SANTRI PILIHAN

SANTRI PILIHAN
BAB . 32 . NINDY


__ADS_3

"Tidak .. Tidak , ku mohon " isak ku mengiba kepada ular - ular yang merayap ke arah ku . Aku pun mendorong kaki ku ke belakang perlahan. Mundur .. Terus .. mundur ,, kemudian


Braakk .. Ku tarik gagang pintu kamar mandi sambil melangkah keluar kamar mandi dengan cara mundur - mundur , pintu pun menutup seketika.


Aku langsung berlari keluar kamar mencari mbak Yum .


"Mbak .. Mbak Yum , ikut aku sekarang .. ayoo " ajak ku sambil menarik tangan mbak Yum


"Eee.. Eehh Non , ada apa ini .. mo di bawa kemana mbak Yum, non " ucap nya kebingungan sambil setengah berlari mengekori ku


"Udah mbak Yum , ikut aja " jawab ku sambil ngos - ngos an


Kami masuk ke kamar tidur ku , ketika sampai di depan pintu kamar mandi , aku terdiam . Berdiri mematung menatap pintu itu .


"Non , kenapa toh .. Mbak Yum di suruh sikat kamar mandi non sekarang ?" tanya mbak Yum sambil menatap wajah ku . Genggaman tangan belum aku lepaskan dari tangan mbak Yum .


"Mbaak .. Mbak Yum , to.. long li .. li at kam.. mar ma..man..di ku dong " ucap ku terbata - bata tanpa menoleh ke arah mbak Yum , jantung ku berdegup cepat . Aku berharap mbak Yum juga melihat nya sehingga aku tidak merasa diriku berhalusinasi .


"Oalaahh cuma liat aja non ? tapi tangan mbak Yum di lepas dulu dong Non " ucap mbak Yum tanpa curiga


Aku hanya mengangguk sambil melepas tangan mbak Yum dari genggaman ku.


"Hati - hati , mbak Yum .. buka pintu nya sedikit - sedikit dulu, liat di lantai nya ada apa ya " Bisik ku


Mbak Yum mengangguk meski pun ia terlihat sekali kebingungan dengan sikap ku .


Aku menahan napas ketika mbak Yum memutar gagang pintu kamar mandi ku perlahan ,


Cekleekk .. Mbak Yum melongok ke dalam , kepala nya menunduk lalu menoleh ke kanan dan ke kiri .


Kreeekkk .. Pintu kamar mandi ia buka lebih lebar lagi , ketika mbak Yum ingin melangkah masuk , buru - buru ku tahan tangan nya. Mbak Yum langsung menoleh ke arah ku.


"Kenapa , non ? Ga ada apa - apa kok di dalam sini " ucap nya


Aku pun melepas genggaman ku, dan mengangguk . Ku biarkan mbak Yum masuk ke kamar mandi ku , sementara itu aku menunggu di luar kamar mandi.


"Sini , non.. nih liat ga ada apa - apa , non . Mbak Yum ini di suruh nyari apa di sini ?" tanya nya dengan wajah polos nya


Aku menarik napas lega mendengar ucapan mbak Yum "Aku mau mandi , mbak Yum tunggu di depan pintu ya .. Ga boleh pergi sampai aku selesai "ucap ku


"Iiya non " jawab nya singkat


Aku segera masuk ke kamar mandi , mandi dengan terburu - buru . Selesai mandi , kembali aku melihat ular hitam sedang merayap di handuk ku.


"Aakhh mbak Yuuuuuummmm .. Tolooongg " teriak ku sambil ku kenakan kembali baju yang tadi dalam keadaan tubuhku basah kuyup karena tidak sempat di keringkan dengan handuk


Aku tidak mendengar suara mbak Yuumm ,


Dug duug duugg.. Ku gedor - gedor pintu kamar mandi ,

__ADS_1


Clerkk ckleekk .. terkunci , padahal sebelum nya hanya aku tutup rapat saja . Dan sekarang tiba - tiba tidak dapat ku buka pintu nya


"Mbaaaakkkk .. Mbaakk Yuuumm, hhuu huuu " aku histeris di dalam kamar mandi . Takut dan jijik melihat ular hitam itu dengan mata merah sedang melintang di handuk ku yang tergantung.


Tiba - tiba , took tok took ..


