
Sekelebat bayangan hitam memasuki ruang kelas yang berada di pojok . Namun ia selalu gagal saat ingin menempel ke salah satu siswi . Yaa siswi tersebut bernama Nindy .
Nindy sendiri pun tidak sadar jika ada mahkluk gaib yang mengincar diri nya .
Danu yang baru saja keluar dari ruang perpustakaan merasakan ada hawa tidak enak yang sangat kuat . Ini bukan dari mahkluk - mahkluk gaib yang berseliweran , mereka tidak sekuat ini , batin Danu .
Saat ia melintasi ruang kelas Nindy , Danu menghentikan langkah nya . Ia melihat sosok tersebut sedang melayang di sudut kelas .
Danu menatap nya tajam, seketika itu sosok tersebut lenyap . Ia segera kembali ke dalam kelas nya .
Malam hari nya ,
Tak tak tak .. Suara langkah Danu menggema, ia berjalan sendirian di tempat yang sangat asing . Danu sadar bahwa ia sedang berada di alam lain , namun ia belum paham untuk apa ia berada di sini . Dan siapakah yang membuat ia berpindah alam.
Danu saat ini berada di sebuah ruangan yang sangat luas , seperti aula dengan lampu yang terang benderang. Dan dinding berwarna putih , atap dan lantai nya pun putih . Ruangan tersebut sangat kosong, tidak ada satu pun furnitur . Di ruangan itu juga tidak ada jendela nya, bahkan Danu tidak melihat sebuah pintu . Meski demikian , ruangan tersebut terasa dingin dan mencekam.
Danu berdiri , ia tidak tahu saat ini berdiri di tengah ruangan atau di pinggir . Ia hanya berdiri, diam mematung . Ia juga tidak memanggil ki Rambai untuk mendampingi nya .
Sreek sreek sreekk .. Terdengar suara dari arah belakang Danu . Seketika ia menoleh ke belakang . Ia melihat penampakan sesosok ular yang sangat besar , berwarna hijau terang dengan sisik emas. Bagian atas nya bertubuh manusia . Ular tersebut merupakan seorang wanita berambut panjang menggunakan mahkota di kepala nya . Buntut nya yang panjang itu tidak terlihat keberadaannya karena saking panjang nya .
Danu waspada sambil terus memperhatikan gerak gerik manusia ular tersebut . Tubuh ular berpuluh - puluh kali lipat dari ular terbesar di alam dunia. Bergerak meliuk - liuk merayap ke arah Danu .
Wajah nya cantik namun bersisik. Ada kilauan pada bola mata nya , seperti kaca . Bola mata itu berwarna kuning dengan kombinasi hitam .
Sorot mata nya sangat tajam dan bengis. Jika di lihat oleh manusia biasa tentu nya sudah menggigil ketakutan . Tidak dengan Danu., meski pun ia terlihat sangat kecil di hadapan siluman ular itu . Ia tidak bergeser sedikit pun dari posisi nya berdiri.
Ketika jarak manusia ular itu sudah cukup dekat dengan Danu ,
" Rupa nya kau si sosok hitam yang selalu nempel dan mengganggu teman ku ... Kenapa membawa ku ke sini ? " tanya Danu dengan tegas . Ia merasa maksud dari manusia ular itu bukan lah untuk hal baik , sehingga ia tidak akan bersopan - sopan.
Manusia ular itu menyeringai , terlihat gigi taring nya yang runcing berbaris memenuhi mulut nya .
Tubuh siluman ular itu yang sedang menjulang tinggi dan tegak , tiba - tiba menukik tepat ke wajah Danu dengan gerakan yang sangat cepat. Hingga hanya berjarak sejengkal .
Hembusan nafas nya menyapu wajah Danu , mengeluarkan aroma busuk yang menyengat. Membuat Danu menahan nafas sejenak , dan memalingkan wajah nya ke samping.
" Baguslah kalau kau sudah tahu kalau aku yang membawa mu . Tapi sayang sekali kau tidak sadar bahwa kelakuan mu lah yang membuat ku terpaksa membawa ruh mu " jawab manusia ular itu sambil menegakkan kembali tubuh nya dan menjauh kan wajah nya dari hadapan Danu
"Jangan bertele - tele, siluman ular " ucap Danu , ia sudah bersiap dengan senjata nya
"Dasar bocah tidak tahu diri .. Kau sudah mencampuri urusan ku masih juga sombong . Kali ini ku maafkan tapi jika nanti kau ikut campur lagi maka ruh mu tidak akan bisa kembali ke tubuh mu, ku jamin itu !
Jauhi Nindy , karena kedua orangtua nya sudah membuat perjanjian dengan ku , mengerti kau !" ucap manusia ular itu tidak kalah tegas nya
__ADS_1
"Masalah perjanjian , itu bukan urusan ku . Tapi kalau ada yang berbuat zalim di hadapan ku maka jangan salahkan aku jika ku musnahkan " ucap Danu tanpa rasa takut .
Kemudian ia membaca doa untuk kembali ke tubuh nya . Dalam sekejap ia sudah kembali ke tubuh nya di pesantren.
Setelah sholat subuh berjamaah , ia segera menghampiri abah dan menceritakan peristiwa yang di alami nya di sekolah . Termasuk ketika ruh nya di bawa ke alam gaib oleh siluman ular .
"Lalu bagaimana kamu akan menolong nya , Danu ? " tanya abah
Seperti biasa abah akan selalu melihat reaksi atau menanyakan tindakan yang akan ku ambil . Aku yang sudah paham dengan karakter abah yang tidak ingin memanjakan santri - santri nya , tidak lah terkejut dengan pertanyaan abah.
