SANTRI PILIHAN

SANTRI PILIHAN
BAB . 34 . MENGALAHKAN RATU SILUMAN ULAR


__ADS_3

Selepas sholat isya, Danu menemui abah di rumah nya dan menceritakan semua nya tentang Nindy .


"Kita harus bertindak sekarang ,Dan .. Kamu siapkan khodam mu " ucap abah


Danu mengangguk dan segera meminta bantuan karuhun nya "Ki Rambai .. Aku butuh pertolongan mu . Bawa kami menemui siluman ular itu sekarang "


Tak lama kemudian , Danu dan abah sudah melepas raga . Di alam gaib , mereka menempuh perjalanan ke arah gunung utara . Di dampingi ki Rambai dan juga karuhun abah , mereka melesat bagai anak panah .


Sebuah gua besar dengan lambang kepala ular di kanan kiri nya terlihat dari kejauhan . Danu dan abah segera memasuki gua tersebut. Di dalam gua yang kalau di dunia nyata itu akan berbau pengap dan gelap . Berbeda dengan gua siluman ular di alam gaib ini, begitu terang dan menyerupai terowongan panjang .


Begitu sampai di ujung gua , mereka di cegat oleh para penjaga . Tanpa basa basi , Danu segera mengeluarkan cemeti nya. Ia menyabet semua para penjaga , dan memberikan jalan ke abah agar abah bisa langsung menemui ratu siluman ular . Sementara Danu yang menghadapi anak buah nya , pertarungan berlangsung sengit . Danu tidak ingin membuang energi dan waktu terlalu lama dengan anak buah ratu siluman ular , ia mengeluarkan jurus ajian sapu jagad nya .


Anak - anak buah siluman ular itu terkapar seketika di tangan Danu . Kemudian Danu melanjutkan perjalanan nya menyusul abah .


Setelah Danu masuk lebih ke dalam, jauh dari mulut gua , ia melihat abah dan ratu siluman ular sedang berduel .


Tiba - tiba , seeettt wuushhhh .. ekor siluman ular itu mengarah ke Danu . Dengan sigap Danu melompat menghindari sabetan nya .


Danu mengirimkan pukulan cahaya putih nya ke arah ratu siluman ,


Dhuuaaaarrr dhuuaaarrr .. Terdengar suara ledakan bertubi - tubi . Tubuh ratu siluman itu di penuhi asap putih , lambat laun asap itu menghilang .., terlihat lah tubuh ratu ular yang bercabang menjadi tiga . Mulai dari pinggang ke atas berbentuk tubuh manusia , yang di penuhi sisik sampai ke wajah . Ia pun memperbesar ukuran nya menjadi tiga kali lipat dari ukuran ular terbesar di alam manusia .


"Hhaa .. Haaa .. Hhaaa .. Tidak semudah itu memusnahkan ku , dasar manusia sok ikut campur " ucap ratu siluman itu , ia tertawa terbahak - bahak merasa menang karena mampu menghindari serangan ku


" Itu hanya pemanasan aja , jangan ge er kau " ucap ku memprovokasi nya


"Dasar bocah ingusan , cari mati rupa nya kau hhaah" ratu siluman itu mulai terpancing emosi nya


" Jangan banyak ngomong, kalo takut bilang aja .. Asalkan kau taubat , maka akan kami lepaskan " balas ku mengejek nya, abah pun terkekeh mendengar ledekkan ku


" Hhehh bocah tengik , kurang ajar kau .. Rasakann niih ! Hiiaaattt .. " ucap nya marah dan menyerang Danu dan abah dengan membabi buta


Ketiga tangan ratu siluman itu melakukan serangan bersamaan , ia mengirimkan bola - bola api . Mengepung aku dan abah .Sedangkan ekor nya berusaha menyabet kami dari arah samping . Lidah - lidah nya menjulur panjang , mencoba menangkap tangan ku dan abah .


Aku bersiap dengan membaca doa - doa yang ku tiupkan di kedua tangan ku , ku aliri dengan tenaga dalam penuh . Ku sebarkan ke seluruh tubuh ku dan abah agar terlindungi dari serangan ratu siluman ular.


