SANTRI PILIHAN

SANTRI PILIHAN
BAB . 29 . MISI RAHASIA GENG DANU


__ADS_3

Dalam kilasan yang ia lihat dari Ardi , ada dua orang anak perempuan yang di bawa ke rumah nya. Anak yang pertama di bawa ketika rumah nya masih sederhana . Kematian , kilasan peristiwa berikut nya anak perempuan itu mati mengenaskan. Lalu ada seorang yang berpakaian serba hitam dengan keris di tangan nya. Peristiwa berikutnya anak perempuan kedua datang ke rumah itu, dia lah Nindy kecil, masih balita. Rumah itu sudah terlihat mulai mewah . Sosok ruh anak perempuan yang pertama masih berkeliaran di sekitar rumah itu. Ia seperti terjebak hingga tidak dapat melanjutkan perjalanan nya .


Danu sadar bahwa ia tidak bisa seenak nya ngeguruduk dukun nya Ardi atau menantang Ardi secara terang - terangan karena di rumah itu masih ada Nindy , yang bisa saja ia akan mengalami nasib yang sama dengan perempuan pertama tadi, yaitu kematian .


Kali ini aku harus memanggil ki Rambai , sebagai mahkluk gaib tentu nya ki Rambai akan mudah menemui hantu perempuan yang ruh nya terjebak itu, pikir Danu .


Ia pun memanggil ki Rambai dan meminta tolong untuk mencari tahu mengenai ruh wanita yang terjebak di rumah Nindy.


☆☆☆☆☆


Geng Danu terdiri dari Ibnu , Sherly , Lita, Ervan dan Arif . Mereka ber enam dengan Danu , selalu bersama , terutama saat mengerjakan tugas sekolah. Biasa nya tugas sekolah yang di kerjakan akan bergiliran di salah satu rumah geng Danu , namun karena Danu tinggal di pesantren jadi Danu tidak pernah ke tempatan.


Siang ini di rumah Ervan, mereka sedang mengerjakan tugas kelompok dari guru biologi . Mereka duduk melingkar di ruang tamu rumah Ervan . Di meja sudah tersedia minuman sirup dan juga cemilan yang di siapkan oleh ibu nya Ervan.


"Alhamdulilah sudaahhh selesaaii " ucap Danu yang baru saja menyelesaikan tugas nya membuat gambar tumbuhan dengan akar serabut .


Yang lain pun menoleh sejenak ke Danu kemudian kembali melanjutkan tugas nya masing - masing. Satu jam kemudian semua nya sudah selesai. Danu yang selesai duluan tetap membantu jika ada yang minta tolong.


"Hhhh .. Capek juga nge gambar ya " ucap Ervan sambil menyandarkan tubuh nya ke meja .


"Heeii sekalian di beresin lah , biar enak ngemil - ngemil nya " sahut Lita


"Hhemm dasar calon emak - emak , mau nya beberes terus " gerutu Arif sambil merapikan peralatan tulis dan gambar nya . Di ikuti oleh yang lain .


Sherly , Ibnu , Danu dan Ervan tertawa melihat tingkah Arif dan Lita .


"Jangan sering ribut nanti jodoh lhoo .." goda Sherly


Arif dan Lita pun saling memandang kemudian bergidik bersamaan ,


" Hiiiihhhh .. melesss " ucap Lita


"Hhhh , sapa juga yang mau sama situ " balas Arif sambil memutar bola mata nya malas


"Yaahh beneran jodoh dah nih " ucap Danu sambil tertawa , di ikuti oleh yang lain.


Setelah semua perlengkapan masuk ke dalam tas , mereka pun duduk santai sambil menikmati cemilan dan minuman yang di hidangkan.


Danu masih memutar otak merangkai kalimat untuk meminta bantuan teman - teman nya, aku harus mulai darimana ya , benak nya.


