SANTRI PILIHAN

SANTRI PILIHAN
BAB . 31 . PASUKAN ULAR MULAI BERDATANGAN


__ADS_3

Di sekolah ,


Danu , Ervan, Ibnu , Sherly dan Lita berkumpul di halaman samping ketika jam istirahat , atas permintaan Lita.


"Gaes , sebenernya ada yang mau aku infoin " ucap Lita


"Ada apa Lit , ngomong aja " jawab Sherly


Danu, Ibnu dan Ervan masih diam menyimak .


"Nindy sudah satu minggu tidak masuk sekolah, kata temen sekelas nya dia sakit tapi belum pada tau sakit nya apa . Gue juga sudah beberapa kali jadwal ekskul ga ketemu , awal nya gue kira dia ga sempet dateng ato lagi males " ucap Lita


"Jujur gaes, gue sedikit kuatir .. apalagi setelah denger curhat nya beberapa waktu yang lalu "lanjut Lita


" Emang dia curhat apa sama lo , Lit ?" tanya Ibnu


Yang lain pun menatap Lita , berharap Lita segera cerita .


Kemudian Lita pun menceritakan obrolan nya dengan nindy saat jam ekskul untuk mading.


"Jadi bagaimana manteman ?" tanya Sherly panik setelah mendengar cerita Lita


"Sebaiknya kita jenguk Nindy dulu .. Sambil gue liat kondisi di sana " jawab ku sambil berpikir


"Ya boleh, kapan kita mau jenguk nya .. siang ini ato besok ?" tanya Ibnu dengan antusias


"Besok aja pulang sekolah , hari ini gue mau izin dulu ke ibu " sambung Ervan


"Oke , kalo begitu besok siang ya .. Dari sekolah langsung ke rumah nya Nindy . Oiyaa kita mau naik apa nih ?" tanya ku


"Naik motor aja ya , gue boncengin Danu ..Pulang nya nanti gue anter sampe pesantren lo , Dan " ucap Ibnu


" Thanks bro " ucap Danu


"No problemo , bro " jawab Ibnu sambil nyengir


Yang lain pun mengangguk setuju . Teman - teman Danu semua nya memiliki sepeda motor, hanya Danu yang tidak punya. Ia terbiasa berjalan kaki ke sekolah . Karena memang jarak sekolah ke pesantren tidak terlalu jauh. Jadi ia tidak pernah minta di belikan sepeda motor kepada orangtua nya.


☆☆☆☆☆


Ting tong .. Ting toong..


Suara bel rumah Nindy berbunyi ketika di pencet oleh Sherly. Semua terdiam di depan gerbang rumah Nindy , menunggu .


Tak berapa lama keluarlah satpam penjaga rumah nya Nindy ,


"Selamat siang , mau ketemu siapa adek - adek ?" tanya nya sopan


" Siang pak " jawab kami serempak


"Maaf mengganggu pak, kami teman - teman nya Nindy .. Mau jenguk Nindy , pak " ucap Ervan dengan sopan


" Mohon maaf tapi non Nindy belum boleh di jenguk, dek .. ini perintah tuan dan nyonya " jawab pak satpam


"Oohh gitu, maaf pak .. kalo boleh tau Nindy sakit apa ya pak ? Soalnya sudah lama tidak sekolah " ucap Lita dengan wajah sedih


" Bapak juga tidak tau sakit nya non Nindy apa , dek " jawab pak satpam sambil menggaruk - garuk kepala nya


"Kalo gitu , kami titip salam untuk Nindy ya pak .. Semoga Nindy cepat sembuh , tolong sampaikan salam dari geng Danu , gitu ya pak " ucap Sherly


"Baik dek, nanti saya sampaikan " jawab pak satpam


"Terimakasih banyak pak, kami pamit ya " ucap Lita


"Gaess, kumpul dulu di rumah ku .. Gimana, mau ga ?" tanya Ervan


Yang lain pun segera mengangguk dan langsung melajukan motor nya ke rumah Ervan.

__ADS_1


Sampai di rumah Ervan , kami pun duduk melingkar di teras rumah nya . Ervan pun masuk ke dalam rumah nya sebentar . Lalu keluar lagi dan bergabung bersama kami .


"Hhhh .. " Lita menghela nafas


Aku melihat wajah teman - teman ku yang lesu , sedih dan tidak bersemangat .


Tak lama keluar lah ibu nya Ervan,


"Anak - anak ayoo masuk dulu yuuk .. Ibu sudah menyiapkan makan siang , alakadarnya ya "


"Wuaduuhh kami jadi merepotkan sekali bu " jawab ku


"Iiyaa bu .. Tidak usah , ga pa pa bu " sambung Sherly yang merasa tidak enak hati


"Sudah, tidak apa - apa nak .. Ibu sama sekali tidak repot ,,malah senang kok " jawab ibu nya Ervan


"Hayuu mari masuk dulu semua nya " lanjut ibu nya Ervan , kami pun mengekor di belakang nya


Setelah makan siang , kami pun sholat zuhur berjamaah di rumah Ervan. Lita dan Sherly membantu ibu nya Ervan beres - beres .


