Sebatas Formalitas

Sebatas Formalitas
BAB 10


__ADS_3

Malam hari nya di tengah hujan deras Freya berjalan menyusuri jalan tanpa tujuan. Memikirkan masa depan nya yang sekarang terikat dengan pria yang disesalinya.


"Aku tidak menyangka terjebak dengan pria yang sangat aku cintai. Sakit, sesak, kecewa, yang aku rasakan saat ini. Apa yang harus aku lakukan? Tidak mungkin aku cerita masalah ini pada orang tua ku" ucap Freya


Sementara Kaivan sudah sampai di rumah langsung mengecek Freya di kamar nya.


Tok.....tok....tok.....ceklek.....Kaivan membuka pintu nya.


"Oh gak dikunci" ucap Kaivan


Mata Kaivan menelusuri isi kamar tapi tidak menemukan Freya.


"Ponsel nya ada. Apa dia di kamar mandi??" Kaivan mengetuk lalu membuka pintu kamar dan Freya pun tidak ada.


"Kemana dia??" Kaivan menemui Bibi Hana asisten rumah tangga untuk menanyakan keberadaan Freya.


"Maaf pak, tadi......saya sudah melarang nya pergi tapi....." ucap Bibi Hana menggantung ucapan nya.


"Hmmmmm" Kaivan mengeluarkan nafas nya dengan kasar lalu keluar menemui Security, Pak Nico


"Kenapa membiarkan Freya keluar rumah?" Tanya Kaivan


"Maaf pak, kata nya sudah izin sama Pak Kaivan" jawab Pak Nico


Kaivan berlari ke mobil untuk mencari Freya.


"Kemana kamu Freya?? Dia bahkan meninggalkan ponsel nya. Aku harap kamu tidak melakukan hal yang nekat Freya. Shi*.........aku harus nya lebih tegas pada nya" ucap Kaivan


Setelah beberapa menit Kaivan melihat Freya yang sudah basah kuyup. Dia turun dari mobil.


"Maafkan aku" ucap Kaivan melihat Freya yang menangis tersedu-sedu



Kaivan menghampiri Freya.


"Freya ayo kita pulang. Kamu bisa sakit" ucap Kaivan


"Apa kamu belum puas melihat ku seperti ini?" Tanya Freya


Kaivan memeluk Freya.


"Maafkan aku. Maafkan aku. Kita tidak bisa memutar waktu Freya. Jangan buat aku merasa bersalah seperti ini" ucap Kaivan


"Hiks......hiks.....hiks......kamu benar-benar jahat" ucap Freya


"Maafkan aku. Sekarang kita pulang ya. Kita bicara di rumah. Yah....ay......" Kaivan belum melanjutkan ucapan nya tapi Freya sudah pingsan.


"Freya.....Freya......" Kaivan langsung menggendong Freya dan membawa nya kembali ke rumah.


Keesokan hari nya Kaivan pergi ke kamar Freya untuk melihat keadaan nya.


Tok.....tok....tok..... ceklek.....



"Kamu sudah baikan?" Tanya Kaivan


"Siapa yang mengganti pakaian ku?" Tanya balik Freya


"Oh bibi Hana asisten rumah tangga. Aku gak mungkin mengganti pakaian mu" jawab Kaivan


"Keluar dari kamar ku sekarang" ucap Freya


"Apa kamu akan kuliah hari ini?" Tanya Kaivan

__ADS_1


"Hmmm" jawab Freya


"Ayo kita bicara, masih ada waktu sebelum ke kampus" ucap Kaivan


"Apa sekarang kita tidak sedang bicara??" Tanya Freya


"Maksud aku ayo bicara soal masalah kita" jawab Kaivan


"Apa yang perlu dibicarakan?? Mengancam ku?" Tanya Freya


Kaivan menarik Freya sehingga mereka duduk di atas ranjang.


"Aku tahu aku salah. Kamu tidak perlu menyiksa diri kamu sendiri dengan keluar rumah dan berjalan ditengah hujan malam hari. Lagian kamu tidak bisa memutar waktu Freya. jadi, satu-satu nya cara adalah menerima keadaan sekarang ini." Ucap Kaivan


"Bagaimana kalau kamu di posisi ku? Apa kamu masih bisa bicara seperti itu?? Menerima keadaan?? Bulshi*...." ucap Freya


"Okey, mari kita buat kesepakatan" ucap Kaivan


"Kesepakatan apa maksud kamu?" Tanya Freya


"Terserah kamu mau lakuin apa pun aku tidak akan melarang mu selama tidak berdampak pada ku. Dan......kamu bebas menjalin hubungan dengan seseorang" jawab Kaivan


"Apa?? Bebas menjalin hubungan?? Aku mencintai mu dasar pria brengsek" ucap Freya


