ku terpejam , tiba - tiba aku melihat ada gumpalan asap yang bergerak ke wajah ku . Bentuk nya seperti asap rokok , aahh ini debu kali ya , pikir ku , aku pun tidak menghiraukan .
Namun kemudian aku merasakan seperti ada yang masuk ke mulut ku padahal mulut ku dalam kondisi tertutup . Entah kenapa tiba - tiba aku tersedak , tenggorokan ku seperti tersumbat . Akhir nya aku terbatuk - batuk cukup lama.
Lalu setelah itu aku tidak ingat apa - apa lagi untuk sementara waktu . Entah berapa minggu atau bulan. Kalo menurut penuturan suami dan mertua ku sikap ku sejak hari itu berubah.
Pov Euis end.
" Saya berubah .. menjadi .. ibu yang tidak baik , istri yang jahat .. juga menantu yang kurang ajar " tangis Euis pecah mengingat sikap nya sesuai cerita dari suami dan mertua nya.
Pak Cepi segera merangkul Euis dan membelai pundak nya dengan lembut .
"Maaf .. maafkan aku ya yah , oma " ucap nya di sela isak nya
"Iya bun, kita semua mengerti .. Itu sesungguh nya bukan dirimu seutuh nya " ucap Cepi
Aku , pak Danang dan oma pun mengangguk . Ku lihat oma pun meneteskan airmata nya .
Saat itu ,
Pov Euis ,
Tiba - tiba aku tersadar , layaknya terbangun dari pingsan , dan merasa kangen sekali dengan anak ku .
"Eehh .. ini di mana ?" batin ku linglung
Ku sapukan pandangan , oohhh ini di ruang keluarga , kenapa aku duduk sendirian di sini. Anak ku mana ya ? Aku pun mencari anak ku , betapa lega nya aku melihat Nanda yang sedang di pangku sama oma.
Aku pun tersenyum dan menghampiri nya,
"Nanda sayang , sama bunda yuukk .. Kasian oma capek tuuhh ... Sini bu, Nanda sama saya aja , Ibu istirahat ya " ucap ku dengan lembut sambil mengambil Nanda dari pangkuan mertua ku .
Ku lihat raut wajah oma yang terbengong - bengong menatap ku . Tapi aku biasa saja , dan masuk ke kamar berdua Nanda .
Selanjut nya aku pun merawat kembali anak ku dan seperti biasa di keseharian ku .
Pov Euis end
"Semua ini sangat melelahkan dan membingungkan kami semua, nak Danu , pak Danang .. Hingga terkadang timbul penyesalan dalam hati ku karena telah membeli rumah itu dan tergiur harga murah tanpa bertanya terlebih dahulu " ucap Cepi
"Betul apa yang di katakan Cepi , apalagi oma selalu di rumah , oma selalu merasa ketakutan setiap kali melihat Euis " Ucap oma
Sekali waktu tiba - tiba saja Euis berubah, oma senang tapi juga antara percaya atau tidak ..
Pov Oma ,
Tiba - tiba Euis mendatangi ku saat sedang memangku Nanda , dengan ramah dan sopan. Sikap nya menunjukkan Euis yang ku kenal . Aku senang sampai tidak dapat berkata - kata .
Ketika Cepi pulang dari kantor , aku pun segera menceritakan nya. Kami berdua senang. Euis telah kembali menjadi diri nya sendiri .
__ADS_1
Namun sayang itu tidak berlangsung lama , hanya beberapa bulan saja. Ia kembali menjadi Euis yang aneh dan berbeda seratus delapan puluh derajat . Aku merasa ia bukan Euis. Dan setiap kali berada di dekat nya , aura nya sangat menyeramkan. Ada hawa dingin yang membuat bulu kuduk ku merinding. Ketika ia menatap ku atau Nanda , tatapan nya tajam dan mengerikan . Dan ia pun tidak pernah tersenyum lagi, ada aura kebencian dari sorot mata nya , raut wajah nya sangat datar .
Pov oma end.
Ku lihat bu Euis tertunduk , sesekali mengusap airmata nya, kemudian ia pun melanjutkan cerita nya ..
"Hingga pada suatu hari , setelah aku menidurkan anak ku , aku melihat wajah anak ku berubah . Suasana di kamar berubah menjadi sangat dingin. Padahal saat itu aku sedang tidak menyalakan pendingin ruangan. Namun dingin nya sangat menusuk ke tulang .
Nanda yang tadi nya terlelap tiba - tiba terbangun dan menatap ku tajam. Mata nya merah semakin melotot ke arah ku . Kemudian ia senyum , memperlihatkan gigi nya yang runcing , kecil dan hitam .
Air liur nya menetes di sela - sela bibir nya . Kemudian ia mulai bangun dan merangkak mendekati ku .. dan memanggil ku ,
"Maammaa.. Maamamaaa.. Maammaa .. "
Aku pun terdiam , kaki ku terasa lemas . Aku terjatuh duduk di dekat ranjang .
Ia pun mulai menangis , airmata nya yang keluar berwarna merah darah , kental . Semakin deras airmata nya yang keluar , hingga menutupi seluruh tubuhnya . Tubuh nya menjadi licin berlumuran darah , menetes - netes . Aku begitu kaget melihat airmata nya seperti kran yang di buka , mengalir banyak sekali . Tidak seperti airmata bayi pada umum nya .
Aku hanya bisa berteriak , dan yang pertama kali ku ingat saat itu adalah ibu , karena ibu yang berada di rumah dengan ku .