Lalu kami pun kembali berkumpul di teras, semua terdiam sibuk dengan pikiran masing - masing .


"Bagaimana kalo lusa di coba lagi datang ke rumah nya Nindy ? Tapi kali ini biar Lita dan Sherly yang kesana , siapa tau kalo yang dateng cewek semua bisa di izinin masuk " ucap ku


"Setuju Dan " sahut Sherly


"Siiipp " ucap Lita sambil mengacungkan jempol nya


"Trus kita mau nunggu di mana ?" tanya Ibnu


" Dirumah masing - masing aja lah, kan besok nya kita bisa ketemu sama mereka berdua di sekolah " lanjut ku sambil menunjuk ke arah Nindy dan Sherly


"Oke deh , kecuali kalo memang ada hal yang urgent banget .. Kalian langsung ke rumah Ervan aja , nanti Ervan telpon gue. Gue langsung jemput Danu buat nyusul kalian ke rumah Ervan.Gitu aja ya " ucap Ibnu


Semua setuju , kami pun ngobrol kesana kemari hingga sore , kemudian pamit pulang.


Seperti biasa mereka di sambut dulu oleh pak satpam di depan gerbang , dan seperti dugaan Danu , Sherly dan Lita di izinkan bertemu dengan Nindy . Mereka berdua di antar langsung ke kamar nya Nindy oleh seorang art di rumah Nindy .


Tok tok tok ..


"Permisi non, ini ada temen- temen non Nindy .. " ucap mbak Yum


Tidak ada jawaban dari dalam kamar . Kemudian ,


Cekleekkk ... " Permisi ya non, mbak Yum masuk ya .. sama temen - temen non Nindy" lanjutnya sambil membuka pintu dan masuk perlahan, Sherly dan Lita pun mengekor di belakang mbak Yum.


Terlihat Nindy sedang duduk di dekat jendela kamar menatap keluar . Tatapan nya kosong .. Rambut nya acak - acakan , tubuh nya terlihat sangat kurus . Sherly dan Lita saling menatap , mereka tidak tega melihat kondisi Nindy saat ini .


"Silahkan dek , mbak Yum tinggal ya " ucap mbak Yum kepada Sherly dan Lita . Mereka berdua pun mengangguk .


Setelah mbak Yum keluar kamar, Sherly dan Lita menghampiri Nindy .


"Nin .. Haaii " sapa Lita sambil menyentuh pundak Nindy lembut dan perlahan . Ia mencoba mengalihkan perhatian Nindy .


Sherly pun duduk di sebelah Nindy dan menggenggam jemari nya yang terasa kecil akibat tubuh nya yang semakin kurus .


"Nindy , ini gue sama Lita .. Lo pa kabar ? Kita kangen nih becanda sama lo " sambung Sherly sambil tersenyum menatap Nindy


Tiba - tiba Nindy menoleh , menatap ke Sherly kemudian ke Lita .. Lalu ia menutup wajah nya dan menangis sesenggukkan .


Sherly dan Lita segera merangkul Nindy , mereka berpelukan bertiga , sambil mengelus punggung Nindy agar Nindy bisa lebih tenang dan kuat .


Tak lama mbak Yum masuk kembali membawa minuman .. Tiga gelas jus buah ,beberapa air mineral botol dan juga aneka macam kue - kue .


Nindy sudah menghentikan tangis nya ketika mendengar suara mbak Yum masuk , namun ia masih menutup wajah nya.


"Silahkan di minum dek adek, non Nindy juga ya .. Mbak Yum tinggal ya " ucap nya sambil melangkah keluar kamar dan menutup pintu kamar Nindy .

__ADS_1


"Terimakasih mbak Yum " ucap Sherly dan Lita bersamaan


Setelah tangis Nindy mereda ,


"Nin, apa ada yang bisa kita bantu supaya beban lo berkurang ? Kita bisa rahasia kan semua nya " ucap Sherly


Wajah Nindy menjadi sangat tirus dengan mata yang cekung dan menghitam .


"Hhhh .. entahlah" ucap Nindy dengan lirih


"kalo lo mau cerita kita siap dengerin , tapi kalo lo ga mau juga ga pa pa .. Cuma satu hal yang harus lo inget , lo ga sendiri lagi .. ada gue sama Sherly yang siap kapan pun lo butuh kita " lanjut Lita sambil merangkul Nindy


"Lit , ular - ular itu selalu mendatangi gue seolah - olah gue punya salah sama mereka .. Gue ga tau salah gue apa , dan mereka datang dari mana .. gue takut , dimana pun gue berada mereka datang . Toloongg gue Lit .. Sher " isak Nindy sambil menatap ke Sherly dan Lita bergantian dengan airmata yang sudah kembali menetes .


Sherly mengangguk sambil mengusap airmata Nindy .