"Non, mandi nya sudah belum ? Mbak Yum mau kembali ke dapur kalo non sudah selesai " terdengar suara mbak Yum


"Mbaakk, buka pintu nya " jerit ku


cekleeekk , pintu terbuka dengan mudah nya oleh mbak Yum


Aku langsung menghambur keluar dan memeluk mbak Yum dengan tubuh menggigil kedinginan


"Ya ampun non , kenapa ga di pake handuk nya .. Lupa bawa ya " tanya mbak Yum sambil melongok ke kamar mandi di mana tempat handuk ku biasa tergantung .


"Ini handuk nya ,non " ucap mbak Yum menyerahkan handuk yang tadi di rayapi ular.


"Iihhh .. Hhiii.. buang mbak, handuk nya buang " ucap ku histeris sambil melempar handuk itu kelantai


Mbak Yum melongo melihat tingkah ku, kemudian mengangguk .


"Kalo gitu mbak ambilkan handuk baru ya sekalian baju kering buat non " ucap mbak Yum .


Aku hanya mengangguk sambil terus memperhatikan mbak Yum .


Pintu lemari terbuka , aku melihat ular - ular itu kembali berada di atas tumpukan baju - baju ku .


"Awaaass mbaaakk .. Uuuu.. Uullaaarr , mbaakk" jerit ku sambil menarik mbak Yum ke belakang menjauh dari lemari ku


"Hhaaa ulaar ? mana non .. mana .. ?" tanya mbak Yum sambil muter - muter di dalam kamar tidur ku , mencari - cari ularnya


" Itu mbaakk .. di atas baju ku , dalem lemari .. Hhiiiii " ucap ku gemetar


Mbak Yum langsung mengintip ke dalam lemari ku ,


"Oooalaahh non , ga ada ular di dalam sini .. tuuh liat , mana non ?" ucap nya sambil mengambil sebuah celana panjang dari tumpukan bawah , dan kaos tangan pendek dari urutan tengah . Kemudian underwear ku . Tak lupa juga handuk baru . Semua di letakkan di atas meja rias ku .


Sekarang giliran aku yang bengong , karena benar apa yang di katakan mbak Yum . Ular itu menghilang entah kemana.


Aku segera mengeringkan tubuh ku yang basah lalu memakai pakaian yang tadi di siapkan mbak Yum. Mbak Yum sudah keluar kamar , kini aku hanya duduk di atas ranjang .


Beberapa jam kemudian aku pun keluar kamar, sekedar melepas jenuh . Aku ingin ke taman belakang , namun baru sampai ruang makan , aku mendengar percakapan antara mbak Yum dan mama ku .


Ku dengar mbak Yum menceritakan apa yang ku alami tadi seharian itu , aku mendengar mbak Yum bilang bahwa aku berteriak "ular - ular" terus . Tapi setelah di cek ular itu tidak ada .


Kemudian aku juga mendengar suara mama ku , ia berkata kalau aku akan di bawa di rumahsakit jiwa karena sudah mengalami gejala sakit jiwa dan halusinasi tinggi .


Aku tidak boleh manggil mbak Yum atau siapa pun setiap kali ular - ular itu datang . Supaya aku tidak di anggap sakit jiwa oleh kedua orangtua ku. Dan memang aku tidak gila , aku tidak sakit jiwa . Aku sehat lahir batin .. Benak ku.

__ADS_1


Pov Nindy end.


" Aku sedih sekali mendengar ucapan mama ku ,Lit .. Sher .. sampai hati ia tidak mempercayai anak nya sendiri , malah menganggap aku sakit jiwa . Tolong aku , aku tidak mau di bawa ke rumah sakit jiwa .. Aku tidak gila ,Lit .. Sher .. Huu huuu.. Huuu huu..


Kalian percaya kan sama cerita ku ? aku ga bohong , sumpah .. Aku ga bohong , Lit .. Sher " tangis Nindy pecah kembali dalam dekapan Sherly


Aku hanya bisa menghindar sebisa ku , menjauhi mereka . Dan seperti biasa , aku akan ketakutan sampai pingsan sendiri . Untung nya saat aku tersadar , aku masih utuh . Tidak ada bekas gigitan atau apa pun .


Aku meyakinkan diri ku sendiri bahwa aku tidak sakit jiwa , meski pun sampai saat ini aku masih bingung dan tidak tahu apa salah ku hingga menjadi incaran ular - ular itu " lanjut Nindy sambil terisak .