Ku lihat abah juga sudah menyiapkan diri dengan ilmu kanuragan nya . Aku bersiap dengan ajian kalimah sada yang ku kombinasikan dengan ajian sapu jagad .


Sambil menghindari serangan nya aku pun membaca beberapa ayat , kedua tangan ku mengeluarkan cahaya putih keemasan kemudian ku hentakan ke tanah dengan satu kali tarikan nafas ,


"Bismillahirrohmanirohiim .. ALLAHU AKBAR !"


BUUUUMMM .. BUUUMMM .. BUUUMMMM.. Serangan bertubi - tubi ku arahkan melalui bawah , jarak ku dengan ratu ular itu sekitar dua puluh meter an.


Kemudian abah pun melakukan gerakan melompat sambil mengirimkan pukulan jarak jauh nya ke pinggang ratu ular itu .


Praakkk .. Terdengar bunyi seperti sekumpulan batang pohon bambu yang patah .


Kali ini ku serang ekor nya dengan pukulan gaib tenaga dalam penuh hingga ular besar tersebut terlempar beberapa meter ke belakang .


"Hhhkkkk .. Aakkhh .. " ratu ular itu kembali ke wujud asal nya , yaitu dengan satu tubuh . Ia juga memuntahkan cairan hitam , bau nya sangat amis dan busuk .


Danu dan abah masih bersiap untuk melakukan serangan kembali, namun ratu ular itu mengangkat sebelah tangan nya ,


" Tunggu.. hh .. Apah .. yang kalian .. hh.. inginkan .. ?" tanya nya sambil menahan sakit dan nafas yang tersengal - sengal


" Batal kan perjanjian mu dan lepaskan Nindy .. Lalu bertaubat lah " ucap abah dengan tegas


" Aku bisa melepaskan Nindy , tapi aku tidak bisa membatalkan perjanjian ku dengan kedua orangtua nya . Kalo aku tidak mendapatkan tumbal , maka mereka lah yang akan menjadi tumbal pengganti nya " ucap ratu ular itu


" Kalau begitu, bersiaplah menyambut ajal mu " ucap Danu yang sudah bersiap kembali dengan tenaga dalam penuh


" Tidakk , urusan ku belum selesai " ucap ratu siluman itu sambil menghilang


" Dia kabur bah ..,Gimana ini ?" tanya ku masih dalam kondisi terkejut


" Kita selamat kan ruh para korban tumbal yang lain agar mereka bisa kembali ke pencipta Nya " ucap abah

__ADS_1


Setelah para ruh tersebut terlepas, ada satu ruh yang menghampiri abah dan Danu ,


" Terimakasih karena sudah menepati janji untuk menyelamatkan ku dan semua tawanan ratu ular " ucap nya


" Kamu Lani ?" tanya Danu


" Iya, kakek Rambai pasti sudah cerita pada mu .. Terimakasih juga sudah menolong adik sepanti ku , Nindy " ucap Lani sambil tersenyum . Kemudian ia pun berpamitan lalu menghilang bersama cahaya terang .


" Kita kembali dulu ,Dan " ucap abah


Kemudian kami pun kembali ke tubuh masing - masing menjelang subuh .


" Coba kamu cek ke rumah nya Nindy dan juga ke rumah sakit nya hari ini " perintah abah


" Baik bah " jawab ku singkat


Sesampai nya di sekolah ,


" Dan ,, lo kemana aja .. lama banget ga sekolah nya ? Gue sampe bolak balik ke pesantren lo tapi temen asrama lo bilang kalo lo lagi ada urusan mendadak . Emang lo ada urusan apa sih sampe tiga hari ga sekolah ? " tanya Ibnu beruntun


" Cerita nya panjang , gimana kalo siang ini kita ke rumah sakit jenguk Nindy ?" tanya ku


