
"Freya, apa Tristan kabur dari rumah nya?" Tanya mama Misna
"Dua pria tadi itu bukan orang jahat kan?" Tanya papa Prabu
"Mah, pah, aku gak bisa kasih tahu ke kalian. Tapi yang pasti Tristan punya masalah. Oh ya dia mengucapkan terima kasih sama mama dan papa" jawab Freya
"Hmm tidak perlu berterima kasih juga. Kami senang dia datang ke sini" ucap mama Misna
"Apa dia sudah mengabari mu? Tanya papa Prabu
"Belum pah. Tapi aku sudah mengirim pesan pada nya kok" jawab Freya
"Oh ya udah. Kamu istrahat gih" ucap Mama Misna
"Iya. Aku ke kamar dulu" ucap Freya.
Ceklek....pintu kamar tertutup dari dalam.
Kring.....kring.....kring.....ponsel Freya berdering.
"Kivandra.......aku pikir dari Tristan" ucap Freya
"Hallo" ucap Freya
"Aku udah dengar dari Kak Kaivan kalau Kak Tri pergi" ucap Kivandra
"Hmm aku sekarang sedang menunggu kabar dari nya. Aku khawatir dia kenapa-napa" ucap Freya
"Kamu gak usah khawatir. Mereka tidak mungkin menyakiti Kak Tri kok. Oh ya aku punya kabar baik untuk mu" ucap Kivandra
"Semoga saja. Mm kabar baik apa?" Tanya Freya
"Aku dan Kak Kaivan akan pulang malam ini. Urusan kami sudah selesai" jawab Kivandra
Reaksi senang atau sedih yang harus dirasakan Freya setelah mendengar kabar baik yang diucapkan Kivandra.
"Freya......" panggil Kivandra karena Freya tidak merespon ucapan nya.
"Hmm..oh syukurlah." Ucap Freya
"Aku pasti akan langsung menemui mu kalau sudah sampai" ucap Kivandra
"Apa kamu yakin akan diizinkan?" Tanya Freya
"Aaaaahhh iya juga ya. Pokok nya harus." Jawab Kivandra
"Hehehehe. Ya udah sampai ketemu" ucap Freya
"Hmm. Bye....muaaaccchhh" ucap Kivandra
"Hmm byee" Freya memutuskan sambungan telepon
"Ada apa dengan nya?? Dia senang gak sih aku pulang?? Hmm dia seperti itu mungkin karena khawatir pada Tristan yang belum memberikan kabar pada nya" ucap Kivandra.
Keesokan hari nya, Arm dan Bagas ke rumah Freya.
Mereka lagi? Batin papa Prabu
"Mohon maaf pak, bisa bertemu dengan Ibu Freya?" Tanya Arm
"Maaf, kalian siapa ya?" Tanya balik papa Prabu
"Kami utusan dari Pak Chandra Bapak Mertua Ibu Freya" jawab Bagas
"Oh.....ap...apa benar??" Tanya Papa Prabu
"Benar pak." Jawab Bagas
"Tapi....bukankah kalian orang yang sama menjemput Tristan??" Tanya papa Prabu
"Benar pak. Ka......"
"Siapa pah.....?" Freya keluar melihat dengan siapa papa nya bicara
"Kalian......" ucap Freya
"Maaf bu, Pak Chandra ingin ibu Freya pulang" ucap Arm
__ADS_1
"Apa?? Pulang?" Tanya Freya memastikan
"Iya bu. Sebentar ya saya telepon pak Chandra dulu" jawab Arm lalu menelpon Pak Chandra
bukan kah Kaivan dan Kivandra akan balik malam ini? kenapa papa Chandra menyuruh ku untuk pulang juga? batin Freya
Tut.....tut....tut....
"Hallo" ucap pak Chandra
"Hallo pak. Ini Ibu Freya nya" ucap Arm lalu memberikan ponsel pada Freya
"Ha...hallo pah" ucap Freya
"Kamu pulang bersama Arm dan Bagas ya. Sudah cukup libur mu, banyak pekerjaan yang sedang menunggu. Kamu hubungi Ibu Sonam, katakan kamu pulang hari ini" ucap Pak Chandra
"Ba baik pah." Ucap Freya
"Hmm berikan telepon nya pada Arm" ucap papa Chandra
"Hallo pak" ucap Arm
"Jaga Freya baik-baik" ucap Pak Chandra
"Baik pak, Ibu Freya akan sampai dengan selamat" ucap Arm dan panggilan berakhir
"Silahkan bu Freya, siap-siap dulu. Kami akan menunggu" ucap Arm
Arm dan Bagas duduk di ruang tamu sambil menunggu Freya selesai.
Sesampai nya di rumah Papa Chandra, Freya hanya menyapa lalu pergi menuju rumah Ibu Sonam untuk membicarakan pekerjaan yang akan dilakukan nya.
