
Kring....kring...kring....ponsel Freya berdering. Dia juga sudah membeli ponsel baru dan memberikan nomor nya pada Tristan.
"Hallo" ucap Freya
"Hallo, Freya ini aku Tri" ucap Tristan
"Hmm, kamu udah di penginapan?" Tanya Freya
"Hmmm." Jawab Tristan
"Padahal mama dan papa gak keberatan kok kalau kamu nginap di rumah. Dari pada di penginapan sendirian" ucap Freya
"Aku juga bukan gak mau sih. Tapi gak enak di lihat warga kalau ada pria lain yang nginap di rumah mu. Pasti akan jadi berita dan Pak Chandra akan tahu kalau aku di sini" jelas Tristan
"Iya juga sih. Ya udah kamu istrahat gih" ucap Freya
"Hmm nanti aku datang ke rumah kamu kalau ada info soal Kaivan" ucap Tristan
"Eh besok kamu sarapan di rumah ya" ucap Freya
"Hmm makasih ya" ucap Tristan
"Iyaaa. Ya udah aku tutup telepon nya" ucap Freya dan sambungan telepon terputus.
Sementara Arm masih stay berdiri di depan pintu kamar Tristan.
"Apa dia benar-benar ada di dalam??" Arm mulai curiga karena tidak ada suara terdengar dari balik pintu.
"Apa dia kabur?? Oh seperti nya tidak mungkin dia tinggal di apartemen lantai 20 kabur lewat jendela. Kecuali dia ingin mati" ucap Arm
❤💙❤💙❤💙
Keesokan hari nya di London Kaivan dan Kivandra dalam perjalanan menuju tempat bertemu dengan klien.
Laura sudah berdiri di tempat parkir menunggu Kaivan dan Kivandra datang. Dia mengajak mereka ke ruangan tempat bertemu dengan atasan nya.
Ceklek..........pintu tertutup dari dalam. Bas dan Gun pun menunggu di luar.
Laura langsung memberikan ponsel yang dibeli nya pada Kaivan.
Yessssss. Batin Kivandra happy
.
.
.
Ceklek......pintu terbuka. mereka sudah selesai mengadakan pertemuan.
"Ayo kita pergi" ucap Kaivan
"apa kita langsung ke Hotel?" Tanya Kivandra
"Iya pak" jawab Gun
"Apa kita tidak bisa jalan-jalan dulu??" Tanya Kivandra
"Gak usah. Kalau urusan kita selesai baru bisa jalan-jalan" jawab Kaivan
"Tapi kak......" Ucap Kivandra
"Apa kamu tidak ingin langsung menelpon Freya?? Udah langsung ke hotel aja" bisik Kaivan
"Iya-iya" ucap Kivandra
Ceklek.......pintu tertutup dari dalam.
Kaivan langsung melihat ponsel yang diberikan Laura. Laura juga sudah menyimpan nomor nya di Ponsel Kaivan.
Ting......pesan masuk dari Laura.
"Ini nomor rekening saya" isi pesan Laura
"Okey.....terimakasih atas bantuan mu. Aku akan transfer sekarang" balas Kaivan
__ADS_1
"Ayo cepat kak telepon Tristan sekarang" ucap Kivandra
"Iyaaaa sabar...." Kaivan mengetik nomor Tristan lalu menelpon nya.
Kring......kring.......ponsel Tristan berdering.
"Ini pasti dari Kaivan" melihat nomor luar negeri menelpon nya.
"Hallo....." ucap Tristan
"Tri......ini aku Kaivan" ucap Kaivan
"Aaahh aku sudah menunggu telepon dari mu" ucap Tristan
"Eh Tri, kamu di mana??" Tanya Kivandra
"Aku di kampung halaman Freya." Jawab Tristan
"Apa?? Kok bisa??" Tanya Kivandra
"Nanti kamu tanya aja ke Freya langsung. Aku sebutkan nomor nya sekarang" jawab Tristan
"Okeeyyy thank you" ucap Kivandra lalu dia menjauh dari Kaivan untuk menelpon Freya setelah mendapat nomor nya.