" Boleh " jawab yang lain serempak


" Eehh tapi siapa yang tau nih alamat rumahsakit nya ? " tanya Ervan


Semua pun langsung melihat ke arah Danu,


" Iyaa gue udah tau , nanti gue sama Ibnu di depan , kalian konvoi di belakang kita ,,oke ?" ucap Danu


"Oke lah kalo begitu .. Siippp " jawab yang lain


Siang itu sepulang sekolah mereka langsung ke rumah sakit menjenguk Nindy ,


Mereka di suruh menunggu di sebuah taman yang berada di halaman dalam rumahsakit , tak lama datanglah Nindy menggunakan kursi roda , yang di dorong oleh seorang petugas berseragam putih .


" Saya akan kembali menjemput pasien Nindy di sini dalam dua jam kedepan ya " ucap nya sambil melihat ke jam tangan yang melingkar di tangan nya


Nindy tersenyum senang melihat Lita dan Sherly ,,mereka berpelukan ..


" Senang sekali bisa ketemu kalian lagi .. Gue pikir ga akan ketemu lagi " ucap Nindy sambil terisak


"Iiya , kita juga seneng bisa ketemu lo Nin .. Gimana kabar lo semenjak di sini ?" tanya Lita


Nindy melihat ke arah Ervan, Ibnu , Danu dan Arief sambil tersenyum .


" Makasih ya udah dateng , gaes " ucap Nindy


" Sama - sama Nin " ucap Arief , yang lain hanya senyum sambil mengangguk


" Sudah beberapa hari ini , gue ga di ganggu lagi sama ular - ular itu .. Mungkin sudah hampir empat hari ya kalo gue ga salah ngitung " ucap Nindy


" Emang setelah di sini lo masih di ganggu juga Nin ?" tanya Ibnu


" Iyaa Nu .."


Nindy pun menceritakan bagaimana ia di teror ular mulai dari di rumah sampai ke rumahsakit ini. Seperti nya ular - ular itu mengikuti kemana pun ia berada .


Setelah Nindy selesai bercerita ,


" Insyaa allah mulai hari ini lo udah ga di teror lagi Nin " ucap Danu


Nindy dan yang lain pun menatap Danu , dan Danu pun akhirnya menceritakan pertempuran nya melawan ratu siluman ular .


Nindy pun menunduk , membuat yang lain bingung.


" Kenapa Nin .. Kok lo sedih , harusnya kan lo seneng udah ga di teror lagi ?" tanya Sherly

__ADS_1


" Iya gue seneng banget , tapi gue bingung dengan nasib orangtua angkat gue .. kan ratu ular itu melarikan diri " ucap Nindy


" Yang lo maksud orangtua angkat itu siapa Nin ? " tanya Arief dengan tatapan bingung


Danu sebenarnya sudah tahu,,hanya ia tidak ingin membuka hal itu di hadapan teman - teman nya . Biarlah itu menjadi hak Nindy untuk menceritakan nya atau tidak .


Nindy menghela nafas ,, dengan wajah sedih ia pun menceritakan sebuah peristiwa yang membuat diri nya terpukul .


Pov Nindy ,


Pintu kamar tiba - tiba terbuka, masuk lah kedua orangtua ku yang diantar oleh seorang perawat .


"Mama ..... Papa .... " ucap ku sambil memeluk mereka bergantian


" Apa mama dan papa ingin membawa ku pulang ? " tanya ku dengan penuh harap


Ku lihat mereka saling menatap , kemudian


" Tidak, kau belum sembuh .. Sebaiknya tetap di sini " ucap papa ku


" Tapi kenapa pa .. Aku sehat , aku mau pulang sama papa dan mama .. Ku mohon , pa " lanjut ku merengek


" Apa papa dan mama tidak kasihan sama Nindy ? Biarkan Nindy pulang yaa " lanjut ku


" Tidak Nindy , sekali papa bilang tidak ya tidak .