Tiba - tiba ,


"Eehh Dan , kamu kan udah lama tinggal di pesantren .. Gimana sih rasa nya , terus temen - temen kamu yang di pesantren sama kayak kita - kita ga ?" tanya Lita


Wuah alhamdulilah Allah udah buka jalan nih, pikir ku senang


"Woyyy di tanya malah senyam senyum sendiri .. Situ sehat ?" ledek Lita


"hhehe abis pertanyaan lo lucu Lit .. Ya sama lah cuma kalo di pesantren itu teman - teman ku ibadah nya tepat waktu , banyak hapal ayat - ayat suci Al Qur'an , menjaga batasan dengan lawan jenis , banyak ngalah dan lebih sabar , selebih nya sih sama aja kayak kita gini .


Oohh ada lagi gaess , ada juga yang bisa melihat mahkluk gaib , kayak aku gini " ucap ku sambil menunggu reaksi mereka


Wajah mereka pun langsung menatap ku bersamaan ,

__ADS_1


"Beneran Dan ? Lo bisa liat mahkluk gaib ? " tanya Ervan


Aku mengangguk sambil nyengir ,


"mau bukti , Van ?" tanya ku


"Engga udah ,,makasih ga usah Dan .. Hhiii " jawab Ervan ketakutan padahal Danu belum cerita apa - apa


" Lo takut Van ?" ledek Danu


" siapa yang takut .. Iiihh , aku mah berani cuma kasian ni ciwi - ciwi nanti pada ga berani pulang " elak Ervan


"Helleeehh.. kita di salahin, emang kamu nya aja yang takut , Van " sahut Sherly , yang di angguki oleh Lita


"Eehh Dan , cerita dong lo pernah liat apa aja .. kita mah ga takut ya Lit , malah seru ya denger nya " pinta Sherly


Aku lihat satu per satu wajah temanku, mereka satu persatu mengangguk dengan menunjukkan raut wajah penasaran .


Akhir nya aku pun menceritakan pengalaman ku namun tidak semua . Hanya pengalaman masa kecil dan saat ini ketika bertemu Nindy pertama kali. Lalu saat bertemu dengan ayah nya Nindy.


Mereka semua kaget , tidak menyangka kalau keluarga Nindy menyimpan rahasia mengerikan. Dan mereka pun berjanji untuk tidak menyebarkan cerita yang masih belum pasti ini agar tidak membahayakan Nindy.


"Gini aja Dan , biar aku sama Lita yang mendekati Nindy . Siapa tau nanti kita bisa mengorek cerita langsung dari Nindy .. Ya kan Lit " ucap Sherly


" Yuupp betul itu, kebetulan gue juga kan satu ekskul sama Nindy"ucap Lita


Akhir nya mereka sepakat untuk membantu Danu menguak tabir mengerikan yang membahayakan sahabat mereka, yaitu Nindy. Meskipun saat ini mereka belum terlalu akrab dengan Nindy tapi sesama manusia , mereka merasa terpanggil untuk saling menolong.


"Deal " ucap mereka bersamaan ,termasuk Danu


"Misi di jalankan terhitung ... Besok , hehe" lanjut Sherly


Yang lain nya pun mengangguk dengan wajah sumringah sambil senyam senyum.


☆☆☆☆☆


Keesokkan hari nya , sesuai janji nya Lita mulai menyapa Nindy jika berpapasan di sekolah . Demikian juga Sherly .


Lalu saat berada di tempat ekskul ,


"Haaiii Nin , lagi apa ?" tanya Lita yang baru masuk ke ruangan mading , mereka saat ini sedang memilah informasi yang bermanfaat untuk di tempelkan pada bingkai majalah dinding , yang biasa nya di singkat mading .


"Haaii Lit , ini nih banyak pesen yang masuk ke kita .. pada minta di bikinin kirim - kirim pesan. Jadi gue bikin kayak gini aja , gimana ?" ucap Nindy menjelaskan panjang lebar


Lita mengambil secarik kertas yang di berikan oleh Nindy . Di situ tertera tulisan dengan tinta warna warni,


Da :


Un :


Pesan :


Di singkat DaUn . Para siswa/siswi bisa menuliskan pesan atau salam antar kelas maupun satu kelas . Pesan nya haruslah yang sopan , memotivasi , ucapan selamat dan hal - hal baik lainnya .