Lita dan Sherly berjanji akan menolong Nindy , mereka mengatakan akan berdiskusi dengan teman lain nya , yaitu geng Danu . Dan mereka juga bilang akan datang lagi menjenguk Nindy . Setelah menguatkan dan menenang kan Nindy .. Lita dan Sherly pun pamit pulang karena hari sudah semakin sore.


☆☆☆☆☆


Malam hari nya aku mendengar suara mobil papa pulang . Aku pun turun ke bawah mengendap - endap supaya tidak ada yang tahu . Aku ingin tahu apakah kedua orangtua ku masih merencanakan membawa ku ke rumah sakit jiwa atau tidak . Aku berharap tidak.


" Mbak Yum , Nindy sudah makan malam ?" tanya papaku


Kedua orangtua ku sedang di ruang makan , mereka makan malam tanpa ku . Sejak kejadian pertama aku melihat ular , aku tidak boleh keluar kamar. Dengan alasan agar aku banyak istirahat , dan makanan mau pun semua kebutuhan ku akan di siapkan oleh mbak Yum dan di bawa ke kamar ku langsung .


" Saya sudah membawa ke kamarnya sejak jam tujuh malam tadi , tuan .. Namun saya belum lihat lagi apakah sudah di makan atau belum sama non Nindy " ucap mbak Yum


"Oohh ya sudah kalau gitu, mbak Yum boleh kembali ke belakang " lanjut papa ku


Aku mendengar suara langkah mbak Yum menjauh dari ruang makan.


"Gimana kondisi Nindy ,mam?" tanya papa ku


"Seperti biasa pa , masih di kunjungi anak buah nya nyi ratu . Kalo kita bawa ke rumah sakit jiwa seperti nya bagus , pa .. Kita tidak akan di curigai jika tiba saat Nindy di bawa sama nyi Ratu nanti " ucap mama ku


Aku menutup mulut ku agar tidak bersuara karena terkejut .


"Maksud mama apa ya .." gumam ku


" Betul juga , kalo gitu di siapkan aja mam .. Lebih cepat lebih bagus . Untuk sementara biarkan ia tetap begini . Ku rasa nyi ratu pasti punya alasan dengan mendatangkan anak buah nya sebelum mengambil Nindy . Yang penting seperti biasa harus bersih dan aman , jangan sampai ada yang curiga . Oiyaa gimana dengan teman - teman nya " lanjut papa ku


"Papa tenang saja ,teman - teman nya sudah mama batasi sekarang . Sesuai perintah nyi ratu kalo teman nya Nindy yang lelaki tidak ada yang boleh mendekati nya . Jadi mama hanya izinkan teman yang cewek aja. Kalo di larang semua nanti malah curiga . Ya kan pa , betul ga cara mama ?" tanya mama ku


Jantung ku berdegup kencang , airmata ku mengalir .


" Iyaa , yang cewek kan ga punya ilmu apa - apa , harusnya aman lah . Ga ada yang menghalangi nyi ratu lagi . Meski pun Nindy cerita , mereka ga akan percaya . Justru mereka akan menganggap Nindy sakit jiwa . Itu malah menguatkan kita karena mereka mendengar sendiri dari mulut Nindy langsung tentang hal - hal yang tidak masuk akal " lanjut papa panjang lebar


" Betul sekali itu pa .. Semakin dia di teror ,akan semakin memudahkan kita membawa nya ke rumah sakit . Besok aku mulai aturlah ya " ucap mama ku


Meski pun aku belum memahami seutuh nya maksud dari percakapan kedua orangtua ku , tapi aku merasakan hati ku sakit dan sedih sekali mendengar nya . Seperti nya mereka sudah tidak menyayangi ku lagi dan ingin menyingkirkan ku , entah kenapa ..


###############################


Haaii para readers terzeyeeng .. ini novel pertamaku , mohon maap jika banyak typo dan alurnya masih berantakan 🙏🙏😬

__ADS_1


PLiiss bantu aqoh memperbaiki dengan saran2 kalian ya🤩 .. LIKE 👍 ,,, KOMEN 💕 ,,, VOTE ⚘ Terimakasiih 🙏🙏🤗 luv u all 🤗


__ADS_2