Aku mencoba menuruti perintah ibu , untuk melihat kembali ke anak ku . Namun ketika aku menengok , yang ku lihat wajah bayi namun keriput sekali dan sangat tua . Menyeringai .. Ia menjulurkan tangan nya yang kecil , keriput dengan kuku yang menghitam . Aku mencium aroma amis dan busuk dari bayi itu . Sehingga aku tidak tahan lagi, aku sangat takut .
Aku berlari dan seperti ada magnet nya tiba - tiba tubuh ku ingin ke kamar yang bersebelahan dengan ruang keluarga . Aku pun masuk ke kamar itu , ketika sudah di dalam kamar itu aku melihat gumpalan asap yang lebih besar . Asap itu mendekati ku dan menutupi seluruh tubuh ku . Setelah itu aku tidak sadarkan diri .
Setelah terbangun, aku sudah berada di sebuah tempat yang gelap , pengap dan bau . Dinding nya kasar , bertonjolan dan keras . Aku menemukan air yang menetes dari celah dinding. Ku kumpulkan lalu aku meminum nya. Aku berusaha untuk bertahan hidup , berharap ada seseorang yang bisa ku temui . Dan ku mintai pertolongan agar aku bisa pulang . Aku menangis rindu dengan anak ku, suami ku, mertua ku .. Aku menangis hingga airmata ku kering.
Setelah sekian lama menunggu, saat itu aku sudah benar - benar lemas . Aku pasrah jika harus mati di tempat itu. Namun akhir nya ada seseorang yang datang . Seorang kakek tua berpakaian serba putih , wajah nya teduh , ia yang baik hati membawa ku keluar dari sana.
Ketika aku membuka mata, begitu silau .. Namun aku senang, karena aku melihat wajah suami ku .. dan Kalian. Ingin sekali aku memanggil ayah , Nanda dan ibu tapi aku sangat lemas. Tidak bertenaga sama sekali . Tenggorokan ku kering dan lidah ku kelu. Dan ketika sudah membaik baru lah ku ketahui bahwa kalian lah yang menolong ku.
Pov Euis end.
"Nak Danu, apakah nak Danu tahu yang terjadi pada saya .. Mengapa saya mengalami hal mengerikan seperti itu ? Sampai saat ini pun saya masih takut jika teringat wajah bayi itu " tanya Euis dengan lirih
Setelah menyimak cerita bu Euis , aku pun menghela nafas sebelum menjawab pertanyaan nya
" Ehhmm .. Seperti nya ada sosok yang mengikuti ibu . Dia menempel terus kemana pun ibu pergi . Sosok itu hanyalah menyerupai bayi karena di rumah itu telah terjadi praktek aborsi. Sehingga kematian bayi - bayi itu di manfaatkan oleh setan untuk menakuti siapa pun yang menempati rumah itu.
Ada satu ratu setan yang mengambil ruh bu Euis dan menukarnya dengan hantu perempuan. Sehingga yang berada di tubuh ibu kemarin bukan lah bu Euis yang asli , sedangkan bu Euis yang asli di sekap di sebuah gua. Kakek tua yang menolong ibu itu adalah khodam saya , nama nya Ki Rambai .
Semoga tidak terulang kembali ke depan nya ya , ibu dan keluarga perbanyak ibadah aja . Sewaktu ruh ibu sudah menyatu kemarin , saya langsung membuang aura negatif yang sangat gelap itu dan juga saya berikan pagar gaib ke seluruh tubuh ibu. Insyaa allah mahkluk gaib tidak akan semudah itu menempel lagi ke ibu " ucap ku menjelaskan
Kemudian pak Danang pun menjelaskan kembali mengenai penemuan jasad bayi - bayi hasil aborsi. Dan juga mengenai sejarah rumah itu yang sebelum nya di jadikan klinik ilegal oleh seorang dokter dalam melakukan praktek aborsi.
Sehingga sosok mahkluk gaib tersebut ada yang menyukai ibu dan Nanda lalu menempel dan mengikuti ibu . Lambat laun mahkluk itu pun mulai memanfaatkan ibu di saat ibu Euis sedang lengah atau kosong.
"Iya nak, sekarang lupakan lah yang lalu agar kamu terbebas dari rasa bersalah . Dan kita perbanyak ibadah supaya kita semua terlindungi " ucap oma sambil mengelus tangan Euis
"Iya bu " jawab Euis sambil tersenyum dan menggenggam erat tangan mertua nya.
Tak terasa waktu sudah semakin siang , kemudian bu Euis pun meninggalkan kami .
Tak lama kemudian ia kembali lagi , duduk di sebelah pak Cepi.
"Aahh iyaa sudah siang, mari pak Danang dan nak Danu , kita makan siang bersama " ajak Cepi
Kami pun segera beranjak menuju ruang makan , di sana sudah tersaji makanan yang di siapkan oleh bu Euis.
☆☆☆☆☆
Seiring waktu berlalu , Danu sudah lulus dan sang dokter aborsi sudah berada di sel tahanan untuk mempertanggungjawabkan kesalahannya. Dokter tersebut akan berada dalam waktu yang lama di balik jeruji besi , yaitu seumur hidup nya.
################################
Haaii para readers terzeyeeng .. ini novel pertamaku , mohon maap jika banyak typo dan alurnya masih berantakan 🙏🙏😬
PLiiss bantu aqoh memperbaiki dengan saran2 kalian ya🤩 .. LIKE 👍 ,,, KOMEN 💕 ,,, VOTE ⚘ Terimakasiih 🙏🙏🤗 luv u all 🤗
__ADS_1