Aku tahu , ketika aku datang ke abah , aku harus sudah memiliki solusi . Nanti abah tinggal menganalisa solusi ku . Jika kurang tepat maka abah akan memberikan saran - saran nya . Lalu melihat dan memantau tindakan ku , dan apabila di rasa sangat berbahaya maka ia tak akan segan untuk langsung membantu .
" Aku akan mencoba untuk mencari informasi entah dari teman ku yang lain atau langsung dari teman ku menjadi korban " jawab ku singkat
" Eehhmm .. Hanya saja .. ehhmm .." Aku ragu melanjutkan nya
"Bicara saja Dan , apa yang kau ragukan atau kau khawatirkan ..Tidak apa - apa " ucap abah sambil tersenyum
Aku melirik sekilas ke wajah abah , ia terlihat senyum - senyum seolah sudah tahu apa yang akan ku ucapkan . Aku pun membuka peci dan menggaruk - garuk kepala ku yang tidak gatal sambil menunduk.
"Itu bah , anu .. Eehhmm , kepengennya langsung nanya sama Nindy nya tapi gimana ya bah .. Aku kuatir nanti ada yang salah paham kalau aku sering ngobrol sama Nindy , bah .. " jawab ku tersipu
Abah pun tertawa lepas , aku hanya terkekeh menahan malu. Aku memang tidak pernah akrab dengan lawan jenis di sekolah.
" Kamu kan niat nya menolong , iya toh ? Ingat, cari kalimat nya hati - hati agar Nindy tidak tersinggung , marah, atau merasa kamu sok tahu. Dan jangan sampai mempermalukan teman mu itu.
Selain Nindy tentu nya kamu juga punya teman lain , cari lah yang amanah dan setia kawan. Sehingga kamu tidak berduaan dengan Nindy saat berbincang nanti .
Justru yang penting kamu pikirkan gimana cara nya agar Nindy tidak menganggap kamu aneh . Kalau dia menganggap kamu aneh, bukan nya berteman .. Yang ada kamu kehilangan teman karena Nindy pasti akan selalu menghindari mu dan kamu kehilangan kesempatan untuk menolong teman " ucap abah panjang lebar
" Iya bah , aku paham " jawab ku sambil nyengir
" Ya sudah sana, abah bantu doa " ucap abah.
Aku pun berpamitan , dan kembali ke pesantren untuk segera bersiap ke sekolah.
☆☆☆☆☆☆
Sementara itu di kediaman keluarga Nindy , saat ini Nindy sudah pergi ke sekolah sejak pagi tadi dengan di antar supir.
Ardi , papa nya Nindy sedang bersiap untuk kekantor . Ia masih berada di ruang kerja nya memasukkan beberapa dokumen ke dalam tas kerja nya . Sedangkan Minna , mama nya Nindy masih sibuk menyiapkan segelas kopi dan setangkup roti panggang kesukaan suami nya.
Tuuutt .. Tuuuutt.. Tuuuutt ..
__ADS_1
"Pa , ponsel mu bunyi tuuh " teriak Minna dari ruang makan
" Iyaa ma , sebentar .." jawab Ardi setengah teriak juga
Tak lama keluarlah seorang lelaki dari ruang kerja nya. Ia pun segera melihat nama yang tertera di layar ponsel nya .
Lalu mengangkat telpon sambil menjauh dari istri nya.
"Haloo mbah , ada apa ya mbah " ucap nya
"Cepat ke sini , penting " jawab suara di seberang telepon , lalu menutup telepon nya tanpa menunggu jawaban .
Pria itu segera pergi dengan terburu - buru . Setelah menempuh perjalanan sekitar tiga jam sampai lah di sebuah rumah yang terdapat di pelosok desa ,
" Permisi mbah , ada hal penting apa ya " tanya nya
" Ratu siluman ular marah , ada yang mengganggu penumbalan anak angkat mu " ucap nya sambil menahan emosi
" Brengsekkk .. siapa bocah itu , mbah ? Biar ku habisi dia " tanya seorang lelaki yang sedang duduk bersila di hadapan lelaki tua berpakaian serba hitam . Di hadapan mereka terdapat kemenyan yang sedang di bakar hingga mengeluarkan aroma yang menusuk hidung .
" Teman sekolah nya , dan tidak bisa di remehkan ilmu nya . Ia sudah terkenal sakti di alam gaib " lanjut nya
" Kalo begitu biar di alam manusia ini aku yang urus , mbah " lanjut Ardi
Mbah dukun itu hanya mengangguk . Lalu pria itu segera permisi untuk langsung pergi ke kantor . Saat di perjalanan ia menghubungi istri nya,
Tuuut tuuuut ..
"Halo pa " jawab istri nya
" Ma , Ratu siluman ular marah karena ada temen nya Nindy yang menghalangi . Coba kamu atur gimana cara nya supaya Nindy mengundang semua teman nya ke rumah , papa mo liat yang mana orang nya . Biar bisa kita habisi , ma ... Jangan sampai gagal rencana kita kali ini " ucap nya
" Ehhmm ya udah nanti pas ulang tahun Nindy aja pa .. Ulangtahun nya kan minggu depan , pa" ucap istri nya sumringah
" Boleh , mama bikin pesta yang meriah ya " jawab suami nya sambil tersenyum senang dengan raut wajah licik nya.
Lalu ia pun memutuskan sambungan telepon nya.
###############################
Haaii para readers terzeyeeng .. ini novel pertamaku , mohon maap jika banyak typo dan alurnya masih berantakan 🙏🙏😬
PLiiss bantu aqoh memperbaiki dengan saran2 kalian ya🤩 .. LIKE 👍 ,,, KOMEN 💕 ,,, VOTE ⚘ Terimakasiih 🙏🙏🤗 luv u all 🤗
__ADS_1