Kamu di sini sampai di jemput oleh nyi ratu " lanjut papa ku


"Siapa nyi ratu , pa .. Kenapa papa membiarkan anak kandung papa di ambil orang lain ?" tanyaku kembali


" Apa kau bilang ..,Anak kandung ? Tidak Nin,,kau bukan anak kandung kami. Kami mengambil mu dari panti asuhan . Jadi sebaiknya kamu menurut saja apa yang kami suruh , anggap itu sebagai balas budi kepada kami karena udah menampung mu selama ini " jelas papa ku


" Ma , apa betul yang di katakan papa ?" tanya ku


" Iya Nindy .. Kami memilih untuk tidak memiliki anak . Dan mengambil anak - anak panti untuk kami jadikan tumbal agar kami hidup mewah " ucap mama ku tanpa ragu


Seketika tubuh ku lunglai , aku terjatuh ke lantai .. Dada ku sangat sesak .


Sejak saat itu orangtua ku belum mengunjungiku lagi . Dan beberapa hari kemudian ular - ular itu pun berhenti meneror ku. Padahal aku sudah pasrah , jika ingin di ambil sebagai tumbal . Karena aku tidak memiliki siapa - siapa lagi .


Pov Nindy end.


" Gue ga tau lagi harus kemana ,,gue udah ga punya siapa - siapa " ucap Nindy sambil menangis


" Tenang Nin, lo masih ada kita " balas Lita


" Iya Nin, kalo lo mau nanti gue bisa ngomong ke abah dan ummi .. Nanti lo bisa tinggal di pesantren ummi . Dan gue yakin abah dan ummi juga pasti ga keberatan buat biayain sekolah lo sampe lulus. Sepulang dari sini gue akan langsung ngomong supaya lo bisa segera keluar dari sini " ucap Danu panjang lebar


" Makasih banyak ya gaes .. Maaf gue jadi ngerepotin dan udah nyusahin lo semua " jawab Nindy


Dua jam tak terasa telah berlalu, Nindy pun di bawa kembali ke ruangan nya . Mereka pun berpamitan lalu kembali pulang ke rumah masing - masing .


☆☆☆☆☆


Sementara itu terjadi kehebohan di kediaman Ardi dan Minna , orangtua angkat Nindy . Satu per satu usaha nya jatuh bangkrut . Mbak Yum sudah di pulangkan ke kampung nya karena mereka sudah tidak mampu membayarkan gaji nya . Rumah mewah mereka pun di sita oleh bank .


Permohonan adopsi yang mereka ajukan kembali pun di tolak karena pihak panti merasa ada kejanggalan . Anak adopsi yang pertama meninggal karena kecelakaan , menurut pengakuan mereka. Sedangkan yang kedua sakit jiwa . Akhir nya pihak panti pun melaporkan ke polisi kecurigaan nya terhadap Ardi dan Minna .


Polisi menemukan fakta ada nya pembunuhan terencana terhadap Lani , sehingga mereka pun mendapatkan hukuman dengan pasal berlapis . Dan polisi juga tidak menemukan tanda - tanda Nindy sakit jiwa , hasil tes nya menunjukkan Nindy sehat dan normal .


Pihak panti pun menawarkan Nindy untuk tinggal di sana kembali , dan akan tetap membiayai sekolah nya sampai lulus .


Ratu siluman ular rupa nya benar - benar menagih janji nya , ia meneror Ardi dan Minna . Lalu membunuh nya dan mengambil jiwa sesat mereka . Ardi dan Minna meninggal di dalam sel tahanan . Setelah itu ratu siluman ular tersebut pun menghilang .


Abah dan Danu kembali ke gua ratu siluman ular dan menghancurkan nya , hingga rata dengan tanah . Tidak ada yang tersisa lagi .


###############################

__ADS_1


Haaii para readers terzeyeeng .. ini novel pertamaku , mohon maap jika banyak typo dan alurnya masih berantakan 🙏🙏😬


PLiiss bantu aqoh memperbaiki dengan saran2 kalian ya🤩 .. LIKE 👍 ,,, KOMEN 💕 ,,, VOTE ⚘ Terimakasiih 🙏🙏🤗 luv u all 🤗


__ADS_2