"Kamu nginap di rumah Freya?" Tanya Kaivan
"Gak kok. Aku ditawari mama dan papa nya Freya sih tapi aku menolak. Nanti para warga berpikir yang tidak-tidak" jawab Tristan
"Iya juga sih. Trus kamu tidur di mana?" Tanya Kaivan
"Di penginapan. Ada penginapan gak jauh dari rumah Freya" jawab Tristan
"Oh ya, apa gak ada yang mengawasi mu?" Tanya Kaivan
"Ada. Tapi aku berhasil kabur dan pergi ke rumah Freya. Ak.....aku sangat merindukan mu" jawab Tristan
"Aku juga sangat merindukan mu. Ya udah kita video call aja" ucap Kaivan
"Hmmmm" ucap Tristan
"Apa kita tidak bisa bertemu lagi??" Tanya Tristan
"Kita pasti akan bertemu lagi kok. Papa menggunakan penyakit nya agar aku dan Vandra tidak bisa menolak perintah nya. aku tidak bisa berbuat apa-apa" jawab Kaivan
"Tapi sampai kapan? Aku tidak bisa lama-lama jauh dari mu." Tanya Tristan
"Sabar ya. Aku pun ingin sekali bertemu dengan mu." Jawab Kaivan
"Apa aku bisa menyusul mu di London?" Tanya Tristan
"Lebih baik jangan. Aku dan Kivandra akan segera pulang kok. Aku tidak mau papa akan tahu kamu ke London." Jawab Kaivan
"Hmm baiklah. Aku tunggu kamu pulang" ucap Tristan
"Iya. Aku tutup telepon nya ya" ucap Kaivan
"Hmm. I miss you" ucap Tristan
"Miss you too" ucap Kaivan lalu memutuskan sambungan telepon.
Sementara Freya sudah menjelaskan pada Kivandra tentang Tristan yang bisa sampai di rumah nya.
"Baguslah kalau Tristan berhasil kabur dari suruhan papa." Ucap Kivandra
"Iyaa. Kamu......kapan pulang nya?" Tanya Freya
"Belum tahu sih. Tapi aku dan Kak Kaivan aka cepat pulang kok." Jawab Kivandra
"Hmm baguslah" ucap Freya
__ADS_1
"Apa kamu tidak merindukan ku?" Tanya Kivandra
"Rindu lah. Emang kamu gak?" Tanya Freya
"Rindu lah pasti. Aku tidak tahu kalau kami pulang apa kita bisa bertemu atau tidak" jawab Kivandra
"Iya juga sih. Kita tidak bisa menebak apa yang akan papa Chandelra lakukan jika kalian sudah pulang dan sampai kapan aku di rumah orang tua ku. Pasti Ibu Sonam tidak bisa menghubungi ku" ucap Freya
"Oh iya, coba tanyakan pada Tristan jika kontak nya di save di SIM Card atau tidak. Jika iya berarti dia punya nomor Ibu Sonam" ucap Kivandra
"Astagaaa. Iya juga ya. Hmm nanti aku tanyakan pada Tristan kalau dia ke rumah. Semoga aja kontak nya di save di SIM card nya" ucap Freya
"Iya semoga aja" ucap Kivandra
"Mmm ya udah. Aku tutup telepon nya ya" ucap Freya
"Iyaaa. Love you" ucap Kivandra
"Love you too" ucap Freya lalu memutuskan sambungan telepon.
Akhir nya aku bisa bicara dengan Kivandra. Aku merasa seperti udah lama aku gak mendengar suara nya. Batin Freya
Sekarang aku udah bisa tenang karena sudah mendengar suara Freya. Dan dia baik-baik juga di rumah orang tua nya. Hmm Tristan memang bagus ada di sana. Mereka bisa saling ngobrol untuk mengisi waktu saat aku dan Kaivan di London. Batin Kivandra
"Gimana?? Udah ngobrol dengan Kak Tri?" Kivandra menghampiri Kaivan yang sedang tersenyum saat rebahan
"Hmmm lega bangat rasanya bisa mendengar suara Tri" jawab Kaivan
"Hmm aku juga." Ucap Kivandra
"Eh jangan lupa kamu silent nada ponsel mu agar gak ketahuan sama Pak Gun dan Pak Bas" ucap Kaivan
"Iya juga ya. Aku hampir lupa. Oke aku silent nada nya sekarang. Kamu juga jangan hanya menyuruh ku tapi punya kamu sendiri lupa." Ucap Kivandra
"Iyaaa. punya ku udah dari tadi. Kamu gak usah khawatir" ucap Kaivan
"Hehehe bagus deh." Ucap Kivandra
🖤🤍🖤🤍🖤🤍
Jangan lupa dukung aku dengan like, comment, beri hadiah dan Vote ya.
jangan lupa mampir di novelku yang lain berjudul
Hamil di Luar Nikah
Rahasia Cinta (Lanjutan Hamil di Luar Nikah)
Aku bukan Pelacur
Cinta Segi Tiga
Dijual Suamiku
__ADS_1