"Kamu harus lupain aku Freya. Aku tidak mungkin mencintai mu. Kamu harus membuka diri pada orang lain yang lebih baik dari ku. Dengan begitu kamu tidak akan tersiksa dengan pernikahan ini." Ucap Kaivan


"Manfaatkan aku selama aku bisa melakukan apa pun yang kamu mau. Aku tidak keberatan, walaupun aku tahu harta yang aku punya tidak bisa membeli kebahagiaan mu. Tapi....pleaseeeee jangan terlalu lama bersedih. Tahun depan kamu akan lulus dan aku pasti akan mendukung kamu untuk menggapai impian mu" lanjut Kaivan


"Keluar dari kamar ku, aku harus siap-siap ke kampus" ucap Freya


"Aku antar" tawar Kaivan


"Gak usah" tolak Freya


"Aku antar dan gak ada penolakan. Kamu harus pikirkan baik-baik ucapan ku tadi. Aku tidak mau kamu mengeluarkan air mata hanya karena pria seperti ku." Ucap Kaivan lalu menutup pintu dari luar.


❤🤍❤🤍❤🤍❤🤍


Di kampus.....


Freya, Nayra, dan Neva sedang makan siang bareng pertama kali tanpa Tristan.


"Freya, bukankah Pak Kaivan terlalu posesif? Lagian Tristan kan udah lama sahabatan sama kamu. Yaaaaa walaupun ada kemungkinan dia suka sama kamu. Tapi kan gak mungkin lah kamu suka juga sama dia. Ya kan Neva??" Ucap Nayra


"Hmmm aku jadi kasihan sama Tristan" ucap Neva


Kalau kalian tahu yang sebenarnya kalian pasti tidak akan mengasihani dia. Batin Freya


"Freya, aku telepon Tri ya untuk bergabung makan bareng kita? Toh Pak Kaivan gak tahu" tanya Nayra


"Nayra tenaga ku belum pulih untuk berdebat dengan mu" jawab Freya


"Gak usah.....Toh Tri bukan anak kecil." Ucap Neva memberikan kode pada Nayra agar tidak menelpon Tristan melihat ekspresi Freya.


"Hmmm ya udah. Freya kamu cepat sembuh ya. Aku kangen dengan keceriaan mu" ucap Nayra


"Hmmm" Freya mengangguk


Tut.....tut.....tut.....Tristan menelpon Kaivan.


"Hallo" ucap Kaivan


"Freya sedang makan bareng Nayra dan Neva." Ucap Tristan sambil melihat mereka bertiga dari kejauhan.


"Hmm syukurlah. Gimana dengan kelas baru mu? Apa ada yang menggoda mu?" Tanya Kaivan

__ADS_1


"Gak ada. Tenang aja walau pun ada yang menggoda ku hanya kamu yang ada di hati ku" jawab Tristan


"Hmmm aku tahu kok. Kamu udah makan siang?" Tanya Kaivan


"Hmmm udah kok" jawab Tristan


"Yaudah. Sampai ketemu nanti malam aku harus kerja sekarang" ucap Kaivan


"Hmm bye. Muaaacchhh" ucap Tristan lalu memutuskan sambungan telepon.


❤🤍❤🤍❤🤍


Di rumah Pak Chandra.


"Apa Kaivan tahu papa mau ke Amerika?" Tanya Mama Hesty


"Gak. Mama gak usah beri tahu dia. Apalagi sampai bilang kalau Papa mau bertemu Kivandra. Bahkan Kivandra tidak tahu papa akan ke Amerika. Ohya bilang saja ke Kaivan papa ada urusan ke Amerika" jawab papa Chandra


"Hmm baiklah. Tapi....bagaimana keadaan Freya ya? Apa dia sudah tau soal Kaivan?" Tanya Mama Hesty


"Semoga saja belum. Kasihan dia" jawab Papa Chandra


"Kalau papa kasihan kenapa menyuruh Kaivan menikah? Kasihan Freya menjadi korban nya" ucap Mama Hesty


"Udah ma, papa malas berdebat. Sekarang ambil koper papa, papa akan berangkat sekarang" ucap Papa Chandra


"Hmmm." Mama Hesty mengangguk lalu membawakan koper Papa Chandra dan mengantar nya di Bandara.


Apa aku harus beritahu Kivandra soal kedatangan papa nya?? Kasihan Kivandra. Batin Mama Hesty


❤❤❤❤❤❤


Jangan lupa dukung aku dengan like, comment, beri hadiah dan Vote ya.


jangan lupa mampir di novelku yang lain berjudul




Hamil di Luar Nikah




Rahasia Cinta (Lanjutan Hamil di Luar Nikah)




Aku bukan Pelacur




Cinta Segi Tiga




Dijual Suamiku

__ADS_1




__ADS_2