
Sebelum bel istirahat berbunyi, tiba - tiba ketua kelas membagikan sebuah kartu yang cantik dan harum .
" Teman - teman itu undangan ulangtahun dari Nindy, di harapkan kedatangan nya . Demikian pesan Nindy " ucap ketua kelas Danu
Danu memegangi kartu berwarna ungu muda tersebut, aroma kertas nya sangat harum . Di depan nya tertulis " UNDANGAN ULANGTAHUN NINDY AMORA CANTIKA" kemudian di bawah nya tertera alamat rumah nya.
Danu pun membuka kartu tersebut , di dalam nya tertuang jadwal acara ulangtahun Nindy.
Danu pun tersenyum sumringah, ia akan memanfaatkan situasi ini untuk mengorek informasi dari Nindy sekaligus mengenal kedua orangtua nya untuk di selidiki.
Plaakk .. Sebuah tangan memukul bahu Danu . Danu pun segera menoleh . Yang di lihat hanya cengar cengir .
" Udah ga usah di pandangin aj tuh kartu , mending pandang langsung orangnya aja besok .. kan dua hari lagi acara nya " goda Ibnu, teman satu geng ku
"Hhhh sotoyy , dah nyook ke kantin .. Mana yang lain ?" tanya ku tanpa menghiraukan ledekkan Ibnu
" Tuuhh udah pada otw ke kantin , lets go brow " lanjut Ibnu
Kemudian kami pun segera menyusul teman - teman yang lain . Di sekolah ku memang ada peraturan jika jam istirahat tidak ada yang boleh di dalam kelas, pintu kelas akan di tutup rapat . Meski pun tidak sampai di kunci . Semua harus keluar kelas sampai bel istirahat selesai .
Sepulang sekolah aku mampir ke sebuah toko berlantai tiga yang menjual aneka peralatan sekolah, pajangan - pajangan , dan lainnya , untuk mencari kado . Danu tidak tahu harus memberi kado apa karena sebelum nya ia tidak pernah membelikan barang ke orang lain selain ke umi dan Dania . Untuk Dania , Danu lebih sering memberikan makanan kesukaan nya.
Namun kali ini ia tidak bisa membelikan Nindy makanan , karena ia tidak tahu makanan kesukaan Nindy . Danu sudah mengelilingi toko tersebut berkali - kali , mulai dari lantai satu sampai lantai paling atas . Namun ia masih belum memutuskan akan membelikan apa . Sementara itu waktu sudah semakin sore. Sudah saat nya Danu kembali ke pesantren.
☆☆☆☆☆
Selepas isya Danu sudah bersiap , ia meminjam sepeda motor kang Iwan untuk ke rumah nya Nindy . Ia juga mendapat wejangan dari abah tadi ketika selesai sholat berjamaah.
Berbekal alamat yang tertera di kartu undangan dan sedikit bertanya sana sini , termasuk ke kang Iwan. Danu melajukan motor nya dengan hati - hati .
"Bismillahirrohmanirrohiim .." ucap nya sambil men stater motor nya.
Tak sampai satu jam Danu sudah menemukan rumah yang sesuai dengan kartu , ia melihat rumah itu sangat megah dan mewah. Semuanya serba putih, terparkir lebih dari dua mobil di garasi nya . Kemudian ada beberapa motor juga di halaman depan nya .
__ADS_1
Danu pun ikut memarkirkan motor nya bersama dengan motor - motor lainnya .
"Selamat malam , den .. tamu nya non Nindy ya ?" tanya seorang security yang menjaga rumah Nindy
"Malam pak, iya betul pak " jawab ku dengan sopan
"Mari den, ikuti bapak .. Sudah banyak yang datang tamu - tamu nya non Nindy di dalam, nanti aden bisa ngumpul bareng ya " ucap pak security itu yang berjalan di depan Danu
"Iya pak, terimakasih banyak " jawab Danu singkat . Ia sudah merasakan hawa tidak enak saat berjalan menuju ke pintu masuk.
Danu tak henti membaca doa dalam hati nya, aura jahat semakin kuat saat Danu melangkah masuk ke dalam rumah.
Terlihat ruangan yang luas , megah dengan dekorasi warna warni yang mewah . Banyak makanan dan minuman tersaji di beberapa meja. Teman - teman Nindy yang di undang tidak hanya satu angkatan tapi ada juga beberapa senior yang hadir , mereka asyik ngobrol ber gerombol sambil menikmati hidangan yang di sajikan . Mata Danu menangkap sebuah meja yang di tempati oleh geng nya, ia pun segera menghampiri untuk bergabung.