__ADS_1


"Boleh juga Nin , lanjutkaan " ucap Lita yang di sambut acungan jempol oleh Nindy


"Asiyaapp suhu " balas Nindy , mereka berdua pun tertawa bersama .


Semakin lama Nindy pun semakin akrab dengan Lita , mereka sering ngobrol bersama jika berada di satu ruangan di mana pun .


☆☆☆☆☆


"Lit , udah mo sore nih .. gue balik duluan ya , pliiss .. Soalnya gue ga berani keluar kamar kalo udah lewat magrib , eehh" Nindy langsung menutup mulut nya sambil menatap Lita


Lita yang mendengar itu pun terkejut ,


"Bentar , emang ada apa di rumah lo kalo magrib .. Tenang aja , rahasia lo aman di gue " ucap Lita sambil membuat gerakan seolah menutup mulut dengan sleting .


Kebetulan nih jadi bisa mengorek info dari Nindy nya langsung , pikir Lita .


"Ehhmm .. bener ya Lit , aman ya " lanjut Nindy terlihat ragu


"Iyaa .. aman Nin " jawab Lita sambil mengacungkan dua jari nya


" Jadi tuh di rumah gue aneh kalo udah lewat magrib Lit .. Banyak suara - suara , gue ceritain dikit dulu ya " ucap nya , Lita pun segera mengangguk .


Pov Nindy ,


Malam itu aku lupa memberitahu mbak Yum , pembantu ku . Kalau besok aku harus berangkat lebih pagi dari biasa nya . Kamar ku yang berada di lantai atas membuat ku malas turun jadi aku mencoba menghubungi ponsel mbak Yum tapi tidak aktif .


"Huhh , kemana sih mbak Yum " geritu ku setelah berkali - kali menelpon dan mengirim pesan.


Aku pun memberanikan diri keluar kamar dan turun ke bawah menuju kamar mbak Yum yang berada di lantai satu bagian belakang .


Sampai di lantai bawah , seperti biasa suasana sepi. Mama dan papa belum pulang , lampu rumah sudah menyala semua .


Tiba - tiba ,


Braakkk .. Terdengar suara pintu kamar atas terbanting . Aku pun terkejut namun ku biarkan saja .


Belum sampai ruang belakang , tiba - tiba ..


Kriieeeett .. Ceklek ..Kriieett .. Ceklek .. Kali ini pintu di sebelah ku membuka dan menutup sendiri , pintu itu menghubungkan ruang keluarga dengan teras samping rumah.


Jantung ku berdegup kencang , bibir ku kebas . Bulu kudukku meremang .. Aku berdiri mematung, rasa nya mendadak berat kaki ku untuk melangkah . Namun aku juga tidak berani untuk menoleh .


Belum tahu harus bagaimana .. Lampu ruang tamu mendadak mati , sementara ruang tengah meredup sedangkan lampu di ruang keluarga berkedip - kedip. Tenggorokan ku tercekat , ingin rasa nya aku berteriak manggil mbak Yum tapi suara ku tidak bisa keluar .


Angin berdesir di sebelah kiri ku, menyapu wajah dan leher ku .. Terasa begitu dingin di kulit ku. entah darimana angin itu karena saat ini semua pendingin ruangan sedang tidak menyala, termasuk di kamar ku. Ini membuat tulang - tulang ku terasa melunak dan lemah hingga aku mulai merasa lemas . Tak lama kemudian ,


BLEEPP ...


###############################


Haaii para readers terzeyeeng .. ini novel pertamaku , mohon maap jika banyak typo dan alurnya masih berantakan 🙏🙏😬


PLiiss bantu aqoh memperbaiki dengan saran2 kalian ya🤩 .. LIKE 👍 ,,, KOMEN 💕 ,,, VOTE ⚘ Terimakasiih 🙏🙏🤗 luv u all 🤗

__ADS_1


__ADS_2