Sebatas Formalitas

Sebatas Formalitas
BAB 36


__ADS_3

Kring.....kring....kring.....ponsel Tristan berdering.


Pak Chandra. Batin Tristan


Tristan perlahan turun dari ranjang dan keluar dari kamar agar Kaivan tidak mendengar nya bicara di telepon bersama Pak Chandra


"Hallo Pak Chandra" ucap Tristan


"Kamu benar. Freya minta putus sama Kivandra" ucap Pak Chandra


Tristan tersenyum puas mendengar ucapan pak Chandra.


"Sekarang tinggal anda yang melakukan janji anda" ucap Tristan


"Pasti. Beri waktu Kivandra untuk menerima keputusan Freya dia pasti akan menolak jika saya meminta nya sekarang" ucap Pak Chandra


"Baik pak, saya tunggu kabar baik dari anda" ucap Tristan dan panggilan berakhir.


Hmmm sebentar lagi aku dan Kaivan akan bebas. Batin Tristan


💙❤💙❤💙❤


Freya menemui Mama Hesty untuk izin kembali ke rumah nya dan Kaivan. Dia tidak ingin sering bertemu Kivandra jika dia masih tinggal serumah dengan nya.


"Kalau mama izinin kamu nak. Tapi, papa. Ayo mama temenin izin sama papa" ucap Mama Hesty


Ceklek......mama Hesty dan Freya sudah berada di ruang kerja papa Chandra


"Pah......ini Freya mau izin balik ke rumah nya" ucap mama Hesty


"Rumah orang tua mu? Bukan kah kamu baru kembali?" Tanya Papa Chandra


"Maaf pah, bukan rumah mama Misna dan Papa Prabu tapi rumah ku dan Kaivan" jawab Freya


"Ohhh. Ya udah boleh" ucap Papa Chandra


"Terimakasih pah" ucap Freya


"Oh ya, mama boleh keluar sebentar??? Ada yang ingin papa bicarakan dengan Freya" ucap papa Chandra


"Oh boleh pah" ucap mama Hesty dan dia keluar dari ruang kerja papa Chandra


"Apa yang ingin papa bicarakan? Soal hubungan ku dan Kivandra?? Papa tidak perlu khawatir aku dan Kivandra udah putus" tebak Freya


"Sungguh??" Tanya Papa Chandra


"Iya pah, maka nya aku tidak ingin tinggal di sini." Jawab Freya


"Baguslah kalau begitu. Papa senang kamu mengambil keputusan yang tepat." Ucap Papa Chandra


"Kalau begitu aku pergi dulu pah" ucap Freya


"Hmmm" ucap Papa Chandra


Ceklek......Freya menutup pintu dari luar.


Mama Hesty langsung menghampiri Freya.


"Apa papa mengatakan sesuatu pada mu?" Tanya mama Hesty


"Oh hanyaaaaa, ngobrol biasa aja mah. Mah, aku pergi dulu" jawab Freya


"Eh, mama suruh Kivandra antarin kamu ya" ucap mama Hesty


"Oh gak usah mah. Aku pergi naik taksi aja. Mungkin Pak Bagas juga ada di depan jadi aku minta tolong beliau aja" ucap Freya


"Ya udah. Hati-hati ya" ucap mama Hesty


"Iya mah" ucap Freya

__ADS_1


Setelah mobil yang dinaiki Freya pergi, Kivandra dari balkon kamar nya.


"Apa sebenar nya yang kamu pikirkan Freya?? Apa aku kembali ke Amerika saja? Tapi, ah aku telepon Kak Kaivan aja. Semoga aja dia jawab telepon ku. Dia pasti sedang menikmati waktu berdua bersama Kak Tri" ucap Kivandra


Tut.....tut....tut.....tut.....tut......