"Assalamualaikum guys " sapa Danu
" Waalaikumsalam, haii Dan .. baru nyampe lo ? Nyasar ya " tanya Sherly
"Iya, ga nyasar .. emang kenapa , Sher ? Udah mulai ya pesta nya ?" tanya ku sambil menggeser kursi untuk duduk
"Yoiii , tapi ga pa pa juga sih, pesta nya belum mulai kok .. malah Nindy nya aja belum keluar " sambung Lita
"Oohh " ucap ku sambil mengangguk.
Aku melihat sekilas ke menu - menu yang tersaji di meja , semua nya mengeluarkan aroma yang tidak enak dan terlihat berlendir seperti makanan yang sudah basi . Ada sesuatu yang di taburi di makanan dan minuman itu rupa nya, gumam Danu.
Danu pun memutuskan untuk tidak menyentuh nya sedikit pun, meski pun teman - teman nya yang lain tampak sangat menikmati hidangan tersebut.
Tak lama kemudian, keluar lah Nindy di dampingi kedua orangtua nya . Ia terlihat sangat cantik dan anggun ketika menuruni tangga . Senyum mengembang dari bibir nya , menambah manis wajah nya . Semua mata memandang ke arah nya dengan terpesona , termasuk Danu . Namun Danu segera sadar ,
"Astagfirullah " ucap nya sambil menundukkan wajah nya
Pesta berlangsung dengan meriah dan lancar , di pertengahan acara ku lihat ayah Nindy menyapukan pandangan nya ke semua teman Nindy dengan tatapan aneh .
__ADS_1
Hingga tiba - tiba ia menatap ku , lalu tersenyum mencurigakan. Untuk beberapa menit kami beradu pandang , aku juga membalas tatapan nya tanpa berkedip .
Ia pun menghampiri ku sambil terus menatap ku dengan tatapan yang aneh juga,
"Selamat malam nak , teman sekelas nya Nindy kah ? " tanya nya sopan
"Oohh malam , om .. Saya beda kelas dengan Nindy " jawab ku sopan namun tetap memandang nya dengan tegas.
" Saya Ardi , ayah nya Nindy ..Nama kamu siapa nak ?" tanya nya sambil mengulurkan tangan
"Saya Danu, om Ardi " jawab ku sambil menerima uluran tangan nya
"Kenapa tidak mencicipi makanan dan minuman nya ? Apakah itu semua tidak sesuai selera nak Danu ?" pancing Ardi
"Aahh engga kok om, semua nya terlihat sangat enak .. Sangat sesuai dengan selera saya . Hanya saja tadi sebelum ke sini saya makan malam dulu jadi masih kenyang , om .. Mungkin nunggu perut kosong sedikit baru deh mulai bergerilya, om " jawab ku sekena nya meski pun ayah nya Nindy terlihat tidak percaya . Namun aku tidak peduli .
Ketika berjabat tangan dengan Ardi , ayah nya Nindy .. Ada kilasan peristiwa yang ku lihat . Untuk beberapa menit kami masih saling menggenggam dan menatap .
Aura hitam mulai terlihat saat Danu bersalaman , sangat pekat menyelimuti Ardi . Aneh, sebelum bersalaman aku tidak melihat aura itu , batin Danu. Berarti ada yang menutupi nya, lanjut Danu dalam hati nya .
Danu pun melepaskan genggaman nya setelah ia mendapatkan kilasan-kilasan kejadian di masa lalu Ardi itu ,
"Maaf om, kalau boleh , saya permisi sebentar " ucap ku
"Oohh iya iya silahkan .. Tolong jauhi anakku dan jangan ikut campur jika kamu masih mau hidup lama " bisik Ardi dengan penuh penekanan pada kalimat terakhir nya. ketika Danu melintas di samping nya.
Saat Danu menoleh ke arah suara itu, terlihat Ardi sudah berjalan jauh ke arah yang berlawanan dengan Danu.
Danu pun segera melanjutkan langkah nya untuk menghampiri Nindy dan memberikan hadiah yang sudah ia siapkan sejak kemarin.
###############################
Haaii para readers terzeyeeng .. ini novel pertamaku , mohon maap jika banyak typo dan alurnya masih berantakan 🙏🙏😬
__ADS_1
PLiiss bantu aqoh memperbaiki dengan saran2 kalian ya🤩 .. LIKE 👍 ,,, KOMEN 💕 ,,, VOTE ⚘ Terimakasiih 🙏🙏🤗 luv u all 🤗