
Tok....tok...tok.....Tristan mengetuk pintu rumah Freya.
Itu pasti Tri. Batin Freya.
Ceklek......"ayo masuk" ucap Freya
"Pagi tan, om" ucap Tristan menyapa mama Misna dan papa Prabu
"Pagiii..ayo sarapan dulu" ucap Mama Misna
"Iya, makasih tan, om" ucap Tristan
"Sama-sama" ucap Mama Misna
Sarapan hanya Freya dan Tristan saja karena mama Misna dan papa Prabu sudah sarapan terlebih dahulu.
"Eh Freya, kok mama papa kamu gak ikut sarapan?" Tanya Tristan
"Udah kok" jawab Freya
"Berarti kamu nungguin aku ya?" Tanya Tristan
"Hmm." Freya mengangguk
"Thanks kalau gitu" ucap Tristan
"Iyaaa. Oh ya aku mau nanya. Kamu biasa nya save kontak di mana? SIM Card atau?" Tanya Freya
"SIM Card" jawab Tristan
"Aaaaahh bagus deh." Ucap Freya lega
"Emang kenapa? Kamu mau telepon Nayra dan Neva?" Tanya Tristan
"Gak. Tapi aku pengen juga sih nelpon mereka. Aku mau minta nomor nya Ibu Sonam" jawab Freya
"Oohhh ya udah aku kirim sekarang nomor Nayra, Neva dan Ibu Sonam" ucap Tristan
"Okey" ucap Freya.
Tut.....tut....tut......
"Hallo" ucap Ibu Sonan
"Hallo bu, ini saya Freya" ucap Freya
"Ya ampuuuunn Freyaaaaa. Dari kemarin loh ibu hubungi kamu tapi gak bisa" ucap Ibu Sonam
"Maaf bu. Ini nomor baru saya" ucap Freya
"Oh ya kapan kamu kembali?? Banyak loh pekerjaan yang nunggu kamu" tanya Ibu Sonam
"Saya belum tahu bu. Nanti saya kabari" jawab Freya
"Freya, apa satu minggu cukup untuk kamu liburan?? Ada beberapa loh yang sudah kamu tanda tangan kontrak nya. Bahkan kalau bukan Pak Chandra yang izin langsung sama mereka, kamu tidak diizinkan libur" ucap Ibu Sonam
__ADS_1
"Maaf bu, saya belum tahu kapan balik. Tapi saya akan secepat nya mengabari ibu" ucap Freya
"Ya udah. Tapi nomor kamu harus aktif ya?? Dan jawab telepon dari ibu" ucap Ibu Sonam
"Iya bu" ucap Freya
"Hmm ibu tutup telepon nya" ucap Ibu Sonam dan panggilan berakhir.
"Aaahh bahkan aku gak tahu sampai kapan aku di sini" ucap Freya
"Aku juga. Entah sampai kapan mereka sadar kalau aku tidak ada di apartemen dan pasti Pak Chandra akan menyuruh orang nya untuk mencari ku. Sekarang Kaivan dan Kivandra gak bisa menolak perintah pak Chandra karena penyakit nya" ucap Tristan
"Hmm aku berharap semua akan baik-baik saja" ucap Freya
"Freya....." panggil Tristan
"Hmm?" Jawab Freya
"Apa kamu mau masalah ini cepat selesai?" Tanya Tristan
"Pastilah" jawab Freya
"Bukan kah keputusan nya ada sama kamu dan Kivandra?" Tanya Tristan
Freya diam sejenak sebelum menjawab pertanyaan Tristan.
"Hmm aku tahu. Tapi........" Freya menggantung ucapan nya.
"Kalau kamu mau semua nya berjalan seperti dulu, ka....kamu harus mengakhiri hubungan mu dengan Kivandra. Aku tahu hubungan ku dengan Kaivan juga gak semudah yang dipikirkan tapi Kaivan dan Kivandra beda. Aku yakin kamu bisa mendapatkan pria yang lebih baik di luar sana, karena status Kivandra dan kamu sebagai istri Kaivan yang membuat kalian sulit untuk mempertahan kan hubungan kalian berdua."
Ucap Tristan.
"Hmmm aku sedang memikirkan hal ini juga" ucap Freya
"Mmm jika kamu putus dengan Kivandra pasti tidak akan ada masalah lagi. Pak Chandra sehat, Kivandra jadi penerus perusahaan papa nya, Kaivan akan bebas, dan......kamu juga akan bebas dari keluarga Hirunkit. Kamu akan dikenal menjadi seorang penyanyi dengan seiring nya berjalan nya waktu. Orang-orang akan lupa bahwa kamu adalah mantan dari seorang pengusaha" ucap Tristan
💙🖤💙🖤💙🖤💙
Kring.....kring.....kring.....ponsel Pak Chandra berdering.
"Hallo" ucap Pak Chandra
"Maaf pak, dari kemarin Tristan tidak keluar dari kamar nya. Saya khawatir terjadi apa-apa dengan nya" ucap Arm
"Apa kamu yakin tidak meninggalkan kamar nya walau pun hanya sedetik?" Tanya Pak Chandra
"Saya yak.......mmm kemarin saya membantu....."
"Dasar bodoh. Dia pasti sudah berhasil kabur. Cepat cari dia" potong Pak Chandra lalu memutuskan sambungan telepon.
"Aaii shi*......." umpat Arm
Arm menyuruh seseorang untuk membobol pintu kamar Tristan karena menggunakan Password. Setelah berhasil terbuka......benar saja Tristan tidak berada di dalam. Arm mengecek lemari nya dan hanya tersisa sedikit pakaian nya.
"Shi*......kemana dia pergi??? Aaaahhh kenapa aku tidak memikirkan itu sih?" Ucap Arm
__ADS_1
Tut.....tut....tut....
"Bagaimana?" Tanya pak Chandra
"Maaf pak, Tristan tidak ada di kamar nya" jawab Arm
"Bagas sedang menuju Bandara untuk mengecek kalau Tristan ke luar negeri atau tidak dan kamu segera menyusul Bagas" ucap Pak Chandra
"Baik pak" ucap Arm
"Cari dia sampai ketemu hari ini juga" ucap Pak Chandra
"Baik pak" ucap Arm dan sambungan telepon terputus.
"Ah siaaaaallll. Orang yang memancing ku agar Tristan bisa kabur sudah tidak ada juga. Pasti mereka bekerja sama." Ucap Arm
🖤🤍🖤🤍🖤🤍
Jangan lupa dukung aku dengan like, comment, beri hadiah dan Vote ya.
jangan lupa mampir di novelku yang lain berjudul
Hamil di Luar Nikah
Rahasia Cinta (Lanjutan Hamil di Luar Nikah)
Aku bukan Pelacur
Cinta Segi Tiga
Dijual Suamiku
__ADS_1