" Eemm, kalo boleh tau awalnya gimana mereka bisa mendatangi lo , Nin ?" tanya Lita dengan hati - hati


Nindy menghela nafas sebelum memulai cerita nya, mencoba melepaskan beban yang selama ini menghimpit dada nya .


"Awalnya terjadi begitu saja dan berlanjut terus sampai saat ini .." Nindy pun menceritakan datang nya ular - ular itu ke dalam kamar nya . Ketika kedua orangtua nya masuk ke kamar , ular - ular itu menghilang . Sehingga kedua orangtua Nindy menganggap nya berbohong , bahkan menganggap Nindy hanya ingin perhatian lebih dari kedua orangtua nya .


Kedua orangtua Nindy akhirnya melarang Nindy untuk keluar rumah dan tidak boleh menerima tamu siapa pun .


Pov Nindy ,


Malam itu ketika aku bersiap hendak tidur , tiba - tiba aku melihat sesuatu mengkilap terkena cahaya lampu kamar .


"Apa itu .. mengkilap - mengkilap . Seperti ikat pinggang . Aahh tapi kan aku ga punya ikat pinggang warna hijau hitam kayak gitu " ucap ku sambil terus memperhatikan benda itu dari pinggir tempat tidur nya .


Aku ingin sekali mendekati namun seperti ada yang menahan ku , karena aku seperti berat untuk beranjak . Kemudian benda itu ..


Sreek sreek sreekk sreekk


"Eeh , bergerak .. Hhaa bergerak , apa itu ?" ucap Nindy sambil menutup mulutnya yang hampir saja menjerit kembali


Ia beringsut naik ke atas ranjang , berusaha untuk tidak teriak memanggil kedua orangtuanya mau pun mbak Yum . Semenjak orangtua nya menganggap Nindy aneh , ia tidak mau lagi melibatkan mereka.


Ular itu belang hijau hitam dengan sisik yang licin mengkilap . Akan berkilau terkena bias cahaya lampu kamar . Ular itu hanya satu , panjang nya sebetis Nindy , diameter tubuh nya sekitar sebesar pergelangan tangan Nindy . Tidak terlalu besar dan tidak terlalu panjang , namun ular itu memiliki tanduk kecil berwarna hitam . Ia merayap ke arah ranjang , sambil mengeluarkan desis dan menjulurkan lidah nya .


"Ya Tuhan " Nindy terkejut melihat lidah ular itu ketika terjulur dari mulut nya . Lidah itu bercabang , ular itu memiliki dua lidah. Di masing - masing ujung lidah itu ada belahan kecil layak nya ular pada umum nya .


"Aku mohon .. Tolong jangan ganggu aku ya , kalo aku punya salah , aku minta maaf ya .." ucap ku memohon dengan setengah berbisik , sambil menangkupkan kedua tangan ku di depan dada .


Ular itu tetap merayap , tak peduli dengan kata - kata mau pun airmata Nindy yang sudah mengalir . Ketika sampai di dekat ranjang , tiba - tiba ular itu berubah menjadi lebih besar.


Dari ukuran sebetis , berubah menjadi sepaha lalu semakin besar dan menyeramkan.


Nindy pun gemetar , ia sangat takut melihat ular kecil menjadi besar di hadapan nya secara langsung.


Pandangan mata nya kabur karena airmata yang semakin deras , dan juga jeritan yang tertahan . Semakin lama semakin nge blur .. kemudian semua gelap .. Bruukk , Nindy jatuh di atas ranjang nya .. Pingsan .


Aku tersadar dan mengucek mata , aku teringat ular yang tadi malam. Seketika itu juga aku melihat ke sekeliling ruangan kamar ,, kosong .. Sudah tidak ada lagi sosok ular menyeramkan itu. Aku pun menghela nafas lega .


Kemudian aku pun melangkahkan kaki ke kamar mandi , begitu aku membuka pintu kamar mandi ..


"Aaaakkhhh .. aahhhkkh " Aku menjerit dan memaksakan kaki ku untuk melangkah mundur , bermaksud untuk keluar dari kamar mandi . Bahkan aku ingin keluar dari kamar tidur ku ,,berlari mencari mbak Yum atau siapa pun . Namun kaki ku tidak bisa di gerakkan ..


Aku gemetar melihat puluhan ekor ular sedang merayap di lantai kamar mandi , ada yang di atas closet bahkan mereka merayap di selang shower , dan lain nya .


Ular - ular itu warna nya ada yang belang dan polos .. merah hitam , hijau hitam , kuning polos, hitam polos dan lainnya . Ukuran nya sama semua , sekitar sebetis ku panjang nya .


Sebagian menatap ku tajam , dan seperti berlomba merayap ke arah ku ..


###############################


Haaii para readers terzeyeeng .. ini novel pertamaku , mohon maap jika banyak typo dan alurnya masih berantakan 🙏🙏😬

__ADS_1


PLiiss bantu aqoh memperbaiki dengan saran2 kalian ya🤩 .. LIKE 👍 ,,, KOMEN 💕 ,,, VOTE ⚘ Terimakasiih 🙏🙏🤗 luv u all 🤗


__ADS_2