"Hmmm" ucap Kaivan


"Kamu tidur ya?" Tanya Kivandra


"Hmm" jawab Kaivan


"Ya udah lanjut tidur aja" ucap Kivandra


"It's oke. Ada apa?" Tanya Kaivan


"Ak....aku udah putus dengan Freya" jawab Kivandra


"Apaaa??? Kok bisa?" Tanya Kaivan


"Hmm dia minta putus pada ku. Sekarang dia pulang ke rumah kalian" jawab Kivandra


"Apa papa mengancam nya?" Tanya Kaivan


"Hmm mungkin. Dia bilang nya sih tidak. Tapi aku tidak tahu juga. Atau dia memang sudah tidak mau lagi berjuang dengan ku" jawab Kivandra


"Ya udah aku akan bicara dengan nya nanti." Ucap Kaivan


"Hmmm." Ucap Kivandra dan panggilan berakhir


"Siapa?" Tanya Tristan


"Vandra" jawab Kaivan


"Ada apa?" Tanya Tristan


"Freya minta putus" jawab Kaivan


"Ya trus apa? Aku harus pulang dan bicara dengan Freya." Jawab Kaivan


"Ak....aku tahu kamu peduli dengan Vandra. Tapi, aku masih merindukan mu" ucap Tristan



"Nanti aku balik lagi sayang. Aku mandi dulu ya." ucap Kaivan


Semoga saja Freya tidak mengatakan kalau dia minta putus sama Kivandra karena setelah mendengar ucapan ku. Batin Tristan


Tok....tok....tok......"Freyaaaaa. Ini aku Kaivan" ucap Kaivan di depan kamar Freya


"Ayo kita ngobrol" ucap Kaivan lagi


Ceklek......pintu terbuka.


"Apa kamu baik-baik saja?" Tanya Kaivan


"Hmm" Freya mengangguk tapi tidak menatap Kaivan


"Freya, mata kamu bengkak. Aku tahu kamu pasti tidak ingin putus dengan Kivandra makanya aku datang untuk bicara dengan mu" ucap Kaivan dan langsung memeluk Freya


"Perpisahan ku dan Kivandra adalah keputusan terbaik Kaivan. Aku tidak ingin ada masalah lagi karena hubungan ku dengan nya" ucap Freya


Kaivan menguraikan pelukan nya.


"Aku tahu tapi bukan seperti ini cara nya. Pasti ada solusi tanpa harus mengakhiri hubungan kalian." Ucap Kaivan


"Gak, keputusan ku udah bulat Kaivan. Sekarang aku harus siap-siap untuk pergi" ucap Freya


"Apa papa mengancam mu?" Tanya Kaivan

__ADS_1


"Tidak. Aku bahkan tidak bicara dengan papa selain aku izin untuk kembali ke sini. Keadaan Papa udah membaik jadi jangan buat kesehatan nya drop lagi" jawab Freya


"Apa kamu berkata jujur?" Tanya Kaivan


"Hmm. Percaya atau gak terserah kamu. Sekarang semua nya baik-baik saja, kamu tidak perlu mengkhawatirkan ku. Aku harus siap-siap sekarang, kamu keluar ya" jawab Freya lalu mendorong Kaivan keluar dari kamar nya.


Tidak mungkin dia baik-baik saja kalau masih menangisi perpisahan mu dengan Kivandra. Aku harus tanya langsung sama papa soal ini. Batin Kaivan


Ceklek.......Freya keluar dari kamar nya dan Kaivan masih berada di depan kamar nya.


"Astagaaa kamu mengagetkan ku Kaivan" ucap Freya


"Maaf, aku hanya mau nanya. Apakah kamu sudah beritahu papa?" Tanya Kaivan


"Aku dan Kivandra putus?" Tebak Freya


"Hmmm" Kaivan mengangguk


"Hmm udah. Saat aku izin ke sini" ucap Freya


"Trus??" Tanya Kaivan


"Trus apa maksud kamu?" Tanya Freya


"Papa bilang apa?" Jawab Kaivan


"Mm papa senang. Aku juga senang melihat senyum papa lagi" ucap Freya


"Ka kamu senang?? ap...."


"Aku pergi dulu. Bye...." potong Freya lalu dia pergi meninggalkan Kaivan


"Okey, aku tanyakan langsung saja sama papa" ucap Kaivan


🖤🤍🖤🤍🖤🤍


Jangan lupa dukung aku dengan like, comment, beri hadiah dan Vote ya.


jangan lupa mampir di novelku yang lain berjudul




Hamil di Luar Nikah




Rahasia Cinta (Lanjutan Hamil di Luar Nikah)




Aku bukan Pelacur




Cinta Segi Tiga




Dijual Suamiku

__ADS_1




__ADS_2