Sementara Tristan berharap perkataan nya pada Freya akan dilakukan Freya. Karena perpisahan antara Freya dan Kivandra adalah keputusan yang tepat bagi semua orang.
β€π€ππ€β€ππ€
Kaivan dan Kivandra sudah kembali dari London.
"Iyalah" jawab Kaivan
"Waaahh semoga aja papa mengizinkan kita bertemu dengan mereka" ucap Kivandra
"Iya semoga saja" ucap Kaivan
Sesampai nya di rumah papa Chandra, Kaivan dan Kivandra melaporkan bagaimana hasil kerja sama mereka dengan klien di sana.
"Iya, papa juga ditelepon nya dan puas dengan kalian" ucap Papa Chandra
"Sekarang, apa aku bisa bertemu dengan Freya?" Tanya Kivandra
"Aku juga ingin ketemu Tri, pah" timpal Kaivan
Tanpa menjawab papa Chandra beranjak dari tempat duduk lalu meninggalkan Kaivan dan Kivandra yang menunggu jawaban dari nya.
"Apa itu berarti......." Kaivan dan Kivandra saling menatap lalu berlari keluar untuk pergi menemui sang belahan hati.
Sebelum masuk mobil Freya kembali bersama supir.
Kivandra langsung menghampiri mobil nya.
Kivandra......batin Freya.
Freya perlahan keluar dari mobil dan disambut dengan senyum manis Kivandra.
"Kamu udah sampai ternyata" ucap Freya
Kivandra memeluk Freya.
"Aaahh akhir nya aku bisa memeluk mu Freya" ucap Kivandra
"Kivandraaaa apa yang kamu lakukan?? Kalau papa lihat gimana?" Tanya Freya mencoba mendorong Kivandra
"Papa tahu kok kalau aku mau ketemu kamu" Jawab Kivandra mengeratkan pelukan nya.
Freya tidak membalas pelukan Kivandra. Dia memikirkan bagaimana kata-kata yang harus dia ucapkan agar Kivandra mau putus dengan nya.
__ADS_1
Freya menguraikan pelukan nya.
"Ada yang ingin aku katakan" ucap Freya
"Hmm apa??" Tanya Kivandra
"Mari kita putus" jawab Freya
Ekspresi wajah Kivandra seketika berubah.
"Apa? Apa aku tidak salah dengar?" Tanya Kivandra
"Hmm" Freya mengangguk
"Freyaaaa. Ada apa dengan mu? Kenapa kamu seperti ini? Hubungan kita baik-baik saja bagaimana bisa kamu ingin putus dengan ku? Apa papa yang menyuruh mu? Atau mengancam mu? Hmm? Katakan" tanya Kivandra
"Ak....aku hanya ingin semua berjalan seperti biasa nya sebelum kita memutuskan untuk pacaran. Aku tidak mau kamu melawan papa, aku tidak mau Kaivan menghamili ku? Aku tidak mau papa sakit." Jawab Freya
"Tapi sekarang sudah baik-baik saja. Kamu tidak perlu khawatir. Ak....."
"Cukup Kivandra. Aku tidak mau menimbulkan masalah lagi karena hubungan kita. Maafkan aku, aku mau kita putus dan kamu lakukan apa yang papa minta tanpa melibatkan aku lagi. Dengan begitu tidak lama lagi aku bisa terlepas dari keluarga Hirunkit" potong Freya
"Freya, aku mohon. Kita bicarakan lagi masalah ini ya. Kita udah janji mau berjuang bersama." Ucap Kivandra
"Maafkan aku sudah melanggar janji ku" ucap Freya lalu meninggalkan Kivandra.
Papa Chandra melihat Freya dan Kivandra dari jendela kamar nya tersenyum.
"Ternyata Tristan bisa membuktikan ucapan nya. Dilihat dari gerakan dan ekspresi mereka, seperti nya Freya minta putus. Bagus.......sekarang masalah sudah selesai" ucap Papa Chandra
Berbeda dengan Kivandra dan Freya, pasangan Kaivan dan Tristan langsung melepaskan rasa rindu dengan melakukan unboxingπ€π.
Kaivan tidak tahu apa yang telah Tristan lakukan pada Adik nya itu. Bagaimana jika Kivandra tahu penyebab Freya minta putus adalah karena pacar kakak nya? Apakah Kaivan akan membela adik nya atau justru keberatan dengan yang dilakukan Pacar nya.
π€π€π€π€π€π€
Jangan lupa dukung aku dengan like, comment, beri hadiah dan Vote ya.
jangan lupa mampir di novelku yang lain berjudul
Hamil di Luar Nikah
Rahasia Cinta (Lanjutan Hamil di Luar Nikah)
Aku bukan Pelacur
Cinta Segi Tiga
Dijual Suamiku
__ADS_1