Sebatas Formalitas

Sebatas Formalitas
BAB 37


__ADS_3

Kaivan sudah sampai di rumah papa Chandra, sebelum menemui Papa Chandra, Kaivan menemui Kivandra di kamar nya terlebih dahulu.


Tok....tok....ceklek.....Kaivan masuk ke dalam kamar Kivandra


"Kak....." ucap Kivandra


"Hmm, aku baru menemui Freya" ucap Kaivan


"Dia baik-baik saja kan?" Tanya Kivandra


"Mata nya bengkak karena menangis" jawab Kaivan


"Nah.....kan benar. Berarti papa mengancam Freya makanya dia minta putus" ucap Kivandra


"Tapi dia tetap gak mau lagi untuk kembali pada mu. Makanya sekarang kita temui Papa dan bertanya langsung pada nya. Eh gak usah aku aja. Takut nya papa kenapa-napa kalau kamu ngomong yang buat papa marah" ucap Kaivan


"Aku akan hati-hati kok. Aku ikut. Ayo" ucap Kivandra


"Gak usah. Kamu tunggu di sini. Aku akan segera kembali" ucap Kaivan lalu keluar dari kamar Kivandra


Tok....tok....tok....ceklek.....Kaivan membuka perlahan kamar papa Chandra.


"Kaivan...."mama Hesty menghampiri Kaivan


"Mah, papa di mana?" Tanya Kaivan


"Di ruang kerja nya." Jawab Mama Hesty


"Oke mah, aku temui papa dulu" ucap Kaivan


"Eh kamu udah tahu kan Freya sudah kembali di rumah kalian?" Tanya mama Hesty


"Iya mah. Baru aja aku dari situ" jawab Kaivan


"Oh baguslah kalau kamu tahu" ucap mama Hesty


"Aku ke ruang kerja papa dulu" ucap Kaivan


"Hmmm" ucap mama Hesty


Tok..tok...tok...ceklek....Kaivan menutup pintu dari dalam


"Kaivan.....ada apa?" Tanya Papa Chandra


"Pah, aku mau nanya sesuatu sama papa" jawab Kaivan


"Hmm tanya saja" ucap papa Chandra


"Apa papa menyuruh Freya untuk putusin Vandra?" Tanya Kaivan


"Papa?? Hmmm. Memang dari awal kan papa suruh mereka putus. Tapi entah kenapa Freya bilang dia udah putus dengan Vandra. Apakah mereka benar-benar putus papa gak tahu. Yaaaah papa senang dia mengambil keputusan yang tepat. Mungkin karena Freya tidak mau lihat papa sakit lagi dan memang itu yang harus nya dia lakukan" jawab Papa Chandra


"Papa tidak mengancam Freya kan?" Tanya papa Chandra


"Rencana nya seperti itu. Tapi sebelum rencana dilakukan dia datang dan bilang udah putus dengan Kivandra" jawab Papa Chandra


"Pah, aku serius mau nanya. Aku harap papa jujur" ucap Kaivan

__ADS_1


"Kamu mau nya papa jawab apa? Toh papa jawab dengan sejujur nya. Papa tidak mengancam Freya. Kamu tanyakan langsung pada nya jika tidak percaya. Tunggu......apa Freya yang mengatakan papa mengancam dia?" Tanya Papa Chandra


Kaivan menggelengkan kepala nya.


"Makanya kamu jangan asal nuduh. Toh itu yang memang harus dia lakukan dan kamu tidak perlu ikut campur dengan hubungan mereka. Kalau kamu mau bebas, kamu tidak perlu mengkhawatirkan hubungan yang memang tidak penting" ucap Papa Chandra


"Tapi pah, aku menemui Freya tadi. Dia menangis, itu berarti dia juga gak mau putus dengan Kivandra" ucap Kaivan


"Cukup Kaivan. Jangan buat papa marah. Keluar sekarang dari ruangan papa" ucap Papa Chandra


Kaivan pun keluar dan menemui Kivandra.


"Bagaimana?" Tanya Kivandra


"Papa bilang papa gak ancam Freya seperti yang Freya katakan" jawab Kaivan


"Aku harus bicara lagi dengan Freya" ucap Kivandra


"Dia lagi di luar. Saat aku ke sini dia lagi pergi" ucap Kaivan


"Pergi? Kemana?" Tanya Kivandra


"Kerja. Kamu tahu dia kan? Lebih baik jangan temui dia sekarang. Biarkan beberapa hari dulu baru ajak dia bicara" jawab Kaivan


"Hmmm baiklah" ucap Kivandra


Kring.....kring...kring......ponsel Kaivan berdering.


"Hallo" ucap Kaivan


"Di rumah papa. Gak kok. Aku lagi sama Vandra. Aku ke sana sekarang" ucap Kaivan


"Hmm aku tunggu" ucap Tristan dan panggilan berakhir.


Tristan langsung menelpon Freya.


Tut....tut....tut.....


"Hallo Tri" ucap Freya


"Kamu di mana?" Tanya Tristan


"Lagi di tempat pemotretan." Jawab Freya


"Oh. Kamu udah ngobrol sama Kaivan?" Tanya Tristan


"Hmmm?? Eh Tri udah ya. Aku harus kerja sekarang" ucap Freya lalu memutuskan sambungan telepon.


Sesampainya di Apartemen Kaivan mengerjakan pekerjaan kantor sebentar lalu makan malam bersama Tristan.


Saat Kaivan ke toilet, ada pesan masuk di ponsel nya dan dicek oleh Tristan.


Laura??? Batin Tristan setelah membaca nama pengirim pesan tersebut.


"thanks for the transfer" isi pesan dari Laura


"Transfer??? For what???" Ucap Tristan

__ADS_1


Kring....kring....kring....ponsel Tristan berdering.


"Hallo....." ucap Tristan


"Eh Tristan aku pinjam charger mu dong. Punya ku rusak, lupa beli tadi saat kembali ke apartemen" ucap teman Tristan


"Hmmm" Tristan memutuskan sambungan telepon lalu meletakkan ponsel nya di atas meja tempat kerja Kaivan kemudian mengambil Charger dan memberikan nya pada teman nya.


Ceklek.....Kaivan keluar dari toilet.


Kring....kring....kring....ponsel Tristan berdering.


Papa?? Ngapain papa telepon Tristan?? Batin Kaivan lalu menjawab telepon. Kaivan tidak bersuara karena ingin tahu kenapa papa nya menelpon Tristan


"Tristan, kamu harus nya larang Kaivan untuk ikut campur urusan Kivandra dan Freya. Dia mencoba untuk membantu mereka kembali bersama. Kalau kamu mau sesuai dengan kesepakatan kita, larang Kaivan untuk ikut campur hubungan Kivandra dan Freya" ucap Papa Chandra lalu memutuskan sambungan telepon.


"Maksud papa apa?? Kesepatakan apa yang papa maksud?? Tri membuat kesepakatan apa dengan papa??? Apa karena dia Freya minta putus sama Vandra????" Ucap Kaivan


🖤🤍🖤🤍🖤🤍


Jangan lupa dukung aku dengan like, comment, beri hadiah dan Vote ya.


jangan lupa mampir di novelku yang lain berjudul




Hamil di Luar Nikah




Rahasia Cinta (Lanjutan Hamil di Luar Nikah)




Aku bukan Pelacur




Cinta Segi Tiga




Dijual Suamiku



__ADS_1


__ADS_2